FIND A DOCTOR
28 June 2017 | 17:00
Para Bidan Luar Biasa Yang Bertugas di Daerah Terpencil
Menjadi seorang bidan adalah salah satu pekerjaan yang mulia. Para bidan akan membantu para ibu dalam menjalani proses kelahiran. Sebagai seorang bidan, tidak jarang mereka harus bertugas di daerah yang terpencil dengan sarana dan prasarana yang sangat minim dan mungkin medan yang berbahaya. Berikut adalah kisah dari empat bidan luar biasa yang mendedikasikan dirinya untuk membantu para ibu dan menyelamatkan putra-putri Indonesia calon penerus kejayaan bangsa di masa depan: Bidan Eulis Rosmiati Beliau bertugas di Ujung Genteng sejak tahun 1991. Desa Ujung Genteng sendiri adalah sebuah desa terpencil yang terletak di daerah pesisir selatan Jawa Barat. Penduduknya yang mayoritas dalam kelompok ekonomi lemah dan hanya sekitar 4000 jiwa. Jarak puskesmas terdekat ternyata cukup jauh, yakni mencapai 30 km. Karena itu Bidan Rosmiati pun berjuang agar penduduk desa Ujung Genteng tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Salah satu usahanya adalah mengadakan arisan WC. Dengan adanya arisan WC, hanya tinggal kurang dari 10% keluarga saja yang belum memiliki WC sendiri. Tidak hanya itu, Bidan Rosmiati juga rutin menyelenggarakan donor darah desa, agar ketersediaan darah bisa terjaga. Bidan Siti Sumiyati Beliau dikatakan sebagai wanita mulia penakluk Kepulauan Seribu dan pulau-pulau di sekitarnya. Bidan yang tegar ini sudah mengabdikan dirinya selama 38 tahun di Kepulauan Seribu. Dengan sebuah perahu motor butut, ia harus melayani warga yang tinggal di berbagai pulau di Kepulauan Seribu. Keteguhannya ternyata tercium oleh dunia internasional. WHO (Badan PBB yang mengurusi masalah kesehatan) menghadiahinya sebutan ‘Penyelamat Ibu Melahirkan’. Penghargaan yang diberikan pada Juni 2008 itu membuatnya semakin teguh untuk mengabdi kepada rakyat Kepulauan Seribu. Bidan Agnes Kundimgo Bidan asli Papua yang mengabdi sejak tahun 1997 ini menghadapi dua persoalan berat Pertama, medan yang benar-benar sulit. Kedua, adat masyarakat yang tidak mempercayai bidan, juga menganggap bidan sebagai pembawa sial. Dengan ketekunan dan ketulusan, bidan satu ini akhirnya cukup berhasil menembus pandangan lama yang ada di masyarakat itu. Bidan Eros Rosita Bidan Eros merupakan pembawa secercah cahaya untuk masyarakat Badui Banten yang terkucilkan dan masih memegang nilai-nilai adat. Pada awalnya orang Badui tetap saja menolak Bidan Eros. Hingga suatu kejadian ‘heboh’ menerpa mereka pada tahun 1999-2000. Pada waktu itu, orang Badui terkena penyakit merah. Ternyata ketika para dukun Badui angkat tangan, Bidan Eros turun tangan. Dengan bermodalkan ketulusan dan suntikan penisilin, rakyat Badui pun dibuat sembuh. Sejak saat itu, masyarakat Badui menerima kehadirannya dengan antusias. Sumber: www.dokter.id  
27 June 2017 | 17:00
Berbagai Cara Alami Untuk Mengatasi Nyeri Lutut
