FIND A DOCTOR
20 July 2017 | 17:00
Anak Anda Harus Konsumsi Protein, Karena Ini Manfaat Protein Untuk Anak
akan memberi manfaat kesehatan untuk anak seperti misalnya memperhatikan asupan protein anak. Ternyata protein memberikan banyak manfaat bagi kesehatan anak. Berikut Manfaat Protein Untuk Anak: Manfaat Untuk Otak Anak-anak membutuhkan cukup banyak protein agar tetap berpikir jernih dan waspada. Asam amino dalam protein memperbaiki fungsi otak, menurut Institut Franklin. Tirosin, asam amino esensial, berperan penting dalam produksi neurotransmitter norepinefrin dan dopamin, yang membantu anak-anak tetap waspada dan berenergi. Sebaliknya, ketika anak-anak mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat yang tidak mengandung protein, tingkat triptofan otak mereka meningkat dan menghasilkan serotonin, yang mungkin membuat mereka merasa lelah. Mengendalikan Nafsu makan Mengonsumsi makanan kaya protein membantu anak-anak tetap kenyang lebih lama, membuat mereka cenderung tidak merasa lapar di antara waktu makan, menurut periset dari University of Missouri. Dengan menggunakan pemindaian MRI, para peneliti membandingkan aktivitas otak remaja tepat sebelum waktu makan siang. Mereka yang telah makan sarapan rendah protein menunjukkan aktivitas yang lebih besar di daerah otak yang mengindikasikan lebih mudah kelaparan daripada remaja yang telah makan sarapan dengan protein tinggi. Untuk Pertumbuhan Setiap sel, otot dan organ dalam tubuh anak membutuhkan protein. Ketika anak-anak makan makanan kaya protein, tubuh mereka memecah protein menjadi asam amino yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berfungsi optimal. Daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, tahu, telur, produk susu, kacang-kacangan dan biji-bijian semuanya dapat membantu anak Anda mendapatkan protein dalam jumlah yang cukup setiap hari. Pertimbangan Dalam Menyajikan Protein Anda bisa memberikan 85 gram ayam, daging sapi, ikan atau kalkun menyediakan 20-25 gram protein, sementara telur menyediakan 7 gram dan 200 ml susu mengandung 8 gram protein. Terlalu banyak protein dalam makanan anak bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Jika anak Anda mengkonsumsi protein lebih banyak dari yang dia butuhkan, tubuhnya akan menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, anak-anak harus mengkonsumsi protein dalam jumlah yang disarankan setiap hari melalui diet seimbang dan bergizi. Sumber: www.dokter.id    
20 July 2017 | 12:00
Agar Anak Sehat, Berapa Banyak Sih Gula Yang Aman Dikonsumsi Oleh Anak?
Percaya atau tidak, anak Anda memang perlu mengonsumsi gula setiap hari karena merupakan sumber energi yang penting. Masalahnya adalah banyak anak mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan, yang tidak bergizi dan tidak menyediakan nutrisi apa pun yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak-anak. Jangan panik jika anak Anda makan permen dan semangkuk es krim dalam satu hari, tapi bila berlebihan maka Anda harus perhatikan berapa banyak gula yang dikonsumsi sehingga Anda bisa mengendalikan asupan gula anak Anda di masa depan dengan lebih baik. Rekomendasi Harian Rata-rata anak berusia 1-3 tahun mengonsumsi sekitar 12 sendok teh gula setiap hari, dan rata-rata anak berusia 4-8 tahun mengonsumsi 21 sendok teh, menurut American Heart Association. Dan jumlahnya bukan menurun justru semakin meningkat saat berusia remaja. Anak-anak berusia antara 9-19. Anak laki-laki di kelompok usia ini rata-rata konsumsi gula sekitar 29-34 gram gula sehari, dan anak perempuan pada kelompok usia yang sama rata-rata berusia antara 23-25 gram, menurut jurnal "Circulation." Jumlah ini melebihi batas gula yang disarankan untuk anak-anak dengan jumlah yang signifikan. Batas gula yang sebenarnya untuk anak-anak adalah 3-4 sendok teh selama masa TK dan awal SD dan 5-8 sendok teh saat usia remaja. Gula dan Kesehatan Gula memberi energi pada anak Anda dan penting untuk menyediakan sumber gula bergizi. Namun perlu perhatikan agar konsumsi gula tidak berlebih. Gula yang ditemukan pada buah-buahan, sayuran dan makanan olahan susu itu alami, yang berarti Anda harus memasukkannya ke dalam menu harian anak Anda. Yang berbahaya bagi kesehatan anak Anda adalah menambahkan gula, yang ditemukan dalam makanan pencuci mulut, soda dan makanan panggang. Roti putih, pasta putih dan bahkan bumbu seperti kecap dan saus barbekyu juga mengandung tambahan gula. Terlalu banyak menambahkan gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat, dan  juga membuat anak Anda lebih rentan mengalami kerusakan gigi. Apa Yang Harus Dihindari? Soda bisa jadi merupakan sumber gula tidak sehat yang sering diminum oleh anak. Menurut situs KidsHealth, soda sebanyak 