FIND A DOCTOR
26 June 2017 | 17:00
Berbagai Penyebab Keguguran dan Janin Tidak Berkembang…
Sebagian besar (60%) keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan tetap tidak diketahui penyebabnya. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan faktor genetika, di mana kromosom tidak berkembang dengan sebagaimana mestinya. Banyak orang mengira bahwa sesuatu hal yang baru saja terjadi seperti penyakit, jatuh, atau paparan terhadap suatu hal yang menyebabkan terjadinya keguguran. Akan tetapi, hal ini jarang sekali benar karena saat diagnosa keguguran telah ditegakkan dokter, maka bayi di dalam kandungan Anda sebenarnya telah lama meninggal. Sebenarnya ada banyak hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran dan janin tidak berkembang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal tersebut.   Hormon Bila disebabkan oleh gangguan hormon, maka Anda mungkin akan mengalami keguguran dalam waktu kurang dari 10 minggu. Karena setelah itu, plasenta (ari-ari) akan mengambil alih produksi hormon dan kadar hormon Anda yang sedikit rendah biasanya tidak akan berpengaruh. Rendahnya kadar hormon progesteron merupakan masalah yang paling sering terjadi dan keadaan ini juga bukan merupakan hal yang mudah untuk diobati. Hal ini dikarenakan pemberian suplemen progesterone, walaupun cukup sering diberikan, tampaknya tidak terlalu membantu dan justru seringkali menyebabkan janin tidak berkembang bertahan lebih lama daripada seharusnya. Satu-satunya keadaan di mana pemberian suplemen progesteron terbukti bermanfaat adalah bila Anda menderita kelainan korpus luteum, di mana korpus luteum tidak memproduksi cukup banyak hormon yang diperlukan untuk menjaga kelangsung kehamilan. Bagi sebagian besar wanita, keadaan ini tidak terjadi setiap bulan. Gangguan dapat membaik dengan sendirinya pada pembentukan sel telur dan korpus luteum berikutnya. Hal ini akan menimbulkan masalah bila berubah menjadi hal yang permanen. Untuk mencegah terjadinya keguguran, maka pemberian progesteron sudah harus dimulai dalam waktu 48 jam setelah ovulasi. Karena bila hormon progesteron baru diberikan setelah Anda terlambat menstruasi, maka kehamilan Anda kemungkinan besar sudah tidak dapat diselamatkan. Rendahnya kadar progesteron sendiri sebenarnya merupakan gejala dari janin yang tidak berkembang dan bukanlah penyebabnya. Para dokter sering memberikan suplemen progesteron bagi para pasiennya bila kadar hormon tersebut rendah. Gangguan hormon lainnya mungkin akan terjadi bila Anda memiliki gangguan kelenjar tiroid yang tidak diobati. Anda dapat dengan mudah memeriksa fungsi kelenjar tiroid Anda melalui pemeriksaan darah dan gangguan ini pun dapat diobati.   Kelainan Kromosom Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pembuahan (penyatuan antara sel telur dan sperma) dan pembentukan embrio. Bahkan bila sel telur dan sperma memiliki kromosom yang sempurna, akan tetapi proses pembelahan awal dapat mengalami kelainan. Kelainan kromosom dapat menyebabkan sel telur yang telah dibuahi mati. Kelainan kromosom merupakan penyebab terjadinya keguguran yang paling sering, yaitu sekitar 60%. Anda dapat mengetahui apakah jabang bayi Anda benar mengalami kelainan kromosom dengan memeriksa jaringan janin yang keluar saat keguguran. Hal ini harus dilakukan SEGERA setelah jaringan keluar atau sel-sel tersebut tidak dapat bertumbuh sehingga pemeriksaan pun gagal. Jika Anda baru pertama kali mengalami keguguran, maka Anda kemungkinan besar tidak perlu melakukan pemeriksaan ini. Sangat sedikit dokter yang akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini dan diagnosa biasanya dilakukan tanpa melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan bahkan walaupun jaringan bayi Anda dikirim segera setelah proses kuretase selesai dilakukan, masih ada kemungkinan bahwa pemeriksaan gagal. Akan tetapi, walaupun bila keguguran Anda memang disebabkan oleh kelainan kromosom, ingatlah bahwa kemungkinan berulangnya hal ini amat sangat kecil. Resiko terjadinya hal ini akan kembali meningkat saat Anda berusia 35 tahun. Hal ini dikarenakan sel telur Anda pun telah mengalami penuaan dan kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosom akan meningkat dengan cukup drastis. Setelah usia kehamilan Anda memasuki trimester kedua, maka kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosm akan menurun hingga kurang dari 10%. Jika Anda mengalami keguguran berulang kali secara berturut-turut, maka kemungkinan semua keguguran tersebut disebabkan oleh kelainan kromosom sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 7%.   