FIND A DOCTOR
19 September 2019 | 15:25
Anak Sering Melepeh Makanan, Begini Cara Mengatasinya!
Bila diketahui alasan anak melepeh makanan karena giginya sedang sakit atau sariawan, Anda harus mengatasi terlebih dahulu rasa nyeri yang dialami anak. MayapadaHospital.com - Ketika sudah waktunya makan, seorang ibu muda bergegas menyiapkan menu makan untuk anak batita-nya (berusia di bawah tiga tahun). Si ibu mendekati anaknya yang berusia 17 bulan. Malang, setelah bersusah payah menyuapi bubur, makanan itu selalu dilepeh sang anak. Menanggapi ilustrasi itu, menurut dr.Herlina, Sp.A, dokter spesialis anak dari Mayapada Hospital, anak berusia 17 bulan seharusnya sudah diberikan makanan dengan rasa. Kebiasaan anak melepeh makanan biasanya mulai hilang ketika anak berusia 6 bulan. Baru pada umur 9 bulan, kebiasaan itu benar-benar hilang. Namun apabila masih ada anak 1 tahun yang masih suka melepeh makanan, menurut Herlina, ada faktor lain seperti masalah psikologis. "Bisa jadi trauma," ujar Herlina. "Ada yang memaksa dia makan. Atau bisa juga si anak sedang tumbuh gigi, lalu sariawan." Baca juga: Jangan Memaksa Anak Menghabiskan Makanannya Bila diketahui alasan anak melepeh makanan karena giginya sedang sakit atau sariawan, Anda harus mengatasi terlebih dahulu rasa nyeri yang dialami anak. Kalau karena trauma, Anda perlu menciptakan memori baru kepada anak bahwa proses makan itu menyenangkan. Alasan lain, bisa saja terjadi karena anak di saat usia 1 tahun sudah diberi makanan dengan rasa. Sehingga begitu mulut dan lidahnya menerima makanan tanpa perasa, ia merespon ketidaksukaan, lalu melepehnya. "Ibaratnya kita kecolongan, karena anak dikenalin makanan lain yang lebih enak,"  kata Herlina, yang berpraktek di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. "Untuk anak di bawah 3 tahun, sebetulnya anak punya persepsi di otak bahwa makanan dia, ya itu aja," ujarnya. Masukan lain mengenai masalah ini, sempat diutarakan Fitri Lutfianah, ibu anak satu berusia 3 tahun di forum media online Mother and Baby Indonesia. Fitri menyarankan, menjelang waktu makan, hindari memberikan anak cemilan yang mengenyangkan. "Seperti biskuit, cokelat, atau roti," ujarnya. Perhatikan rasa makanan si anak. Coba cicipi terlebih dahulu makanan anak. Karena anak akan makan lebih lahap jika rasa makanannya enak. Hal ini sama dengan orang dewasa. Anda bisa menambahkan perasa manis atau asin ke makanan jika anak sudah berusia 1 tahun. Bisa juga menciptakan suasana makanan yang seru dan menyenangkan, seperti menyuapi sambil menonton film kesukaannya. Selamat mencoba ya! Informasi lain seputar kesehatan bisa Anda dapatkan di Instagram kami @mayapadahospital
09 September 2019 | 15:00
Berat Badan Normal Ibu Hamil
Dokter Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, Obstetri dan Ginekologi mengatakan, penambahan berat badan ibu hamil selama 9 bulan, normalnya 9 sampai 14 kilogram. MayapadaHospital.com - Pemain film Shandy Aulia, 32 tahun, sedang hamil anak pertama. Ia mengaku senang menikmati masa – masa kehamilan yang sudah memasuki trimester kedua. Untuk berbagi kebahagian, belum lama ini, ia sempat melakukan sesi tanya jawab dengan pengikut Instagram – nya melalui fitur Stories. Seorang netizen ada yang menanyakan berat tubuh pemain film Eiffel I’m in Love itu. "Berat badannya naik nggak kak?," katanya bertanya. Shandy pun sigap merespon, "Sudah naik, sebelum hamil 46 kg, sekarang 49 kg." Lantas, apakah kenaikan berat badan Shandy itu terbilang normal? Dokter Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, Obstetri dan Ginekologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan, penambahan berat badan ibu hamil selama 9 bulan, normalnya 9 sampai 14 kilogram. Prinsipnya bila berat badan ibu hamil naik, diharapkan berat badan janin juga naik. Yuslam menambahkan, jika berat tubuh agak kurang maupun berlebih tidak masalah. Asalkan berat badan janin aman dan kondisi kesehatan ibu baik, ujar Yuslam, yang berpraktek di Mayapada Hospital dari Senin – Kamis. Baca Juga: Mau Sehat saat Hamil, Berikut Tipsnya! Kenaikan berat badan pada tiap ibu hamil berbeda. Itu tergantung dari indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan saat kehamilan. Perlu Anda ketahui, IMT adalah cara mengetahui rentang berat badan ideal dan memprediksi seberapa besar resiko gangguan kesehatan Anda. Angka IMT didapat dari membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi tubuh dalam satuan meter. Ilustrasinya seperti ini: Anda memiliki berat badan 80 kilogram. Tinggi badan 1,75 meter (175 sentimeter). Langkah menghitungnya, kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,75 x 1,75 = 3,06. Kemudian bagi berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan tadi: 80/3,06 = 26,1. Nah, angka 26,1 itulah IMT. Sementara total kenaikan berat badan selama hamil yang masih dianggap normal atau aman, sesuai dengan IMT sejak sebelum hamil sebagai berikut:
a. IMT di bawah 18,5 (underweight) sebelum kehamilan, maka disarankan untuk menaikkan berat badan sampai 12,5 - 18 kg.
