NEWS
11 April 2017 | 16:00
Benarkan Detoks Bermanfaat Bagi Kesehatan Anda?
Anda pasti sudah pernah mendengar istilah detoks bukan? Sebenarnya terdapat bermacam-macam metode detoks, mulai dari mengkonsumsi jus buah, diet super ketat, atau mengkonsumsi teh. Sejumlah orang mengatakan bahwa melakukan detoks dapat membantu menurunkan berat badan dan membuang berbagai zat racun dari dalam tubuh. Sementara itu, sejumlah orang lainnya justru mengatakan bahwa detoks merupakan hal yang sangat buruk bagi kesehatan seseorang. Jadi, mana yang benar? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta mengenai detoks berdasarkan pendapat seorang ahli gizi. Suatu gagasan yang menyatakan bahwa dengan memakan atau meminum sesuatu selama 1 hari atau sepanjang minggu, maka semua racun di dalam tubuh Anda pun akan langsung keluar sehingga Anda pun menjadi lebih sehat, mungkin akan membuat Anda tergoda. Akan tetapi, sayangnya, pernyataan tersebut adalah sebuah kebohongan! Memang benar pasti ada berbagai zat racun di dalam tubuh Anda, akan tetapi Anda tidak dapat mengeluarkannya dari dalam tubuh Anda hanya dengan mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu. Tubuh Anda akan "menyerap" berbagai zat racun dari polusi, pestisida, pengawet makanan, dan berbagai jenis zat kimia yang terdapat di dalam berbagai produk kebersihan dan kecantikan yang Anda gunakan. Untuk mengeluarkan berbagai zat racun tersebut dari dalamnya, tubuh Anda sebenarnya telah mempunyai cara yang lebih efektif daripada jus buah atau teh yang Anda konsumsi. Tubuh manusia telah dilengkapi dengan berbagai mekanisme untuk mengeluarkan berbagai zat racun dari dalam tubuh dengan efektif. Jadi Anda sebenarnya tidak perlu melakukan apapun untuk mendetoksifikasi tubuh Anda, karena tubuh Anda telah melakukan proses detoks secara teratur setiap harinya. Tugas detoksifikasi ini merupakan tanggung jawab dari saluran pencernaan, hati, dan ginjal Anda. Ginjal dan hati Anda akan memfilter apa yang Anda konsumsi dan membuang zat sisa yang tidak berguna melalui buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Jadi, apapun yang Anda makan, minum, dan bahkan hirup akan melalui proses penyaringan terlebih dahulu di dalam tubuh Anda, di mana tubuh akan mengeluarkan berbagai zat tak berguna yang ikut masuk. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan fungsi detoksifikasi di dalam tubuh Anda tersebut dan tentu saja bukan berbagai metode detoks yang pernah Anda dengar. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah cari tahu apa saja zat kimia yang terkandung di dalam berbagai produk kebersihan dan kosmetik yang Anda gunakan serta konsumsilah berbagai jenis makanan organik. Untuk makanan, tidak ada salahnya bila Anda mengurangi jumlah minuman beralkohol dan gula yang Anda konsumsi. Selain itu, pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan Anda sehingga Anda pun terhindar dari sembelit. Akan tetapi, hal terpenting untuk menjaga kesehatan Anda adalah dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang. Konsumsilah berbagai jenis buah dan sayuran karena keduanya mengandung banyak antioksidan, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh Anda untuk menjalankan proses detoksifikasinya sendiri.     Sumber: Dokter.id
11 April 2017 | 11:30
Mengapa Orang Selalu Dingin atau Kepanasan
Bingung mengapa setiap orang memiliki ketahanan yang berbeda-beda terhadap suhu dingin? Apakah hal ini merupakan pertanda adanya suatu gangguan kesehatan tertentu ataukah ada hal lain yang menyebabkannya?