350 ml mengandung sekitar 10 sendok teh gula tambahan, takaran ini melebihi kebutuhan gula anak-anak. Kue, biskuit, brownies, es krim dan permen adalah sumber gula tambahan lainnya, dan banyak anak mengonsumsi setidaknya satu porsi dari jenis makanan ini setiap hari. Minuman kaleng juga mengandung gula berlebih sehingga perlu dikurangi. Tips Untuk Anak Salah satu cara termudah untuk membatasi asupan tambahan gula adalah dengan membatasi asupan soda dan minuman manis dari anak Anda. Cara ini akan mengurangi sejumlah besar gula yang masuk ke dalam tubuhnya. Untuk makanan penutup yang manis Anda boleh memberikan kepada anak sesekali seperti pada akhir minggu. Selain itu tambahkan buah, karena buah memiliki rasa manis dan kalori yang lebih sedikit di banding makanan manis lainnya. Buah juga mengandung vitamin, mineral dan serat yang baik untuk pertumbuhan anak.   Sumber: www.dokter.id  
19 July 2017 | 17:00
Berbagai Jenis Gangguan Mata yang Sering Ditemukan…
Pandangan kabur, melihat bintik hitam, silau saat melihat cahaya di malam hari; berbagai hal ini merupakan keluhan mata yang sering dialami oleh banyak orang, yang mungkin tidak berbahaya atau justru merupakan gejala awal dari suatu penyakit. Karena sulit untuk dibedakan, ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter spesialis mata bila mengalami berbagai hal tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis gangguan mata yang cukup sering ditemukan dan apa saja gejala yang perlu Anda waspadai.   Buta Warna Buta warna merupakan suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat melihat spektrum warna tertentu. Buta warna sebagian adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat melihat spektrum warna merah dan atau hijau. Buta warna sebagian dapat dibagi menjadi beberapa jenis tergantung pada keparahan dan spektrum warna yang tidak dapat dilihat. Buta warna komplit (amat sangat jarang) merupakan suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat melihat seluruh spektrum warna. Dengan kata lain penderita hanya dapat melihat warna hitam dan putih. Menggunakan kacamata berwarna mungkin dapat membantu seorang penderita buta warna melihat dengan lebih baik.   Rabun Jauh (Miopia) Saat Anda menderita rabun jauh atau miopia, maka segala sesuatu yang berada pada jarak tertentu atau jauh akan terlihat kabur. Resiko Anda untuk menderita gangguan mata yang satu ini akan meningkat bila salah satu atau kedua orang tua Anda menderita miopia atau bila Anda sering membaca dengan jarak dekat. Penyebab dari miopia biasanya adalah karena bola mata terlalu panjang atau bentuk kornea yang abnormal atau akibat adanya kelainan pada lensa mata. Berbagai kelainan tersebut menyebabkan titik fokus jatuh tepat di depan retina, bukan pada retina. Gejala miopia biasanya mulai terjadi saat anak memasuki usia sekolah dan remaja. Anak biasanya akan memerlukan penggantian kacamata beberapa kali karena perubahan minus matanya. Keadaan ini biasanya akan stabil (minus tidak berubah lagi) saat anak berusia awal 20 tahun. Penderita miopia biasanya mengalami kesulitan untuk mengemudi, berolahraga, atau melihat papan iklan atau bahkan televisi. Gejala yang biasa ditemukan adalah pandangan kabur, sering menyipitkan mata, dan mata terasa sangat lelah. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan kacamata, lensa kontak, atau melakukan tindakan pembedahan laser. Tindakan pembedahan laser (iLASIK) merupakan suatu teknik pembedahan untuk membentuk ulang kornea mata Anda yang dapat membantu mengatasi rabun jauh, rabun dekat, maupun silinder. Tindakan pembedahan ini memiliki tingkat kesuksesan yang cukup tinggi (lebih dari 90%), akan tetapi sebaiknya tidak dilakukan bila Anda memiliki mata kering yang cukup parah, memiliki bentuk kornea yang tipis atau abnormal, atau menderita gangguan penglihatan berat. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sensitif terhadap cahaya.   Rabun Dekat (Hiperopia) Sebagian besar orang dilahirkan dengan rabun dekat ringan, yang biasanya akan menghilang saat memasuki usia kanak-kanak. Bila rabun dekat tetap ada, maka orang tersebut biasanya akan mengalami kesulitan untuk melihat benda-benda yang terletak cukup dekat dengannya (benda tampak kabur atau buram). Keadaan ini dapat menurun dalam keluarga. Rabun dekat seringkali terjadi karena bentuk bola mata terlalu pendek. Hal ini menyebabkan titik fokus jatuh di belakang retina, bukan pada retina. Pada kasus yang berat, penderita juga dapat mengalami kesulitan melihat benda atau objek yang terletak cukup jauh. Selain kelainan bentuk bola mata, kelainan bentuk kornea atau lensa juga dapat menyebabkan terjadinya rabun dekat. Anak-anak yang menderita rabun dekat biasanya memiliki mata juling (strabismus) atau mata malas (amblyopia) dan mungkin mengalami kesulitan membaca. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memeriksakan kesehatan mata anak Anda ke seorang dokter spesialis mata. Gejala yang dapat ditemukan adalah kesulitan untuk membaca, pandangan kabur di malam hari, mata terasa lelah, dan nyeri kepala. Untuk mengatasinya, gunakanlah kacamata atau lensa kontak atau melakukan tindakan pembedahan.   Presbiopia Kesulitan membaca tulisan merupakan salah satu tanda penuaan. Keadaan ini disebut dengan presbiopia (artinya mata tua dalam bahasa Yunani). Pada sebagian besar orang, keadaan ini mulai terjadi saat mereka memasuki usia 40 tahun. Presbiopia terjadi karena lensas mata menjadi kurang fleksibel dan tidak dapat mengubah bentuknya untuk memfokuskan penglihatan pada benda yang berjarak dekat. Untuk mengatasinya, gunakanlah kacamata.     Astigmatisma (Silinder) Jika Anda menderita astigmatisma atau silinder pada salah satu atau kedua bola mata, maka pandangan Anda pada jarak berapa pun biasanya terganggu. Keadaan ini terjadi saat kornea memiliki bentuk yang tidak normal. Akibatnya, terbentuk banyak titik fokus yang jatuh pada berbagai tempat pada retina. Penggunaan kacamata atau lensa kontak dapat membantu mengatasinya. Selain itu, tindakan pembedahan juga dapat membantu mengatasinya. Gejala yang dapat ditemukan adalah pandangan kabur, nyeri kepala, dan mata terasa sangat lelah.   Glaukoma Glaukoma dapat membuat Anda kehilangan penglihatan Anda dengan merusak saraf optik di dalam mata Anda. Penderita mungkin tidak akan mengalami gejala apapun. Gejala awal yang biasa ditemukan adalah hilangnya lapang pandang sebagian, awalnya lapang pandang samping, yang kemudian akan diikuti oleh hilangnya lapang pandang pusat. Pada sebagian besar kasus glaukoma, peningkatan tekanan di dalam mata menyebabkan terjadinya kerusakan saraf optik dan membuat penderita kehilangan penglihatannya. Pada keadaan normal, mata manusia dipenuhi oleh cairan yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada berbagai struktur di dalam mata. Akan tetapi, bila cairan ini menjadi berlebihan, maka tekanan di dalam mata Anda pun akan meningkat dan merusak saraf optik yang terletak di bagian belakang mata. Untuk mendeteksi adanya glaukoma sedini mungkin, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan mata secara teratur setiap 1-2 tahun sekali, terutama bila Anda telah berusia lebih dari 40 tahun. Glaukoma dapat diatasi dengan obat-obatan atau tindakan pembedahan. Tanpa pengobatan glaukoma akan menyebabkan terjadinya kebutaan total.   Degenerasi Makula Age related macular degeneration (AMD) atau degenerasi makula terkait usia akan merusak dan menghancurkan penglihatan pusat, yang akan membuat Anda sulit untuk membaca atau mengemudi kendaraan bermotor. Gejala yang dapat ditemukan adalah lapang pandang pusat tampak hitam atau garis lurus tampak bergelombang. Resiko terjadinya AMD akan meningkat bila Anda berusia lebih dari 60 tahun, merokok, memiliki tekanan darah tinggi, menderita obesitas, berjenis kelamin wanita, atau memiliki anggota keluarga yang menderita glaukoma. AMD terjadi akibat adanya gangguan yang mengenai bagian pusat dari retina, yang disebut dengan makula. Degenerasi makula terbagi menjadi 2 jenis yaitu "basah" dan "kering". Pada AMD "kering", biasanya ditemukan kumpulan bintik kuning yang disebut dengan drusen pada makula. Seiring dengan semakin memburuknya penyakit, jaringan makula pun akan hancur. Hal ini tentu saja akan mengganggu proses penghantaran sinyal dari retina ke dalam otak. Pada AMD "basah", terbentuk pembuluh darah abnormal, yang akan membentuk jaringan parut pada makula dan merusak makula. Garis lurus yang tampak bergelombang merupakan gejala awal dari AMD "basah". AMD "basah" merupakan jenis AMD yang lebih berat dan lebih cepat berkembang. Kedua jenis AMD akan membuat lapang pandang pusat Anda tampak seperti suatu area kehitaman.   Retinopati Diabetikum Diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 dapat menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian dan berujung pada kebutaan. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil di dalam retina. Keadaan ini biasanya dapat diobati, akan tetapi jangan tunggu hingga gejala timbul. Saat gejala seperti penglihatan kabur, bintik hitam, atau nyeri mata timbul; maka penyakit mungkin sudah berat. Oleh karena itu, dianjurkan agar orang yang menderita diabetes melakukan pemeriksaan mata setiap tahun, bahkan lebih sering bila mereka sudah mulai mengalami gangguan mata karena diabetes. Cara terbaik untuk mencegah terjadinya retinopati diabetikum adalah dengan menjaga kadar gula darah Anda tetap dalam batas normal. