Aritmia pada Lansia: Kenali Ciri dan Jenisnya Sejak Dini
Seiring bertambahnya usia, jantung mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kemampuannya menjaga irama detak tetap stabil.
Kondisi ini membuat lansia lebih rentan mengalami aritmia atau gangguan irama jantung.
Meski sering muncul tanpa gejala, penting bagi lansia dan keluarga untuk mengenali jenis-jenis aritmia yang umum terjadi pada usia lanjut.
Menurut dr. Rerdin Julario, Sp.JP SubSp Arr (K) FIHA FAsCC Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - Konsultan Aritmia dan Intervensi dari Mayapada Hospital Surabaya, pemahaman mengenai jenis aritmia sangat penting untuk mendukung deteksi dini dan penanganan yang tepat.
1. Bradiaritmia: Detak jantung lambat atau berhenti sesaat
Bradiaritmia adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dari normal, berhenti sesaat, atau ritmenya menjadi tidak teratur. Penyebab utamanya adalah kerusakan pada nodus SA (pemicu detak jantung) dan nodus AV (pengatur transmisi sinyal listrik).
Kondisi ini dapat memicu pusing, mudah lelah, atau bahkan pingsan.
2. Fibrilasi Atrium (FA): Detak jantung tidak teratur
Fibrilasi atrium adalah salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi pada lansia.
FA disebabkan oleh gangguan listrik di bagian atas jantung sehingga memicu detak tidak teratur dan meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah.
Jika tidak ditangani, FA dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke.
Penanganan FA meliputi:
-
obat pengatur irama (antiaritmia),
-
obat pencegah pembekuan darah (antikoagulan),
-
dan pemantauan medis rutin.
3. Denyutan Ekstra (Ektopik)
Denyutan ekstra adalah kontraksi jantung tambahan yang dapat muncul di bagian atas jantung (supraventrikular) maupun di bawah jantung (ventrikular). Kondisi ini sering terjadi akibat fibrosis atau pengerasan jaringan jantung.
Gejala umumnya berupa:
-
jantung berdebar (palpitasi),
-
dada terasa tidak nyaman atau “melompat.”
4. Takikardia Ventrikular: Detak jantung sangat cepat
Takikardia ventrikular terjadi ketika detak jantung sangat cepat akibat gangguan aliran listrik di ventrikel. Penyebabnya dapat berupa:
-
penyumbatan pembuluh darah (penyakit jantung koroner),
-
iskemia miokard (berkurangnya aliran darah ke otot jantung),
-
disfungsi ventrikel.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi blok konduksi kompleks dan membutuhkan penanganan seperti pemasangan alat pacu jantung (pacemaker).
Baca juga: Jantung Berdebar Tak Beraturan? Jangan Panik! Mayapada Hospital Siaga Menangani
Pemeriksaan rutin untuk mendeteksi aritmia lebih awal
Pemeriksaan EKG secara berkala sangat penting bagi lansia, terlebih bila memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung.
dr. Rerdin menjelaskan bahwa jika ditemukan kelainan, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti:
-
Holter Monitoring,
-
event recorder,
-
electrophysiology study (EPS).
Jika aritmia tergolong berat, tindakan seperti ablasi atau pemasangan pacemaker mungkin diperlukan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.
Pencegahan aritmia pada lansia
Beberapa langkah penting untuk menurunkan risiko aritmia antara lain:
-
rutin berolahraga ringan sesuai kemampuan,
-
menghindari obat pemicu aritmia (misalnya beberapa antiaritmia, digitalis, atau diuretik dosis tinggi),
-
menjaga pola hidup sehat,
-
melibatkan keluarga dalam pemantauan gejala seperti palpitasi, pingsan, atau sesak napas.
Deteksi cepat dapat membantu mencegah komplikasi jantung yang lebih serius.
Penanganan jantung komprehensif di Mayapada Hospital
Mayapada Hospital menghadirkan Cardiovascular Center dengan layanan jantung komprehensif berstandar internasional, meliputi:
-
pencegahan,
-
deteksi dini,
-
diagnosis,
-
intervensi,
-
rehabilitasi jantung.
Layanan ini ditunjang oleh dokter multidisiplin berpengalaman dan teknologi medis mutakhir.
Dalam kondisi darurat, Cardiac Emergency 24 Jam siap melakukan Primary PCI dengan protokol door to wire di bawah 60 menit—standar emas penanganan serangan jantung akut.
Informasi dan Akses Layanan
- Call Center 150770 atau WhatsApp 0817 17 150770
- Aplikasi MyCare – dengan fitur: Health Articles & Tips, Personal Health Monitoring terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit, yang memantau langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI
Ditinjau langsung oleh:
dr. Rerdin Julario, Sp.JP SubSp Arr (K) FIHA FAsCC
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Konsultan Aritmia dan Intervensi
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)
Selanjutnya: Semakin Tua Semakin Rentan Aritmia: Mulailah Merawat Jantung Sejak Dini
tags :
Igd 24/7 Aritmia Mayapada Hospital Surabaya