NEWS
10 January 2020 | 16:45
Daftar Dokter yang akan Berpraktek di Mayapada Hospital Kuningan
Rencananya Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) mulai beroperasi awal 2020. Sambil menunggu, kami berikan nama dokter yang akan berpraktek di MHKN. Ada dokter favorit kamu?         SPESIALIS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN 1 dr. Denny Khusen, Sp.OG 2 dr. Hendra Susanto, Sp.OG 3 dr. Reza Adisatria , Sp.OG 4 dr. Sita Daniswati,  Sp.OG  5 dr. Berryl Imran Burhan Sp.OG 6 dr. Chandra Asmuni, Sp.OG 7 dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG  8 dr. Med Firman Santoso, Sp.OG     SPESIALIS ANAK 1 dr. Arie Yulianto, M.Sc, Sp.A 2 dr. Muhammad Vinci Ghazali, Sp.A 3 dr. Nadia Qoriyah Firdausi, M.Sc, Sp.A 4 dr. Daulika Yusna, Sp.A 5 dr Fereza Amelia MKed(Ped) SpA(K)     SPESIALIS PENYAKIT DALAM 1 dr. Vivi Lesmana , Sp.PD 2 dr. Ferry Tigor, Sp.PD 3 dr. Tirza Gwendoline Matulessy, Sp.PD 4 dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD KGH 5 dr. Andra Azwar, Sp.PD KEMD 6 dr. Franz J.V.Pangalila, SpPD-KIC     SPESIALIS BEDAH UMUM 1 dr. Dewi Fransiska, Sp.B 2 dr. Terry Renata Lawanto, Sp.B     SPESIALIS JANTUNG 1 dr. Harry Sakti Muliawan, Sp.JP, PhD 2 dr. Carmonthy  Hutagalung Sp.JP 3 dr. Nadia Mulyadi, Sp.JP 4 dr. Sissy Kartini Aminda, Sp.JP     SPESIALIS THT 1 dr. Fransiskus Harf Poloan, Sp.THT 2 dr. Tiara Melati, Sp.THT 3 dr. Rudy M. Hutagaol, Sp. THT     SPESIALIS MATA 1 dr. Freddy W.Arsyad, Sp.M (K) 2 dr. Adhi Wicaksono, Sp.M     SPESIALIS ANESTESI 1 dr. Dennis Prakas, M.Biomed , Sp.An 2 dr. Nelly Simanjuntak, Sp.An 3 dr. Andri Yulianto, Sp.An (KIC) 4 dr. Prajnaariayi Prawira, Sp.An     SPESIALIS RADIOLOGI 1 dr. Gupita Nareswari, Sp.Rad 2 dr. Amalia Evi, Sp.Rad 3 dr. Rizky Noviantoro, Sp.Rad 4 dr. Mohamad Yanuar Amal, Sp.Rad     SPESIALIS PATOLOGI KLINIK 1 dr. Betha Ariesanty A.H., Sp.PK, M.Kes     SPESIALIS REHABILITASI MEDIK 1 dr. Inez widyasari halim, Sp.KFR     SPESIALIS KEDOKTERAN OLAHRAGA 1 dr. Susetyo Suwarno, Sp.KO 2 dr. Grace Tumbelaka, Sp.KO 3 dr. Zeth Boroh, Sp.KO 4 dr. Indriani Soekoco, Sp.KO 5 dr. Eni Raiangwati, Sp.KO     SPESIALIS PARU 1 dr. Irandi Putra Pratomo, Ph.D, Sp.P, FAPSR 2 dr. Linda Masniari, Sp.P     SPESIALIS BEDAH TULANG 1 dr. Marvin Pili, Sp.OT 2 dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT 3 dr. Damiarta, Sp.OT     SPESIALIS SARAF 1 dr. Sholihul Muhibbi, Sp.S, Msi, Med 2 dr. Roul Sibarani, Sp.S 3 dr. Silvester Christanto, Sp.S 4 dr. Vania Listiani Hidajat, Sp.S     SPESIALIS UROLOGI 1 dr. Firdianto Sp.U 2 dr. Robertus Bebet Prasetyo, SpU 3 dr. Agus Rizal, Sp.U     SPESIALIS BEDAH DIGESTIF 1 dr. Agung Sumastoro, Sp.B KBD     SPESIALIS BEDAH SARAF 1 dr. Yosi Sp.BS     SPESIALIS BEDAH ANAK 1 dr. Yohanes Arif Eko Nuryanto, Sp.BA     SPESIALIS KEDOKTERAN JIWA 1 dr. Elli Misnawati, Sp.KJ     DOKTER UMUM ( KLINIK UMUM, IGD, MCU) 1 dr. Ardisa Meilita 2 dr. Handoko Tanasa 3 dr. Fauzia Latifah 4 dr. Fiqih Vidiantoro 5 dr. Mekar Yulia Putri 6 dr. M. Syahrezki       DOKTER GIGI UMUM DAN SPESIALIS ( DENTIST) 1 drg. Natalia Astina Setiawan   2 drg. Mahendra Putra   3 drg. Suzy Kristianto   4 drg. Nabila Mousavi   5 drg. Wees Kaolini   6 drg. Erick Endrawan   7 drg. Rahma Landy   8 drg. Aji Kurniawan Sp.Ort   9 drg. Yura Maharsya, Sp.KG   10 drg. Karina, Sp.Pros   11 drg. Dinna Andriani, Sp.Perio   12 drg. Dedy Yudha, Sp.Perio   13 drg. M. Fahrul Rozi, Sp.Ort   14 drg. Sandy Ratna Asri, Sp.KG   15 drg. Hernika Harperiana, Sp.KG   16 drg. Marisa Edyana, Sp.KGA   17 drg. Adi Putra, Sp.KGA   18 drg. Fransilla Poedyaningrum, KGH   19 drg. Yessy Ariesanti, Sp.BM   20 drg. M. Fahrul Rozi, Sp.Ort  
10 January 2020 | 11:00
Solusi Tepat Menyembuhkan Sakit Pinggang