Gangguan Fisik Pada Rahim Atau Leher Rahim Beberapa wanita memiliki rahim dengan bentuk yang tidak biasanya. Sementara itu, sejumlah wanita lain memiliki leher rahim yang melemah akibat berbagai hal seperti sering melakukan tindakan kuretase atau karena ibut mereka mengkonsumsi DES saat hamil. Kedua hal ini dapat menyebabkan terjadinya persalinan dini, biasanya pada saat usia kehamilan mencapai 12-24 minggu. Gangguan pada rahim dan leher rahim ini menyebabkan sekitar 12% kasus keguguran. Hal ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan bayi, terutama saat bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di usia kehamilan ini (12-24 minggu), maka rahim dengan bentuk yang abnormal mungkin tidak dapat membesar sebagaimana mestinya atau leher rahim yang lemah akan mulai membuka dan menyebabkan bayi dapat keluar dari dalam rahim. Untuk mengatasinya, terdapat beberapa pengobatan yang cukup efektif, seperti tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk rahim dan penjahitan leher rahim untuk menjaganya tetap tertutup. Ingatlah bahwa keguguran akan kembali terjadi bila kedua hal ini tidak segera diobati.   Gangguan Imunitas Antibodi antifosfolipid dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di dalam plasenta (ari-ari) yang menyebabkan penyumbatan atau berkurangnya aliran darah ke dalam bayi, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, yang dapat berujung pada kematian janin. Untuk mencari tahu apakah Anda memiliki antibodi ini, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah anticardiolipin. Pemeriksaan ini biasanya tidak terlalu mahal dan dapat dilakukan walaupun Anda baru pertama kali mengalami keguguran. Jika kadar antibodi dianggap terlalu tinggi sehingga dapat mempengaruhi kehamilan Anda, maka pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah. Pada kasus yang jarang, seorang wanita dapat mengetahui bahwa dirinya ternyata menderita lupus, yang mungkin ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi perlu segera diobati untuk mencegah berulangnya keguguran. Walaupun gangguan kehamilan atau keguguran dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, akan tetapi seringkali bayi dapat bertahan hidup hingga melewati trimester pertama. Sekitar 10-15% kasus keguguran berulang disebabkan oleh adanya antibodi ini. Antibodi antinuclear timbul akibat adanya gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada lupus atau lupus like syndrome, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Pengobatannya biasanya adalah dengan pemberian obat golongan kortikosteroid untuk mengatasi proses radang di dalam tubuh. Akan tetapi, terdapat beberapa efek samping yang mungkin timbul bila Anda mengkonsumsi obat golongan kortikosteroid dalam jangka waktu lama seperti pembengkakan pada tubuh dan wajah, memar pada wajah, dan rasa tidak enak badan.   Ketuban Pecah Dini dan Kelahiran Prematur Banyak kasus keguguran dimulai dengan kram perut dan berbagai gejala persalinan lainnya, akan tetapi ketuban pecah dini dan kelahiran prematur biasanya terjadi pada saat usia kehamilan Anda telah mencapai trimester kedua atau ketiga. Adanya tanda-tanda persalinan prematur biasanya diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan yang berfungsi untuk membuat rahim menjadi lebih rileks dan Anda biasanya akan diminta untuk bed rest, baik di rumah atau pun di rumah sakit. Walaupun demikian, kadangkala, bayi tetap lahir dan akhirnya meninggal. Keadaan ini tidak disebut sebagai keguguran tetapi lahir mati karena kehamilan telah berusia lebih dari 20 minggu. Ketuban pecah dini merupakan suatu keadaan di mana ketuban Anda telah pecah walaupun kehamilan Anda belum berusia 37 minggu. Sebagian besar wanita yang mengalami hal ini biasanaya akan diberikan terapi antibiotik dan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit karena resiko terjadinya infeksi sangat tinggi (yang membuat bayi harus segera dilahirkan bila infeksi terjadi). Agar mampu bertahan hidup, seorang bayi harus memiliki berat badan lahir minimal 500 gram. Para ahli menduga sebagian besar kasus ketuban pecah dini disebabkan oleh infeksi atau peradangan rahim atau peradangan kantong amnion. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui bagaimana infeksi ini terjadi atau bagaimana infeksi dapat memicu terjadinya ketuban pecah dini. Pemeriksaan panggul dan infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak akan meningkatkan resiko terjadinya ketuban pecah dini. Karena ketuban pecah ini cenderung berulang, maka diperlukan langkah pencegahan untuk menghindari berulangnya keadaan ini di kehamilan berikutnya. Walaupun ketuban pecah dini tidak selalu dapat diobati atau dicegah, akan tetapi sebagian besar bayi biasanya dapat bertahan hidup cukup lama.   Infeksi, Usia, dan Penyakit Kronik Berbagai jenis infeksi dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Berbagai jenis infeksi yang dimaksud adalah sifilis, mikoplasma, toksoplasmosis, AIDS, campak jerman, dan malaria. Infeksi saluran pernapasan atas, batuk pilek, dan infeksi jamur pada kemaluan (umum terjadi pada wanita hamil) biasanya tidak akan menyebabkan terjadinya keguguran. Selain berbagai penyakit di atas, ada penyakit lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelainan bawaan pada janin bila Anda baru pertama kali mengalaminya saat hamil. Penyakit tersebut adalah cacar air. Selain itu, infeksi yang menyebabkan Anda mengalami demam tinggi (38 derajat Celcius) juga harus segera diobati karena demam yang berlangsung lama mungkin dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda. Peranan usia pada kehamilan adalah pengaruh proses penuaan terhadap kromosom. Karena seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka sel telur dan sperma Anda pun akan bertambah. Selain kelainan kromosom, usia juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan lain seperti keadaan kesehatan yang buruk, menderita penyakit tertentu, atau mengalami gangguan keseimbangan hormonal yang akan membuat kehamilan Anda lebih sulit untuk dipertahankan. Berbagai resiko ini biasanya baru akan Anda temui bila Anda telah berusia lebih dari 40 tahun. Berbagai gangguan kesehatan yang dialami ibu juga dapat mengganggu kehamilannya. Menderita diabetes, gangguan jantung, dan gangguan kelenjar tiroid sebelum hamil dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi selama kehamilan berlangsung. Akan tetapi, bukan berarti Anda pasti akan mengalami keguguran bila menderita salah satu dari 3 gangguan kesehatan tersebut. Anda hanya perlu lebih berhati-hati dan memastikan obat yang Anda konsumsi dapat disesuaikan selama hamil. Selain ketiga hal di atas, kecelakaan juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran, walaupun jarang. Hal ini dikarenakan bayi telah dilindungi dengan baik oleh kantong amnion dan cairan ketuban sehingga pukulan keras pada perut Anda pun biasanya hanya akan membuat kantong dan cairan di dalamnya berguncang sedikit. Sebagian besar bayi di dalam kandungan wanita hamil yang mengalami kecelakaan atau trauma tertentu tetap baik-baik saja.   Penyebab yang Tidak Diketahui Memang benar bahwa tidak mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami keguguran merupakan suatu hal yang menakutkan dan juga traumatis. Akan tetapi, bukan berarti bahwa Anda pasti akan mengalami keguguran kembali. Anda hanya perlu berusaha untuk hamil kembali dan menikmati kehamilan Anda. Sumber: www.dokter.id  
25 June 2017 | 17:00
9 Cara Menurunkan Resiko Terkena Penyakit Alzheimer
Sekitar 20% faktor resiko Alzheimer sebenarnya dapat diperbaiki, artinya ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diri Anda terkena penyakit Alzheimer ini. Melalui sebuah penelitian, para ahli telah menemukan ada 9 faktor resiko penyakit Alzheimer yang sebenarnya dapat dicegah dan diperbaiki. Walaupun demikian, para ahli masih tidak yakin apakah benar dengan mengatasi 9 faktor resiko tersebut dapat membuat Anda terbebas dari penyakit ini. Akan tetapi, mengubah satu hal saja tidak akan dapat membuat Anda terbebas dari penyakit Alzheimer. Anda perlu mengubah gaya hidup Anda secara keseluruhan untuk tetap sehat. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja faktor resiko yang dapat Anda perbaiki untuk membuat otak Anda menjadi lebih sehat.   Obesitas, Terutama di Usia Paruh Baya Selain dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda secara keseluruhan, obesitas juga merupakan pertanda bahwa Anda mengkonsumsi lebih banyak gula dan makanan olahan dibandingkan dengan makanan sehat pelindung otak lain, yang tentu saja dapat menurunkan resiko terjadinya Alzheimer hingga 50%. Obesitas juga dapat merupakan pertanda Anda memiliki gaya hidup yang tidak aktif. Berolahraga, bahkan setelah Anda berusia 70 tahun dapat membantu proses pembentukan sel-sel otak di bagian daya ingat. Untuk itu, jagalah berat badan Anda tetap sehat dan stabil.   