FIND A DOCTOR
27 April 2017 | 16:00
Seberapa Sering Anda Harus Mengganti Seprai???
Pernah bertanya-tanya mengenai seberapa sering sebenarnya seprai harus diganti? Apakah seminggu sekali, dua minggu sekali, atau justru sebulan sekali? Sebenarnya tidak lama setelah Anda mengganti seprai ranjang Anda, maka bakteri, sel kulit mati, minyak kulit, debu, jamur, keringat, bekas riasan, kotoran, dan pelembab akan mulai berkumpul pada seprai Anda tersebut. Apalagi, bila Anda sering makan di atas ranjang sambil menonton televisi, maka sisa makanan yang terjatuh di atas ranjang dapat menarik perhatian serangga. Walaupun resiko Anda jatuh sakit karena jarang mengganti seprai sangat kecil, akan tetapi bukan berarti tidak mungkin. Berbagai kotoran dan kuman yang menumpuk pada seprai dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, mulai dari alergi hingga infeksi kulit. Sangat tidak dianjurkan untuk mengganti seprai hanya setiap beberapa bulan sekali.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips untuk menjaga kebersihan seprai Anda dan seberapa sering sebenarnya Anda harus mengganti seprai.   Cuci Seprai Setiap Minggu Sebagian besar orang harus mencuci seprainya seminggu sekali. Akan tetapi, bila Anda banyak berkeringat saat tidur dan hewan peliharaan Anda sering naik ke atas tempat tidur Anda, maka Anda mungkin perlu mencuci seprai Anda 2 kali seminggu. Jika Anda selalu mandi sebelum tidur dan tidak pernah makan di atas ranjang, maka Anda mungkin dapat mencuci seprai Anda setiap 2 minggu sekali.   Rendam Dengan Air Panas Saat Anda akan mencuci seprai Anda, akan sangat baik bila Anda menggunakan air panas atau air hangat karena keduanya dapat membunuh sebanyak mungkin kuman pada seprai Anda tersebut.   Gunakan Pemutih Cara terbaik untuk mensterilisasi seprai Anda adalah dengan menambahkan pemutih saat mencuci, terutama bila Anda ingin membunuh virus. Akan tetapi, jangan gunakan pemutih bila seprai Anda berwarna karena pemutih akan merusak warna seprai Anda.   Keringkan Dengan Baik Jika memungkinkan, jemurlah seprai Anda di luar ruangan sehingga terkena oleh sinar matahari. Hal ini dikarenakan sinar ultraviolet merupakan pembunuh kuman alami.   Sumber: www.dokter.id
27 April 2017 | 11:00
Posisi Tidur Terbaik Untuk Berbagai Gangguan Kesehatan yang Anda Alami
Tahukah Anda bahwa posisi tidur yang tepat ternyata dapat membantu mengatasi atau justru memperburuk berbagai nyeri otot dan gangguan tidur yang Anda alami? Posisi tidur mana yang paling baik bagi Anda tergantung pada gangguan apa yang Anda alami. Di bawah ini Anda dapat melihat posisi tidur terbaik bagi berbagai gangguan yang Anda alami sehingga Anda pun dapat tidur dengan lebih nyenyak di malam hari dan terbangun dalam keadaan yang lebih segar keesokkan harinya.   Nyeri Punggung atau Nyeri Pinggul Tidur dengan posisi menyamping merupakan pilihan yang paling baik bila Anda sedang mengalami nyeri punggung atau pun nyeri pinggul, bahkan bila memungkinkan tekuklah kaki Anda ke arah dada sambil memeluk bantal guling di antara kedua kaki Anda (fetal position). Selain itu, tidur dengan posisi terlentang juga baik bila Anda sedang mengalami nyeri punggung karena posisi tidur ini akan membuat tulang punggung Anda berada dalam posisi lurus dan alami di sepanjang malam, akan tetapi ada baiknya bila Anda menaikkan lutut Anda sedikit dengan meletakkan bantal di bawah lutut, sehingga tulang punggung Anda tidak melengkung. Perlu diingat untuk tidak menggunakan lebih dari 1 bantal kepala saat tidur karena hal ini justru dapat membuat otot leher Anda terkilir.   Refluks Asam Lambung Waktu tidur di malam hari dapat merupakan suatu siksaan bagi Anda yang menderita refluks asam lambung yang cukup berat. Refluks asam lambung atau juga dikenal dengan nama GERD terjadi karena asam lambung naik hingga ke dalam kerongkongan Anda. Untuk mengatasinya, tidurlah dengan posisi menyamping ke arah kiri. Posisi ini lebih baik daripada tidur dengan posisi menyamping ke arah kanan. Jika Anda ingin tidur dengan posisi terlentang, naikkanlah posisi kasur bagian kepala Anda dengan meletakkan bantal di bawahnya.