Penyakit Jantung Koroner (PJK): Gejala, Penyebab, dan Deteksi Dini Secara Komprehensif

...

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah kondisi serius yang terjadi ketika pembuluh darah utama jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi, deteksi dini melalui skrining jantung sangat krusial untuk mencegah serangan jantung mendadak.

Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Harus Diwaspadai

Penyakit Jantung Koroner (PJK) sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, Anda harus segera berkonsultasi jika merasakan:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada (angina).
  • Mudah lelah saat melakukan aktivitas ringan.
  • Sesak napas yang tidak biasa.
  • Keringat dingin atau mual.

Mengapa Skrining Jantung Penting?

dr. Bagus Putra Dharma Khrisna, Sp.JP dari Mayapada Hospital Nusantara (MHNS) menjelaskan bahwa pasien berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko (merokok, hipertensi, diabetes) wajib melakukan skrining.

“Dengan skrining jantung kita bisa segera mendeteksi penyakit jantung lebih awal, bahkan ketika gejalanya belum terlihat. Ini memungkinkan untuk dilakukan penanganan dan pengobatan yang lebih cepat dan efektif, sehingga peluang kesembuhan lebih tinggi dan mencegah kompilkasi lain seperti serangan jantung dan stroke,” jelas dr. Bagus. 

Baca juga: Operasi Bypass Jantung: Cara Ampuh Atasi Penyumbatan Arteri Koroner

Metode Diagnosa Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Skrining jantung melibatkan pemeriksaan gula darah, kolesterol, rekam jantung (EKG), dan treadmill test untuk mendeteksi gejala penyakit jantung koroner saat beraktivitas.

Selain itu, metode skrining lainnya dilakukan dengan:

  • Ekokardiografi atau USG jantung
  • CT Scan Jantung
  • CT Calcium Score Jantung 

Untuk menegakkan diagnosa, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP (K), FIHA, FESC, FSCAI menjelaskan bahwa prosedur Coronary Angiography (CAG) adalah golden standard untuk melihat tingkat penyumbatan.

“Tindakan CAG adalah pemeriksaan yang minimal invasif menggunakan x-ray dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah tepi, seperti di tangan atau pangkal paha untuk melihat seberapa berat penyumbatan pembuluh arteri koroner yang terjadi. Tindakan CAG ini masih menjadi golden standard untuk menegakkan diagnosa penyakit jantung koroner. Jika hasil CAG baik, maka tidak perlu tindakan lebih lanjut,” ujar dr. Jeffrey.

Jika ditemukan sumbatan di atas 70%, tindakan lanjut dapat berupa:

  1. PCI (Percutaneous Coronary Intervention)
    “Prosedur intervensi ini melibatkan pemasangan balon dan stent untuk melebarkan atau membuka pembuluh darah koroner yang tersumbat, sehingga aliran darah dapat kembali normal,” tambah dr. Jeffrey.

  2. Bypass Jantung (CABG)
    “Bypass jantung dilakukan untuk membuat ‘jalan baru’ di sekitar pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat agar aliran darah kembali lancar sehingga otot jantung tetap mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. Bypass jantung dilakukan dengan mengambil salah satu pembuluh darah arteri di bawah tulang dada atau pembuluh darah arteri radialis di tangan, atau pembuluh darah vena di bagian kaki kanan atau kiri kemudian dihubungkan dengan bagian luar pembuluh darah arteri yang tersumbat di jantung,” jelas  Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.BTKV dari Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)

Jenis Operasi Bypass Jantung:

  • On Pump CABG: menggunakan mesin jantung-paru untuk menggantikan fungsi jantung sementara saat operasi.
  • OPCAB (Off-Pump CABG): tanpa mesin, jantung tetap berdetak dengan bantuan alat stabilisasi.
  • MICS: teknik sayatan minimal di dada dengan pemulihan lebih cepat.

Layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital

Cardiovascular Center Mayapada Hospital menangani kasus jantung kompleks seperti CABG minimal invasif, TEVAR, hingga bedah jantung bawaan, dengan layanan terintegrasi dan komprehensif melalui 

  • Emergency 24/7 150990
  • Call Center 150770
  • WhatsApp 0817 17 150770 (Chat Only)
  • Booking via Aplikasi MyCare

Selanjutnya: TEVAR: Solusi Modern Aneurisma Aorta di Mayapada Hospital

Artikel ditinjau oleh:

dr. Bagus Putra Dharma Khrisna, Sp.JP
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Mayapada Hospital Nusantara (MHNS)

dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP (K), FIHA, FESC, FSCAI
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Subspesialis Jantung Intervensi
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)

Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.BTKV
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB)

tags :

Cardiovascular Center Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Penyakit Jantung Koroner