Cara Deteksi Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah kondisi penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak yang sering tanpa gejala. Deteksi dini melalui skrining jantung penting untuk mencegah serangan jantung mendadak dan meningkatkan peluang penanganan yang optimal.
Tidak semua penyakit menunjukkan gejala yang jelas, termasuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian mendadak.
Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini, agar risiko kegawatdaruratan dapat dicegah dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat serta optimal.
Deteksi dini jantung jadi lebih mudah.
Pilih paket skrining jantung Anda dan booking di sini!
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Menurut dr. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP (K), FIHA, FSCAI, FAPSC, dokter spesialis jantung dari Mayapada Hospital Surabaya:
“PJK terjadi ketika pembuluh darah jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Penyempitan ini biasanya berlangsung perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, PJK kerap disebut sebagai ‘silent killer’ atau pembunuh diam-diam.”
Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Sering Diabaikan
Gejala awal Penyakit Jantung Koroner sering dianggap ringan, seperti:
- Cepat lelah
- Sesak saat beraktivitas
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
“Dalam banyak kasus, gejalanya ringan sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa, gangguan lambung atau otot. Gejala tersebut sering dianggap tidak terlalu mengganggu, sehingga banyak pasien menunda pemeriksaan atau mengabaikannya sama sekali,” jelas dr. Samuel.
Baca juga: Penyakit Jantung Koroner (PJK): Gejala, Penyebab, dan Deteksi Dini Secara Komprehensif
Risiko Serangan Jantung Mendadak
Gejala yang terlihat ringan dapat berkembang menjadi kondisi darurat.
“Masalah serius terjadi ketika penyempitan pembuluh darah sudah berat, sehingga aliran darah ke otot jantung dapat terhenti secara tiba-tiba dan memicu serangan jantung atau kondisi akut lainnya. Serangan jantung bahkan bisa terjadi tanpa peringatan, terutama jika penyakit sudah memasuki tahap lanjut,” ungkap dr. Samuel.
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner
Deteksi dini dapat dilakukan melalui skrining jantung komprehensif, terutama bagi individu dengan faktor risiko.
Pemeriksaan meliputi:
- Rekam jantung (EKG)
- Tes penanda jantung
- Treadmill test
- Echocardiography (Echo)
- CT Scan jantung
“PJK memang tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi ancamannya nyata dan serius. Karena itu, lakukan pencegahan sejak dini seperti mengenali faktor risiko, berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala sekalipun yang ringan, dan memeriksakan jantung secara rutin agar risiko gawat darurat jantung dapat diminimalisir,” tegas dr. Samuel.
Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya
Sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan jantung masyarakat, Mayapada Hospital Surabaya melalui Heart & Vascular Center berkomitmen mendukung pencegahan hingga rehabilitasi Gangguan Aorta jantung secara kolaboratif dan komprehensif.
Heart & Vascular Center juga memiliki layanan Cardiac Emergency didukung dokter spesialis 24 jam standby on-site yang dapat diakses via call center 150990 atau Emergency Call di MyCare, dan Chest Pain Unit untuk deteksi nyeri dada.
Selanjutnya: PET Scan (PET-CT Scan): Deteksi Aktivasi Sel Kanker Lebih Pasti
Artikel ditinjau oleh:
dr. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP (K), FIHA, FSCAI, FAPSC
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Subspesialis Intervensi Kardiologi
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)
Heart & Vascular Center
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)
Jl. Mayjen Sungkono No.16-20
Pakis, Sawahan, Surabaya
Jawa Timur
(Google Maps)
tags :
Cardiovascular Center Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Penyakit Jantung Koroner Mayapada Hospital Surabaya Heart & Vascular Center