Hipotalamus merupakan bagian otak yang berfungsi untuk memproduksi berbagai jenis hormon yang digunakan untuk mengatur suhu tubuh. Hipotalamus akan berusaha untuk menjaga agar suhu tubuh seseorang tetap berada pada suhu 37 derajat celcius, sedangkan reseptornya yang ada pada permukaan kulit (biasanya di dekat batang tubuh Anda) akan membantu Anda mendeteksi suhu ruangan Anda.
Selain hipotalamus, ada hal lain yang juga mempengaruhi ketahanan tubuh Anda terhadap perubahan suhu lingkungan di sekitar Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang seringkali membuat Anda merasa kepanasan atau justru kedinginan, selain dari jumlah lemak tubuh tentunya. Kadar Stress Anda
Saat Anda merasa stress, maka sistem saraf autonom Anda akan bekerja, yang akan membuat darah mengalir ke organ dalam tubuh Anda, sehingga suhu tubuh Anda pun akan meningkat. Mekanisme ini merupakan bagian dari respon "fight" atau "flight". Akan tetapi, tangan Anda mungkin akan terasa dingin, karena darah Anda mengalir ke batang tubuh Anda dan "meninggalkan" anggota gerak (tangan dan kaki). Jenis Kelamin
Pernah bertanya-tanya mengapa tubuh pasangan Anda selalu lebih hangat daripada Anda? Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan besar antara suhu tubuh pria dan wanita, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa wanita biasanya lebih sensitif terhadap suhu lingkungan sekitarnya.
Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan walaupun seorang wanita biasanya memiliki postur tubuh yang lebih kecil daripada pria, akan tetapi bagian tubuh mereka biasanya lebih banyak yang terpapar oleh suhu lingkungan sekitarnya. Pikiran Anda
Selain kedua hal di atas, pikiran Anda tampaknya juga turut mempengaruhi "ketahanan" Anda terhadap suhu lingkungan di sekitar Anda. Jadi, faktor psikologis tampaknya juga turut berperan dalam menentukan suhu tubuh seseorang. Sumber: Dokter.id
07 April 2017 | 16:00
Apakah Protein Juga Membuat Perut Membuncit?
Apakah Anda sedang berjuang untuk membuat perut buncit Anda menjadi rata? Ingin tahu apa yang boleh dan tidak boleh Anda makan? Sebenarnya, setiap makanan yang mengandung kalori dapat menyebabkan penimbunan lemak pada perut. Seperti halnya lemak, terlalu banyak mengkonsumsi protein juga dapat membuat perut Anda membuncit. Fakta Seputar Lemak Perut
Penumpukkan lemak pada perut sebenarnya merupakan masalah yang sering dialami oleh setiap orang seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut karena melambatnya metabolisme tubuh mereka. Hal ini terutama banyak dialami oleh para wanita yang telah mendekati masa menopause.
Selain gaya hidup, faktor genetika juga turut berperan karena gen Anda mempengaruhi di mana tubuh Anda biasa menyimpan lemak. Untuk mengatasi perut buncit, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menurunkan berat badan, dengan mengendalikan jumlah kalori yang Anda konsumsi. Makronutrien
Setiap manusia membutuhkan 3 makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dalam jumlah yang cukup besar untuk menyediakan tenaga dan membantu tubuh menjalankan fungsinya. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak, merawat sel tubuh, dan proses pertumbuhan jaringan tubuh; termasuk otot dan berbagai organ tubuh.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama dari tubuh Anda. Sementara itu, lemak merupakan cadangan energi dan membantu proses pembentukan hormon. Sebenarnya, tubuh manusia juga dapat menggunakan protein sebagai sumber energi, tetap hanya bila sangat terpaksa (langkah akhir).
Peningkatan berat badan, termasuk lingkar perut Anda, terjadi saat Anda mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar oleh tubuh Anda. Dengan demikian, tubuh pun akan menyimpan kelebihan kalori tersebut sebagai lemak, untuk digunakan nanti (cadangan).
Jadi, kelebihan kalori, baik yang berasal dari karbohidrat, lemak, maupun protein akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Akan tetapi setiap orang memiliki tempat penyimpanan lemak utama yang berbeda-beda.