Tahukah kamu, 80 persen orang Indonesia pernah mengalami sakit pinggang? Data yang cukup mencengangkan itu diungkapkan dr. Yudistira Prama Tirta Sp.OT, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Mayapada Hospital Tangerang. Menurutnya, penyakit pinggang dapat disebabkan berbagai hal, mulai dari cedera dan kelainan bawaan hingga kelainan degeneratif, serta tumor dan kanker. Namun, bagaimana cara membedakan antara sakit pinggang yang biasa dan sakit pinggang yang serius yang harus segera mendapat penanganan dokter? Berikut penuturan lengkap dari dr. Yudistira. Jeli Membedakan Tanda-Tanda Tanda-tanda sakit pinggang yang ringan adalah rasa nyeri setempat atau terpusat di satu lokasi dan kadar nyerinya masih tergolong ringan. Intensitasnya pun hanya beberapa saat saja, misalnya dalam hitungan menit atau jam, dan sembuh setelah istirahat. Yang harus diwaspadai adalah tanda-tanda sakit pinggang yang serius, misalnya rasa nyeri yang hebat yang sampai menyebabkan mati rasa (kesemutan) atau kelumpuhan di area ekstremitas bawah dan kelamin seperti anus atau bokong yang membuat penderita kehilangan kendali di area-area itu. Bila tidak ditangani dengan segera, kondisi ini dapat berkembang ke hal yang lebih buruk. Kondisi seperti ini disebut dengan "sindrom kauda equina" dan indivudu dengan sindrom ini harus mendapat penanganan Dekompresi tulang belakang segera dalam 24 jam. Tanda sakit pinggang yang serius berikutnya adalah nyeri pinggang yang disebabkan tumor. Karakteristiknya adalah rasa nyeri yang berat atau hebat dan terus ada walaupun penderita sudah beristirahat. "Ada pula sakit pinggang yang disebabkan oleh infeksi penyakit, misalnya TBC," kata dr. Yudistira. "Tanda-tandanya hampir serupa, yaitu rasa nyeri tidak membaik walau sudah beristirahat dan sakit saat bergerak. Rasa nyeri juga terjadi di malam hari saat tubuh sedang tidur dengan disertai demam, badan berkeringat serta penurunan berat badan yang drastis." Di luar itu, masih ada kelainan tulang belakang akibat fraktur setelah peristiwa jatuh, terpeleset, atau kecelakaan. Lebih lanjut dr. Yudistira juga mengungkapkan bahwa sakit pinggang juga bisa disebabkan oleh kelainan tulang belakang. Salah satu kelainan yang disebabkan oleh kelainan degeneratif adalah Hernia Nukleus Pulposus. Jenis ini cukup umum dan disebabkan oleh penurunan kondisi di diskus (bantalan tulang belakang) dan komponen-komponen tulang belakang. Pada kondisi ini, konten cairan di diskus hilang sehingga cincin anular robek dan konten jelly menonjol ke luar sehingga mengiritasi saraf di tulang belakang. Di Indonesia, kondisi ini kerap dikenal dengan saraf kejepit. Untuk mendeteksi adanya keluhan ini perlu dilakukan pemeriksaan rongten dan MRI pada tulang belakang. Penanganan Tidak semua kasus nyeri tulang belakang memerlukan tidakan operasi, karena hampir 90% nyeri tulang belakang yang diakibatkan oleh kondisi degeneratif dapat disembuhkan dengan cara non operasi, antara lain dengan: Obat-obatan syaraf, anti radang dan anti nyeri  Perubahan gaya hidup  Fisioterapi  Pemakaian alat bantu korset  Suntikan blok facet Demi Hidup yang Lebih Berkualitas Mayapada Hospital Tangerang memiliki opsi tindakan untuk para pasien nyeri tulang belakang yang tidak berangsur membaik setelah terapi non operasi seperti: PLDD (Percutaneus Laser Disc decompression) atau dekompresi dengan penggunaan laser  Mikrodisektomi  PLIF (Posterior Lumbar Interbody Fusion) Tanpa penanganan yang baik seperti di atas, bisa dipastikan penderita penyakit-penyakit kelainan tulang belakang akan terus mengalami nyeri dan mengalami penurunan mobilitas dan produktivitas. Dalam jangka panjang, kualitas hidup penderita ikut menurun dan dapat terancam risiko-risiko yang lebih berat seperti kelumpuhan pada alat kelamin dan saluran cerna, serta kematian. Untuk itu, jangan lagi menyepelekan nyeri atau sakit pinggang, terutama bila durasi serta derajat rasa sakitnya sudah tergolong berat. Sebaiknya segera ke Ortophedic Center Mayapada Hospital untuk konsultasi dan pemeriksaan. Sumber: Health Insights Vol 10   Follow Instagram @mayapadahospital untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan lainnya.
