NEWS
10 March 2020 | 16:00
Gelombang Suara Kejut untuk Menghancurkan Batu Ginjal
Pengobatan penyakit batu ginjal: Tanpa bedah, tidak pakai rasa sakit, pasien pun dapat segera pulih. Duduk seharian bekerja, lupa minum, dan jarang melakukan gerakan berarti. Jika seperti itu aktivitas kamu, sebaiknya waspadalah, karena gangguan tubuh bisa mengancam kesehatan kamu. Bisa menyebabkan urin pekat, kemudian mengkristal dan mengendap membentuk batu ginjal. Apalagi bila kamu termasuk penggemar minuman ringan bersoda. Itu dapat meningkatan kalsium yang memicu kristal menjadi batu ginjal. Gawatnya, terbentuknya batu ginjal tidak menimbulkan gejala sehingga kita kerap tidak menyadarinya. Kita akan dikagetkan setelah merasakan nyeri yang muncul karena adanya tekanan tinggi pada ginjal akibat sumbatan batu di saluran yang lebih kecil. Kondisinya akan lebih parah ketika batu ginjal turun ke saluran kencing (ureter). Batu tersebut akan berusaha dikeluarkan dengan gerak peristaltik dari saluran kencing yang membuat kita merasa mulas, keringat dingin, mual dan sampai muntah, serta sakit di bagian samping pinggang. Baca juga: Langkah Tepat Mencegah Sakit Ginjal Penghancuran dengan ESWL Kabar gembiranya, penanggulangan problem batu ginjal kini tak harus selalu dengan pembedahan. Metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) mampu menghancurkan batu ginjal dari luar tubuh, kemudian mengeluarkannya melalui ureter (saluran kencing).

ESWL menggunakan gelombang suara kejut untuk menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan kecil dan halus. Pasien cukup berbaring dan tubuh did  ekatkan dengan mesin ESWL. Kemudian melalui USG dan radiasi sinar X minimal, dokter akan melihat posisi batu ginjal. Tindakan dilakukan dengan memfokuskan gelombang kejut tepat pada batu ginjal yang akan dihancurkan. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Dalam satu menit, dapat dihasilkan 60, 90, atau 120 gelombang kejut, tergantung pengaturan pada mesinnya. Dengan 5.000 hingga 6.000 gelombang kejut, diharapkan batu ginjal dapat pecah kemudian keluar bersama urin. "Tapi tidak boleh lebih dari itu," dr. Komarudin Boenjamin Sp.BU dari Mayapada Hospital Tangerang mengingatkan. "Kalau berlebihan, jaringan ginjalnya bisa memar." Seperti dijepret karet saja Metode ESWL sifatnya non-invasif (tidak memerlukan pembedahan), tidak perlu memasukkan alat sama sekali ke dalam tubuh. Dengan begitu, tidak ada luka dan pasien tidak perlu dibius. Cukup diberi obat panahan rasa sakit. "Rasanya seperti dijepret karet saja," jelas dr. Komarudin. Bahkan kadang pasien merasa seperti dipijat, "Sampai bisa tertidur saking nyamannya." Namun ada juga pasien yang sensitif dan mengalami rasa yang lebih dari itu. "Kalau ada yang tidak tahan bisa diubah pengaturan mesinnya," lanjutnya, "tapi otomatis akan memakan waktu lebih lama." Setelah tindakan selesai, keesokan harinya pasien diobservasi. Jika tidak ada masalah dapat langsung pulang. Ukuran dan jenis batu ginjalnya Perlu diperhatikan bahwa batu ginjal yang dapat dipecahkan oleh metode ESWL ukuran terbatas, maksimal hingga 2 cm. Dalam satu sesi akan dipecahkan batu ginjal seukuran 1 cm. Jika batu ginjalnya berukuran 2 cm, sesi tambahan akan dilakukan dua minggu hingga sebulan kemudian demi menjaga kesehatan ginjal. Metode ini memang tidak boleh sering diterapkan kepada seorang pasien. "Diharapkan dalam dua sesi batu ginjal sudah pecah sampai habis. Lebih dari itu ginjal akan mengerut dan fungsinya menurun," ungkap dr. Komarudin. Lantas, adakah batu ginjal tertentu yang sukar dipecahkan? "Pada dasarnya, sekitar 80-90% kasus batu ginjal dapat dipecahkan dengan ESWL, karena umumnya batu ginjal merupakan sejenis kapur yang relatif gampang dipecahkan," tuturnya. "Namun ada juga jenis fosfat yang sulit dipecahkan karena mengandung kalsium yang padat." Maka untuk pasien dengan ukuran maupun jenis batu ginjal yang kurang ideal untuk diberi tindakan dengan metode ESWL, butuh penanganan lewat bedah minimal maupun operasi besar. Dari sisi usia, metode ini dapat dimanfaatkan oleh orang dari segala usia, asalkan masih sanggup berjalan. Karena setelah batu ginjal dipecahkan, pasien perlu bergerak agar hancurannya lebih mudah dikeluarkan bersama urin, tidak mengendap. Lihat juga: Daftar Dokter Urologi di Mayapada Hospital Penanggulangan Optimal Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah tindakan agar penanggulangan batu ginjal melalui metode ESWL berlangsung optimal. Persiapan Sebelum tindakan ESWL, pasien perlu diperiksa fungsi ginjalnya apakah ada gangguan yang berhubungan dengan pendarahan. Ini untuk mengantisipasi jaringan ginjal mudah berdarah jika terkena getaran dari gelombang kejut. Ada pasien yang dianjurkan untuk berpuasa selama enam jam sebelum tindakan, namun tetap boleh minum air putih. Ini berlaku bagi pasien yang batu ginjalnya sulit terdeteksi posisinya karena terhalang kotoran-kotoran di usus. Kalau kondisi ususnya bersih, tidak puasa tidak mengapa. Pasca tindakan Perlu banyak minum dan bergerak agar pecahan batu ginjal lebih mudah keluar bersama urin. Meski amat jarang terjadi pendarahan, pasien perlu kontrol untuk memeriksakan kondisi ginjalnya terkait kemungkinan tersebut seminggu kemudian. Selain kemungkinan pendarahan, kontrol juga dilakukan untuk memeriksa apakah ada pecahan batu ginjal yang menyumbat ureter. Jika sampai terjadi pendarahan atau ada sumbatan oleh pecahan batu ginjal, seperti dijelaskan dr. Komarudin, umumnya pasien cukup diberi obat, amat jarang sampai harus operasi. Jika kamu atau keluarga mempunyai penyakit batu ginjal atau gangguan kesehatan ginjal, segera kunjungi Pusat Layanan Tahir Uro-Nephrology di Mayapada Hospital. 
09 March 2020 | 10:00
Antisipasi Penyakit dengan Medical Check Up
Tentu kamu sering mendengar berita di televisi atau surat kabar mengenai seorang tokoh yang tiba-tiba sakit parah. Ataupun kamu mendengar kabar seorang teman atau kerabat yang tiba-tiba terkena penyakit serius seperti jantung, kanker, hati, stroke dan lain-lain padahal selama ini dia terlihat sehat dan tidak memiliki keluhan. Lantas penyesalan pun terjadi begitu tahu dari mana asal dan bagaimana penyakit itu berkembang. Perlu diketahui, setiap orang memiliki risiko akan penyakit di dalam tubuhnya. Apalagi dengan pola hidup dan makan yang cenderung tidak sehat, justru akan merugikan kesehatan kita. Karena itu, dianjurkan agar kita melakukan Medical Check Up (MCU) secara menyeluruh setidaknya satu kali dalam setahun untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus mengantisipasi risiko gangguan kesehatan yang dapat berkembang menjadi penyakit serius.

