Mengapa Lansia Rentan Aritmia dan Cara Mencegahnya di Mayapada Hospital

...

Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia.

Pada lansia, aritmia sering kali tidak disadari dan dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, hingga kematian mendadak.

Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat berbagai faktor penuaan yang membuat lansia lebih rentan mengalami gangguan irama jantung.

Menurut penjelasan dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dari Mayapada Hospital Tangerang dan Jakarta Selatan, terdapat sejumlah

Penyebab utama yang membuat lansia lebih berisiko mengalami aritmia

1. Peningkatan risiko Penyakit Jantung Koroner dan Gagal Jantung

Pada usia lanjut, kasus penyakit jantung koroner (PJK) dan gagal jantung meningkat signifikan.

Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan struktur dinding jantung dan mengganggu sistem kelistrikan jantung.

dr. Agung menjelaskan:
“Pada PJK, aliran darah ke otot jantung menurun akibat penyempitan pembuluh darah koroner, sehingga impuls listrik terganggu. Pada gagal jantung, otot jantung melemah dan bilik membesar, sehingga mengganggu sistem kelistrikan dan memicu aritmia.”

2. Hipertensi yang tidak terkontrol

Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang menyebabkan penebalan dinding ventrikel kiri (hipertrofi ventrikel kiri) dan pelebaran atrium kiri. Kedua kondisi ini mengganggu aliran listrik dalam otot jantung.

Akibatnya, impuls listrik menjadi tidak stabil dan memicu aritmia, terutama jenis atrial fibrilasi.

3. Gangguan Elektrolit

Ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, natrium, magnesium, dan kalsium dapat mempercepat, memperlambat, atau mengacaukan impuls listrik jantung. Kondisi ini umum terjadi pada lansia yang mengalami:

  • dehidrasi,

  • penggunaan obat diuretik,

  • gangguan ginjal.

Gangguan elektrolit dapat memicu premature atrial/ventricular contractions hingga ventricular tachycardia.

4. Penggunaan obat-obatan tertentu

Banyak lansia mengonsumsi obat untuk kondisi kronis, namun beberapa obat dapat memicu aritmia, seperti:

  • obat asma,

  • obat flu dekongestan,

  • antidepresan,

  • beberapa jenis antiaritmia,

  • diuretik dosis tinggi.

Penggunaan obat-obatan ini memerlukan pengawasan dokter yang ketat.

5. Kondisi metabolik: Diabetes dan hipertiroid

  • Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil jantung dan mengganggu sinyal listrik.

  • Hipertiroid meningkatkan detak jantung secara berlebihan sehingga memicu aritmia, termasuk fibrilasi atrium.

6. Konsumsi alkohol, kafein, dan rokok

Ketiga zat ini meningkatkan hormon stres seperti adrenalin yang dapat memicu jantung berdetak cepat atau tidak beraturan.

7. Kurangnya aktivitas fisik dan stres kronis

Gaya hidup pasif membuat kebugaran jantung menurun. Sementara stres kronis meningkatkan hormon stres yang memengaruhi ritme jantung.

Baca juga: Jantung Berdebar Tak Beraturan? Jangan Panik! Mayapada Hospital Siaga Menangani

Jenis Aritmia yang sering terjadi pada lansia

Beberapa aritmia yang umum dialami lansia antara lain:

  • Atrial fibrillation (AF) – meningkatkan risiko stroke hingga 400%.

  • Ventricular fibrillation – penyebab tersering kematian jantung mendadak.

  • Premature beats (PAC/PVC).

  • Ventricular tachycardia – kondisi serius yang dapat memerlukan alat pacu jantung.

Cara mencegah Aritmia pada lansia

Aritmia dapat dicegah melalui langkah sederhana:

  • jaga tekanan darah & gula darah tetap terkontrol,

  • pola makan rendah garam & lemak jenuh,

  • olahraga ringan teratur,

  • stop merokok,

  • batasi alkohol & kafein,

  • kelola stres,

  • tidur cukup.

Pemeriksaan rutin untuk deteksi dini Aritmia

Pemeriksaan seperti EKG dan Holter monitor diperlukan untuk mendeteksi kelainan irama jantung sejak dini. Bila ditemukan masalah, dokter dapat merekomendasikan:

  • electrophysiology study (EPS),

  • ablasi,

  • pemasangan pacemaker permanen,
    sesuai kondisi dan usia pasien.

Penanganan Aritmia di Mayapada Hospital

Mayapada Hospital menyediakan Cardiovascular Center di Kuningan (MHKN), Jakarta Selatan (MHJS), Tangerang (MHTG), Bandung (MHBD), dan Surabaya (MHSB), yang menangani aritmia serta penyakit jantung lainnya dengan:

  • dokter spesialis berpengalaman,

  • teknologi canggih,

  • layanan mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi.

Pada situasi darurat, Cardiac Emergency 24 Jam siap melakukan penanganan Primary PCIdoor to wire <60 menit, standar internasional untuk serangan jantung akut.

Informasi dan Akses Layanan

  • Call Center 150770 atau WhatsApp 0817 17 150770
  • Aplikasi MyCare – dengan fitur: Health Articles & Tips, Personal Health Monitoring terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit, yang memantau langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI

Ditinjau langsung oleh:

dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Konsultan Aritmia
Mayapada Hospital Tangerang (MHTG) dan Jakarta Selatan (MHJS)

Selanjutnya: Aritmia pada Lansia: Kenali Ciri dan Jenisnya Sejak Dini

 

tags :

Igd 24/7 Aritmia Mayapada Hospital Tangerang