08 January 2020 | 12:00
5 Sumber Nutrisi untuk Kesehatan Tulang
Ibarat rumah, tulang merupakan tiang penyangganya. Karena itu, menjaganya tetap sehat dan kuat mutlak kita lakukan. Salah satu cara memelihara kesehatan tulang adalah dengan memenuhi asupan nutrisi yang tepat seperti berikut ini: Kalsium Spesialis gizi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Ekky M. Rahardja, MS, Sp.GK, menyebutkan, kita harus mencukupi kalsium sejak dini. "Pembentukan tulang sangat dominan pada masa kanak-kanak, dan puncak massa tulang diperkirakan terjadi pada usia 30-an. Karena itu asupan kalsium harus dimulai sejak kanak-kanak," katanya. Sedangkan untuk orang dewasa yang telah melewati usia masa pengisian tulang, sebaiknya menjaga agar kebutuhan kalsium setiap harinya terpenuhi, jika perlu mengonsumsi suplemen. Sumber Kalsium:
Susu dan produk turunannya, sayuran hijau, kedelai, dan lain-lain. Kalori Tubuh memerlukan kalori untuk beraktivitas. Kekurangan kalori menyebabkan aktivitas fisik berkurang dan memperbesar peluang terjadinya osteoporosis. Meski begitu kelebihan kalori bisa berdampak pada overweight dan risiko penyakit lain. Untuk itu perhatikan asupan kalori sehari-hari. Jika kamu memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) nilai normal (18,5 – 23) maka artinya masukan kalori dari makanan sehari-hari cukup. Sumber Kalori:
Pisang, alpukat, kurma, nasi, roti dan sumber karbohidrat lainnya. Protein Protein sangat dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan kolagen pada tulang. Kelebihan protein tidak juga berarti membuat tulang lebih baik. Pada konsumsi berlebih, kalsium diekskresi oleh ginjal melebihi absorpsinya di saluran cerna, jika dibiarkan akan menyebabkan kerusakan tulang. Penuhi asupan protein dalam jumlah cukup yakni 0,8-1 gr/KgBB setiap harinya. Sementara untuk wanita hamil, bayi, dan balita kebutuhan meningkat menjadi 1.5-2 gr/KgBB. Sumber Protein:
Daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, susu, gandum. Mineral Kalsium, seperti mineral lainnya, tidak mengalami proses pencernaan melainkan praktis langsung diserap tubuh. Umumnya efisiensi penyerapan kalsium pada tubuh manusia 10-40%, untuk memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari minimal 800mg kalsium harus dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Selain kalsium, mineral lainnya seperti Fosfor, Fluor, Magnesium dan Seng juga dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang. Sumber Mineral:
Kalsium (susu, ikan, keju), Fosfor (daging, ayam, ikan, susu dan olahannya), Fluor (air minum), Magnesium (sayuran hijau, serelia tumbuk, biji-bijian, coklat, daging dan susu), Seng (bahan makanan hewani laut). Vitamin D Vitamin D sangat berperan sebagai katalisator pembentukan protein carrier yang menjadi "kendaraan" bagi kalsium dari lumen usus ke dalam sirkulasi darah. Vitamin D dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan kalsium. Jika asupan kalsium tidak memadai maka kalsium tulang akan dimobilisasi untuk memenuhi keperluan kalsium dalam tubuh. Selain vitamin D, beberapa vitamin juga diperlukan untuk kesehatan tulang seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin K yang memiliki peran secara tidak langsung dalam proses pembentukan tulang yang kuat. Sumber Vitamin D:
Hati, susu, telur, ikan, sereal, kedelai. Yuk follow Instagram @mayapadahospital untuk mendapatkan informasi kesehatan lainnya. Sumber: Health Insights Vol 3
02 January 2020 | 15:00
Anak Pun Butuh Relaksasi Lho!
