NEWS
08 January 2020 | 12:00
5 Sumber Nutrisi untuk Kesehatan Tulang
Ibarat rumah, tulang merupakan tiang penyangganya. Karena itu, menjaganya tetap sehat dan kuat mutlak kita lakukan. Salah satu cara memelihara kesehatan tulang adalah dengan memenuhi asupan nutrisi yang tepat seperti berikut ini: Kalsium Spesialis gizi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Ekky M. Rahardja, MS, Sp.GK, menyebutkan, kita harus mencukupi kalsium sejak dini. "Pembentukan tulang sangat dominan pada masa kanak-kanak, dan puncak massa tulang diperkirakan terjadi pada usia 30-an. Karena itu asupan kalsium harus dimulai sejak kanak-kanak," katanya. Sedangkan untuk orang dewasa yang telah melewati usia masa pengisian tulang, sebaiknya menjaga agar kebutuhan kalsium setiap harinya terpenuhi, jika perlu mengonsumsi suplemen. Sumber Kalsium:
Susu dan produk turunannya, sayuran hijau, kedelai, dan lain-lain. Kalori Tubuh memerlukan kalori untuk beraktivitas. Kekurangan kalori menyebabkan aktivitas fisik berkurang dan memperbesar peluang terjadinya osteoporosis. Meski begitu kelebihan kalori bisa berdampak pada overweight dan risiko penyakit lain. Untuk itu perhatikan asupan kalori sehari-hari. Jika kamu memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) nilai normal (18,5 – 23) maka artinya masukan kalori dari makanan sehari-hari cukup. Sumber Kalori:
Pisang, alpukat, kurma, nasi, roti dan sumber karbohidrat lainnya. Protein Protein sangat dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan kolagen pada tulang. Kelebihan protein tidak juga berarti membuat tulang lebih baik. Pada konsumsi berlebih, kalsium diekskresi oleh ginjal melebihi absorpsinya di saluran cerna, jika dibiarkan akan menyebabkan kerusakan tulang. Penuhi asupan protein dalam jumlah cukup yakni 0,8-1 gr/KgBB setiap harinya. Sementara untuk wanita hamil, bayi, dan balita kebutuhan meningkat menjadi 1.5-2 gr/KgBB. Sumber Protein:
Daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, susu, gandum. Mineral Kalsium, seperti mineral lainnya, tidak mengalami proses pencernaan melainkan praktis langsung diserap tubuh. Umumnya efisiensi penyerapan kalsium pada tubuh manusia 10-40%, untuk memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari minimal 800mg kalsium harus dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Selain kalsium, mineral lainnya seperti Fosfor, Fluor, Magnesium dan Seng juga dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang. Sumber Mineral:
Kalsium (susu, ikan, keju), Fosfor (daging, ayam, ikan, susu dan olahannya), Fluor (air minum), Magnesium (sayuran hijau, serelia tumbuk, biji-bijian, coklat, daging dan susu), Seng (bahan makanan hewani laut). Vitamin D Vitamin D sangat berperan sebagai katalisator pembentukan protein carrier yang menjadi "kendaraan" bagi kalsium dari lumen usus ke dalam sirkulasi darah. Vitamin D dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan kalsium. Jika asupan kalsium tidak memadai maka kalsium tulang akan dimobilisasi untuk memenuhi keperluan kalsium dalam tubuh. Selain vitamin D, beberapa vitamin juga diperlukan untuk kesehatan tulang seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin K yang memiliki peran secara tidak langsung dalam proses pembentukan tulang yang kuat. Sumber Vitamin D:
Hati, susu, telur, ikan, sereal, kedelai. Yuk follow Instagram @mayapadahospital untuk mendapatkan informasi kesehatan lainnya. Sumber: Health Insights Vol 3
02 January 2020 | 15:00
Anak Pun Butuh Relaksasi Lho!