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi untuk memberi nutrisi pada retina. Pembuluh darah ini dapat membengkak, rusak, dan akhirnya membuat cairan di dalamnya merembes keluar. Pada beberapa kasus, dapat terbentuk berlusin-lusin pembuluh darah baru yang abnormal (retinopati proliferatif). Pembuluh darah abnormal yang baru terbentuk ini sangat rapuh dan dapat pecah dengan mudah. Berbagai proses ini secara berangsur-angsur akan merusak retina dan menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau bahkan buta.   Katarak Saat memasuki usia 80 tahun, sebagian besar orang pasti akan mengalami katarak. Katarak akan membuat penglihatan Anda menjadi kabur secara perlahan, yang akan membuat Anda sulit membaca, mengemudi, dan melihat di malam hari. Diabetes, merokok, atau menghabiskan terlalu banyak waktu berjemur di bawah sinar matahari dapat meningkatkan resiko terjadinya katarak. Tindakan pembedahan yang bertujuan untuk mengganti lensa mata sangat efektif dalam mengatasi katarak. Pada keadaan normal, lensa mata yang sehat berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, protein pun akan menumpuk di dalam lensa mata, yang membuat lensa menjadi keruh. Hal ini akan membuat fokus cahaya tidak jatuh tepat pada retina. Akibatnya, penglihatan pun akan menjadi buram, ketajaman penglihatan warna berubah, dan silau saat melihat cahaya terutama di malam hari. Katarak tahap lanjut bahkan dapat terlihat dengan mata telanjang, di mana bagian tengah mata berwarna putih.   Retinitis Pigmentosa Retinitis pigmentosa merupakan suatu gangguan mata yang dapat diturunkan dari orang tua. Gangguan ini biasanya bermula dari gangguan penglihatan di malam hari. Gejala berikutnya yang terjadi adalah gangguan lapang pandang samping secara perlahan, yang lama-kelamaan akan membuat penderita seperti melihat di dalam terowongan, yang akan berujung pada kebutaan. Pada penderita retinitis pigmentosa, jaringan retina yang sensitif terhadap cahaya akan mati secara perlahan setelah bertahun-tahun. Saat hal ini terjadi, maka jaringan retina ini pun akan berhenti mengirimkan sinyal ke dalam otak dan membuat Anda kehilangan penglihatan Anda. Pada pemeriksaan mata, dokter biasanya akan menemukan bintik hitam abnormal (pigmen) di sekitar retina. Selain itu, penderita juga dapat mengalami katarak dini dan pembengkakan retina (edema makula). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin A dosis tinggi dapat membantu mengembalikan penglihatan yang hilang. Akan tetapi, dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi karena dapat dapat beracun.   Floater Bintik hitam atau benang halus yang bergerak pada penglihatan disebut dengan floater, yang merupakan debris atau kotoran di dalam cairan vitreus. Floater biasanya tidak akan menutupi penglihatan dan lebih mudah terlihat pada cahaya terang. Floater merupakan hal sering ditemukan dan biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, bila mereka muncul secara mendadak atau lebih sering dan tampak lebih banyak atau Anda juga melihat kilatan cahaya; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis mata. Bintik putih atau hitam yang menetap dan hilangnya lapang pandang samping secara mendadak juga merupakan pertanda bahwa Anda harus segera memeriksakan diri ke seorang dokter.   Ambliopia (Mata Malas) Saat Anda masih kanak-kanak, bila salah satu mata Anda tidak dapat melihat dengan baik, maka otak Anda terkadang akan lebih "menyayangi" mata yang satu lagi. Keadaan ini disebut dengan ambliopia. Ambliopia dapat terjadi karena mata juling atau gangguan ketajaman penglihatan pada salah satu mata. Perban atau obat tetes mata yang bertujuan untuk membuat mata yang sehat memiliki penglihatan yang kabur dapat memaksa otak untuk menggunakan mata yang lainnya. Jika keadaan ini tidak segera diatasi di masa kanak-kanak, gangguan penglihatan karena ambliopia dapat bersifat permanen.   Benda Asing Pada Mata Banyak ujung saraf terletak pada permukaan kornea Anda, jadi adanya benda yang sangat kecil sekalipun dapat membuat Anda kesakitan atau tidak nyaman. Saat Anda menemukan adanya benda asing pada mata Anda, jangan menggosok mata Anda atau Anda akan menyebabkan terjadinya kerusakan serius pada mata Anda. Bersihkan mata Anda secara perlahan dengan air. Jika benda asing pada mata Anda tidak juga berhasil keluar, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis mata yang dapat mengangkatnya dengan mudah dan yang akan memberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotika untuk mencegah terjadinya infeksi pada kornea mata Anda.   