b. IMT 25 - 29,9 (overweight) sebelum kehamilan, maka disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan hanya 7 - 11,5 kg.
c. IMT di atas 30 (obesitas) sebelum kehamilan, maka disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan hanya 5 - 10 kg. Semoga informasi ini bermanfaat buat Anda yang sedang hamil ya!
Ikuti Instagram @mayapadahospital untuk mendapat informasi seputar kesehatan lainnya.
06 September 2019 | 14:00
Cara Memperlancar ASI
Dokter Ameetha Drupadi, CIMI, Konselor Laktasi mengatakan ibu muda tidak perlu khawatir dengan produksi ASI. MayapadaHospital.com - Sejumlah perempuan yang akan melahirkan anak pertama tentu pernah merasa khawatir mengenai produksi Air Susu Ibu (ASI). Apakah nanti ASI dari payudaranya keluar lancar atau tidak. Puput Nastiti Devi, istri mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mengalami itu. Puput, di akun Instagram Stories-nya, sampai menanyakan kepada pengikutnya yang berjumlah 83 ribu lebih: "Memperlancar ASI harus gimana ya?" Usia kehamilan Puput sendiri memasuki 4 bulan. Dokter Ameetha Drupadi, CIMI, Konselor Laktasi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan ibu muda (seperti Puput) tidak perlu khawatir dengan produksi ASI. Bayi yang baru lahir belum banyak menyusu. "Baru setetes ASI-nya keluar, itu normal," kata Dokter Ameetha. "Jadi ibu nggak perlu khawatir." ASI bagi bayi memang punya sejumlah manfaat, terlebih bila diberikan secara ekslusif selama 6 bulan pertama. Dengan ASI, bayi mendapat zat gizi meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science menyebutkan perkembangan kecerdasan otak bayi yang diberikan ASI lebih baik ketimbang yang tidak mendapatkan ASI. Bukan hanya itu. Pada laman situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, ASI juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan intelektual anak. Karena ibu yang menyusui sedang membangun kedekatan dan rasa nyaman kepada anak sehingga memengaruhi perkembangan emosi si anak. Wajar jika Puput menanyakan bagaimana cara memperlancar ASI bila dilihat betapa hebatnya ASI untuk pertumbuhan bayi. Berikut cara memperlancar produksi ASI. Terus Berusaha Menyusui
Sejumlah ibu baru mengalami kesulitan menyusui di awal kelahiran. Pada tiga hari pertama, proses belajar menyusui krusial. Dokter Ameetha menyarankan untuk tetap berusaha menyusui bayi, karena isapan bayilah yang merangsang produksi ASI. Istirahat yang Cukup
Jaga kestablilan produksi ASI dengan mengatur jadwal istirahat. Disarankan, ketika bayi sedang tidur, Anda juga harus tidur. Cara istirahat lain yang bisa dilakukan dengan mengurangi kegiatan di luar rumah. Bersantailah di rumah bersama bayi. "Selain itu, ibu perlu happy agar hormon oksitosin meningkat dan proses keluarnya ASI lebih lancar," ujar Dokter Ameetha. Konsumsi Makanan Sehat
Apa yang Anda konsumsi akan masuk juga ke bayi melalui ASI. Selama masa menyusui, Anda memerlukan tambahan asupan kalori sebesar 300 – 500 kalori per hari. Dianjurkan menerapkan pola makanan sehat dan gizi berimbang untuk menjaga kualitas ASI. Biasakan makan yang masuk ke mulut Anda mengandung serat, protein, karbohidrat kompleks, dan susu. Makan berserat seperti sayur dan buah, sebaiknya dikonsumi lebih banyak per harinya sebagai pelengkap vitamin dan mineral tubuh. Baca tips kesehatan lain di Instagram @mayapadahospital  
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900