NEWS
17 April 2017 | 11:00
Seberapa Amankah Pemanis Buatan?
Merupakan hal yang normal bila Anda ingin mengkonsumsi makanan manis, apalagi bila Anda baru saja mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat sederhana atau bila Anda sedang merasa stress. Selain terasa enak di lidah, makanan manis juga akan menstimulasi pelepasan berbagai zat kimia di dalam otak seperti endorfin dan serotonin, yang akan membuat seseorang merasa rileks dan senang. Hal inilah yang seringkali membuat banyak orang mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan, yang menyebabkan terjadinya berbagai jenis gangguan kesehatan seperti obesitas, kerusakan gigi, dan diabetes. Pada zaman modern ini, untuk menggantikan gula alami yang dapat membuat berat badan  meningkat, banyak orang mulai mengganti gula alami dengan pemanis buatan, yang sebagian besarnya tidak mengandung kalori, kecuali sorbitol, yang masih mengandung 4 kalori setiap gramnya. Berbagai jenis pemanis buatan dapat ditemukan pada makanan dan minuman siap saji seperti minuman bersoda, permen, jus buah, es krim, dan berbagai jenis produk diabetik. Akan tetapi, benarkah pemanis buatan itu aman bagi kesehatan? Apakah keputusan Anda benar untuk mengganti gula dengan pemanis buatan? Dalam jumlah sedikit dan jarang, pemanis buatan sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi. Mengkonsumsi pemanis buatan secara berlebihan tidak dianjurkan karena beberapa jenis pemanis buatan masih mengandung kalori. Beberapa contoh pemanis buatan yang dapat ditemukan adalah: Aspartam (dapat ditemukan di dalam Equal) Saccharin (Hermestas) Sukralosa (Splenda) Stevia (Equal Stevia, Jovia) Xylitol (XyloSweet) Para ahli gizi mengatakan bahwa pemanis buatan yang hanya mengandung sedikit atau tidak mengandung kalori sama sekali seperti aspartam, dapat membantu menurunkan berat badan. Untuk penderita diabetes, pilihlah pemanis buatan yang tidak mengandung glukosa untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Hingga saat ini, para ahli tidak menemukan adanya dampak berbahaya dari konsumsi pemanis buatan pada kesehatan seseorang secara keseluruhan. Akan tetapi, pada orang yang menderita gangguan keturunan tertentu (inherited disorder phenylketonuria/PKU), dianjurkan untuk menghindari berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung aspartam, karena mereka tidak dapat mengkonsumsi asam amino fenilalanin. Selain itu, dianjurkan untuk tidak menggunakan aspartam saat memasak atau memanggang karena proses pemanasan akan mengubah susunan protein aspartam sehingga makanan akan terasa pahit. Sumber: www.dokter.id
16 April 2017 | 12:00
Ingin Tahu Apa Pendapatnya Tentang Anda? Baca Ekspresi Wajahnya!!