\   Nyeri Bahu atau Nyeri Leher Jika Anda sering atau sedang mengalami nyeri bahu, posisi tidur yang paling nyaman bagi Anda adalah posisi terlentang sambil menyanggah bahu yang nyeri dengan bantal kecil atau handuk. Akan tetapi, pastikan Anda tidak menggunakan lebih dari 1 bantal kepala saat tidur karena hal ini justru akan membuat leher Anda terasa nyeri. Selain itu, pastikan lengan Anda selalu berada dalam posisi lurus ke bawah. Jangan tidur dengan posisi menyamping bila Anda sedang menderita nyeri bahu atau nyeri leher. Hal ini dikarenakan berbagai penelitian yang dilakukan di Australia telah menemukan bahwa orang yang tidur menyamping cenderung berakhir dengan posisi fetal, di mana leher dan kepala tertekuk ke bawah, yang akan membuat nyeri leher dan nyeri bahu yang sedang Anda alami menjadi semakin parah.   Gangguan Tidur Apnea Jika Anda sering mendengkur atau menderita gangguan tidur apnea saat tidur, dianjurkan agar Anda tidur dengan posisi menyamping. Gangguan tidur apnea biasanya akan membuat penderitanya mendengkur dengan suara keras, tersedak, dan kemudian sering terbangun sehingga penderita pun merasa mengantuk di siang hari. Jika Anda secara tidak sadar terus saja membalik ke posisi terlentang, jahitlah 1 atau 2 buah bola tenis ke bagian belakang pakaian tidur Anda atau letakkanlah bantal di bagian belakang tubuh Anda.   Nyeri Lutut dan Radang Sendi Pinggul Tidur dengan posisi menyamping sambil memeluk bantal guling yang cukup besar di antara kedua kaki Anda dapat membantu mengatasi nyeri saat tidur. Jangan tidur dengan posisi tengkurap jika lutut Anda sedang nyeri, baik karena radang sendi atau karena cedera. Hal ini dikarenakan tidur dengan posisi tengkurap akan membuat sendi belakang lutut tertarik, yang akan membuat nyeri lutut semakin menjadi.   Hamil Posisi tidur terbaik saat Anda sedang hamil adalah tidur menyamping, yang paling baik adalah ke arah kiri, yang dapat memperbaiki aliran darah dan nutrisi ke bayi di dalam kandungan Anda. Selain itu, peluklah guling di antara kedua kaki Anda, bila memungkinkan di bawah perut Anda dan juga letakkanlah bantal di belakang punggung Anda. Selain baik bagi bayi Anda, tidur dengan posisi menyamping ke arah kiri juga baik bagi ginjal Anda karena dapat membantu membuang berbagai zat sisa dari dalam tubuh sehingga dapat membantu mengurangi pembengkakan di bagian kaki dan tangan yang kadang terjadi selama kehamilan. Sumber: www.dokter.id
26 April 2017 | 16:00
Hal Aneh yang Membuat Resiko Perceraian Menurun…
  Menurut sebuah penelitian di bidang psikologi, pasangan suami istri yang sering menonton film percintaan bersama dan membahas film tersebut setelahnya memiliki resiko yang lebih rendah (hingga 50% lebih rendah) untuk bercerai dalam waktu 3 tahun setelah menikah dibandingkan dengan pasangan suami istri lain yang tidak menonton film percintaan tersebut. Bahkan, masih menurut penelitian yang sama, membicarakan mengenai hubungan asmara yang ada di dalam berbagai film tersebut sama efektifnya dengan melakukan konseling pernikahan yang sesungguhnya. Pada penelitian ini, para peneliti membagi 200 pasangan pengantin baru untuk melakukan 3 jenis konseling pernikahan yang berbeda. Kelompok pertama diminta untuk melakukan terapi manajemen konflik, di mana pasangan belajar untuk mengatasi masalah saat kedua belah pihak sedang merasa emosi. Kelompok kedua diminta untuk mengikuti terapi kasih sayang dan pengertian, di mana pasangan belajar mengenai kebaikan hati dan kasih sayang. Kelompok ketiga diminta untuk mengikuti konseling pernikahan melalui film, di mana pasangan diminta untuk menonton sebuah film percintaan setiap minggunya dan kemudian membahas hubungan asmara di film tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan sebelumnya. Hasilnya pun mengejutkan, yaitu bahwa terapi ketiga ternyata sama efektifnya dengan 2 terapi tradisional lainnya. Ketiga jenis terapi di atas dapat menurunkan resiko terjadinya perceraian dalam 3 tahun pertama pernikahan mereka hingga 50%. Akan tetapi, terapi ketiga, yaitu menonton film percintaan memerlukan waktu yang jauh lebih singkat untuk memperoleh hasil tersebut dibandingkan dengan 2 jenis terapi lainnya. Para ahli mengatakan bahwa dengan mendiskusikan hubungan asmara dari film yang mereka tonton, para pasangan suami istri pun belajar bagaimana cara memperbaiki komunikasi mereka dan memperkuat jalinan asmara di antara keduanya. Sumber: www.dokter.id
26 April 2017 | 11:00
Iuhhh…Bakteri Menjijikkan Ini Ada di Sepatu Anda!
