NEWS
30 January 2018 | 11:43
Pentingnya Cek Kadar Lemak Darah Rutin
Lemak darah, disebut juga lipid, sebenarnya berperan positif dalam tubuh. Lemak darah yang bertemu protein membentuk lipoprotein atau kolesterol yang penting bagi sel-sel tubuh untuk membangkitkan energi. Tetapi pada kondisi ketika kadar lemak darah tinggi, maka efeknya malah bisa memicu penyakit-penyakit berbahaya. Lipoprotein sendiri umumnya dapat diidentifikasi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol baik (high density/HDL) karena berguna mencegah penyumbatan pembuluh darah arteri dan kolesterol jahat (low density/LDL) yang bisa meningkatkan risiko terjangkit stroke atau serangan jantung. Kadar total kolesterol normal adalah 200 mg per dL. Kondisi saat lemak darah (lipid) dan/atau lipoprotein dalam darah melebihi kadar normal disebut hiperlipidemia. Situasi ini menjadi salah satu faktor risiko utama terkena penyakit jantung. Pemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya dilakukan berkala agar dapat memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan. Lantas, kapan sebaiknya kita mulai melakukan pemeriksaan kadar lemak dalam tubuh? Bila Anda merokok, memiliki berat badan yang berlebih, tekanan darah tinggi, mengidap diabetes dan ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan sejak usia 20 tahun. Namun, jika Anda tidak merokok dan tidak mengidap penyakit-penyakit tersebut pemeriksaan dapat dimulai sejak usia 35 tahun. Jika hasilnya normal, Anda dapat kembali mengeceknya setiap 5 tahun sekali. Tapi, jika  Anda memiliki tingkat kolesterol tinggi, sebaiknya pemeriksaan dilakukan lebih sering. Terlebih, jika Anda mengidap penyakit diabetes, jantung dan gangguan ginjal.  
22 January 2018 | 14:57
Memperlakukan Pasiennya Seperti Anak Sendiri
Kekaguman dr. Robbie Laurentz, SpA kepada dokter muncul sejak kecil dengan memantabkan hati untuk bercita-cita menjadi seorang dokter. Kini, Robbie kecil pun sudah bermetamorfosa menjadi seorang dokter spesialis anak yang bertugas sehari-hari di Mayapada Hospital Tangerang, Banten. Tentu tidak semudah begitu saja pria asal Makassar ini mewujudkan cita-citanya tersebut.   Jika ada yang sakit, baik siang maupun malam, dr. Laurentz harus berjalan kaki atau dijemput dokar sapi yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk mengangkut kopra/ daging buah kelapa yang dikeringkan. Tapi hal itu justru menjadi tantangan bagi Alumnus Fakultas Dokter Inpres di daerah, ia melanjutkan pendidikan Spesialis Anak di Universitas Sam Ratulangi, Manado yang ia selesaikan dalam waktu 3 tahun 7 bulan.   Menjadi dokter Spesialis Anak bukan hal yang mudah, karena tidak hanya menghadapi anak-anak yang belum dapat mengemukakan keluhannya dan sulit diperiksa, tapi juga harus menghadapi orang tua yang kadang terlalu overprotective, atau panik yang berlebihan. "Tapi saya sih bisa maklum. Sebab orang tua kan pasti memiliki kekhawatiran yang tinggi terhadap anaknya yang sedang sakit. Jadi sebagai dokter spesialis anak, saya tidak hanya harus menyembuhkan anak-anak tapi juga menenangkan orangtuanya," ujar dokter yang pernah menerima beasiswa post graduate di National University of Singapore dan mempunyai prinsip memperlakukan pasien seperti anaknya sendiri.
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777