Saat nyeri lutut Anda kembali kambuh, salah satu jalan termudah mungkin adalah dengan mengkonsumsi obat anti nyeri. Akan tetapi, hal ini sebenarnya hanya dapat meringankan nyeri lutut Anda untuk sementara waktu. Bila Anda ingin menghilangkan keluhan mengganggu tersebut selamanya, ada cara yang lebih baik daripada pil anti nyeri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa teknik yang dapat membantu mengatasi nyeri lutut Anda dengan aman dan efektif.   Ubah Rutinitas Harian Anda Walaupun nyeri lutut seharusnya tidak membuat aktivitas harian Anda terganggu, akan tetapi mungkin ada baiknya bila Anda mulai mengubah regimen olahraga Anda. Gantilah olahraga jalan atau lari Anda dengan berenang atau bersepeda statis, yang akan mengurangi tekanan pada lutut Anda. Bila Anda memilih sepeda statis, aturlah sepeda statis Anda sedemikian rupa sehingga lutut Anda terletak tepat di bawah pinggul Anda (intinya adalah hindari agar Anda tidak berada pada posisi menurun). Selain itu, melakukan olahraga yoga juga tampaknya dapat membantu mengatasi nyeri lutut Anda, akan tetapi perhatikanlah pose-pose apa saja yang Anda lakukan.   Kuatkan Pinggul Anda Pinggul memiliki peranan besar dalam bagaimana lutut menjalankan fungsinya. Oleh karena itu, meningkatkan kekuatan pinggul dan bokong Anda dapat membantu lutut Anda tetap berada di tempatnya dan mengurangi tekanan pada persendian Anda.   Terapi Kompresi Gunakanlah peyangga lutut (dengan lubang di bagian depan) selama beraktivitas, terutama aktivitas yang dapat memicu terjadinya nyeri lutut. Tekanan pada persendian lutut dapat membantu mengurangi bengkak dan mengaktivasi otot-otot di sekitar lutut, yang akan menstabilkan persendian lutut. Selain itu, penggunaan penyangga lutut ini juga dapat membantu membatasi gerakan lutut Anda sehingga Anda pun tidak dapat melakukan berbagai gerakan yang akan membuat nyeri lutut Anda menjadi semakin parah.   Tidur Dengan Lebih Baik Ternyata ada hubungan timbal balik antara nyeri lutut dan gangguan tidur. Seseorang yang menderita nyeri lutut biasanya sering terganggu dalam tidurnya karena nyeri yang dirasakan dan kurang tidur tampaknya akan membuat nyeri lutut menjadi semakin parah. Hal ini dikarenakan saat Anda kurang tidur, maka otak Anda pun akan memproses rasa nyeri dengan cara yang berbeda, yang akan membuat Anda menjadi lebih sensitif terhadap nyeri. Para ahli menduga perubahan sensitivitas nyeri ini berhubungan dengan perubahan kadar zat kimia di dalam otak seperti dopamin dan serotonin. Untuk membantu tidur Anda lebih nyenyak di malam hari, konsumsilah segelas jus buah ceri 30 menit sebelum tidur. Jus ceri diketahui dapat membantu mengurangi rasa nyeri paska olahraga dan membantu meningkatkan produksi hormon tidur, melatonin.   Pijat Pijat dapat membantu meningkatkan aliran darah dan membantu mengatasi radang. Caranya adalah berbaring dan angkatlah lutut Anda ke arah jantung Anda, kemudian letakkan ibu jari Anda pada satu sisi lutut dan jari lainnya pada sisi lain. Dengan gerakan ringan dan perlahan gerakan tangan Anda naik turun. Lakukanlah hal ini selama 5 menit, 2 kali sehari atau setiap kali Anda merasa lutut Anda membengkak.   Kunyit Kunyit ternyata tidak hanya berguna sebagai bumbu masak tetapi juga dapat membantu mengurangi proses radang di dalam tubuh. Dengan mengkonsumsui 1.400 mg ekstrak curcuma (bahan aktif di dalam kunyit) setiap harinya, maka rasa nyeri akibat radang sendi pun dapat diatasi (efek ini hampir sama dengan mengkonsumsi 1.200 mg ibuprofen atau 6 pil ibuprofen, dosis maksimum harian ibuprofen). Sumber: www.dokter.id  
26 June 2017 | 17:00
5 Mitos Salah Mengenai Kemoterapi…