Mata Kering Air mata berfungsi untuk melumasi mata Anda. Oleh karena itu, jika aliran air mata berkurang; misalnya akibat udara kering, penuaan, atau gangguan kesehatan lainnya; maka mata Anda dapat terasa nyeri dan teriritasi. Pada beberapa orang yang menderita mata kering ringan, penggunaan obat tetes mata yang berisi air mata buatan biasanya dapat membantu. Akan tetapi, bila Anda menderita mata kering yang cukup berat, maka Anda mungkin membutuhkan obat lain atau tindakan pembedahan untuk mengatasinya.   Infeksi Mata Infeksi mata merupakan peradangan pada mata yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, bahan iritan, atau alergi. Gejala yang biasa ditemukan adalah mata tampak merah, terasa gatal atau panas, dan belekan. Sebagian besar infeksi mata disebabkan oleh infeksi virus yang tidak membutuhkan pengobatan antibiotika. Dokter hanya akan memberikan antibiotika bila peradangan mata Anda disebabkan oleh infeksi bakteri. Karena infeksi mata yang disebabkan oleh virus dan bakteri sangat menular, maka pastikan Anda lebih sering mencuci tangan Anda hingga sembuh. Jika gatal merupakan keluhan utama Anda, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah alergi.   Stye (Bintitan) Stye merupakan suatu benjolan merah lunak yang tampak seperti jerawat pada atau di dekat tepi kelopak mata. Stye merupakan salah satu jenis infeksi pada kelopak mata (blefaritis). Stye biasanya akan sembuh dalam waktu 1 minggu. Untuk mempercepat penyembuhan, kompreslah stye dengan kompres hangat 3-6 kali setiap hari. Jangan menggunakan lensa kontak atau riasan mata hingga stye sembuh.     Alergi Alergi dapat membuat mata Anda menjadi berair dan gatal. Serbuk sari, rumput, debu, dan bulu binatang merupakan pemicu alergi yang paling sering ditemukan. Untuk menghindari kekambuhan, pastikan jendela kamar dan mobil Anda selalu tertutup. Gunakan seprai dan sarung bantal yang bersifat hipoalergenik. Bersihkan rumah Anda dengan benar setiap harinya. Untuk mengatasi gejala, dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata anti alergi, air mata buatan, dan obat anti alergi.   Sumber: www.dokter.id  
19 July 2017 | 12:00
Ini Dia Gejala Tak Terduga dari Stroke…
Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga pada wanita. Sayangnya, banyak wanita tidak menyadari tanda dan gejala awal dari stroke, yang memang cukup unik pada para wanita. Dari 1.000 orang wanita yang disurvei, hanya 1 di antara 10 orang wanita yang mengetahui bahwa cegukan yang terjadi bersamaan dengan nyeri dada merupakan gejala awal dari stroke pada wanita. Menurut para ahli, walaupun pria dan wanita memiliki faktor resiko stroke yang sama seperti merokok, jarang berolahraga, dan menderita tekanan darah tinggi; akan tetapi ada beberapa faktor resiko lain yang hanya dapat ditemukan pada wanita. Faktor resiko lain dari stroke yang hanya dapat ditemukan pada wanita adalah kehamilan, menderita lupus, migrain, mengkonsumsi pil KB, dan terapi sulih hormon. Resiko stroke pada seorang wanita akan meningkat saat mereka hamil, terutama pada trimester akhir dan pada masa nifas (40 hari pertama setelah seorang wanita melahirkan). Beberapa gejala stroke yang hanya dapat ditemukan pada para wanita selain cegukan adalah: Pusing yang tidak berhubungan dengan vertigo Nyeri kepala Mati rasa di seluruh tubuh, yang lebih berat pada salah satu sisi tubuh Menurut seorang ahli, wanita mungkin akan mengalami nyeri kepala yang lebih berat saat akan mengalami stroke. Bahkan, cegukan yang disertai dengan nyeri dada ringan juga dapat merupakan gejala awal stroke pada wanita. Karena keunikan gejala inilah, banyak kasus stroke pada wanita tidak dapat terdeteksi sedini mungkin karena salah didiagnosa sebagai gangguan jantung atau gangguan pencernaan.   Selain berbagai gejala stroke di atas, baik pria dan wanita pun dapat mengalami beberapa gejala stroke yang lain seperti: Mendadak tampak kebingungan Kesulitan berbicara atau mengerti sesuatu Mendadak sulit melihat Mendadak sulit berjalan Gangguan keseimbangan Gangguan koordinasi Mendeteksi gejala stroke sedini mungkin dan mendapatkan pertolongan medis secepatnya sangatlah penting. Karena obat pengencer darah (untuk mengatasi bekuan darah yang terbentuk dan menyumbat aliran darah di dalam otak) hanya efektif diberikan dalam waktu 3 jam pertama setelah serangan stroke berlangsung.   Sumber: www.dokter.id  
18 July 2017 | 11:00
Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Kanker Paru
