Nyeri Dada Tidak Boleh Diabaikan! Cek Gratis di Mayapada Hospital
Nyeri dada adalah salah satu keluhan yang paling sering membuat seseorang panik dan bingung: apakah ini gejala serius, atau hanya kelelahan biasa?
Pertanyaan itu wajar muncul, karena nyeri dada bisa berasal dari banyak penyebab, mulai dari gangguan otot dan asam lambung, hingga kondisi yang mengancam jiwa seperti serangan jantung.
Yang perlu dipahami: nyeri dada tidak boleh dianggap sepele, terutama jika muncul tiba-tiba, disertai gejala lain, atau dialami oleh orang dengan faktor risiko jantung. Artikel ini menjelaskan secara lengkap penyebab nyeri dada, cara membedakannya, dan kapan Anda harus segera mencari pertolongan medis.
Penyebab Nyeri Dada yang Perlu Diketahui
Penyebab yang berkaitan dengan jantung
Ini adalah penyebab paling serius dan membutuhkan penanganan segera:
- Angina pektoris: nyeri dada akibat aliran darah ke jantung berkurang. Biasanya muncul saat aktivitas fisik atau stres, dan membaik dengan istirahat.
- Serangan jantung (infark miokard): terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat total. Ditandai dengan nyeri dada yang berat, menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, disertai keringat dingin dan sesak napas.
- Perikarditis: peradangan pada lapisan pelindung jantung. Nyeri terasa tajam dan memburuk saat berbaring atau menarik napas dalam.
- Kardiomiopati: gangguan otot jantung yang dapat menyebabkan nyeri dada disertai sesak dan kelelahan.
Penyebab non-kardiak yang umum
Banyak kasus nyeri dada justru tidak berhubungan dengan jantung:
- Asam lambung (GERD): rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Sering disalahartikan sebagai 'angin duduk'.
- Kejang otot dada (costochondritis): peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada. Terasa nyeri saat ditekan.
- Pneumonia atau pleuritis: infeksi paru-paru yang menyebabkan nyeri tajam saat bernapas.
- Emboli paru: penyumbatan pembuluh darah paru-paru, menyebabkan nyeri dada mendadak disertai sesak napas berat.
- Serangan panik/kecemasan: kondisi psikologis yang dapat menyebabkan nyeri dada, jantung berdebar, dan sesak yang menyerupai serangan jantung.
- Herpes zoster: infeksi virus di saraf yang menyebabkan nyeri seperti terbakar di satu sisi dada.
Faktor Risiko Nyeri Dada Akibat Penyakit Jantung
Anda memiliki risiko lebih tinggi mengalami nyeri dada yang bersumber dari jantung jika memiliki faktor berikut:
- Usia di atas 45 tahun (pria) atau 55 tahun (wanita)
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
- Merokok aktif atau terpapar asap rokok secara rutin
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol
- Kolesterol tinggi atau kadar LDL yang tidak terkontrol
- Diabetes melitus tipe 2
- Obesitas atau berat badan berlebih
- Kurang aktivitas fisik dan gaya hidup sedentari
- Stres kronis
Baca juga: Chest Pain Unit: Layanan Gratis yang Bisa Menyelamatkan Nyawa
Chest Pain Unit Mayapada Hospital: Evaluasi Nyeri Dada Cepat, Nyaman, dan Gratis*
Menyadari bahwa banyak orang menunda pemeriksaan karena khawatir biaya, antrian panjang, atau tidak tahu harus ke mana, Mayapada Hospital menghadirkan layanan Chest Pain Unit yang dirancang khusus untuk mengevaluasi nyeri dada secara cepat dan terstruktur.
Keunggulan Chest Pain Unit Mayapada Hospital
Gratis* apabila hasil evaluasi awal tidak menemukan tanda-tanda gangguan jantung | Prosedur cepat dan efisien | Ditangani langsung oleh tim spesialis berpengalaman | Terintegrasi dengan Cardiac Emergency 24 jam
Alur prosedur pemeriksaan di Chest Pain Unit
- Registrasi dan triase cepat setibanya di IGD Mayapada Hospital
- Pemeriksaan tanda vital dan EKG
- Evaluasi medis menyeluruh oleh tim dokter spesialis
- Jika tidak ada indikasi gangguan jantung: evaluasi selesai, tidak dikenakan biaya*
- Jika ada indikasi masalah jantung: rujukan cepat ke dokter spesialis atau subspesialis jantung sesuai protokol medis
Seperti yang disampaikan dr. Fiktorius Kuludong, MM, Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), "layanan ini hadir untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, karena nyeri dada bukan gejala yang boleh disepelekan."
Kapan sebaiknya saya memeriksakan nyeri dada?
Menurut Dr.dr. Vireza Pratama SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI,FESC, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), kecepatan dalam mendiagnosis nyeri dada bisa menentukan keselamatan pasien.
“Dalam dunia kedokteran jantung, ada istilah time is muscle. Artinya, semakin cepat pasien ditangani, semakin banyak jaringan otot jantung yang bisa diselamatkan dari kerusakan permanen. Itulah mengapa layanan seperti Chest Pain Unit sangat krusial. Kami tidak hanya mengobati, tetapi juga memastikan pasien mendapat diagnosis secepat dan setepat mungkin,” jelasnya.
Segera ke IGD jika nyeri berlangsung lebih dari 15 menit, menjalar ke lengan atau rahang, disertai sesak napas atau keringat dingin. Untuk nyeri dada yang timbul berulang atau saat aktivitas, jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis jantung sesegera mungkin.
Jika Terindikasi Serangan Jantung
Tim Cardiac Emergency 24 Jam siap melakukan tindakan Primary PCI (pemasangan ring) dengan protokol Door To Balloon < 90 menit, standar emas penanganan serangan jantung akut.
Jika diperlukan operasi, tim Dokter Bedah Toraks dan Kardiovaskular siap memberikan tindakan cepat untuk pemulihan optimal.
Jadi, Jangan Tunda Jika Nyeri Dada, Periksa di Chest Pain Unit Mayapada Hospital!
Emergency 24/7 150990 atau Emergency Button via Aplikasi MyCare.
Lokasi:
- Mayapada Hospital Jakarta Selatan
- Mayapada Hospital Kuningan
- Mayapada Hospital Tangerang
- Mayapada Hospital Bandung
- Mayapada Hospital Surabaya
Selanjutnya: Ahli Ortopedi dari 3 Benua Berkumpul, Mayapada Healthcare Bawa Standar Global Operasi Lutut ke Indonesia
Artikel ini ditinjau oleh:
Dr.dr. Vireza Pratama SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI,FESC
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)
Lihat jadwal praktik di sini
tags :
Chest Pain Unit Cardiovascular Center Nyeri Dada Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah