Cara Mengendalikan Aritmia pada Lansia: Obat, Terapi Medis, dan Gaya Hidup Sehat

...

Aritmia pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi berbahaya seperti stroke dan gagal jantung. Meski demikian, kondisi ini dapat dikendalikan melalui pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup.

Penanganan aritmia selalu disesuaikan dengan jenis aritmia, penyebab, dan kondisi umum pasien agar detak jantung tetap stabil serta komplikasi dapat dicegah.

Menurut dr. Rerdin Julario, SpJP SubSp Arr (K) FIHA FAsCC Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - Konsultan Aritmia dan Intervensi dari Mayapada Hospital Surabaya, penanganan aritmia tidak bisa disamaratakan.

“Pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Penanganannya dapat berupa obat-obatan, terapi medis, dan perubahan gaya hidup.”

1. Obat-obatan untuk mengendalikan Aritmia pada lansia

dr. Rerdin menjelaskan beberapa jenis obat yang umum diberikan:

a. Obat Antiaritmia

Berfungsi menjaga irama jantung tetap normal, misalnya:

  • amiodaron,

  • sotalol,

  • propafenon.

b. Obat pengontrol denyut jantung

Membantu menstabilkan kecepatan detak jantung, seperti:

  • beta-blocker,

  • calcium channel blocker.

c. Obat pengencer darah (Antikoagulan)

Digunakan untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah, terutama pada pasien dengan fibrilasi atrium untuk menurunkan risiko stroke.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan kombinasi obat dengan pengawasan ketat karena metabolisme obat pada lansia cenderung lebih lambat sehingga risiko efek samping lebih tinggi.

Baca juga: Aritmia pada Lansia: Kenali Ciri dan Jenisnya Sejak Dini

 

2. Terapi medis modern untuk mengatasi Aritmia

Selain obat-obatan, pilihan terapi medis dapat mencakup:

a. Kardioversi Listrik

Teknik untuk mengembalikan irama jantung normal menggunakan kejutan listrik ringan.

b. Ablasi Kateter

Prosedur minimal invasif untuk menghancurkan jaringan jantung penyebab aritmia.

c. Pacemaker (Alat Pacu Jantung)

Dipasang pada pasien dengan denyut jantung terlalu lambat.

d. Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD)

Digunakan untuk pasien berisiko tinggi untuk mendeteksi sekaligus menghentikan aritmia berbahaya secara otomatis.

 

3. Gaya hidup sehat untuk membantu mengontrol Aritmia

Perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam menjaga irama jantung tetap stabil, seperti:

  • menjaga tekanan darah & gula darah tetap terkontrol,

  • membatasi kafein, alkohol, serta garam,

  • berhenti merokok,

  • rutin olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau senam lansia,

  • mengelola stres melalui meditasi atau aktivitas menenangkan,

  • tidur cukup 7–8 jam per hari.

dr. Rerdin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, gaya hidup sehat dan rutin skrining untuk mencegah kekambuhan.

“Aritmia pada lansia tidak bisa dianggap remeh, tetapi dengan deteksi dini dan penanganan tepat, lansia tetap bisa hidup aktif dan berkualitas.”

Layanan penanganan Aritmia di Mayapada Hospital

Untuk mendukung kebutuhan penanganan aritmia pada lansia, Mayapada Hospital menghadirkan layanan Cardiovascular Center di:

  • Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS),

  • Mayapada Hospital Kuningan (MHKN),

  • Mayapada Hospital Tangerang (MHTG),

  • Mayapada Hospital Bandung (MHBD),

  • Mayapada Hospital Surabaya (MHSB).

Layanan ini didukung dokter spesialis & subspesialis berpengalaman serta tindakan lanjutan untuk berbagai kondisi jantung.

Cardiac Emergency 24 Jam – Door to Wire < 60 Menit

Mayapada Hospital juga memiliki layanan Cardiac Emergency yang siaga 24 jam, dengan standar protokol internasional door to wire <60 menit untuk penanganan serangan jantung akut dan kondisi aritmia berbahaya.

Informasi dan Akses Layanan

  • Call Center 150770 atau WhatsApp 0817 17 150770
  • Aplikasi MyCare – dengan fitur: Health Articles & Tips, Personal Health Monitoring terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit, yang memantau langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI

Ditinjau langsung oleh:

dr. Rerdin Julario, Sp.JP SubSp Arr (K) FIHA FAsCC
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Konsultan Aritmia dan Intervensi
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)

Selanjutnya: Sering Deg-degan Setelah Ngopi atau Kurang Tidur? Bisa Jadi Palpitasi Jantung!

tags :

Cardiovascular Center Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Aritmia Igd 24/7 Mayapada Hospital Surabaya