Pada sebuah penelitian baru, para peneliti dari the University of Houston menemukan bahwa sekitar 40 contoh pijakan kaki mengandung bakteri C. difficile dan begitu juga dengan 39% sol sepatu. Clostridium difficile merupakan sejenis bakteri yang resisten (tidak mempan) terhadap antibiotika. Terinfeksi oleh bakteri ini akan membuat seseorang mengalami diare cair, dan bahkan pada sejumlah kasus dapat berujung pada peradangan usus besar yang berbahaya. Sebuah penelitian menemukan bahwa hampir setengah juta orang di dunia terinfeksi oleh bakteri ini setiap tahunnya. Bakteri ini merupakan jenis kuman yang paling sering menyerang para pasien di rumah sakit, walaupun sekitar 35% kasus di antaranya terjadi di luar rumah sakit. Jadi, bagaimana cara bakteri ini bisa berada di dalam rumah Anda? Hal ini dikarenakan sepatu yang Anda gunakan dapat terkontaminasi oleh bakteri tersebut di mana saja. Jadi, saat Anda masuk ke dalam rumah dengan sepatu yang telah terkontaminasi tersebut, maka bakteri ini pun berhasil masuk ke dalam rumah Anda. Selain sepatu, bakteri ini juga dapat ditemukan pada kotoran berbagai jenis hewan, termasuk burung. Setelah spora bakteri ini menempel pada suatu permukaan, maka mereka dapat hidup hingga berbulan-bulan. Saat seseorang secara tidak sengaja menghirup spora bakteri C. diff, maka orang tersebut dapat terinfeksi. Ingin mencegah maksudnya kuman ini ke dalam rumah Anda? Solusinya sangatlah sederhana yaitu selalu lepas sepatu Anda setiap kali Anda akan masuk ke dalam rumah Anda. Sumber: www.dokter.id
25 April 2017 | 16:00
Pengaruh Sosial Media Terhadap Hubungan Asmara Anda…
Aktif di dunia sosial media mungkin akan membuat Anda memiliki banyak pengetahuan mengenai tren pakaian terbaru atau tempat nongkrong terasyik saat ini. Akan tetapi, terlalu aktif di dunia sosial media ternyata dapat berpengaruh buruk pada kehidupan asmara Anda lho! Hal ini dikarenakan setiap orang mengharapkan kedekatan, komitmen, dan keintiman yang berbeda-beda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa pengaruh aktivitas seorang pria di dunia sosial media dengan hubungan asmaranya berdasarkan analisis seorang ahli.   Jules C "Saat kami pertama kali berkencan, kekasihku tidak akan membalas pesanku di Facebook messenger untuk waktu yang lama sekali, walaupun Aku tahu bahwa ia membaca pesan yang kukirimkan tersebut. Hal ini tentu saja sangat menggangguku. Saat ini, setelah bersama selama sekitar 1 tahun, ia biasanya segera membalas pesanku. Suatu kali, saat hubungan kami mulai serius, Aku mabuk dan mengatakan, ‘Bro, lama sekali membalas pesanku sangatlah buruk!’ Kekasihku pun hanya mengangkat bahu." Apa yang terjadi di atas sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi pada awal masa berkencan. Seorang pria mungkin tidak ingin tampak terlalu tergila-gila atau tertarik pada Anda (yang mungkin akan membuat Anda meninggalkannya). Akan tetapi, perubahan yang terjadi setelah hubungan asmara Anda mulai serius menunjukkan bahwa akhirnya si dia tidak perlu berpura-pura lagi dan dapat menjadi dirinya sendiri karena ia tahu Anda tidak akan meninggalkannya.   Emily J "Akun Twitter dan Instagram kekasihku sangatlah professional. Ia tidak pernah menggunakan akun sosial medianya untuk memberitahukan bagaimana kehidupannya atau hubungan asmara kami, ia biasanya hanya menggunakannya untuk berita atau pekerjaannya." Pria di atas menunjukkan bahwa ia dapat membedakan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadinya. Tidak adanya berita mengenai hubungan asmara Anda dengan si dia di dalamnya bukan berarti suatu hal buruk. Keadaan ini dapat merupakan pertanda bahwa hubungan di antara kalian berdua sangatlah kuat. Hal ini dikarenakan saat hubungan asmaranya tidak berjalan dengan baik, seseorang justru sering sekali membanggakan hubungan asmaranya tersebut.   Sara A "Aku sangat menyukai sosial media, akan tetapi kekasihku menolak untuk ikut berpartisipasi. Ia bahkan tidak memiliki akun Twitter atau Instagram. Ia tetap memiliki akun Facebook, tetapi tidak pernah menggunakannya dan tidak suka saat Aku memasukkan foto bersama kami ke dalam sosial mediaku. Ia berkata bahwa ia tidak suka privasinya terganggu. Ia bahkan telah memberitahuku bahwa ia tidak akan mengijinkan foto-foto anak kami ada di dalam dunia online. Ia tidak ingin fotonya atau anak-anak kami nanti dimiliki oleh orang lain selain kami." Pria di atas mungkin merupakan seseorang yang sangat konservatif (kolot) yang tidak tertarik dengan perkembangan zaman di mana seseorang dapat menulis atau melakukan segala sesuatu untuk dilihat semua orang. Apa yang harus dilakukan bila Anda bertemu dengan seseorang yang demikian? Berdiskusilah dengannya mengenai siapa saja orang yang boleh melihat foto-foto Anda dan keluarga Anda di dunia sosial. Dengan demikian, Anda pun dapat tetap memasukkan berbagai foto Anda di sosial media dan privasinya pun tetap terjaga.   Liz T "Walaupun terdengar sangat menyedihkan, tetapi Aku menyadari saat ia tidak atau lupa me "like" akun Instagramku. Hal ini sangat menggangguku karena ia dapat melakukannya pada foto orang lain dan berdiskusi dengan teman-temanku mengenai foto tersebut. Terkadang Aku ingin berkata padanya, ‘Ya, apakah kau melihat fotoku?!’ Kedengarannya sangat konyol memang, tetapi Aku tetap mencintainya." Hal ini menunjukkan bahwa si dia telah merasa sangat nyaman dalam hubungan asmaranya dengan Anda, tetapi masih sangat mencintai pasangannya hingga mau berusaha untuk berteman dengan teman-teman pasangannya tersebut. Keadaan ini menunjukkan tahap lain dalam sebuah hubungan asmara, di mana kedua belah pihak telah merasa nyaman satu sama lain dan tidak lagi berusaha menarik hati pasangannya tetapi justru hati teman-teman dan keluarga pasangannya.