Setiap generasi menghadapi tantangan yang berbeda. Bagi anak-anak zaman sekarang yang dituntut untuk unggul dalam kompetisi global, salah satu tekanan terberat datang dari ketahanan mereka dalam menjalani aktivitas yang padat di sekolah maupun di luar sekolah. Padatnya agenda anak zaman now, menurut psikolog Dra. Hartamti Sumodiningrat Psi. psikolog dari Mayapada Hospital Tangerang, tidak lain dan tidak bukan berasal dari orang tua masing-masing yang ingin agar anaknya superior dan mampu bersaing. Anak diberikan banyak les sejak Sekolah Dasar (SD), bahkan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB). "Anak-anak sekarang dituntut, semacam dikarbit, bahwa dia harus punya kompetensi yang lebih sehingga dengan sendirinya tantangannya berat sekali," ungkap Hartamti. Di sekolah, situasi yang penuh tekanan juga anak-anak hadapi. Dari durasi waktu belajar saja, anak-anak SD dan SMP masa kini memiliki waktu belajar yang lebih panjang. Banyak dari mereka yang baru pulang sekolah pada sore hari, pukul 15.00 atau 16.00. Di rumah, mereka masih diharapkan untuk kembali belajar di tengah kondisi kelelahan. Baca juga: Hentikan Kekerasan pada Anak Pilah-Pilah Relaksasi Untuk itu perlu ada keseimbangan antara berpikir yang serius dengan kegiatan yang bersifat relaksasi. Inti dari relaksasi adalah relaks atau santai, jadi biarkan anak melakukan kegiatan yang ia sukai atau yang membuatnya nyaman paling tidak 30 menit hingga 1 jam dalam sehari. Menurut Hartamti, jenis kegiatannya bisa orang tua kompromikan terlebih dulu dengan si anak. Namun, secara umum, berikut beberapa pilihan kegiatan relaksasi yang dapat dilakukan:
Relaksasi berupa kegiatan bermain Bermain dengan tetangga, teman sekolah (play date), atau hewan peliharaan. Main game atau gadget juga termasuk relaksasi, namun sebaiknya hanya game atau aplikasi yang sudah diseleksi oleh orang tua dan dengan batas waktu yang jelas
Relaksasi yang dapat dilakukan sendirian di rumah atau di kamar Nonton TV, berolahraga, art therapy (mengekspresikan emosi melalui kegiatan menggambar, bermusik, menari), memasak, membuat kue, atau menekuni hobi lainnya. Kursus kegiatan yang sesuai dengan passion anak juga merupakan bentuk relaksasi.
Relaksasi yang dapat dilakukan oleh anak bersama orang lain Menghabiskan waktu dengan keluarga. Misalnya bercanda dengan adik, ngobrol dengan ibu, berkebun dengan nenek, berinteraksi dengan asisten rumah tangga. 
Relaksasi berupa kegiatan istirahat (mengistirahatkan pikiran) Misalnya tidur siang (atau tidur sore) selama satu jam, meditasi, dan yoga. Ada juga latihan pernapasan yang mudah untuk dilakukan anak-anak usia SD. Caranya, menghirup napas dengan hidung, tahan, lalu keluarkan melalui mulut atau hidung. Saat melakukannya, kondisi anak harus fokus dengan mata terpejam atau posisi tubuh duduk atau telentang. Latihan ini cukup dilakukan selama 10 menit setiap hari, terutama menjelang waktu tidur.
Relaksasi berupa kegiatan berlibur atau berwisata Liburan yang ideal untuk anak SD dan SMP adalah yang diisi dengan banyak kegiatan bermain. Lokasinya bisa di mana saja, tidak perlu jauh. Namun, agar efektif, selama liburan orang tua harus ikut terlibat atau berpartisipasi. Terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak, dan hindari kegiatan sibuk sendiri dengan gadget.