Baca juga: Anak Muda Berisiko Terkena Penyakit Jantung Kamu tidak perlu takut ke rumah sakit untuk melakukan MCU, karena tindakan ini adalah pemeriksaan standar. Berikut yang biasa dilakukan dalam proses MCU: Pengukuran berat dan tinggi badan Tes urine. Untuk memeriksa fungsi ginjal dan mendeteksi penyakit-penyakit seperti hepatitis dan diabetes. Tes darah. Untuk mengetahui golongan darah dan mendeteksi penyakit dalam darah Tes paru-paru (rontgen) Tes jantung (electrocardiograph dan echocardiograph) Tes mata. Untuk mendeteksi risiko buta warna, katarak, atau gangguan mata lain Tes THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) Pemeriksaan tensi darah, kolesterol, dan gula darah  Lalu, agar hasil pemeriksaan dapat diketahui dengan sempurna, ada baiknya kita melakukan sejumlah langkah persiapan MCU berikut;  Puasa 10-12 jam. Agar darah tidak terkontaminasi zat yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan Hindari olahraga jelang MCU. Untuk mencegah naiknya tekanan darah saat pemeriksaan Tidur cukup. Kurang tidur dapat menyebabkan naiknya tekanan darah Hindari rokok, kopi, dan alkohol Catat riwayat keluhan atau hal-hal tak lumrah yang pernah kita alami, lalu sampaikan ke dokter Catat riwayat penyakit keluarga. Agar dokter dapat mendeteksi risiko penyakit bawaan. Setelah melakukan MCU, kamu akan merasa lebih lega dan kamu pun dapat memperbaiki dan menjalani pola hidup sehat. Baca juga: 5 Kebiasaan Sehat buat Kamu yang Sibuk Bekerja
03 March 2020 | 11:30
Tips Terhindar dari Virus Corona di Tempat Kerja (Kantor)
Indonesia positif terpapar virus corona (Covid-19). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan hal itu setelah ada dua warga Depok, Jawa Barat, positif terkena virus corona. Pengumuman yang disampaikan Jokowi, Senin 2 Maret kemarin itu, ramai diperbincangkan warga di ranah media sosial dan aplikasi pesan singkat (WhatsApp). Kementerian Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau agar publik tidak panik mengenai adanya warga Indonesia yang terpapar virus corona. "Padahal kita punya flu yang biasa terjadi pada kita. Batuk pilek itu angka kematiannya lebih tinggi dari yang ini, corona, tapi kenapa ini bisa hebohnya luar biasa," kata Terawan seperti dilansir Kompas.com. Namun, tidak ada salahnya buat kita antisipasi agar terhindar dari virus penyebab batuk dan flu, terutama buat kamu yang bekerja di kantor. Berikut tips #SelangkahLebihSehat di kantor agar terhindar dari Covid-19 dan virus lainnya yang dirangkum dari World Health Organization (WHO): Jaga kantor tetap bersih dan higienis dimulai dari hal kecil, seperti membersihkan permukaan meja dan benda-benda yang kita pegang (keyboard, mouse, laptop, dan handphone). Biasakan cuci tangan dengan sabun dan gunakan hand sanitazing, terutama buat kamu yang ke kantor menggunakan transportasi umum. Jika salah satu rekan kerja sedang sakit demam dan flu, sebaiknya disarankan untuk istirahat di rumah (bed rest). Jika ada rekan kerja yang melakukan business trip/traveling ke negara terinfeksi virus corona, disarankan untuk melakukan screening kesehatan. Baca juga: 5 Kebiasaan Sehat buat Kamu yang Sibuk Kerja
02 March 2020 | 11:20
Pekerja Kantoran, Waspadai Gangguan Kesehatan Ini!
Ketika menjadi orang kantoran, sudah pasti kamu akan lebih banyak duduk. Apalagi jika kamu termasuk workaholic yang bekerja lebih dari 8-9 jam sehari, dan duduk berjam-jam di depan layar komputer. Bukan berarti tanpa risiko lho! Ada banyak gangguan kesehatan yang sering dialami, dan risiko terkena penyakit akan lebih besar lagi jika kamu tidak memiliki gaya hidup sehat. Agar terhindar, coba simak berikut ini: 1. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Dalam istilah kedokteran, carpal tunnel syndrome(CTS) adalah rasa sakit dan kesemutan pada tangan akibat tekanan saraf di pergelangan tangan. Kondisi seperti ini biasanya akibat sering mengetik dengan posisi kurang tepat. Untuk menghindarinya, perhatikan posisi pergelangan tangan kamu saat mengetik. Juga, duduklah dengan senyaman mungkin. Gejala CTS antara lain sulit menggenggam dan mengepalkan tangan, bahkan seringkali benda terjatuh. Coba lakukan stretching ringan 5-10 menit setiap 2 jam agar ketegangan di pergelangan tangan kendur. 2. Migrain Banyaknya pekerjaan serta tekanan kerja yang hebat, membuat orang sering menunda makan. Tubuh kamu pun mengalami penurunan kadar gula darah sehingga terasa sakit kepala sebelah. Kondisi ini, juga sering disebabkan oleh dehidrasi, akibat lupa minum karena dikejar deadline. Dan tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi membuat kerja organ tubuh dan sel-sel tubuh terhambat sehingga memicu sakit kepala sebelah. Cerdaslah mengelola waktu, jangan sampai menunda waktu makan. Minum cairan sekitar 2 liter dalam sehari. Baca Juga: 7 Cara Alami Menghilangkan Sakit Kepala 3. Nyeri Pinggang Terlalu lama dalam posisi duduk terlebih dengan postur tubuh yang salah atau kursi tidak nyaman, bisa menimbulkan rasa nyeri di bagian pinggang. Bahkan bisa menjalar ke tungkai kanan atau kiri. Untuk menghindarinya, mulailah duduk dengan posisi yang benar, yakni membagi beban berat tubuh agar tidak hanya bertumpu pada pinggang. Juga lakukan berdiri secara berkala. Untuk pria, biasakan untuk tidak mengantongi dompet di saku belakang celana karena dapat menimbulkan tekanan pada saraf di bagian panggul. Baca Juga: Tulang Belakang Menua, Hati-hati Saraf Kejepit 4. Stres Stres akibat cemas berkepanjangan sering tidak bisa dihindari oleh pekerja kantoran. Sebaiknya kamu luangkan waktu untuk bangkit dari tempat duduk dan berjalan-jalan sejenak sekitar ruang kerja untuk melemaskan otot-otot. Selain itu, ketegangan dapat dikurangi dengan cara menarik napas panjang dan melakukan relaksasi. Latihan yoga secara rutin, juga akan membantu selain istirahat yang cukup untuk menciptakan tidur yang berkualitas. Sebaiknya sih, untuk memulai #SelangkahLebihSehat rutin melakukan medical check up ya, Maya Friends! 
27 February 2020 | 16:00
Kaum Wanita, Waspadai Penyakit Khas Ini!
Selain kanker payudara dan kanker serviks, kaum wanita juga rentan terhadap 10 penyakit ini. Untuk itu, tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan dengan rutin melakukan medical check-up. Serangan Jantung
Sebanyak 38% wanita meninggal dunia akibat serangan jantung, sedangkan pria hanya 28%. Mayapada Hospital punya layanan unggulan untuk kesehatan jantung, mulai dari pencegahan dan deteksi dini untuk diagnosis, pengobatan, operasi jantung dan rehabilitasi. Depresi
Faktor emosi yang lebih dominan membuat wanita rentan masalah-masalah psikologis seperti stres, putus asa, dan depresi. Osteoporosis
Struktur tulang pada wanita lebih tipis dibandingkan pria sehingga wanita lebih mudah terkena osteoporosis. Bila punya masalah kesehatan tulang, kamu bisa mengunjungi layanan Ortopedic Center di Mayapada Hospital.

Penyakit Alzheimer
Kondisi hormonal, perbedaan pola otak, faktor genetik dan ditambah gaya hidup membuat wanita lebih rentan terkena penyakit Alzheimer. Lupus Penyakit Autoimun
Lupus atau Systemic Lupus Eritematosus (SLE) dialami 9 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Ini adalah gangguan iritasi kronis yang menyerang usus besar. Wanita berisiko mengalami IBS 2-3 kali lebih banyak dibandingkan pria. Gejalanya, nyeri perut yang hilang-timbul, kembung, bisa disertai dengan diare atau malah konstipasi.

Arthritis
Tubuh wanita yang dirancang untuk mengalami kehamilan dan melahirkan membuat tendon bawah kurang stabil. Ini yang membuat mereka rentan diserang arthritis alias radang sendi. Gastrointestinal
Kehamilan menyebabkan perubahan hormon dan tak jarang mengganggu sistem pencernaan khususnya lambung dan usus (gastrointestinal).

Fibromyalgia
Wanita berisiko 9 kali lebih besar mengalami fibromyalgia (nyeri di sekujur tubuh yang terjadi secara kronis) dibanding pria. Gejalanya, nyeri otot, kulit terasa terbakar, kelelahan.

Migrain
Wanita bisa mengalami migrain tiga kali lebih besar daripada pria. Mengoreksi gaya hidup menjadi lebih sehat diyakini bisa menyembuhkan penyakit ini.  
21 February 2020 | 13:00
Solusi Mutakhir Mengatasi Saraf Kejepit
Pernah mendengar penyakit saraf kejepit? Bahasa kedokterannya adalah Herniated Nucleus Pulposus (HNP) alias slipped disc. Saraf kejepit salah satu gangguan pada tulang belakang yang paling sering dialami oleh mereka yang berusia muda dan tengah baya.  Ini adalah kondisi terselipnya piringan di sepanjang tali tulang belakang akibat mendapat tekanan berlebih. HNP bisa terjadi pada mereka yang melakukan olahraga ekstrem dan aktivitas angkat berat. Namun begitu, sering juga dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan sedentary, tak pernah berolahraga, atau biasa bekerja dengan duduk berlama-lama. Dulu, gangguan ini harus ditangani dengan tindakan operasi besar yang membutuhkan waktu lama untuk pulih. Tapi kini sudah ada metode mutakhir yang lebih nyaman untuk pasien, yaitu Minimally Invasive Spinal Surgery (MISS). Metode mutakhir penanganan saraf kejepit MISS atau Bedah Tulang Belakang Invasif Minimal adalah metode terkini untuk operasi gangguan di tulang belakang dengan prinsip invasif minimal, menggunakan bantuan peralatan operasi mutakhir untuk keberhasilannya. Menurut spesialis ortopedi dari Mayapada Hospitals Jakarta Selatan, dr. Syafruddin, SpOT (K)-Spine, sebetulnya teknologi MISS sudah mulai digunakan 10 tahun lalu di Indonesia. Kini banyak rumah sakit yang menggunakan metode ini beberapa tahun belakangan sehingga metode ini pun makin populer. Banyak keuntungan yang dimiliki MISS dibanding dengan bedah konvensional. "Dengan luka sayatan yang kecil, maka risiko infeksi pun lebih kecil," kata dr. Syafruddin. "Selain itu, rasa sakit yang ditimbulkan pun lebih ringan dan waktu pemulihan lebih cepat." Dari segi biaya total pun lebih kecil jika dibandingkan dengan operasi besar konvensional. Jika pada bedah konvensional ada biaya untuk pemulihan setelah operasi selama 4-5 hari dan antibiotik yang lebih banyak untuk mencegah infeksi pada luka operasi, pada MISS tidak. "Pasien yang melakukan operasi pagi, sore harinya mungkin sudah bisa langsung pulang sehingga memangkas banyak biaya untuk pemulihan," papar dr. Syafruddin. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa operasi pada tulang belakang berisiko menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Namun, dengan MISS, kekhawatiran tersebut akan menghilang. Sebab, penggunaan peralatan dengan teknologi terkini pada MISS lebih memperkecil risiko kerusakan tulang, saraf, dan jaringan lainnya di sekitar lokasi bedah. Dengan begitu pula angka komplikasi pasca operasi menjadi kecil. Keunggulan MISS
• Kerusakan jaringan tubuh lebih sedikit
• Waktu rawat inap lebih pendek sehingga biayanya pun bisa ditekan
• Pasien mendapat kenyamanan selama dan setelah operasi
• Pasien lebih cepat kembali beraktivitas
• Komplikasi lebih sedikit
• Bisa dilakukan untuk semua usia Target MISS Menurut dr. Syafruddin, kecuali kelainan bawaan, hampir semua kelainan degeneratif tulang belakang bisa dilakukan MISS. Dari Herniated Nucleus Pulposus (HNP) alias slipped disc atau saraf kejepit, bentuk tulang belakang berubah seperti pada skoliosis, hingga gangguan stabilitas seperti patah, tulang bergeser, atau cedera.

Untuk bedah invasif minimal tulang belakang di Mayapada Hospitals Jakarta Selatan dapat dilakukan tindakan MED/Micro Endoscopic Discectomy (hanya satu jam saja), PELD (tindakan operasi dgn menggunakan jarum), kyphoplasty dan vertebroplasty untuk memperbaiki fraktur tulang belakang dengan inserting balon atau injeksi cement di tulang belakang. Menutup perbincangan, dr. Syafruddin mengatakan bahwa keberhasilan MISS ini tak hanya tergantung pada peralatan canggih medis, tapi juga pada sikap dan kemauan untuk sembuh dari pasien sendiri. "Pasca operasi, pasien disarankan untuk melakukan aktivitas fisik yang bisa membantu mempercepat penyembuhan. Selain itu asupan nutrisi juga harus diperhatikan seperti memperbanyak asupan kalsium dan vitamin D untuk kekuatan tulang. Jika itu tidak dilakukan, maka pulihnya pun akan semakin lama," ujarnya.
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900