Tidak ingin orang lain tahu apa yang Anda rasakan atau pikirkan? Bila ya, perhatikan ekspresi wajah Anda. Karena walaupun setiap orang di dunia ini memiliki keunikannya tersendiri, akan tetapi reaksi kita terhadap beberapa hal seperti saat merasa tidak nyaman, bergairah, atau malu kurang lebih sama. Hal inilah yang membuat seseorang dapat dengan mudah membaca isi pikiran Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa trik jitu untuk mencari tahu apa yang sedang dipikirkan oleh orang di hadapan Anda.   Pupil Jika Anda melihat pupil mata seseorang melihat ke arah kiri, maka mereka sedang mencoba mengingat sesuatu hal. Jika pupil matanya melihat ke arah kanan, maka mereka sedang memikirkan suatu hal yang kreatif. Akan tetapi, bila Anda sedang melakukan pembicaraan serius dengan seseorang dan pupil matanya melihat ke arah kanan, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa orang tersebut sedang berbohong pada Anda.   Bibir Saat seseorang benar-benar tersenyum, maka matanya pun akan menunjukkan hal yang sama. Akan tetapi, saat seseorang tersenyum tetapi otot matanya sama sekali tidak bergerak, maka hal ini berarti ia hanya sedang berusaha untuk bersikap sopan. Selain itu, terus-menerus menjilat atau menyentuh bibirnya merupakan pertanda bahwa seseorang tertarik pada Anda. Sedangkan menggigit bibir biasanya merupakan tanda bahwa seseorang sedang merasa gugup. Sementara itu, memonyongkan bibir merupakan pertanda bahwa seseorang sedang marah.   Pernapasan Jika napas seseorang terdengar lebih berat daripada biasanya, maka berarti ada sesuatu hal  yang salah. Perubahan pola napas ini dapat berarti bahwa seseorang sedang merasa sangat lelah (secara fisik) atau gugup atau marah. Hal yang sama juga berlaku bila seseorang bernapas terlalu lambat. Ia mungkin sedang berusaha keras untuk menenangkan dirinya karena sedang merasa sangat kesal.   Baca juga: Wajah Anda Mengatakan Seberapa Cerdasnya Anda   Kulit Kulit pucat dapat merupakan tanda dari suatu penyakit fisik atau ketakutan. Kemerahan pada pipi dapat merupakan tanda seseorang merasa malu atau gugup.   Tubuh Ke arah mana tubuh seseorang menghadap menunjukkan ke mana perhatian orang tersebut terfokuskan. Menyilangkan tangan Anda di depan tubuh menunjukkan Anda sedang berada pada posisi defensif dan enggan diajak berbicara. Sementara itu, telapak tangan terbuka dan kepala terangkat tinggi menunjukkan hal yang sebaliknya.   Berkedip Saat pasangan Anda menatap Anda dan ia berkedip lebih sering daripada biasanya, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa ia merasa tertarik atau gugup. Akan tetapi, peningkatan frekuensi berkedip juga dapat berarti bahwa seseorang sedang memikirkan hal lain. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa seseorang akan berkedip setiap kali mereka memikirkan suatu ide baru.   Menggaruk Salah satu cara yang paling efektif untuk mengetahui apakah seseorang sedang berbohong pada Anda adalah dengan memperhatikan apakah ia menggaruk wajahnya. Saat Anda berbohong, maka kadar adrenalin di dalam tubuh Anda pun akan meningkat, yang akan membuat Anda menggaruk wajah Anda, terutama hidung. Akan tetapi, bukan berarti seseorang yang menggaruk hidungnya pasti sedang berbohong karena mungkin saja hidungnya memang sedang terasa gatal.   Sumber: www.dokter.id
15 April 2017 | 12:00
7 Nutrisi Penting yang Diperlukan Oleh Ibu Hamil
  Saat seorang wanita hamil, ia memerlukan berbagai jenis vitamin dan mineral penting (lebih banyak) untuk mendukung perkembangan janin di dalam tubuhnya. Sayangnya, hanya dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang biasanya tetap tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Oleh karena itu, para ibu hamil pun biasanya memerlukan tambahan suplemen vitamin dan mineral selama kehamilan berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis vitamin dan mineral yang diperlukan oleh para ibu hamil.   