Kanker paru merupakan salah satu kanker yang paling sering menyebabkan terjadinya kematian, baik pada pria maupun wanita. Dengan semakin meningkatnya jumlah perokok, maka kasus kanker paru pun semakin meningkat. Bagaimana merokok dapat menyebabkan terjadinya kanker paru? Rokok tidak hanya mengandung berbagai jenis zat kimia penyebab kanker, tetapi juga mengandung berbagai zat yang dapat melumpuhkan sistem pertahanan alami di dalam paru-paru. Asap rokok akan membuat cillia (rambut halus di dalam saluran pernapasan) berhenti bekerja (membuang racun, bakteri, dan virus dari dalam saluran pernapasan). Hal ini tentu saja akan membuat berbagai jenis zat kimia penyebab kanker menumpuk di dalam paru-paru Anda.   Apa Saja Gejala Kanker Paru? Kanker paru biasanya tidak menimbulkan gejala apapun pada tahap awal. Akan tetapi, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, maka berbagai gejala pun akan mulai bermunculan. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: Batuk yang tidak kunjung sembuh Nyeri dada, terutama saat menarik napas dalam Mengi atau sesak napas Batuk berdahak yang disertai dengan darah Fatigue (merasa amat sangat lelah)   Bagaimana Cara Mendeteksi Kanker Paru Sedini Mungkin? Sebuah pemeriksaan scan bernama spiral CT dapat mendeteksi adanya sel kanker pada paru di stadium awal, pada beberapa orang, akan tetapi hingga saat ini para ahli masih tidak dapat memastikan seberapa dini penemuan ini, apakah cukup untuk menyelamatkan nyawa penderita. Di Amerika, para ahli menyarankan agar seseorang yang berusia antara 55-80 tahun yang telah merokok selama 30 "pack year", baik yang masih merokok hingga saat ini atau yang sudah berhenti dalam waktu 15 tahun terakhir untuk melakukan pemeriksaan paru secara rutin setiap tahunnya. Pack year merupakan hasil perkalian antara banyaknya bungkus rokok yang dikonsumsi setiap harinya dengan berapa tahun seseorang telah merokok. Pemeriksaan screening tidak perlu lagi dilakukan bila seseorang telah berhenti merokok selama 15 tahun. Pada sebagian besar kasus, dokter tidak akan mencurigai adanya kanker paru hingga munculnya gejala, misalnya batuk kronik atau mengi. Pada saat itu, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan foto rontgen dada atau pemeriksaan dahak. Jika kedua hal ini menunjukkan bahwa Anda kemungkinan menderita kanker, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan biopsi untuk memastikan diagnosa.   Berbagai Jenis Kanker Paru Kanker paru terbagi menjadi 2 jenis, yaitu small cell lung cancer dan non small cell lung cancer. Small cell lung cancer merupakan jenis kanker yang lebih agresif, artinya sel kanker akan lebih cepat menyebar ke berbagai bagian tubuh walaupun masih berada dalam tahap awal. Kanker jenis ini sangat berhubungan dengan rokok dan jarang ditemukan pada orang yang tidak merokok. Non small cell lung cancer merupakan jenis kanker yang berkembang dengan lebih lambat dan lebih sering ditemukan. Sekitar 85% kasus kanker paru merupakan jenis non small cell lung cancer.   Pembagian Stadium Kanker Paru Stadium pada kanker menggambarkan seberapa jauh sel kanker telah menyebar di dalam tubuh penderita. Small cell lung cancer dibagi menjadi 2 stadium, yaitu limited dan ekstensif. Limited berarti sel kanker hanya ditemukan pada salah satu paru dan mungkin pada kelenjar getah bening terdekat. Sementara ekstensif berarti sel kanker telah menyebar ke jaringan paru lain atau bahkan keluar dari jaringan paru. Non small cell lung cancer terbagi menjadi 4 stadium, tergantung pada seberapa jauh sel kanker telah menyebar.     Pilihan Pengobatan Kanker Paru Pengobatan Kanker Paru Tahap Awal Saat non small cell lung cancer ditemukan sebelum sel kanker menyebar ke jaringan paru lainnya, kadangkala tindakan pembedahan dapat membantu. Dokter bedah akan mengangkat jaringan paru yang mengandung sel kanker atau bila perlu seluruh paru. Beberapa penderita kemudian masih harus menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa. Akan tetapi, bila sel kanker telah menyebar, maka tindakan pembedahan biasanya tidak dapat membantu. Pengobatan Kanker Paru Tahap Lanjut Bila sel kanker telah menyebar terlalu jauh untuk dapat disembuhkan, maka pengobatan biasanya bertujuan untuk memperpanjang usia penderita dan membuat penderita memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Terapi radiasi dan kemoterapi biasanya bertujuan untuk mengecilkan tumor dan membantu mengendalikan gejala, misalnya nyeri otot atau saluran napas yang tersumbat. Kemoterapi biasanya merupakan pengobatan utama untuk small cell lung cancer. Terapi Sesuai Target Terapi sesuai target atau targeted therapy merupakan bentuk pengobatan kanker yang lebih baru, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kemoterapi atau bila terapi lainnya tidak berhasil. Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel kanker. Terapi ini dapat membantu penderita kanker paru stadium lanjut hidup lebih lama. Targeted therapy lainnya bekerja dengan cara menginterupsi pembelahan sel-sel kanker paru.   