Flu, Alergi, atau Sinusitis? Kenali Bedanya dan Cara Penanganan yang Tepat
Hidung tersumbat, kepala berat, tidur tidak nyenyak, banyak yang langsung minum obat flu dan menunggu pulih. Tapi bagaimana jika gejalanya tidak juga mereda?
Bisa jadi itu bukan flu biasa, melainkan sinusitis. Peradangan pada rongga sinus yang butuh penanganan lebih spesifik.
Apa Perbedaan Flu, Alergi, dan Sinusitis?
dr. Caesarisma Vidiyanti, Sp.T.H.T.B.K.L, Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala dan Leher) dari Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) menjelaskan:
“Flu umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bersifat self-limiting, artinya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sedangkan sinusitis adalah peradangan pada rongga sinus yang bisa timbul akibat infeksi lanjutan atau faktor lain, dan sering membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut.”
Berikut perbedaan ketiganya secara klinis:
Flu
Gejala muncul bertahap dan membaik dalam kurang dari 7 hari disertai demam, bersin, hidung berair, sakit tenggorokan, dan lemas. Cukup ditangani dengan istirahat dan obat pereda gejala.
Alergi
Tidak disertai demam. Cirinya bersin berulang, hidung dan mata gatal, serta mata berair dan dipicu alergen seperti debu, udara dingin, atau bulu hewan. Muncul kembali setiap kali terpapar pemicu.
Sinusitis
Gejala bertahan lebih dari 7 hari, cairan hidung kental dan tidak bening, serta nyeri atau tekanan di area pipi, dahi, dan sekitar mata. Dr. Caesarisma menambahkan:
“Nyeri wajah merupakan salah satu tanda khas sinusitis dan biasanya terasa lebih berat saat pasien menunduk atau berbaring.”
Tanda Khas Sinusitis yang Wajib Diwaspadai
Selain nyeri wajah, sinusitis juga bisa disertai:
- Gangguan penciuman
- Bau tidak sedap dari hidung
- Rasa penuh di wajah
- Demam ringan hingga sedang (jika infeksi bakteri)
- Double worsening (gejala memburuk kembali setelah sempat mereda)
Sinusitis lebih sering terjadi pada mereka dengan riwayat alergi, polip hidung, deviasi septum, serta paparan polusi dan asap rokok.
Bahaya Sinusitis yang Tidak Segera Ditangani
Sinusitis yang dibiarkan bisa berkembang menjadi sinusitis kronis, peradangan yang berlangsung lebih dari 12 minggu. Dr. Caesarisma memperingatkan:
"Pada tahap ini, gejala sering kali bertahan lama dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga berkurangnya produktivitas sehari-hari."
Bagaimana Sinusitis Didiagnosis dan Ditangani?
Pemeriksaan sinusitis dilakukan melalui endoskopi hidung, prosedur yang memungkinkan dokter melihat kondisi rongga hidung dan sinus secara detail, mengidentifikasi sumber peradangan secara presisi, dan menentukan terapi yang paling tepat. Dr. Caesarisma menjelaskan keunggulan prosedur ini:
"Prosedur ini dilakukan dengan sayatan kecil, nyeri dan perdarahan lebih minim, pemulihan lebih cepat. Tindakan juga lebih tepat sasaran, dengan menjaga jaringan sehat sebanyak mungkin, sehingga hasilnya lebih optimal dan pasien lebih nyaman."
Kapan Harus ke Dokter?
Flu cukup dengan istirahat. Alergi dikelola dengan menghindari pemicu. Tapi sinusitis memerlukan evaluasi medis untuk diagnosis akurat dan terapi yang tepat. Dr. Caesarisma menegaskan:
“Diagnosis sinusitis yang tepat memungkinkan penentuan terapi yang sesuai, baik melalui prosedur medis maupun teknologi minimal invasif, sehingga gejala dapat mereda secara optimal dan risiko kekambuhan berkurang.”
Sinusitis Center Mayapada Hospital Surabaya
Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Sinusitis Center yang merupakan layanan komprehensif untuk penanganan sinus dengan teknologi modern dan prosedur minimal invasif seperti endoskopi, didukung tim dokter THT berpengalaman. Layanan unggulan (Center of Excellence) THT ini tersedia di berbagai jaringan Mayapada Hospital, termasuk Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, dan segera hadir di Jakarta Timur.
Jangan tunda jika gejala sinus tak kunjung membaik, konsultasikan segera dengan tim dokter THT kami dan dapatkan kembali #NapasLega Anda. Informasi lebih lanjut tersedia melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare.
Selanjutnya: Nuklir Untuk Pengobatan Kanker? Begini Cara Kerjanya
Artikel ini ditinjau oleh:
dr. Caesarisma Vidiyanti, Sp.T.H.T.B.K.L
Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala dan Leher)
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)
Lihat jadwal praktik di sini
Minimal Invasive & Endoscopic Sinus Center
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)
Jl. Mayjen Sungkono No.16-20
Pakis, Sawahan, Surabaya
Jawa Timur
Google Maps
tags :
Tht-Mata Sinusitis Center Sinusitis Mayapada Hospital Surabaya