Daya Tahan Tubuh Lemah Kelebihan berat badan memang tidak baik, akan tetapi kekurangan berat badan bukan berarti lebih baik. Walaupun para ahli masih belum mengerti kenapa, akan tetapi tampaknya ada hubungan antara terjadinya Alzheimer dengan lemahnya daya tahan tubuh. Oleh karena itu, makan secara teratur dan sehat serta menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan sangat penting untuk mencegah terjadinya penurunan daya ingat, termasuk alzheimer.   Penyakit Pembuluh Darah Saat lemak menumpuk di dinding dalam pembuluh darah karotis (pembuluh darah besar yang ada pada leher bagian samping), maka aliran darah pun akan lebih sulit mencapai otak. Berkurangnya aliran darah pada otak akan menyebabkan kerusakan dan kematian pada sel-sel otak yang sangat penting. Untuk mengatasinya, pada beberapa kasus yang berat, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat. Selain tindakan pembedahan, obat pengencer darah mungkin dapat membantu membuka sumbatan dan mencegah terjadinya stroke. Selain kedua cara di atas, ada cara lain yang dapat membantu mengendalikan gangguan pembuluh darah karotis Anda yaitu dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi, menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal, berolahraga secara teratur, dan berhenti merokok.   Tekanan Darah Tinggi Seperti halnya penyakit pada pembuluh darah karotis, tekanan darah tinggi juga dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke otak. Untuk itu, dianjurkan agar Anda memeriksa tekanan darah Anda secara teratur. Tekanan darah yang baik adalah kurang dari 140/90 mm Hg.   Pendidikan Kurang Otak sama seperti otot. Jika Anda tidak menggunakannya, maka Anda pun akan kehilangan otak Anda. Akan tetapi, berbeda dengan otot perut Anda yang dapat Anda bentuk sesuka hati kapan pun Anda inginkan, Anda tidak dapat melakukan hal yang sama dengan otak Anda. Sekali sel-sel otak Anda mati, maka demikian juga dengan daya ingat Anda. Belajar adalah olahraga otak. Saat otak mempelajari suatu hal baru, maka hubungan antar sel-sel otak pun akan membaik, yang akan membuat otak Anda lebih kuat terhadap proses penuaan. Jadi, semakin lama Anda belajar, maka semakin rendah resiko Alzheimer Anda.   Menderita Gangguan Depresi Walaupun beberapa penelitian telah menemukan adanya hubungan antara depresi dengan peningkatan resiko terjadinya gangguan daya ingat, akan tetapi hingga saat ini para peneliti masih tidak mengetahui apa yang menyebabkan otak penderita depresi lebih beresiko menderita gangguan daya ingat. Untuk mencegahnya, dianjurkan agar Anda segera mengobati berbagai gejala depresi yang Anda miliki; baik dengan obat-obatan, perubahan gaya hidup, atau kombinasi dari keduanya. Tujuan utamanya adalah untuk membuat seorang penderita depresi tetap bersosialisasi dan aktif secara fisik.   Tingginya Kadar Homosistein Homosistein merupakan asam amino yang dibuat melalui proses metabolisme protein. Kadar yang tinggi biasanya ditemukan pada orang yang mengkonsumsi banyak daging merah, yang tampaknya berhubungan dengan terjadinya peradangan di dalam tubuh. Hal ini akan membuat Anda lebih rentan terhadap gangguan daya ingat. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi daging Anda dan perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan gandum yang dapat menurunkan kadar homosistein di dalam tubuh Anda.   Diabetes Diabetes dapat mengubah pembuluh darah dan aliran darah di dalam tubuh, yang akan mengubah aliran darah ke dalam otak. Selain itu, beberapa penelitian menduga bahwa penyakit Alzheimer terjadi akibat resistensi insulin pada sel-sel otak, yang dapat menyebabkan terbentuknya protein beracun di dalam sel-sel otak dan akhirnya kematian sel-sel otak. Untuk mencegah terjadinya gangguan otak, dianjurkan agar para penderita diabetes mengendalikan kadar gula darahnya sehingga terjadinya komplikasi pun dapat dihindari.   Merokok Tembakau ternyata tidak hanya dapat merusak kesehatan paru-paru Anda, tetapi juga daya ingat Anda lho. Kerusakan pada pembuluh darah akibat merokok dapat menyebabkan terbentuknya penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah dan gangguan aliran darah ke otak. Oleh karena itu, berhentilah merokok untuk menurunkan resiko terjadinya penyakit Alzheimer.