Kanker Paru dan Perokok Pasif Walaupun merokok masih merupakan penyebab utama dari terjadinya kanker paru, akan tetapi merokok bukanlah satu-satunya faktor resiko. Menjadi seorang perokok pasif yang menghisap asap rokok yang dihembuskan oleh perokok juga dapat meningkatkan resiko kanker paru. Orang yang menikah dengan seorang perokok memiliki resiko kanker paru 20-30% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menikah dengan seseorang yang bukan perokok.   Kanker Paru dan Pekerjaan Beberapa jenis pekerjaan dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, baik pada perokok maupun pada orang yang tidak merokok. Orang yang pekerjaannya berhubungan dengan uranium, arsenik, dan berbagai zat kimia lain harus membatasi paparan mereka. Selain itu, asbes juga merupakan salah satu penyebab kanker paru yang cukup terkenal.   Kanker Paru dan Polusi Udara Walaupun polusi udara tidak menyebabkan kanker paru sebanyak rokok, akan tetapi polusi udara tetap dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada seseorang. Para ahli menduga polusi yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik, dan pembangkit listrik dapat mempengaruhi paru seperti halnya perokok pasif.   Faktor Resiko Kanker Paru Lainnya Beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada seseorang adalah memiliki anggota keluarga yang menderita kanker paru dan mengkonsumsi air yang mengandung banyak arsenik. Selain itu, kanker paru juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor resiko kanker paru, termasuk pada orang yang tidak pernah merokok. Para ahli masih tidak mengetahui penyebab pastinya, akan tetapi kanker paru yang ditemukan pada orang yang tidak merokok lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Salah satu jenis kanker paru lainnya, adenokarsinoma juga lebih banyak ditemukan pada orang yang tidak merokok dibandingkan pada perokok.   Bagaimana Mencegah Terjadinya Kanker Paru? Kanker paru mungkin merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia, akan tetapi juga merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah. Cara mencegah terjadinya kanker paru adalah jangan merokok! Bila Anda telah merokok, berhentilah. Berhenti merokok selama 10 tahun dapat menurunkan resiko kanker paru hingga 30-50%.   Sumber: www.dokter.id
18 July 2017 | 05:00
Berbagai Hal yang Ternyata Buruk Bagi Kesehatan Jantung Anda…
Anda tentunya sudah mengetahui bahwa mengkonsumsi diet yang tidak sehat dan jarang berolahraga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan jantung Anda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa masih ada banyak hal lain yang dapat memicu terjadinya berbagai gangguan jantung yang tidak Anda sadari? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal lain yang ternyata dapat berakibat buruk bagi kesehatan jantung Anda.   Gangguan Gigi Malas sikat gigi setiap hari? Tahukah Anda bahwa orang yang mengalami gangguan gusi juga lebih sering mengalami gangguan jantung? Walaupun hingga saat ini para ahli masih belum dapat memastikan apa sebenarnya hubungan di antara keduanya, akan tetapi mereka menduga bahwa bakteri di dalam gusi Anda dapat masuk ke dalam aliran darah, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya peradangan di dalam pembuluh darah dan berbagai gangguan jantung. Oleh karena itu, periksakanlah keadaan gigi dan gusi Anda setiap 6 bulan sekali.   Jam Kerja Menggunakan Sistem Shift Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Western University di Kanada, bekerja di malam hari atau memiliki jam kerja yang tidak teratur dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung. Hal ini dikarenakan jam kerja yang tidak teratur (shift) dapat mengganggu irama sirkadian (jam tubuh) tubuh, yang diduga berbahaya bagi kesehatan jantung. Jadi, bila Anda tidak memiliki jam kerja yang biasa, Anda pun harus melakukan usaha ekstra untuk menjaga kesehatan jantung Anda seperti berolahraga secara teratur, konsumsi diet sehat dan seimbang, serta memeriksa kesehatan secara teratur.   Kemacetan Menurut para ahli, bermacet-macetan selama 1 jam dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung. Hal ini dikarenakan kemacetan dapat meningkatkan kadar stress Anda. Oleh karena itu, bila Anda terpaksa harus berpergian di jam macet, redakan stress Anda dengan mendengarkan musik.   Menopause Dini Jika Anda merupakan seorang wanita dan telah memasuki masa menopause sebelum Anda berusia 46 tahun, maka resiko Anda untuk terkena serangan jantung atau stroke pun akan meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang mengalami menopause di usia yang lebih tua. Hal ini dikarenakan estrogen merupakan hormon yang turut berperan dalam menjaga kesehatan jantung.   