Mengetahui bahwa Anda ternyata menderita kanker pasti merupakan suatu hal yang menakutkan, apalagi bila Anda juga diberitahu bahwa Anda harus melakukan kemoterapi. Pada tindakan kemoterapi, dokter akan menggunakan berbagai jenis zat kimia untuk menyerang sel-sel kanker yang telah menyebar, sayangnya zat kimia ini juga akan menyerang sel tubuh yang sehat, yang mungkin akan menimbulkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan. Walaupun demikian, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang ini kemoterapi tidaklah seburuk yang Anda kira. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos salah mengenai kemoterapi yang perlu Anda ketahui.   Rambut Anda Pasti Akan Botak Banyak orang membayangkan bahwa seorang penderita kanker yang sedang menjalankan kemoterapi pastilah tampak tidak sehat dan botak. Akan tetapi, dengan kemajuan ilmu kedokteran, jenis dan dosis obat yang digunakan pun sudah berubah sehingga Anda mungkin tidak akan mengalami kerontokan rambut yang sangat parah hingga menimbulkan kebotakan. Selain itu, rontok tidaknya rambut Anda tidak berhubungan dengan stadium kanker yang Anda derita atau jenis obat kemoterapi yang Anda gunakan. Walaupun demikian, beberapa obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker payudara  dan kanker indung telur lebih sering menyebabkan kerontokan rambut. Hal yang berperan dalam terjadinya kerontokan rambut adalah zat kimia tertentu yang digunakan untuk mengatasi kanker Anda dan bagaimana respon tubuh Anda terhadap berbagai zat kimia tersebut. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa sekitar 15-60% pasien kanker yang diobati dengan kemoterapi akan mengalami ramtu rontok, tergantung pada jenis obat kemoterapi yang digunakan.   Kemoterapi Berarti Harus Pergi ke Rumah Sakit Walaupun memang pada sebagian besar kasus kemoterapi harus dilakukan di rumah sakit, akan tetapi sekarang ini telah tersedia pil kemoterapi, yang dikonsumsi dengan cara diminum.   Kemoterapi Akan Membuat Berat Badan Anda Menurun Walaupun memang benar sejumlah pasien akan mengalami mual, muntah, dan diare yang dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cukup drastis; akan tetapi beberapa penderita kanker yang menjalani kemoterapi justru mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat-obatan seperti obat golongan steroid yang dapat membuat berbagai efek samping kemoterapi tidak terlalu parah. Akan tetapi, karena obat golongan steroid akan meningkatkan nafsu makan dan mencegah pengeluaran cairan dari dalam tubuh, maka hal ini dapat membuat Anda mengalami peningkatan berat badan.   Kemoterapi Akan Membuat Anda Tidak Dapat Beraktivitas Selama Berbulan-bulan Walaupun Anda memang tidak akan dapat melakukan berbagai olahraga berat, akan tetapi Anda tetap dapat dan boleh berolahraga misalnya berjalan kaki. Untuk mengetahui jenis olahraga apa yang paling tepat dan boleh Anda lakukan, berkonsultasilah dengan dokter Anda.   Kemoterapi Akan Membuat Anda Kesakitan Berbeda dengan anggapan banyak orang, memasukkan obat kemoterapi melalui jarum infus tidak akan membuat Anda merasa kesakitan. Akan tetapi, sejumlah pasien dapat mengalami mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada kaki dan tangannya atau nyeri pada tulang. Jika Anda mengalami nyeri yang membuat Anda merasa tidak nyaman, segera beritahu dokter Anda. Sumber: www.dokter.id  
25 June 2017 | 17:00
OMG! Berhenti Makan Gula Ternyata Baik Bagi Kesehatan Lho!!!
Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan di the University of North Carolina, sekitar 20% penduduk Amerika mengkonsumsi 700 kalori tambahan dari gula setiap harinya. Bagaimana mungkin seseorang mengkonsumsi gula sebanyak itu setiap harinya? Gula ternyata tidak hanya dapat ditemukan pada berbagai makanan manis seperti kue, permen, dan minuman bersoda; tetapi juga pada berbagai makanan sehat seperti bumbu salad, saus pasta, dan yogurt. Karena pengaruhnya yang tidak sehat, banyak dokter telah menganjurkan agar pasiennya mulai  mengurangi konsumsi gula mereka (yang dimaksud bukan gula alami yang dapat ditemukan pada buah, sayuran, dan susu). The American Heart Association menganjurkan agar wanita mengkonsumsi 6 sendok teh gula atau kurang setiap harinya (setara dengan 25 gram gula, yang berarti 100 kalori). Apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah Anda mengurangi konsumsi gula dan makanan manis lainnya tergantung pada seberapa besar konsumsi gula Anda biasanya. Orang yang mengkonsumsi gula dengan jumlah yang cukup banyak biasanya akan menunjukkan tanda-tanda kecanduan seperti merasa cemas, gelisah, dan bahkan depresi saat konsumsi gulanya dihentikan. Akan tetapi, ada banyak manfaat lain yang akan diperoleh oleh tubuh Anda saat Anda berhenti mengkonsumsi gula seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Jantung Anda Akan Berbahagia Resiko terjadinya kematian akibat gangguan jantung akan meningkat hingga 3 kali lipat bila Anda mengkonsumsi banyak makanan manis. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan sering mengkonsumsi makanan dan minuman manis akan meningkatkan kadar hormon insulin dalam jangka waktu lama (kronik), yang akan mengaktivasi sistem saraf simpatik, yang akan memicu peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Dengan mengurangi konsumsi gula Anda selama beberapa minggu saja, maka kadar kolesterol LDL Anda mungkin akan menurun hingga 10%, begitu juga dengan kadar trigliserida yang akan menurun hingga 20-30%. Selain itu, tekanan darah Anda juga akan menurun.   Jerawat Pun Menghilang Peradangan di seluruh tubuh merupakan pemicu terjadinya jerawat dan gula merupakan salah satu zat pemicu radang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa bila seseorang yang jarang atau tidak pernah mengkonsumsi minuman bersoda kemudian diminta mengkonsumsi 360 ml minuman bersoda setiap harinya selama 3 minggu, maka jumlah proses radang di dalam tubuhnya pun akan meningkat hingga 87%. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi minuman bersoda atau minuman manis lainnya dan Anda mungkin tidak perlu pusing dengan jerawat di wajah Anda.   Menurunkan Resiko Diabetes Mengkonsumsi gula dapat meningkatkan pembentukan tumpukan lemak di sekitar hati Anda. Hal ini akan memicu terjadinya resistensi insulin dan mengganggu kerja pankreas, yang akhirnya akan mengganggu proses produksi insulin di dalam pankreas. Berdasarkan sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa mengkonsumsi 150 kalori tambahan (dari gula) dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2 hingga 11 kali lipat, dibandingkan dengan bila Anda mengkonsumsi 150 kalori tambahan dari protein atau lemak. Jadi, gantilah cemilan manis Anda dengan cemilan berprotein seperti kacang.   Mood Tetap Baik Merupakan hal yang normal bila mood Anda menjadi buruk bila Anda mulai tidak mengkonsumsi gula. Akan tetapi, setelah masa "kecanduan" gula Anda berlalu, maka Anda pun akan merasa jauh lebih baik daripada sebelumnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Columbia University menemukan bahwa para wanita yang mengkonsumsi diet tinggi gula dan tepung olahan cenderung lebih sering mengalami gangguan cemas, mudah marah, dan memiliki mood yang berubah-ubah.   Tidur Menjadi Lebih Nyenyak Penurunan kadar gula yang cepat setelah mengkonsumsi makanan tinggi gula justru akan membuat Anda mengantuk, lelah, dan lesu di siang hari; yang akan membuat Anda sangat ingin tidur siang. Selain itu, gula juga akan memicu pelepasan hormon kortisol, yang akan membuat Anda tambah mengantuk. Oleh karena itu, jangan tambahkan gula pada makanan atau minuman Anda untuk membuat Anda terjaga sepanjang hari.   