Relaksasi berupa kegiatan brain gym Kegiatan brain gym atau senam otak sudah diterapkan setiap hari oleh beberapa sekolah internasional sebelum murid masuk kelas. Berupa gerakan-gerakan tubuh bersilang menggunakan tangan dan kaki dengan iringan musik selama 10 hingga 15 menit. Menurut Hartamti, gerakan-gerakan ini antara lain bermanfaat untuk mendukung daya konsentrasi dan kemampuan belajar anak seperti kemampuan berhitung dan membaca menjadi lebih baik lagi. Selain itu, dengan brain gym tubuh menjadi lebih berenergi. Sumber: Health Insight Vol 9
02 December 2019 | 14:00
Jangan Sepelekan Gangguan Tiroid!
Kelainan pada kelenjar tiroid dapat mengakibatkan terganggunya fungsi organ tubuh lain bahkan kematian. Gangguan kelenjar tiroid adalah kelainan yang terjadi pada kelenjar tiroid (gondok). Baik itu berupa benjolan tunggal atau lebih (kelainan anatomi), tumor jinak atau ganas, maupun kelebihan atau kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini antara lain dipicu oleh: Kekurangan zat yodium Autoimun, yakni sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat Pertumbuhan sel tiroid yang berlebihan, menjadi tumor jinak/ganas Infeksi pada kelenjar tiroid Kenali Gejalanya Gangguan kelenjar tiroid yang paling mudah diidentifikasi adalah kelainan anatomi yang ditimbulkannya, yakni munculnya satu atau beberapa benjolan pada leher. Ini berasal dari benjolan pada kelenjar tiroid, yang terletak di bagian depan leher. Kemungkinan keberadaan tumor tiroid juga dapat diidentifikasi lewat munculnya benjolan. Namun bisa juga tidak menampakkan gejala, sehingga penting untuk mengunjungi dokter guna memperoleh saran medis. Selain itu, kamu juga perlu memberi perhatian jika dalam keseharian tubuh memberi sinyal-sinyal terjadinya kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) maupun kekurangan hormon tiroid (hipotiroid), seperti berikut ini: Gejala Hipertiroid Gelisah, cepat lelah, cepat marah, dan sulit tidur Tangan kaki terasa lemah dan tangan gemetar (tremor) Amat mudah berkeringat saat suhu cenderung panas Jantung berdebar amat cepat atau tidak teratur Berat badan menurun meski makan normal atau lebih banyak Sering buang air besar Badan terasa panas meski udara dingin Siklus menstruasi tidak teratur. Sementara pada pria terjadi disfungsi ereksi dan pembesaran dada. Kondisi ini sifatnya sementara, dan akan kembali seperti semula setelah problem hipertiroid teratasi. Gejala Hipotiroid Lambat menagkap pesan atau informasi Barat badan meningkat Susah buang air besar (sembelit) Bibir menebal Wajah membengkak (sembab) Bahaya Akibat Gangguan Kelenjar Tiroid Jika kamu merasakan gejala seperti di atas, perlu waspada. Dampak maupun komplikasi gangguan kelenjar tiroid dapat menyerang berbagai organ tubuh. 1. Mengganggu Kerja Jantung Jantung berdegup cepat dengan irama tak beraturan. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan darah (hipertensi), gagal jantung korgesif, yakni jantung tidak mampu mensirkulasi cukup darah bagi kebutuhan tubuh. Termasuk serangan jantung mendadak, yang sering berujung pada kematian. 2. Gangguan Penglihatan Biasanya mata akan mengalami perubahan fisik, seperti menonjol keluar seakan sedang melotot, warnanya memerah, dan membengkak. Di samping itu, mata menjadi peka terhadap cahaya, penglihatan kabur dan ganda. 3. Tulang Rapuh Kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis), dan penderitanya sering kali terlihat mudah lelah. 4. Problem Kulit Pada penderita hipertiroid sering kali telapak tangannya berkeringat sehingga kulit tampak memerah, bahkan bengkak. Kondisi tidak normal lainnya meski lembap dan basah karena keringat, telapak tangan terasa panas. Dalam jangka panjang dapat memicu lepas kuku dari jari (onycholysis). 