Kimberly C "Kadangkala, kekasihku akan me "like" foto teman perempuan kami. Hal ini pun membuatku berpikir bahwa ia akan melakukan hal yang sama pada teman-temannya yang lain, yang tidak kuketahui. Untungnya, Aku tidak pernah melihatnya melakukan hal tersebut pada sebuah foto wanita berbikini. Ia lebih sering melakukannya saat seseorang tampak cantik pada foto tersebut atau karena mereka melakukan sesuatu hal yang menakjubkan dalam foto tersebut. Apakah aneh bila Aku tidak pernah merasa khawatir? Aku juga tidak pernah merasa khawatir bahwa ia akan berselingkuh." Aneh atau tidaknya sebenarnya tergantung dari bagaimana Anda menginterpretasikan hal ini secara keseluruhan dan bagaimana keadaan hubungan asmara Anda dengan si dia. Jika si dia tidak hanya melakukan hal tersebut pada satu orang wanita tertentu atau hanya pada foto-foto seksi saja dan Anda merasa telah mendapat cukup perhatian darinya dalam hubungan asmara Anda, maka tidak ada hal yang perlu Anda khawatirkan. Akan tetapi, bila Anda merasa cemburu, maka masalahnya mungkin adalah karena Anda tidak mendapatkan cukup perhatian dari si dia. Bila demikian, maka Anda perlu mengajaknya berbicara dan memberitahunya apa yang Anda inginkan dalam hubungan ini, misalnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Hal ini lebih baik daripada berusaha mengendalikan perilakunya tersebut. Intinya adalah bukan memberitahunya apa yang harus ia lakukan tetapi memberitahunya apa yang dapat ia lakukan untuk membuat Anda merasa lebih tenang. Sumber: www.dokter.id
25 April 2017 | 11:00
Turunkan Resiko Kanker Usus Dengan Rajin Konsumsi Ini…
Para peneliti telah lama menemukan bahwa sayuran memang memiliki suatu zat yang dapat melawan perkembangan sel kanker. Sekarang ini, sebuah penelitian baru menemukan bahwa sayuran dapat menurunkan resiko terjadinya salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada orang dewasa muda, yaitu kanker usus besar (kanker kolorektal). Pada penelitian ini, para peneliti mengamati pola makan sekitar 77.000 orang dewasa, dan kemudian memeriksa berapa banyak peserta yang menderita kanker usus besar 7 tahun kemudian. Para peneliti menemukan bahwa peserta yang hanya mengkonsumsi sayuran (vegetarian) memiliki resiko kanker usus besar yang lebih rendah, yaitu hingga 20% lebih rendah dibandingkan dengan peserta lain yang masih mengkonsumsi daging. Sementara itu, peserta penelitian yang merupakan peskovegetarian (vegetarian yang masih memakan ikan) memiliki resiko kanker usus besar yang lebih rendah lagi, yaitu hingga 43% lebih rendah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar pada Anda.   Ikan Kandungan asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam ikan seperti ikan salmon dan ikan tuna dapat mengurangi proses peradangan di dalam usus (berhubungan dengan pembentukan sel kanker).   Oatmeal Oatmeal merupakan makanan yang mengandung banyak serat. Serat dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar, sehingga Anda pun lebih jarang mengalami sembelit. Mengapa hal ini penting? Hal ini dikarenakan semakin lama zat sisa (kotoran/tinja) terdapat di dalam tubuh Anda, maka semakin banyak racun yang ikut masuk ke dalam tubuh Anda, dan semakin besar kemungkinan DNA Anda mengalami kerusakan, yang berujung pada terjadinya kanker. Minyak Zaitun Minyak zaitun atau yang lebih dikenal dengan nama olive oil mengandung asam lemak omega 2 yang juga dapat mengurangi proses radang di dalam tubuh, sehingga resiko terjadinya kanker usus besar pun menjadi lebih rendah. Kacang-kacangan Beberapa jenis kacang-kacangan seperti kacang hitam dan kacang merah, mengandung banyak asam folat, sejenis vitamin B yang dapat membantu memperbaiki DNA abnormal yang terdapat di dalam saluran pencernaan. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serat yang dapat membantu kerja saluran pencernaan Anda.   Buah dan Sayuran Kandungan serat yang terdapat di dalam buah dan sayuran dapat membantu kerja saluran pencernaan Anda. Selain itu, buah dan sayuran juga mengandung berbagai mikronutrien yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi 6-8 porsi buah dan sayuran setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan mikronutrien penting tersebut.   Kunyit Kunyit mengandung suatu zat yang disebut dengan kurkumin, yang dapat melindungi saluran pencernaan dan mencegah atau memperlambat pertumbuhan sel kanker usus besar.   Tomat Tomat mengandung banyak likopen, yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar. Tomat yang telah dimasak bahkan mengandung lebih banyak likopen di dalamnya.   Selain meningkatkan konsumsi berbagai makanan di atas, terdapat 2 makanan yang perlu Anda hindari seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Daging Olahan Daging merah telah diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker. Akan tetapi, daging olahan yang biasanya mengandung banyak natrium nitrat, sejenis pengawet makanan yang telah diketahui berhubungan dengan terjadinya kanker usus besar.   Gula Sukrosa merupakan sejenis gula yang banyak ditemukan di dalam gula pasir. Sukrosa akan "memaksa" pankreas untuk mengeluarkan lebih banyak insulin, yang akan mempengaruhi jumlah sejenis zat kimia yang diproduksi oleh hati yang berhubungan dengan terjadinya kanker usus besar. Oleh karena itu, gantilah gula Anda dengan madu.   Sumber: Dokter.id
TESTIMONIAL CLIENT
Tangerang
Jakarta Selatan