Daya Ingat Anda Pun Akan Membaik Bingung mengapa pikiran Anda sulit untuk fokus? Gula yang Anda konsumsi mungkin merupakan sumbernya. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan di UCLA menemukan bahwa diet tinggi gula dapat mempengaruhi kemampaun belajar dan mengingat seseorang. Selain itu, mengkonsumsi banyak gula dalam waktu lama juga dapat merusak komunikasi di antara sel-sel otak Anda.   Berat Badan Akan Menurun Saat Anda mengurangi konsumsi gula dan makanan serta minuman manis yang biasa Anda konsumsi, maka jumlah kalori yang Anda konsumsi pun akan berkurang. Dengan mengurangi 200 kalori setiap harinya, maka berat badan Anda pun akan turun 5 kg dalam waktu 5-6 bulan Sumber: www.dokter.id  
24 June 2017 | 17:00
Berbagai Penyebab Keguguran dan Janin Tidak Berkembang…
Sebagian besar (60%) keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan tetap tidak diketahui penyebabnya. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan faktor genetika, di mana kromosom tidak berkembang dengan sebagaimana mestinya. Banyak orang mengira bahwa sesuatu hal yang baru saja terjadi seperti penyakit, jatuh, atau paparan terhadap suatu hal yang menyebabkan terjadinya keguguran. Akan tetapi, hal ini jarang sekali benar karena saat diagnosa keguguran telah ditegakkan dokter, maka bayi di dalam kandungan Anda sebenarnya telah lama meninggal. Sebenarnya ada banyak hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran dan janin tidak berkembang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal tersebut.   Hormon Bila disebabkan oleh gangguan hormon, maka Anda mungkin akan mengalami keguguran dalam waktu kurang dari 10 minggu. Karena setelah itu, plasenta (ari-ari) akan mengambil alih produksi hormon dan kadar hormon Anda yang sedikit rendah biasanya tidak akan berpengaruh. Rendahnya kadar hormon progesteron merupakan masalah yang paling sering terjadi dan keadaan ini juga bukan merupakan hal yang mudah untuk diobati. Hal ini dikarenakan pemberian suplemen progesterone, walaupun cukup sering diberikan, tampaknya tidak terlalu membantu dan justru seringkali menyebabkan janin tidak berkembang bertahan lebih lama daripada seharusnya. Satu-satunya keadaan di mana pemberian suplemen progesteron terbukti bermanfaat adalah bila Anda menderita kelainan korpus luteum, di mana korpus luteum tidak memproduksi cukup banyak hormon yang diperlukan untuk menjaga kelangsung kehamilan. Bagi sebagian besar wanita, keadaan ini tidak terjadi setiap bulan. Gangguan dapat membaik dengan sendirinya pada pembentukan sel telur dan korpus luteum berikutnya. Hal ini akan menimbulkan masalah bila berubah menjadi hal yang permanen. Untuk mencegah terjadinya keguguran, maka pemberian progesteron sudah harus dimulai dalam waktu 48 jam setelah ovulasi. Karena bila hormon progesteron baru diberikan setelah Anda terlambat menstruasi, maka kehamilan Anda kemungkinan besar sudah tidak dapat diselamatkan. Rendahnya kadar progesteron sendiri sebenarnya merupakan gejala dari janin yang tidak berkembang dan bukanlah penyebabnya. Para dokter sering memberikan suplemen progesteron bagi para pasiennya bila kadar hormon tersebut rendah. Gangguan hormon lainnya mungkin akan terjadi bila Anda memiliki gangguan kelenjar tiroid yang tidak diobati. Anda dapat dengan mudah memeriksa fungsi kelenjar tiroid Anda melalui pemeriksaan darah dan gangguan ini pun dapat diobati.   Kelainan Kromosom Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pembuahan (penyatuan antara sel telur dan sperma) dan pembentukan embrio. Bahkan bila sel telur dan sperma memiliki kromosom yang sempurna, akan tetapi proses pembelahan awal dapat mengalami kelainan. Kelainan kromosom dapat menyebabkan sel telur yang telah dibuahi mati. Kelainan kromosom merupakan penyebab terjadinya keguguran yang paling sering, yaitu sekitar 60%. Anda dapat mengetahui apakah jabang bayi Anda benar mengalami kelainan kromosom dengan memeriksa jaringan janin yang keluar saat keguguran. Hal ini harus dilakukan SEGERA setelah jaringan keluar atau sel-sel tersebut tidak dapat bertumbuh sehingga pemeriksaan pun gagal. Jika Anda baru pertama kali mengalami keguguran, maka Anda kemungkinan