Asam Folat Asam folat dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, jeruk, dan sayuran berdaun hijau (terutama kale dan bayam). Asam folat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal dari sistem saraf pusat bayi, yaitu otak dan medulla spinalis. Karena perkembangan sistem saraf bayi terjadi pada bulan pertama kehamilan, di mana Anda biasanya belum mengetahui kehamilan Anda tersebut, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi suplemen asam folat bila sedang berusaha untuk hamil. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan para wanita untuk mengkonsumsi suplemen asam folat setidaknya satu bulan sebelum kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mcg setiap harinya. Dosis lebih tinggi mungkin akan diberikan pada: Wanita penderita diabetes Wanita yang pernah memiliki anak yang menderita kelainan sistem saraf pusat Wanita yang menderita sickle cell disease   Zat Besi Zat besi dapat ditemukan dalam kacang merah, tiram, biji wijen, kacang polong, dan bayam. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, kekurangan zat besi pada masa awal kehamilan berpengaruh besar pada perkembangan otak jangka panjang seorang anak. Jadi, sangat penting bagi para wanita yang sedang berencana untuk hamil untuk mencukupi kebutuhan zat besinya. Dosis harian zat besi yang dianjurkan bagi wanita yang tidak sedang hamil adalah 18 mg. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan makanan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk dan tomat karena akan mempermudah proses penyerapan zat besi.   Vitamin C Vitamin C dapat ditemukan dalam strawberi, jeruk, kiwi, mangga, dan blueberi. Menurut the American Pregnancy Association (APA), vitamin C dapat membantu memicu terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur matang ke dalam saluran telur) dan meningkatkan jumlah sperma seorang pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 90 mg (bagi pria) dan 75 mg (bagi wanita yang tidak sedang hamil), dan 85 mg (bagi wanita yang sedang hamil).   Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil   Kalsium Kalsium dapat ditemukan dalam susu, keju, yogurt, brokoli, dan sayuran berdaun hijau. Mengkonsumsi kalsium sebelum hamil dapat membantu meningkatkan cadangan kalsium di dalam tubuh ibu untuk mendukung perkembangan tulang bayi nantinya. Dosis harian yang dianjurkan adalah setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya, baik sebelum maupun selama seorang wanita hamil. Jika Anda tidak dapat mengkonsumsi susu, konsumsilah brokoli dan sayuran berdaun hijau yang juga mengandung banyak kalsium.   Vitamin B6 Vitamin B6 dapat ditemukan dalam daging ayam, daging kalkun, bayam, wortel, beras cokelat, dan biji bunga matahari (kuaci). Mengkonsumsi vitamin B6 secara teratur dapat membantu mengatur keseimbangan hormonal di dalam tubuh dan dengan "menumpuknya" sebelum hamil, maka berbagai gejala morning sickness selama hamil pun akan berkurang. Selain itu, vitamin B6 juga penting bagi perkembangan otak bayi. Dosis harian yang dianjurkan adalah 1.3 mg setiap harinya (sebelum hamil).   Seng Seng dapat ditemukan dalam daging merah, daging unggas, kacang, gandum, berbagai produk susu, dan tiram. Menurut the APA, seng sangat penting bagi proses ovulasi dan kesuburan seorang wanita serta produksi sperma dan testosteron pada pria. Dosis harian yang dianjurkan adalah 15 mg setiap harinya untuk menjaga organ reproduksi Anda tetap sehat dan prima.   Asam Lemak Omega 3 Asam lemak omega 3 dapat ditemukan dalam kacang walnut, edamame, daging sapi yang diberi makan rumput, dan ikan (salmon, sarden, dan forel). Para ahli percaya bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan kualitas embrio pada wanita yang sedang menjalani program inseminasi buatan (IVF). Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganjurkan agar seorang wanita mengkonsumsi 2-3 porsi ikan atau kerang setiap minggunya, termasuk saat mereka hamil atau menyusui. Akan tetapi, pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang hanya mengandung sedikit merkuri. Jangan mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang mengandung banyak merkuri seperti ikan hiu, ikan pedang, dan ikan mackerel.  Sumber: www.dokter.id
14 April 2017 | 11:00
Benarkah Makan Sehat Bisa Cegah Kanker???
