Kolaborasi Uji Klinis Korea dan Indonesia 2026

...

Kolaborasi Riset Medis Korea–Indonesia 2026

Jakarta, 11 September 2026 | Menjembatani Korea Selatan dan Indonesia: Mayapada Healthcare Memajukan Kolaborasi Clinical Development melalui 2026 Korea–Indonesia Clinical Development Cooperation Program — Mayapada Healthcare Group menyelenggarakan 2026 Korea–Indonesia Clinical Development Cooperation Program di Auditorium Ang Boen Ing, Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan utama dari Korea Selatan dan Indonesia untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi di bidang pengembangan klinis dalam hal uji klinik. 

Apa Itu Clinical Development?

Clinical development (pengembangan klinis) adalah rangkaian pengembangan obat baru meliputi uji klinik untuk menguji keamanan dan efektivitas obat atau terapi baru pada manusia sebelum dapat digunakan secara luas. Tahapan ini melibatkan rumah sakit, perusahaan farmasi, perusahaan bioteknologi, serta organisasi penelitian klinis (Contract Research Organization/CRO) yang membantu menjalankan uji klinis.

Siapa Saja yang Hadir?

Perwakilan PT Equilab International

Program ini dihadiri oleh perwakilan dari PT Equilab International CRO, yang dipimpin oleh Ronal Simanjuntak, S.Si., Apt., MM., President Director PT Equilab International. Turut hadir Lucia Rat Handayani, Chem. selaku Head of Clinical Operations; apt. Vicky Ahmad Ginanjar, S.Farm. selaku Clinical Project Manager; dan apt. Purnama Dewi Yuli Astuti, S.Farm., M.Farm. selaku Quality Assurance Manager. Hingga September 2026, PT Equilab International dan Mayapada telah berkolaborasi dalam setidaknya tiga penelitian klinis baik lokal maupun global yang sedang berjalan saat ini. Hal ini merupakan bukti komitmen nyata Mayapada dalam memastikan kualitas penelitian dan komitmen PT Equilab International dalam membangun kolaborasi jangka panjang yang berarti.

Delegasi Korea Selatan

Kegiatan ini juga mempertemukan perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan seperti asosiasi, perusahaan farmasi, bioteknologi, layanan kesehatan, dan organisasi penelitian klinis terkemuka dari Korea Selatan. Di antaranya adalah KoNECT (Korea National Enterprise for Clinical Trials), C&R Research, serta beberapa perusahaan lain dari Korea Selatan.

Perwakilan Mayapada Healthcare Group

Dari Mayapada Healthcare Group, kegiatan ini dihadiri oleh:

  • Navin Sonthalia, President Director & CEO Mayapada Healthcare
  • dr. Dini Handayani, MARS, FISQua, FIPC, Chief Medical Officer Mayapada Healthcare
  • Dr. dr. Finna Ella Indriany, MM, FISQua, Associate Director of Medical Services, Ancillary and Research Mayapada Healthcare
  • dr. Kukie Reinastya Anandaputri, MM, Associate Director of Strategic Partnership and Government Relations Mayapada Healthcare
  • Michelle Tjindarbumi, Associate Director of Commercial Mayapada Healthcare

Fokus Diskusi: Memperkuat Ekosistem Penelitian Klinis

Program ini menjadi wadah penting untuk bertukar perspektif, memperkuat jejaring profesional, serta mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi antara pemangku kepentingan dari Korea Selatan dan Indonesia. Diskusi yang berlangsung menyoroti peluang untuk memajukan serta memperkuat ekosistem uji klinik melalui kolaborasi lintas negara.

Komitmen Mayapada Healthcare untuk Penelitian Klinis di Indonesia

Bagi Mayapada Healthcare, program ini mencerminkan komitmen untuk memperluas kemitraan strategis serta mendukung pengembangan penelitian klinis berkualitas tinggi di Indonesia. Dengan menghubungkan institusi layanan kesehatan dengan perusahaan farmasi, bioteknologi, serta organisasi penelitian klinis, Mayapada Healthcare terus mengeksplorasi berbagai peluang yang dapat memberikan nilai dan manfaat bagi pasien, peneliti, maupun ekosistem layanan kesehatan secara lebih luas.

"Di Mayapada Healthcare, kami percaya bahwa penelitian klinis merupakan komponen penting dalam memajukan layanan kesehatan. Peran kami sebagai penyedia layanan kesehatan tidak hanya menyampaikan layanan klinis berkualitas tinggi, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan bukti medis baru, memberikan pasien kami akses ke terapi inovatif, dan secara berkelanjutan meningkatkan kualitas perawatan berdasarkan bukti ilmiah," ujar dr. Dini Handayani, MARS, FISQua, FIPC, Chief Medical Officer of Mayapada Healthcare

Langkah Selanjutnya: Kolaborasi Korea Selatan–Indonesia

Tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, program ini juga menjadi kesempatan yang bermakna untuk membangun hubungan dan meletakkan dasar bagi kolaborasi di masa mendatang. Pertemuan antara para pemangku kepentingan dengan keahlian dan kapabilitas yang saling melengkapi membuka peluang baru untuk berbagai inisiatif bersama, kegiatan uji klinik, serta bentuk kerja sama lainnya.

2026 Korea–Indonesia Clinical Development Cooperation Program mencerminkan kesamaan kepentingan dalam memperkuat hubungan kedua negara serta mengembangkan peluang di bidang pengembangan klinik utamanya dalam uji klinik dan layanan kesehatan. Program ini ditutup dengan semangat bersama untuk melanjutkan dialog dan mengeksplorasi kemitraan yang bermakna antara pemangku kepentingan Korea Selatan dan Indonesia.

Tentang Mayapada Healthcare

Mayapada Healthcare mengoperasikan delapan unit rumah sakit, di mana layanan Unit Penelitian Klinis (Clinical Research Unit / CRU) telah tersedia di enam rumah sakit di antaranya. CRU Mayapada Healthcare beroperasi di Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Bogor, Mayapada Hospital Kuningan, Mayapada Hospital Surabaya, dan Mayapada Hospital Bandung. Sebagai salah satu mitra riset klinis di Indonesia, CRU Mayapada Healthcare siap berkolaborasi guna memajukan dan mempercepat akses terapi dan pengobatan inovatif bagi pasien.

Tertarik menjalin kolaborasi penelitian klinis bersama Mayapada Healthcare Group? Hubungi tim Strategic Partnership kami melalui feasibility.cru@mayapadahospital.com dan mulai diskusikan peluang kerja sama hari ini.

 

tags :

Kolaborasi Penelitian Klinis Korea Dan Indonesia Mayapada Healthcare Group Penelitian Klinis Indonesia Konect Clinical Development Uji Klinis Indonesia