Mendengkur Jika pasangan Anda memberitahu Anda bahwa Anda seringkali mendengkur saat tidur atau terdengar seperti sesak napas saat tidur, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Anda mungkin menderita suatu gangguan kesehatan serius yaitu gangguan tidur apnea. Gangguan tidur apnea terjadi saat saluran napas Anda tersumbat sebagian, yang membuat Anda memerlukan usaha ekstra untuk bernapas. Gangguan tidur ini telah diketahui berhubungan dengan tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, stroke, dan gagal jantung. Berbagai jenis pengobatan yang ada dapat membantu Anda bernapas dengan lebih baik, dengan demikian juga menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung.     Menderita Hepatitis C Jika Anda mengalami infeksi hati yang satu ini, maka Anda mungkin akan memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang lebih rendah daripada orang lain yang tidak menderita hepatitis C. Akan tetapi, Anda tetap saja memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis gangguan jantung. Hal ini dikarenakan virus hepatitis C diduga akan menyebabkan terjadinya peradangan pada sel-sel dan jaringan tubuh Anda, termasuk jantung. Bila Anda menderita hepatitis C, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan secepatnya.   Kurang Tidur Jika Anda setiap malam hanya tidur kurang dari 6 jam, maka resiko Anda untuk menderita tekanan darah tinggi pun akan meningkat, begitu pula dengan kadar kolesterol Anda. Hal ini tentu saja juga akan meningkatkan resiko terjadinya obesitas dan diabetes. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus tidur terus di sepanjang hari. Tidur lebih dari 9 jam setiap hari justru dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes dan stroke, yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur selama 7-9 jam setiap malamnya.   Kehidupan Pernikahan yang Tidak Bahagia Memiliki pasangan yang cocok dapat membuat jantung Anda "bahagia" dan sehat. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Michigan State University, orang lanjut usia yang merasa puas dan bahagia dengan pasangannya, memiliki resiko gangguan jantung yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak merasa bahagia dengan pasangannya. Hal ini dikarenakan saat Anda merasa stress, maka Anda pun cenderung memilih makanan yang tidak sehat dan melakukan berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan jantung Anda, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Selain itu, hormon stress juga akan berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Oleh karena itu, bila Anda tidak bahagia dengan pernikahan Anda, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan seorang terapis pernikahan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan yang ada di dalam pernikahan Anda.   Merasa Kesepian Saat Anda menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang tercinta, maka hal ini dapat membantu menghilangkan stress dan membuat Anda tetap aktif. Selain itu, orang yang merasa kesepian juga lebih sering menderita gangguan jantung. Bila Anda tidak memiliki keluarga atau teman dekat, ada baiknya bila Anda memelihara hewan.   Perut Buncit Memiliki berat badan berlebih akan berdampak buruk bagi kesehatan jantung Anda, apalagi bila lemak berlebih tersebut menumpuk pada daerah perut Anda. Lemak berlebih ini akan memicu tubuh Anda untuk memproduksi hormon dan berbagai zat kimia lain yang dapat meningkatkan tekanan darah, yang akan berdampak buruk pada pembuluh darah dan kadar kolesterol Anda. Jika Anda merupakan seorang wanita dan lingkar pinggang Anda berukurang lebih dari 80 cm atau 90 cm bai pria, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai program diet dan olahraga yang harus Anda lakukan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa yoga dan olahraga dengan intensitas tinggi merupakan cara yang baik untuk menghilangkan lemak berlebih pada daerah perut.   Duduk Terlalu Lama Orang yang menonton televisi dalam waktu lama memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan jantung dibandingkan dengan mereka yang membatasi waktu menonton televisnya. Setiap jam yang Anda habiskan untuk menonton televisi setiap harinya akan meningkatkan resiko Anda hingga 20%. Hal ini terutama berhubungan dengan duduk lama, yang telah diketahui berhubungan dengan terjadinya tekanan darah tinggi.   Olahraga Berlebihan Olahraga memang baik bagi kesehatan jantung Anda. Akan tetapi, bila Anda sudah lama tidak berolahraga atau jarang berolahraga, ada baiknya bila Anda mulai berolahraga secara perlahan dan tingkatkan stamina Anda perlahan-lahan. Hal ini dikarenakan berolahraga terlalu lama atau terlalu keras justru dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Mulailah dengan berjalan kaki.   Sumber: www.dokter.id  
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
Jakarta Selatan