5. Gangguan Sistem Reproduksi Produksi sperma pada pria menurun. Bahkan dapat menyebabkan impotensi. Masalah kesuburan juga dapat menyerang wanita dengan kelainan kelenjar tiroid. Atau setidaknya dapat mengalami siklus menstruasi yang memanjang, lebih dari 35 hari per siklusnya (oligomenore). 6. Menyerang Syaraf Biasanya penderita hipertiroid mengalami kecemasan yang sangat tinggi, depresi, emosi tidak stabil, dan menurun daya konsentrasi. Bahkan bisa menimbulkan gangguan mental, seperti enggan berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain (skizoid) dan ketakutan berlebih (paranoid). 7. Gangguan Pencernaan Fungsi hati menjadi tidak normal dan dapat menyebabkan malnutrisi. Nafsu makan meningkat hingga tak terkendali, namun berat badan malah menurun.   Solusi Gangguan Kelenjar Tiroid Kelainan tiroid akibat kekurangan yodium, diperlukan tambahan asupan yodium dalam menu makanan sehari-hari. Bila dalam keluarga memiliki riwayat tumor ganas tiroid, ini harus lebih waspada dan segera memeriksakan ke dokter jika muncul gejalanya. Kelenjar tiroid terlanjur bermasalah? Segera berobat ke dokter untuk didiagnosa lebih lanjut. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain, termasuk cek darah maupun pemeriksaan radiologi seperti USG tiroid bila tampak benjolan di kelenjar tiroid. Selanjutnya, dokter akan menerapkan pengobatan sesuai hasil diagnosa. Selain obat-obatan untuk diminum, juga zat yodium radioaktif, bahkan tindakan operasi, atau kombinasi ketiganya.   Konsultan:
Dr. Herry Nursetiyanto, SpPD – KEMD, FINASIM
Spesialis Internist - Diabetes, Metabolism & Endocrinologist
Mayapada Hospital Jakarta Selatan
25 November 2019 | 11:12
Hentikan Kekerasan pada Anak
Pengetahuan dan peran orangtua adalah benteng utama agar anak tidak pernah merasakan akibat kekerasan. Maraknya berita kekerasan pada anak belakangan ini tentunya membuat kita para orangtua khawatir akan keselamatan anak-anak kita. Kekerasan pada anak dapat terjadi di mana saja dan oleh siapa saja. Baik itu di luar rumah, bahkan di dalam rumah – amat disayangkan – oleh orangtua sendiri. Berbagai jenis kekerasan Kekerasan pada anak (di bawah 18 tahun), disebut juga child abuse atau child maltreatment, ternyata sangat beragam. Tindakan ini menimbulkan kerugian bukan hanya secara fisik, namun juga mental. Apa saja jenis-jenis kekerasan dan bentuk perlakuannya? 1. Kekerasan Fisik (Physical Abuse) Tindakan yang membahayakan anak seperti mengguncang, mendorong, memukul, hingga membakar tubuh anak. Termasuk strategi pengendalian yang bersifat memaksa misalnya: mencubit dan menarik anak secara paksa. 2. Pengabaian (Neglect) Orang tua atau pengasuh tidak memberi makanan, pakaian, pengawasan, maupun pendidikan yang layak bagi anak. Pengabaian juga termasuk menolak menyediakan lingkungan yang sehat, akibatnya membahayakan kesehatan anak. 3. Pelecehan Seksual (Sexual Abuse) Meliputi sentuhan, rabaan, penetrasi seksual (intercourse), atau tindakan memperlihatkan alat kelamin pada anak. 4. Kekerasan Emosional (Emotional Maltreatment) Ada yang bersifat aktif seperti mentertawakan, mengolok, serta mengatai anak. Sementara yang sifatnya pasif berupa pengabaian kebutuhan anak untuk mendapat dukungan emosional dan sosial. Sumber: Health Insight   Ada hadiah saldo GoPay total 2 juta rupiah di Instagram @mayapadahospital atau kunjungi tautan berikut: http://bit.ly/PuzzleMayapadaHospital
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900