  Sekarang ini kanker telah menjadi suatu penyakit yang menakutkan. Hal ini dikarenakan kanker terjadi tanpa terduga dan tampaknya tidak dapat dikendalikan. Sekitar dua pertiga kasus kanker terjadi akibat mutasi genetika yang memicu pertumbuhan sel kanker. Jadi, apakah ada yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya kanker? Sayangnya, hingga saat ini belum ada cara yang terbukti 100% efektif untuk mencegah terjadinya kanker. Walaupun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan yang ternyata cukup efektif untuk mencegah terjadinya kanker. Menurut sebuah penelitian baru, apa yang Anda makan juga memiliki peranan yang sangat penting dalam terjadinya kanker. Nutrisi yang baik sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kanker.   Obesitas = Kanker Menurut seorang ahli Onkologi, menjaga agar indeks massa tubuh Anda berada di antara 18.5-25 merupakan hal yang dapat mencegah terjadinya kanker. Hal ini dikarenakan memiliki berat badan berlebih akan meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 30-60%. Penumpukkan lemak pada perut juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara hingga 43%. Hal ini dikarenakan penambahan berat badan, terutama yang berasal dari lemak, akan memicu terjadinya proses radang di dalam tubuh, yang pada akhirnya memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, sel-sel lemak juga memproduksi estrogen, di mana kadar estrogen yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan kanker payudara yang berhungan dengan estrogen. Akan tetapi, bukan berarti Anda juga boleh melakukan diet ekstrim dan super ketat. Hal ini dikarenakan diet super ketat juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker akibat kekurangan berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang diperlukan tubuh. Selain itu, diet ketat juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan endokrin.   Apa Benar Antioksidan Dapat Melawan Kanker? Fitonutrien dan beberapa jenis antioksidan, vitamin, dan mineral diduga dapat menurunkan resiko terjadinya kanker dengan melindungi sel-sel dari kerusakan atau mutasi DNA, mengurangi proses radang, dan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk membantu membunuh sel-sel tubuh yang bermutasi. Beberapa fitonutrien yang diduga dapat melawan sel kanker adalah resveratrol (ditemukan dalam red wine), karotenoid (ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, merah, oranye, ungu, dan biru), asam elagik (ditemukan dalam cranberi), dan flavonoid (ditemukan dalam dark cokelat, wine, dan teh). Pada tahun 2014, para peneliti menemukan bahwa berbagai jenis antioksidan yang ada di dalam red wine dapat menghambat pertumbuhan kanker paru, jenis kanker yang paling mematikan. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa wanita yang menderita kanker payudara invasif memiliki angka kematian yang lebih rendah dengan mengkonsumsi diet sehat.   Menu Sehat Pelawan Kanker Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa diet sayuran yang terdiri dari berbagai jenis buah dan sayuran (setidaknya 5-9 porsi setiap harinya), gandum, dan makanan rendah lemak jenuh, garam, dan gula terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker. Sayangnya, walaupun kandungan nutrisi di dalam makanan dapat menurunkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker, berbeda halnya dengan suplemen (walaupun berisi antioksidan atau fitonutrien yang sama). Beberapa jenis suplemen justru telah terbukti dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Intinya adalah Anda dianjurkan untuk lebih berhati-hati mengenai apa yang Anda makan dan minum karena hal tersebut mungkin merupakan penyebab utama dari peningkatan resiko terjadinya kanker pada diri Anda. Sumber: Dokter.id
13 April 2017 | 15:00
Sakit Perut? Cari Tahu Penyebabnya di Sini!