besar tidak perlu melakukan pemeriksaan ini. Sangat sedikit dokter yang akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini dan diagnosa biasanya dilakukan tanpa melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan bahkan walaupun jaringan bayi Anda dikirim segera setelah proses kuretase selesai dilakukan, masih ada kemungkinan bahwa pemeriksaan gagal. Akan tetapi, walaupun bila keguguran Anda memang disebabkan oleh kelainan kromosom, ingatlah bahwa kemungkinan berulangnya hal ini amat sangat kecil. Resiko terjadinya hal ini akan kembali meningkat saat Anda berusia 35 tahun. Hal ini dikarenakan sel telur Anda pun telah mengalami penuaan dan kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosom akan meningkat dengan cukup drastis. Setelah usia kehamilan Anda memasuki trimester kedua, maka kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosm akan menurun hingga kurang dari 10%. Jika Anda mengalami keguguran berulang kali secara berturut-turut, maka kemungkinan semua keguguran tersebut disebabkan oleh kelainan kromosom sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 7%.   Gangguan Fisik Pada Rahim Atau Leher Rahim Beberapa wanita memiliki rahim dengan bentuk yang tidak biasanya. Sementara itu, sejumlah wanita lain memiliki leher rahim yang melemah akibat berbagai hal seperti sering melakukan tindakan kuretase atau karena ibut mereka mengkonsumsi DES saat hamil. Kedua hal ini dapat menyebabkan terjadinya persalinan dini, biasanya pada saat usia kehamilan mencapai 12-24 minggu. Gangguan pada rahim dan leher rahim ini menyebabkan sekitar 12% kasus keguguran. Hal ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan bayi, terutama saat bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di usia kehamilan ini (12-24 minggu), maka rahim dengan bentuk yang abnormal mungkin tidak dapat membesar sebagaimana mestinya atau leher rahim yang lemah akan mulai membuka dan menyebabkan bayi dapat keluar dari dalam rahim. Untuk mengatasinya, terdapat beberapa pengobatan yang cukup efektif, seperti tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk rahim dan penjahitan leher rahim untuk menjaganya tetap tertutup. Ingatlah bahwa keguguran akan kembali terjadi bila kedua hal ini tidak segera diobati.   Gangguan Imunitas Antibodi antifosfolipid dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di dalam plasenta (ari-ari) yang menyebabkan penyumbatan atau berkurangnya aliran darah ke dalam bayi, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, yang dapat berujung pada kematian janin. Untuk mencari tahu apakah Anda memiliki antibodi ini, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah anticardiolipin. Pemeriksaan ini biasanya tidak terlalu mahal dan dapat dilakukan walaupun Anda baru pertama kali mengalami keguguran. Jika kadar antibodi dianggap terlalu tinggi sehingga dapat mempengaruhi kehamilan Anda, maka pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah. Pada kasus yang jarang, seorang wanita dapat mengetahui bahwa dirinya ternyata menderita lupus, yang mungkin ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi perlu segera diobati untuk mencegah berulangnya keguguran. Walaupun gangguan kehamilan atau keguguran dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, akan tetapi seringkali bayi dapat bertahan hidup hingga melewati trimester pertama. Sekitar 10-15% kasus keguguran berulang disebabkan oleh adanya antibodi ini. Antibodi antinuclear timbul akibat adanya gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada lupus atau lupus like syndrome, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Pengobatannya biasanya adalah dengan pemberian obat golongan kortikosteroid untuk mengatasi proses radang di dalam tubuh. Akan tetapi, terdapat beberapa efek samping yang mungkin timbul bila Anda mengkonsumsi obat golongan kortikosteroid dalam jangka waktu lama seperti pembengkakan pada tubuh dan wajah, memar pada wajah, dan rasa tidak enak badan.   