Setiap generasi menghadapi tantangan yang berbeda. Bagi anak-anak zaman sekarang yang dituntut untuk unggul dalam kompetisi global, salah satu tekanan terberat datang dari ketahanan mereka dalam menjalani aktivitas yang padat di sekolah maupun di luar sekolah. Padatnya agenda anak zaman now, menurut psikolog Dra. Hartamti Sumodiningrat Psi. psikolog dari Mayapada Hospital Tangerang, tidak lain dan tidak bukan berasal dari orang tua masing-masing yang ingin agar anaknya superior dan mampu bersaing. Anak diberikan banyak les sejak Sekolah Dasar (SD), bahkan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB). "Anak-anak sekarang dituntut, semacam dikarbit, bahwa dia harus punya kompetensi yang lebih sehingga dengan sendirinya tantangannya berat sekali," ungkap Hartamti. Di sekolah, situasi yang penuh tekanan juga anak-anak hadapi. Dari durasi waktu belajar saja, anak-anak SD dan SMP masa kini memiliki waktu belajar yang lebih panjang. Banyak dari mereka yang baru pulang sekolah pada sore hari, pukul 15.00 atau 16.00. Di rumah, mereka masih diharapkan untuk kembali belajar di tengah kondisi kelelahan. Baca juga: Hentikan Kekerasan pada Anak Pilah-Pilah Relaksasi Untuk itu perlu ada keseimbangan antara berpikir yang serius dengan kegiatan yang bersifat relaksasi. Inti dari relaksasi adalah relaks atau santai, jadi biarkan anak melakukan kegiatan yang ia sukai atau yang membuatnya nyaman paling tidak 30 menit hingga 1 jam dalam sehari. Menurut Hartamti, jenis kegiatannya bisa orang tua kompromikan terlebih dulu dengan si anak. Namun, secara umum, berikut beberapa pilihan kegiatan relaksasi yang dapat dilakukan:
Relaksasi berupa kegiatan bermain Bermain dengan tetangga, teman sekolah (play date), atau hewan peliharaan. Main game atau gadget juga termasuk relaksasi, namun sebaiknya hanya game atau aplikasi yang sudah diseleksi oleh orang tua dan dengan batas waktu yang jelas
Relaksasi yang dapat dilakukan sendirian di rumah atau di kamar Nonton TV, berolahraga, art therapy (mengekspresikan emosi melalui kegiatan menggambar, bermusik, menari), memasak, membuat kue, atau menekuni hobi lainnya. Kursus kegiatan yang sesuai dengan passion anak juga merupakan bentuk relaksasi.
Relaksasi yang dapat dilakukan oleh anak bersama orang lain Menghabiskan waktu dengan keluarga. Misalnya bercanda dengan adik, ngobrol dengan ibu, berkebun dengan nenek, berinteraksi dengan asisten rumah tangga. 
Relaksasi berupa kegiatan istirahat (mengistirahatkan pikiran) Misalnya tidur siang (atau tidur sore) selama satu jam, meditasi, dan yoga. Ada juga latihan pernapasan yang mudah untuk dilakukan anak-anak usia SD. Caranya, menghirup napas dengan hidung, tahan, lalu keluarkan melalui mulut atau hidung. Saat melakukannya, kondisi anak harus fokus dengan mata terpejam atau posisi tubuh duduk atau telentang. Latihan ini cukup dilakukan selama 10 menit setiap hari, terutama menjelang waktu tidur.
Relaksasi berupa kegiatan berlibur atau berwisata Liburan yang ideal untuk anak SD dan SMP adalah yang diisi dengan banyak kegiatan bermain. Lokasinya bisa di mana saja, tidak perlu jauh. Namun, agar efektif, selama liburan orang tua harus ikut terlibat atau berpartisipasi. Terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak, dan hindari kegiatan sibuk sendiri dengan gadget.
Relaksasi berupa kegiatan brain gym Kegiatan brain gym atau senam otak sudah diterapkan setiap hari oleh beberapa sekolah internasional sebelum murid masuk kelas. Berupa gerakan-gerakan tubuh bersilang menggunakan tangan dan kaki dengan iringan musik selama 10 hingga 15 menit. Menurut Hartamti, gerakan-gerakan ini antara lain bermanfaat untuk mendukung daya konsentrasi dan kemampuan belajar anak seperti kemampuan berhitung dan membaca menjadi lebih baik lagi. Selain itu, dengan brain gym tubuh menjadi lebih berenergi. Sumber: Health Insight Vol 9
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900