Hal ini sebenarnya tergantung pada gen Anda. Pada beberapa orang, lemak sering berkumpul di daerah panggul, sementara pada sejumlah orang lainnya, lemak justru sering berkumpul di daerah perut. Berapa Banyak Protein yang Diperlukan Untuk Menurunkan Berat Badan?
Menurut the Dietary Guidelines for Americans 2010, sekitar 10-35% kalori harian Anda harus berasal dari protein. Jika Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, sejumlah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi lebih banyak protein dapat membantu karena proteinlah yang membuat Anda merasa puas atau kenyang, jadi Anda pun akan makan lebih sedikit. Protein juga merupakan zat termogenik, yang berarti tubuh Anda akan membakar lebih banyak kalori saat mencernanya.
Untuk mencegah terjadinya peningkatan berat badan akibat protein, pastikan Anda mengkonsumsi diet seimbang dan tidak melebihi jumlah yang dianjurkan. Selain itu, konsumsilah protein tanpa lemak seperti ikan, ayam, dan kacang-kacangan daripada daging merah seperti sapi untuk mengurangi jumlah lemak dan kolesterol yang Anda konsumsi. Makanan yang dipanggang, direbus, dan dibakar lebih baik daripada makanan yang digoreng karena mengandung lebih sedikit kalori.
Sumber: Dokter.id
07 April 2017 | 11:00
2 Posisi Tidur yang Bisa Buat Anda Mudah Lupa
Tahukah Anda bahwa posisi tidur Anda ternyata tidak hanya mempengaruhi kenyamanan tidur Anda, tetapi juga mempengaruhi kesehatan Anda?
Posisi tidur yang salah ternyata tidak hanya dapat membuat Anda mendengkur atau menyebabkan naiknya asam lambung sehingga dada terasa seperti terbakar, tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan neurologis seperti terjadinya penyakit Alzheimer atau penyakit Parkinson.
Dengan melakukan posisi tidur yang benar, maka Anda dapat mencegah terjadinya kedua penyakit di atas. Tidur dengan posisi menyamping ternyata dapat membantu otak Anda "membuang" berbagai zat sisa di dalamnya saat Anda tidur (lebih baik daripada tengkurap atau terlentang).
Melalui pemeriksaan MRI, para peneliti berhasil menemukan bahwa proses "pembuangan sampah" di dalam otak akan menjadi lebih efisien bila seseorang tidur dengan posisi menyamping.
Yang dimaksud dengan "sampah" otak adalah protein beta amiloid, sejenis protein yang dapat menyebabkan terbentuknya plak di dalam otak, yang berhubungan dengan terjadinya penyakit Alzheimer.
Untuk mendapatkan posisi tidur yang tepat, Anda juga membutuhkan bantuan dari bantal Anda. Dengan memilih bantal yang tepat, tidak terlalu mengembang dan tidak terlalu tipis, maka posisi tulang belakang Anda pun menjadi lurus (tidak melengkung) dan otot leher Anda pun tidak menjadi tegang saat Anda tidur.
Mintalah bantuan pada pasangan atau keluarga Anda untuk melihat apakah "ketebalan" bantal kepala Anda sudah tepat sehingga tulang punggung Anda benar-benar lurus saat Anda tidur. Pilihlah bantal dengan "ketebalan" berkisar antara 12.5-15 cm. Sumber: Dokter.id
06 April 2017 | 14:30
Jika Telinga Berdengung Terus Menerus
Apa, sih, gejala trauma bising? Hampir 90 persen kasus menunjukkan gejala telinga berdenging (tinnitus). Denging yang dialami ini ada dua macam, yaitu denging nada tinggi seperti bunyi pesawat dan nada rendah seperti bunyi air conditioner (AC). Dua-duanya bisa terjadi dan ini biasanya disertai gangguan pendengaran. Seringkali, yang terjadi adalah cocktail party deafness atau tuli di keramaian. Pada saat berada di tempat yang ramai, orang sulit mendengar karena fungsi cochlea menurun. Kebisingan akan sangat mengganggu kualitas penerimaan bunyi oleh cochlea. Sebetulnya, kasus trauma bising ini dapat dicegah dengan upaya promotif preventif. Yaitu dengan waspada terhadap bising di sekitar kita. Misalnya dengan menggunakan perangkat pemutar musik tapi tak perlu disetel dengan volume (tingkat suara) penuh.