Ketuban Pecah Dini dan Kelahiran Prematur Banyak kasus keguguran dimulai dengan kram perut dan berbagai gejala persalinan lainnya, akan tetapi ketuban pecah dini dan kelahiran prematur biasanya terjadi pada saat usia kehamilan Anda telah mencapai trimester kedua atau ketiga. Adanya tanda-tanda persalinan prematur biasanya diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan yang berfungsi untuk membuat rahim menjadi lebih rileks dan Anda biasanya akan diminta untuk bed rest, baik di rumah atau pun di rumah sakit. Walaupun demikian, kadangkala, bayi tetap lahir dan akhirnya meninggal. Keadaan ini tidak disebut sebagai keguguran tetapi lahir mati karena kehamilan telah berusia lebih dari 20 minggu. Ketuban pecah dini merupakan suatu keadaan di mana ketuban Anda telah pecah walaupun kehamilan Anda belum berusia 37 minggu. Sebagian besar wanita yang mengalami hal ini biasanaya akan diberikan terapi antibiotik dan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit karena resiko terjadinya infeksi sangat tinggi (yang membuat bayi harus segera dilahirkan bila infeksi terjadi). Agar mampu bertahan hidup, seorang bayi harus memiliki berat badan lahir minimal 500 gram. Para ahli menduga sebagian besar kasus ketuban pecah dini disebabkan oleh infeksi atau peradangan rahim atau peradangan kantong amnion. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui bagaimana infeksi ini terjadi atau bagaimana infeksi dapat memicu terjadinya ketuban pecah dini. Pemeriksaan panggul dan infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak akan meningkatkan resiko terjadinya ketuban pecah dini. Karena ketuban pecah ini cenderung berulang, maka diperlukan langkah pencegahan untuk menghindari berulangnya keadaan ini di kehamilan berikutnya. Walaupun ketuban pecah dini tidak selalu dapat diobati atau dicegah, akan tetapi sebagian besar bayi biasanya dapat bertahan hidup cukup lama.   Infeksi, Usia, dan Penyakit Kronik Berbagai jenis infeksi dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Berbagai jenis infeksi yang dimaksud adalah sifilis, mikoplasma, toksoplasmosis, AIDS, campak jerman, dan malaria. Infeksi saluran pernapasan atas, batuk pilek, dan infeksi jamur pada kemaluan (umum terjadi pada wanita hamil) biasanya tidak akan menyebabkan terjadinya keguguran. Selain berbagai penyakit di atas, ada penyakit lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelainan bawaan pada janin bila Anda baru pertama kali mengalaminya saat hamil. Penyakit tersebut adalah cacar air. Selain itu, infeksi yang menyebabkan Anda mengalami demam tinggi (38 derajat Celcius) juga harus segera diobati karena demam yang berlangsung lama mungkin dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda. Peranan usia pada kehamilan adalah pengaruh proses penuaan terhadap kromosom. Karena seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka sel telur dan sperma Anda pun akan bertambah. Selain kelainan kromosom, usia juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan lain seperti keadaan kesehatan yang buruk, menderita penyakit tertentu, atau mengalami gangguan keseimbangan hormonal yang akan membuat kehamilan Anda lebih sulit untuk dipertahankan. Berbagai resiko ini biasanya baru akan Anda temui bila Anda telah berusia lebih dari 40 tahun. Berbagai gangguan kesehatan yang dialami ibu juga dapat mengganggu kehamilannya. Menderita diabetes, gangguan jantung, dan gangguan kelenjar tiroid sebelum hamil dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi selama kehamilan berlangsung. Akan tetapi, bukan berarti Anda pasti akan mengalami keguguran bila menderita salah satu dari 3 gangguan kesehatan tersebut. Anda hanya perlu lebih berhati-hati dan memastikan obat yang Anda konsumsi dapat disesuaikan selama hamil. Selain ketiga hal di atas, kecelakaan juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran, walaupun jarang. Hal ini dikarenakan bayi telah dilindungi dengan baik oleh kantong amnion dan cairan ketuban sehingga pukulan keras pada perut Anda pun biasanya hanya akan membuat kantong dan cairan di dalamnya berguncang sedikit. Sebagian besar bayi di dalam kandungan wanita hamil yang mengalami kecelakaan atau trauma tertentu tetap baik-baik saja.   Penyebab yang Tidak Diketahui Memang benar bahwa tidak mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami keguguran merupakan suatu hal yang menakutkan dan juga traumatis. Akan tetapi, bukan berarti bahwa Anda pasti akan mengalami keguguran kembali. Anda hanya perlu berusaha untuk hamil kembali dan menikmati kehamilan Anda. Sumber: www.dokter.id  