Bingung mengapa perut Anda sering sakit? Di bawah ini Anda dapat melihat 12 hal yang paling sering menyebabkan terjadinya nyeri perut dan bagaimana cara mengatasinya.   Flu Perut Flu perut atau yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan nama gastroenteritis menyebabkan seseorang mengalami diare. Flu perut biasanya terjadi akibat infeksi virus yang ditularkan melalui makanan, di mana orang yang sakit tidak mencuci tangannya terlebih dahulu setelah pergi ke toilet. Gejala yang biasa ditemukan adalah kram perut, nyeri perut, nyeri otot, nyeri kepala, mual, muntah, diare cair, dan demam ringan. Pengobatannya biasanya adalah dengan beristirahat, minum banyak air, dan konsumsilah berbagai makanan ringan seperti pisang atau roti bila memungkinkan. Segera hubungi dokter Anda bila Anda tidak dapat makan atau minum selama 24 jam, ada darah di dalam muntahan atau diare, demam tinggi (40 derajat Celcius); yang merupakan pertanda adanya infeksi bakteri.   Intoleransi Laktosa Jika mengkonsumsi es krim membuat perut Anda "berteriak", maka Anda mungkin menderita intoleransi laktosa, suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat mencerna laktosa yang ada di dalam susu. Gejala yang dapat ditemukan adalah kram perut, desakan untuk buang air besar sekitar 30 menit sampai 2 jam setelah mengkonsumsi susu atau produknya, diare, perut kembung, dan sering buang gas. Untuk mencegah timbulnya gejala, dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung susu.   Batu Empedu Batu empedu merupakan suatu pengerasan dari cairan pencernaan yang terbentuk di dalam kantong empedu Anda. Batu empedu lebih sering terjadi pada wanita daripada pria dan dapat terjadi karena mengkonsumsi terlalu banyak lemak atau kolesterol. Gejala yang dapat ditemukan adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut kanan atas yang akan menyebar ke punggung atau bahu Anda. Rasa nyeri ini bahkan dapat membuat Anda terbangun dari tidur di malam hari. Selain itu, Anda juga dapat mengalami mual atau muntah. Jika Anda hanya mengalami nyeri perut ringan, maka Anda pun tidak memerlukan pengobatan apapun. Akan tetapi, bila rasa nyeri ini terus berlangsung selama beberapa minggu atau nyeri menjadi sangat hebat atau disertai dengan muntah, maka segera periksakan diri ke dokter Anda. Anda mungkin akan membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkat batu empedu Anda.   Sembelit Sembelit dapat terjadi pada siapa saja. Sembelit biasanya terjadi karena seseorang mengkonsumi terlalu sedikit serat, jarang bergerak, atau karena orang tersebut mengalami perubahan rutinitas harian seperti berpergian ke suatu tempat. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan seperti antasida atau obat anti depresi juga dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Gejala yang biasa ditemukan adalah Anda merasa ingin buang air besar, tetapi tidak ada tinja yang keluar atau hanya ada sedikit tinja keras dan kering; nyeri tumpul pada perut bagian bawah, dan perut kembung. Yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit adalah meningkatkan konsumsi serat Anda secara bertahap dengan mengkonsumsi lebih banyak gandum, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Konsumsilah setidaknya 25-30 gram serat setiap harinya. Jika hal di atas tidak dapat membantu mengatasi sembelit atau Anda mengalami nyeri perut hebat, buang air besar berdarah, kram perut, atau mengalami penurunan berat badan; segera hubungi dokter Anda. Hal ini dikarenakan sembelit dapat merupakan pertanda dari gangguan kesehatan yang lebih serius seperti inflammatory bowel disease.   Ulkus Ulkus merupakan suatu luka terbuka pada dinding dalam kerongkongan, lambung, atau usus. Stress dapat memperburuk ulkus yang telah ada, tetapi biasanya bukanlah penyebab dari terjadinya ulkus. Ulkus biasanya terjadi akibat terlalu sering mengkonsumsi obat anti nyeri seperti ibuprofen atau aspirin atau akibat infeksi bakteri. Gejala yang biasa ditemukan adalah rasa seperti terbakar pada ulu hati, nyeri perut memburuk setelah makan atau terlalu kenyang, naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan, mengalami penurunan berat badan secara mendadak, atau adanya darah pada tinja. Untuk mengatasinya, kurangilah jumlah asam lambung Anda dengan menghindari kafein, minuman beralkohol, dan makanan pedas; berhenti mengkonsumsi obat anti nyeri; dan konsumsilah antasida. Segera hubungi dokter Anda bila keadaan Anda tidak juga membaik setelah beberapa hari atau bila Anda menemukan adanya darah di dalam tinja Anda.   Irritable Bowel Syndrome (IBS) IBS merupakan istilah untuk nyeri perut kronis dan suatu gangguan pencernaan yang tidak diketahui penyebabnya. IBS dapat dipicu oleh kelainan pada otot pencernaan Anda atau akibat "kesalahpahaman" antara otak dengan sel-sel saraf pada usus Anda, yang menyebabkan sistem pencernaan Anda bekerja secara berlebihan. Gejala yang biasa ditemukan adalah kram perut, perut kembung, sering buang gas, diare, sembelit, atau keduanya. Segera periksakan diri Anda bila Anda memiliki saluran pencernaan yang sangat sensitif untuk memastikan apakah Anda menderita suatu intoleransi terhadap makanan atau lainnya.   