Atau, ketika orang tua mengajak anak-anak ke mal, sebaiknya perhatikan seberapa bising tempat tersebut. Jika memang terlalu bising, tak perlu berlama-lama. Kita harus menghindari atau mengurangi paparan bising secara aktif. Yang tak kalah penting adalah kesadaran para pemilik tempat usaha, seperti mal. Ada baiknya mereka mengukur kebisingan ruangan (sound level meter). Efek trauma bising sendiri ada dua, yaitu temporer dan permanen. Pada trauma bising temporer, dengan istirahat cukup, fungsi telinga bisa dipulihkan. Namun, trauma bising permanen sulit disembuhkan. Akan tetapi, lebih baik kita mencegah daripada mengobati, kan.
Sumber: Dokter.id
06 April 2017 | 11:31
Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga
Kotoran telinga merupakan salah satu jenis cairan tubuh yang biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh banyak orang. Saat ini banyak orang membersihkan kotoran telinganya dengan menggunakan cotton bud (kapas). Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan telinga Anda?
Kotoran telinga merupakan kombinasi antara serumen (suatu zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak tubuh Anda untuk menjaga kelembaban kulit di dalam telinga) dan sel-sel kulit mati yang dihasilkan oleh liang telinga setiap orang.
Tahukah Anda bahwa telinga manusia telah diciptakan untuk dapat membersihkan dirinya sendiri? Telinga dibentuk sedemikian rupa sehingga ia dapat membersihkan dirinya sendiri dengan mendorong kotoran telinga keluar dari dalam liang telinga dengan sendirinya.
Jadi, saat Anda mengorek telinga Anda dengan menggunakan cotton bud, maka hal ini dapat mengganggu proses pengeluaran kotoran telinga secara alami dan membuat telinga Anda menghasilkan lebih banyak kotoran telinga.
Selain itu, seiring dengan berlalunya waktu, mengorek telinga justru dapat mendorong kotoran telinga masuk ke dalam liang telinga dan menyumbat liang telinga Anda, yang membuat Anda membutuhkan pertolongan tenaga medis (dokter spesialis THT) untuk mengeluarkannya.
cara terbaik untuk membersihkan liang telinga Anda dan mengeluarkan kotoran telinga Anda? Anda dapat menggunakan hidrogen peroksida. Teteskanlah 1-2 tetes hidrogen peroksida ke dalam liang telinga Anda dan diamkan selama 10 menit sebelum membersihkannya dengan air. Peroksida akan membuat kotoran telinga menjadi lebih cair dan dapat ikut keluar saat Anda mandi. Lakukanlah hal ini 1 kali setiap bulannya.
Akan tetapi, bila gendang telinga Anda pernah robek sebelumnya atau pernah menjalani tindakan pembedahan telinga, maka dianjurkan agar Anda tidak melakukan hal di atas. Hal ini dikarenakan hidrogen peroksida dapat masuk ke telinga bagian dalam dan menyebabkan terjadinya infeksi atau membuat Anda merasa pusing. Anda dapat menggunakan kain basah untuk membersihkan telinga bagian luar.
Jika telinga Anda memang memproduksi lebih banyak kotoran telinga daripada orang lain pada umumnya, maka dianjurkan agar Anda mengunjungi dokter spesialis THT setiap 6 bulan atau 1 tahun untuk membantu Anda membersihkan kotoran telinga Anda tersebut.
Sumber: Dokter.ID
Tangerang
Jakarta Selatan