24 June 2017 | 17:00
10 Hal yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Kebotakkan
Rambut rontok hebat hingga membuat Anda menjadi botak??? Akan tetapi, apa sebenarnya yang Anda ketahui mengenai kebotakkan? Kebotakkan merupakan sesuatu hal yang lebih umum ditemui pada pria dibandingkan wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal mengenai kebotakkan (alopesia areata) yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.   Merupakan Penyakit Autoimun Seperti semua penyakit autoimun, alopesia areata terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Hal ini berarti sistem pertahanan tubuh Anda tidak mengenali sel rambut Anda sebagai "teman" dan justru menyerangnya. Walaupun para ahli masih tidak mengetahui secara pasti, akan tetapi mereka menduga hal ini mungkin berhubungan dengan faktor genetika.   Dapat Terjadi Pada Umur Berapa Pun Alopesia areata cenderung muncul pada masa kanak-kanak, akan tetapi sebenarnya dapat terjadi pada usia berapa pun. Alopesia areata juga dapat menghilang selama berpuluh-puluh tahun. Jadi, merupakan hal yang normal bila ada anak yang mengalami alopesia, kemudian "sembuh", dan kembali muncul 20 tahun kemudian.   Tidak Bergejala Selain rambut rontok, alopesia biasanya tidak akan menyebabkan timbulnya berbagai gejala lain termasuk nyeri kepala dan iritasi kulit. Jika rambut rontok terjadi pada bagian belakang kepala, maka sejumlah penderita biasanya tidak akan menyadarinya hingga alopesia menjadi sangat jelas.   Memiliki Banyak Bentuk Bentuk klasik yang paling banyak ditemukan adalah hilangnya rambut pada kulit kepala yang berbentuk bulat, di mana kulit tidak mengalami peradangan dan tampak sehat serta halus. Selain itu, alopesia juga dapat mengenai alis mata, bulu tangan, dan berbagai daerah berbulu lainnya.   Kerontokkan Tidak Permanen Berbeda dengan kebotakkan yang terjadi akibat penuaan atau penyebab alami lainnya, alopesia areata tidak merusak kemampuan rambut Anda untuk tumbuh kembali. Pada alopesia, sel-sel imun tubuh Anda akan mengelilingi folikel rambut Anda dan menghentikan proses pertumbuhan dan produksinya. Akan tetapi, saat aktivitas sistem pertahanan tubuh Anda telah berkurang, maka rambut Anda pun akan tumbuh kembali seperti sebelumnya.   Stress Adalah Pemicu Utamanya Stress sebenarnya seperti bahan bakar bagi proses radang di dalam tubuh. Jadi, bila Anda menderita alopesia areata atau penyakit autoimun lainnya, maka stress dapat memperburuk atau memicu terjadinya kerontokkan rambut. Oleh karena itu, olahraga, meditasi, dan berbagai terapi anti stress lainnya dapat menghentikan atau mencegah terjadinya kerontokkan rambut.   Dapat Diobati Pengobatan alopesia areata biasanya berupa penyuntikkan steroid pada area kulit yang terkena, yang akan menghambat proses radang di dalam tubuh. Penyuntikkan ini biasanya dilakukan setiap 3-4 minggu selama beberapa bulan. Jika daerah yang mengalami kebotakkan cukup luas, maka selain suntikan, penderita biasanya juga akan diberikan obat steroid oral (diminum). Obat ini tidak akan menyebabkaan pertumbuhan rambut di bagian tubuh lain yang memang tidak memiliki bulu. Obat ini hanya akan "melepaskan" folikel rambut dari proses radang sehingga rambut pun dapat tumbuh kembali.   Berhubungan Dengan Penyakit Lainnya Jika Anda memiliki satu penyakit autoimun, maka Anda pun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit autoimun lainnya.   Gaya Hidup Juga Mempengaruhi Mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung banyak gula, sering mengkonsumsi minuman beralkohol, and merokok dapat memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh dan serangan alopesia.   Kadang Tidak Akan Kambuh Walaupun resiko kekambuhan tetap saja ada, akan tetapi pada beberapa kasus alopesia dapat sembuh dan tidak pernah terjadi lagi. Alopesia areata merupakan penyakit yang sangat tidak terduga, di mana kadangkala penyakit muncul tanpa penyebab yang jelas. Sumber: www.dokter.id  
23 June 2017 | 17:00
7 Hal yang Membuat Anda Terus Kehausan