23 June 2017 | 17:00
10 Hal yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Kebotakkan
Rambut rontok hebat hingga membuat Anda menjadi botak??? Akan tetapi, apa sebenarnya yang Anda ketahui mengenai kebotakkan? Kebotakkan merupakan sesuatu hal yang lebih umum ditemui pada pria dibandingkan wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal mengenai kebotakkan (alopesia areata) yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.   Merupakan Penyakit Autoimun Seperti semua penyakit autoimun, alopesia areata terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Hal ini berarti sistem pertahanan tubuh Anda tidak mengenali sel rambut Anda sebagai "teman" dan justru menyerangnya. Walaupun para ahli masih tidak mengetahui secara pasti, akan tetapi mereka menduga hal ini mungkin berhubungan dengan faktor genetika.   Dapat Terjadi Pada Umur Berapa Pun Alopesia areata cenderung muncul pada masa kanak-kanak, akan tetapi sebenarnya dapat terjadi pada usia berapa pun. Alopesia areata juga dapat menghilang selama berpuluh-puluh tahun. Jadi, merupakan hal yang normal bila ada anak yang mengalami alopesia, kemudian "sembuh", dan kembali muncul 20 tahun kemudian.   Tidak Bergejala Selain rambut rontok, alopesia biasanya tidak akan menyebabkan timbulnya berbagai gejala lain termasuk nyeri kepala dan iritasi kulit. Jika rambut rontok terjadi pada bagian belakang kepala, maka sejumlah penderita biasanya tidak akan menyadarinya hingga alopesia menjadi sangat jelas.   Memiliki Banyak Bentuk Bentuk klasik yang paling banyak ditemukan adalah hilangnya rambut pada kulit kepala yang berbentuk bulat, di mana kulit tidak mengalami peradangan dan tampak sehat serta halus. Selain itu, alopesia juga dapat mengenai alis mata, bulu tangan, dan berbagai daerah berbulu lainnya.   Kerontokkan Tidak Permanen Berbeda dengan kebotakkan yang terjadi akibat penuaan atau penyebab alami lainnya, alopesia areata tidak merusak kemampuan rambut Anda untuk tumbuh kembali. Pada alopesia, sel-sel imun tubuh Anda akan mengelilingi folikel rambut Anda dan menghentikan proses pertumbuhan dan produksinya. Akan tetapi, saat aktivitas sistem pertahanan tubuh Anda telah berkurang, maka rambut Anda pun akan tumbuh kembali seperti sebelumnya.   Stress Adalah Pemicu Utamanya Stress sebenarnya seperti bahan bakar bagi proses radang di dalam tubuh. Jadi, bila Anda menderita alopesia areata atau penyakit autoimun lainnya, maka stress dapat memperburuk atau memicu terjadinya kerontokkan rambut. Oleh karena itu, olahraga, meditasi, dan berbagai terapi anti stress lainnya dapat menghentikan atau mencegah terjadinya kerontokkan rambut.   Dapat Diobati Pengobatan alopesia areata biasanya berupa penyuntikkan steroid pada area kulit yang terkena, yang akan menghambat proses radang di dalam tubuh. Penyuntikkan ini biasanya dilakukan setiap 3-4 minggu selama beberapa bulan. Jika daerah yang mengalami kebotakkan cukup luas, maka selain suntikan, penderita biasanya juga akan diberikan obat steroid oral (diminum). Obat ini tidak akan menyebabkaan pertumbuhan rambut di bagian tubuh lain yang memang tidak memiliki bulu. Obat ini hanya akan "melepaskan" folikel rambut dari proses radang sehingga rambut pun dapat tumbuh kembali.   Berhubungan Dengan Penyakit Lainnya Jika Anda memiliki satu penyakit autoimun, maka Anda pun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit autoimun lainnya.   Gaya Hidup Juga Mempengaruhi Mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung banyak gula, sering mengkonsumsi minuman beralkohol, and merokok dapat memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh dan serangan alopesia.   Kadang Tidak Akan Kambuh Walaupun resiko kekambuhan tetap saja ada, akan tetapi pada beberapa kasus alopesia dapat sembuh dan tidak pernah terjadi lagi. Alopesia areata merupakan penyakit yang sangat tidak terduga, di mana kadangkala penyakit muncul tanpa penyebab yang jelas. Sumber: www.dokter.id  
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
Jakarta Selatan