KAPAN ANAK BOLEH KEMBALI BERMAIN SETELAH MENGALAMI GEGAR OTAK???

17 July 2017  -  Made By : Mayapada Healthcare Group

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa karena otak anak-anak masih terus berkembang di usianya, maka anak-anak yang mengalami gegar otak akan membutuhkan sejangka waktu untuk beristirahat, baik fisik maupun mental, hingga ia benar-benar sembuh.

Setelah mengalami gegar otak, seorang anak membutuhkan 3-5 hari istirahat mental untuk membiarkan otak mereka "beristirahat" dan menyembuhkan dirinya.

Gegar otak sendiri sebenarnya termasuk salah satu jenis cedera kepala yang dapat disebabkan oleh pukulan, tabrakan, atau sentakan pada kepala. Cedera kepala dapat terjadi akibat kesalahan saat anak bermain atau akibat kecelakaan lain.

Gejala gegar otak yang biasa ditemukan adalah anak tampak bingung, hilang ingatan, merasa amat sangat lelah, atau memiliki mood yang berubah-ubah yang akan terjadi segera atau bahkan beberapa hari setelah trauma kepala.

Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa waktu penyembuhan dapat berbeda-beda, tergantung pada apakah anak langsung kembali beraktivitas setelah mengalami cedera atau mengistirahatkan otaknya sejenak.

Para ahli menemukan bahwa anak yang langsung mengerjakan pekerjaan rumahnya, bermain video games, membaca buku, atau menonton televisi memiliki waktu penyembuhan (dari gejala gegar otak) yang paling lama, yaitu sekitar 100 hari. Sedangkan anak-anak yang diberikan waktu istirahat mental biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 20-50 hari untuk sembuh.

Oleh karena itu, dianjurkan agar para orang tua tetap menjaga agar anaknya tidak membuat otaknya "bekerja" terlalu keras selama setidaknya beberapa hari setelah cedera. Hal ini berarti bahwa sang anak tidak diperbolehkan untuk bersekolah, mengerjakan PR, atau membaca. Selain itu, anak-anak yang baru saja mengalami gegar otak sebaiknya tidak mencoba untuk menulis pesan singkat, browsing internet, dan mendengarkan musik keras.

Walaupun tampaknya berbagai hal di atas sulit dilakukan di zaman modern seperti sekarang ini, tetapi ingatlah bahwa semakin banyak energi yang digunakan untuk aktivitas mental, maka semakin sedikit energi yang digunakan untuk proses penyembuhan. 

Setelah beristirahat selama beberapa hari, Anda dapat mulai mencoba membiarkan anak kembali melakukan aktivitas ringan dan perhatikan apakah gejala-gejala gegar otak seperti merasa amat sangat lelah atau tampak kebingungan kembali muncul. Jika gejala-gejala tersebut kembali muncul, maka biarkan anak Anda kembali beristirahat selama beberapa hari.

Kapan seorang anak boleh kembali bersekolah atau berolahraga? Bila sang anak tidak mengalami gejala gegar otak lagi (tampak kebingungan, sakit kepala, merasa amat sangat lelah, atau hilang ingatan) saat melakukan aktivitasnya.

Jika gejala kembali muncul, maka batasilah aktivitas anak. Jangan izinkan anak Anda kembali berolahraga sebelum ia dapat melakukan aktivitas sekolahnya dengan nyaman. Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai hal ini. Jika dokter telah mengizinkan anak Anda untuk kembali berolahraga atau bermain, maka mulailah secara perlahan. Jangan izinkan anak Anda bermain olahraga yang membutuhkkan kontak fisik.

 

Sumber: www.dokter.id

 

Tangerang
Jakarta Selatan