Rasa haus sebenarnya merupakan suatu cara tubuh untuk memberitahu Anda bahwa tubuh sedang kekurangan air. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih, terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin, atau terlalu keras berolahraga. Akan tetapi, bila mulut Anda terasa sangat kering dan Anda merasa sangat haus, maka mungkin ada hal lain yang menyebabkan hal tersebut, termasuk beberapa jenis gangguan kesehatan. Sebenarnya berbagai hal yang menyebabkan perubahan keseimbangan air atau garam di dalam tubuh Anda dapat membuat Anda merasa haus. Akan tetapi, bila kebutuhan cairan tubuh Anda sebenarnya sudah tercukupi (air kemih berwarna kuning terang hingga jernih) tetapi Anda tetap merasa haus, maka mungkin ada hal lain yang menyebabkannya. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai hal yang dapat membuat Anda terus merasa haus walaupun kebutuhan cairan Anda sebenarnya telah tercukupi.   Diabetes Diabetes dapat membuat Anda lebih mudah mengalami dehidrasi, terutama bila Anda tidak menyadari bahwa Anda menderita diabetes. Saat kadar gula darah Anda terlalu tinggi, maka tubuh Anda pun akan "meminta" ginjal untuk memproduksi lebih banyak air kemih untuk mengeluarkan kelebihan gula di dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes biasanya menjadi lebih sering buang air kecil, yang pada akhirnya akan membuat mereka sering merasa haus. Jadi, bila Anda mengalami kedua hal ini disertai dengan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, merasa sangat lelah, atau mudah marah segera periksa kadar gula darah Anda untuk mencari tahu apakah Anda menderita diabetes atau tidak.   Diabetes Insipidus Walaupun diabetes insipidus sama sekali tidak berhubungan dengan diabetes, akan tetapi keduanya memiliki beberapa gejala yang sama seperti dehidrasi dan sering buang air kecil. Diabetes insipidus sendiri sebenarnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal di dalam tubuh yang akan mempengaruhi pengerapan air di dalam tubuh. Jadi, karena Anda kehilangan banyak cairan tubuh melalui air kemih, maka tentu saja Anda akan merasa haus. Hal ini merupakan cara tubuh untuk mengkompensasi cairan yang hilang. Akan tetapi, karena ada beberapa jenis diabetes insipidus dan penyebabnya pun berbeda-beda, maka dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan terapi mana yang paling tepat bagi Anda.   Sedang Haid Saat Anda menstruasi, maka Anda mungkin akan lebih sering merasa haus. Hal ini merupakan hal yang normal. Rasa haus ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron yang akan mempengaruhi volume cairan di dalam tubuh. Bila jumlah darah menstruasi yang keluar cukup banyak, maka Anda pasti akan merasa lebih haus untuk mengkompensasi kehilangan cairan tubuh tersebut. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membawa sebotol air putih ke mana pun Anda pergi.   Mulut Kering Mulut kering atau yang juga dikenal dengan nama xerostomia seringkali salah diartikan sebagai rasa haus berlebih. Xerostomia sebenarnya merupakan mulut kering yang abnormal yang disebabkan oleh berkurangnya aliran atau perubahan komposisi air liur. Jadi, bila kelenjar air liur Anda tidak memproduksi cukup banyak air liur, maka hal ini pun akan menyebabkan timbulnya beberapa gejala tidak menyenangkan seperti bau mulut, kesulitan mengunyah, dan air liur pun akan mengental. Akan tetapi, xerostomia sendiri juga dapat merupakan efek samping dari beberapa jenis obat-obatan seperti obat alergi dan obat anti mabuk (saat mengendarai kendaraan bermotor). Selain itu, juga ada beberapa penyakit yang membuat mulut penderitanya menjadi kering. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda mengalami beberapa gejala di atas.   Anemia Perdarahan yang berlangsung terus-menerus atau perdarahan hebat dapat menyebabkan terjadinya anemia. Anemia terjadi saat tubuh kehilangan sel darah merah lebih cepat daripada produksinya. Hal ini akan membuat Anda merasa haus untuk mengkompensasi kehilangan cairan yang terjadi. Salah satu hal yang sangat sering menyebabkan volume darah menstruasi sangat banyak tetapi jarang sekali terdeteksi adalah gangguan fungsi kelenjar tiroid, di mana kelenjar tiroid tidak terlalu aktif. Dengan melakukan pemeriksaan darah, dokter Anda dapat mengetahui apakah Anda menderita anemia atau tidak dan jenis anemia apa yang Anda derita sehingga pengobatan pun dapat dilakukan dengan lebih baik.   Tekanan Darah Rendah Stress kronik akan menyebabkan gangguan fungsi kelenjar adrenal, akibatnya tekanan darah Anda pun akan menurun saat Anda mengalami stress berat. Tekanan darah yang terlalu rendah akan membuat Anda pusing, merasa depresi, cemas, dan sangat haus. Rasa haus ini sebenarnya merupakan salah satu cara tubuh untuk meningkatkan tekanan darah Anda. Sayangnya, satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengurangi dan mengendalikan rasa stress yang Anda rasakan.   Makanan yang Dikonsumsi Ada beberapa jenis makanan yang dapat membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Beberapa jenis makanan tersebut adalah seledri, asparagus, bit, lemon, melon, jahe, dan kemangi. Hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa haus karena Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Untuk mengkompensasi kehilangan cairan yang disebabkan oleh berbagai makanan di atas, buatlah menu makanan Anda menjadi lebih beragam dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.