Radang Usus Buntu Radang usus buntu atau apendisitis terjadi saat terjadi infeksi pada usus buntu Anda, yang membuatnya meradang. Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri tumpul yang timbul secara mendadak pada perut kanan bawah, di mana rasa nyeri ini akan bertambah berat. Nyeri mungkin akan bertambah buruk bila Anda berjalan, batuk, atau menggerakkan tubuh secara mendadak. Selain itu, Anda juga dapat mengalami mual, muntah, demam, atau perut kembung. Segera cari pertolongan medis karena apendisitis akut membutuhkan tindakan pembedahan segera untuk mengatasi gejala sebelum usus buntuk robek dan menyebarkan infeksi ke seluruh perut Anda.   Kanker Lambung Adenokarsinoma merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada dinding lambung. Kanker lambung merupakan jenis kanker yang jarang terjadi dan biasanya menyerang orang yang telah berusia lebih dari 65 tahun. Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri perut, perut kembung, mual, perut terasa penuh, tidak nafsu makan. Nyeri perut yang terjadi tergantung pada letak sel tumor. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami muntah, buang air besar berdarah (kehitaman), merasa amat sangat lelah, dan mengalami penurunan berat badan. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami gejala di atas selama lebih dari 2 minggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan endoskopi untuk melihat keadaan lambung Anda secara langsung. Pengobatan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan stadium kanker. Sumber: dokter.id
12 April 2017 | 11:00
Ini Penyebab Ada Darah Pada Tinja Anda!
Adanya darah di dalam tinja dapat merupakan suatu tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda menemukan adanya darah pada tinja Anda. Warna darah yang ada pada tinja Anda dapat menjadi petunjuk di mana sebenarnya gangguan terjadi di dalam tubuh Anda. Bila darah tampak berwarna gelap, nyari hitam, maka hal ini berarti bahwa darah berasal dari saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau kerongkongan. Adanya darah kehitaman pada tinja Anda menunjukkan bahwa Anda mungkin mengalami ulkus lambung. Ulkus lambung merupakan hal yang cukup sering terjadi. Sekitar 10% orang di dunia pernah mengalami hal ini di sepanjang hidup mereka. Pada sebagian besar kasus, penanganan ulkus lambung cukup mudah, yaitu dengan mengkonsumsi obat, mengatasi stress, membatasi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok. Sementara itu, bila Anda melihat darah berwarna merah terang atau merah tua, maka kemungkinan besar darah berasal dari saluran pencernaan bagian bawah seperti usus halus atau usus besar. Wasir merupakan gangguan yang paling sering menyebabkan adanya darah berwarna merah terang pada tinja. Untuk mencegahnya, konsumsilah banyak serat. Selain wasir, hal lainnya yang juga dapat menyebabkan adanya darah berwarna merah terang pada tinja Anda adalah fisura ani (luka lecet pada anus), yang dapat disebabkan oleh sembelit atau melahirkan. Walaupun demikian, jangan langsung mengasumsikan bahwa darah yang ada pada tinja Anda disebabkan oleh wasir hingga dokter melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan adanya darah di dalam tinja Anda juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih serius seperti kanker usus besar. Karena adanya darah di dalam tinja tidak selalu dapat dilihat oleh mata telanjang (karena jumlah terlalu sedikit), maka pencegahan merupakan hal yang sangat penting. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker usus besar secepat mungkin adalah dengan melakukan pemeriksaan kolonoskopi secara teratur (bahkan sebelum Anda berusia 50 tahun), terutama bila ada anggota keluarga Anda yang pernah menderita kanker saluran pencernaan. Intinya adalah adanya darah di dalam tinja PASTI bukanlah sesuatu hal yang normal. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter terdekat bila Anda melihat adanya darah di dalam tinja Anda sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menentukan penyebab dari adanya darah pada tinja Anda. Sumber: Dokter.id
Tangerang
Jakarta Selatan