22 June 2017 | 11:00
5 Tanda Anda Kekurangan Vitamin D!
Anda telah mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, tidur yang cukup, berolahraga beberapa kali setiap minggunya, dan menggunakan tabir surya untuk mencegah efek radiasi pada kulit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kekurangan satu jenis vitamin ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi  dan diabetes hingga 2.5 kali lipat??? Kekurangan vitamin D ternyata dapat membuat gaya hidup sehat yang telah Anda jalani dengan susah payah menjadi percuma! Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda melakukan pemeriksaan darah untuk mencari tahu berapa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda. Bila Anda enggan melakukan pemeriksaan darah, di bawah ini terdapat beberapa gejala kekurangan vitamin D yang mungkin dapat membantu Anda.   Keringat Berlebih Saat Anda tidak melakukan aktivitas fisik berat, suhu tubuh Anda berada pada kisaran normal, dan cuaca di lingkungan sekitar Anda juga tidak terlalu panas tetapi entah mengapa dahi Anda tampak berkeringat, Anda mungkin harus memeriksa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda, segera!   Badan Terasa Lemah Tanpa Penyebab yang Jelas Saat Anda kekurangan vitamin D, maka Anda dapat merasa amat sangat lelah, walaupun telah tidur dengan cukup. Hal ini dikarenakan vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga setiap serat otot di dalam tubuh Anda, berapa pun usia Anda. Menurut sebuah penelitian, dengan mengkonsumsi suplemen vitamin D selama 6 bulan, Anda telah dapat mengatasi kelemahan otot yang terjadi akibat kekurangan vitamin D.   Tulang Mudah Patah Tubuh manusia biasanya akan berhenti membentuk massa tulang saat berusia 30 tahun dan kekurangan vitamin D akan mempercepat atau memperburuk gejala osteoporosis. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh Anda, makanan saja tampak tidak cukup. Masih dibutuhkan bantuan dari sinar matahari dan suplemen.   Nyeri Kronik Walaupun biasanya tidak begitu jelas, beberapa orang yang kekurangan vitamin D dapat mengalami nyeri pada tulang (osteomalasia). Selain itu, orang-orang yang didiagnosa menderita radang sendi atau fibromialgia mungkin juga kekurangan vitamin D yang membuat sendi dan otot menjadi nyeri. Jika nyeri otot yang Anda rasakan sudah berlangsung selama beberapa minggu, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mencari tahu apakah kekurangan vitamin D merupakan penyebabnya. Tercukupinya kebutuhan vitamin D juga dapat mencegah terjadinya nyeri otot setelah berolahraga dan mempercepat masa penyembuhan otot.   Mood Selalu Buruk Diagnosa depresi ternyata seringkali berhubungan dengan kekurangan kadar vitamin D di dalam tubuh penderita. Walaupun belum mengetahui secara pasti, para ahli menduga bahwa vitamin D mungkin mempengaruhi area otak tertentu dan hormon serotonin, yang berfungsi untuk mengendalikan mood seseorang.  Sumber: www.dokter.id  
21 June 2017 | 17:00
Tips Gaya Hidup Sehat Pencegah Stroke
Jika Anda pernah mengalami serangan stroke, maka mencegah terjadinya serangan kedua merupakan prioritas utama Anda. Hal ini dikarenakan resiko terjadinya stroke akan meningkat hingga 10 kali lipat pada seseorang yang pernah mengalami serangan stroke sebelumnya. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya serangan stroke kedua biasanya adalah dengan mencari tahu apa penyebab terjadinya serangan stroke pertama, misalnya fibrilasi atrial (irama jantung abnormal yang menyebabkan terbentuknya bekuan darah) atau penyempitan pembuluh darah karotis di leher. Selain itu, pengobatan serangan stroke juga ditujukan untuk mengatasi berbagai faktor resiko lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi. Perubahan gaya hidup merupakan hal yang sangat penting bila Anda ingin menurunkan resiko stroke Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat hal-hal apa saja yang perlu Anda ubah dan perhatikan untuk mencegah berulangnya serangan stroke pada diri Anda.   Obat yang Dapat Digunakan Untuk Mencegah Serangan Stroke Berulang Obat anti platelet dan obat pengencer darah dapat membantu menurunkan resiko terjadinya serangan stroke iskemik berulang. Kedua obat ini dapat mengganggu proses pembentukan bekuan darah sehingga bekuan darah tidak dapat terbentuk. Konsumsilah kedua obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Tanyakan juga mengenai obat atau makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan stroke kedua.   Periksa Tekanan Darah Anda Secara Teratur Tekanan darah tinggi akan menyebabkan dinding pembuluh darah arteri terus tertekan. Jika tidak segera diobati, tekanan ini akan merusak dan melemahkan pembuluh darah Anda tersebut, membuatnya menjadi lebih muda membentuk bekuan darah atau robek dan menyebabkan terjadinya stroke. Tekanan darah tinggi adalah hal yang paling sering menyebabkan terjadinya stroke. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga dapat menurunkan resiko terjadinya stroke dan menjaga tekanan darah Anda tetap stabil. Anda juga harus mengkonsumsi obat anti darah tinggi setiap hari. Segera beritahu dokter Anda bila obat darah tinggi yang Anda konsumsi menimbulkan efek samping tertentu. Tanyakan pada dokter Anda mengenai berapa target tekanan darah yang dianjurkan. Periksalah tekanan darah Anda secara teratur di rumah untuk mengetahui apakah obat yang Anda konsumsi cukup efektif bagi Anda.   Berhentilah Merokok Berhenti merokok merupakan langkah penting yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan stroke berulang. Efek berhenti merokok pun dapat dengan cepat Anda rasakan. Hanya dalam waktu 5 tahun, resiko stroke Anda akan menjadi sama seperti seseorang yang tidak pernah merokok. Jika Anda sedang berusaha untuk berhenti merokok, jauhilah orang-orang yang merokok. Selain dapat membuat Anda merasa tergoda, menghirup asap rokok juga tidak baik bagi kesehatan Anda.   Ubah Pola Makan Anda Memperbaiki pola makan Anda juga dapat mengatasi beberapa faktor resiko stroke seperti memiliki berat badan berlebih. Mulailah mengganti makanan tinggi lemak dengan makanan rendah lemak dan gantilah makanan manis dengan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Perubahan ini akan membuat tubuh Anda mendapatkan antioksidan yang berfungsi sebagai pelindung bagi jantung Anda dan meningkatkan kadar serat di dalam makanan Anda. Meningkatkan kadar serat dapat membuat Anda menjadi lebih kenyang dan lebih puas serta dapat menurunkan kadar kolesterol Anda. Walaupun banyak pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk makan dengan lebih sehat, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa anjuran yang mungkin dapat memudahkan proses perubahan pola makan Anda: Belilah berbagai jenis buah dan sayuran segar Belilah roti gandum, sereal, beras, dan pasta Pilihlah daging unggas, ikan, dan daging tanpa lemak Tambahkan kacang-kacangan dan biji-bijian di dalam makanan Anda beberapa kali dalam seminggu Pilihlah susu rendah lemak atau susu tanpa lemak Gunakan lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak sayur lain Jangan tambahkan garam saat memasak Baca label makanan Anda dan hindari makanan yang mengandung banyak gula, garam (natrium), lemak jenuh, dan lemak trans Cobalah untuk tidak mengkonsumsi daging selama sehari penuh setiap minggunya untuk membatasi asupan kolesterol dan lemak yang tidak sehat Untuk membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan, pastikan Anda selalu sarapan setiap harinya, makanlah dengan porsi yang lebih kecil, minum banyak air putih, dan belajarlah untuk memilih makanan yang sehat saat makan di luar.   Berolahraga Secara Teratur Sebelum mulai berolahraga, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai olahraga apa yang boleh Anda lakukan karena Anda pernah terkena serangan stroke sebelumnya. Jika Anda mengalami kecacatan akibat stroke, berkonsultasilah dengan dokter atau terapis Anda mengenai olahraga apa yang paling cocok bagi Anda. Bagi sebagian besar orang, berjalan kaki selama 20-30 menit setiap harinya merupakan olahraga yang ideal. Jika Anda tidak dapat berjalan kaki selama itu, bagilah waktu berjalan kaki Anda menjadi 2 atau 3 (10 menit setiap kalinya). Secara perlahan dan bertahap tingkatkan kemampuan dan intensitas olahraga Anda. Beberapa olahraga dengan intensitas sedang yang dapat Anda lakukan adalah berjalan cepat, berkebun, aerobik air, dan bergerak dengan kursi roda Anda bila Anda duduk di atas kursi roda.   Jangan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (lebih dari 1-2 gelas setiap harinya) dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hingga 69% pada orang yang belum pernah menderita stroke sebelumnya. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Mengkonsumsi 2 gelas minuman beralkohol bagi pria dan 1 gelas minuman beralkohol bagi wanita sebenarnya justru dapat membantu melindungi Anda dari stroke. Lebih dari jumlah ini, Anda justru dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Akan tetapi, jangan mulai mengkonsumsi minuman beralkohol bila Anda sebelumnya tidak pernah mengkonsumsinya. Jika Anda ingin mengurangi jumlah minuman beralkohol yang Anda konsumsi; jangan simpan minuman beralkohol di dalam rumah Anda, cobalah untuk tidak mengkonsumsi alkohol setiap harinya, dan belajarlah untuk menikmati minuman beralkohol yang Anda konsumsi (jangan langsung ditelan). Sumber: www.dokter.id  
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
Jakarta Selatan