Perbedaan PET-CT dan SPECT-CT dalam Deteksi dan Evaluasi Kanker
Perbedaan PET-CT dan SPECT-CT terletak pada fungsinya. PET-CT menilai metabolisme sel, terutama untuk kanker. Sementara SPECT-CT menilai fungsi organ tertentu. Keduanya saling melengkapi untuk diagnosis medis yang presisi.
Apa Itu Pet Scan (PET-CT dan SPECT-CT)?
PET-CT dan SPECT-CT adalah pemeriksaan kedokteran nuklir yang menilai fungsi dan aktivitas sel, sekaligus memetakan struktur anatomi tubuh.
Keduanya bukan saling menggantikan, melainkan saling melengkapi, karena menggunakan prinsip dan tracer berbeda sesuai kebutuhan klinis.
-
PET-CT menilai metabolisme sel, terutama untuk mendeteksi aktivitas sel abnormal seperti kanker, menentukan stadium, penyebaran, dan respons terapi.
-
SPECT-CT menilai fungsi organ dan jaringan tertentu, membantu membedakan jaringan normal dan abnormal, termasuk evaluasi pasca terapi radioaktif.
“PET-CT dan SPECT-CT memiliki peran yang saling melengkapi. PET-CT unggul untuk onkologi dengan menilai metabolisme sel, sementara SPECT-CT lebih spesifik untuk evaluasi fungsi organ. Keduanya membantu diagnosis yang lebih akurat dan terpercaya,” kata dr. Lim Andreas, SpKNTM, Subsp. Onk. (K), FANMB, Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).
Mengapa PET-CT dan SPECT-CT Penting untuk Deteksi dan Evaluasi Kanker?
Perubahan fungsi dan metabolisme sel sering muncul lebih awal dibanding perubahan bentuk organ. Dengan PET-CT/SPECT-CT, dokter dapat:
- Mendeteksi penyakit lebih dini
- Menentukan stadium penyakit secara presisi
- Menilai penyebaran (metastasis)
- Mengevaluasi respons kemoterapi, radioterapi, atau terapi target
- Menyusun rencana pengobatan yang lebih personal
Kapan PET-CT Digunakan?
PET-CT direkomendasikan ketika diperlukan gambaran menyeluruh aktivitas metabolisme sel, khususnya pada:
- Penentuan stadium kanker
- Deteksi metastasis
- Evaluasi respons terapi
- Deteksi dini kekambuhan
PET-CT sering digunakan pada kanker paru, payudara, tiroid, kolorektal, hati, limfoma, prostat, urologi, ginekologi (serviks, ovarium, endometrium), kepala dan leher, serta kanker lain yang memerlukan evaluasi komprehensif sebelum dan sesudah terapi.
Kapan SPECT-CT Digunakan?
SPECT-CT digunakan untuk menilai fungsi organ secara spesifik dan evaluasi pasca terapi radioaktif, antara lain pada:
- Kanker tiroid dan evaluasi pasca radioiodine
- Kanker tulang dan metastasis tulang
- Evaluasi fungsi jantung, tulang, otak, paru, ginjal
- Evaluasi pasca terapi nuklir
Dengan menilai fungsi sekaligus struktur anatomi, SPECT-CT membantu penegakan diagnosis dan perencanaan terapi yang lebih tepat.
Baca juga: Mayapada Hospital Tangerang Bangun Gedung 4 untuk Pusat Onkologi dan Kedokteran Nuklir
Keunggulan PET-CT & SPECT-CT di Mayapada Hospital
Layanan PET-CT/SPECT-CT Mayapada Hospital didukung teknologi generasi terbaru dengan:
- Dosis radiasi rendah dan aman
- Resolusi gambar tinggi dan akurat
- Waktu pemeriksaan lebih cepat
- Terintegrasi dengan layanan onkologi terpadu
- Didukung tim dokter berpengalaman dan patient navigator
Pendekatan ini memastikan pemeriksaan yang efisien, nyaman, dan berfokus pada pasien.
Siapa yang Menentukan Jenis Pemeriksaan?
Pemilihan PET-CT atau SPECT-CT ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi klinis, tujuan pemeriksaan, dan rencana terapi. Pasien tidak perlu bingung karena keputusan dilakukan melalui evaluasi medis menyeluruh untuk hasil diagnostik optimal.
Di Mana Bisa Melakukan Pemeriksaan PET-CT dan SPECT CT?
Sebagai bagian dari layanan diagnostik lanjutan, Mayapada Hospital menyediakan pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT dengan teknologi advanced & low radiation, terintegrasi dalam One Stop Cancer Care Oncology Center.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pemeriksaan dan biaya PET Scan, termasuk manfaat dan prosedurnya, kunjungi halaman resmi dengan klik di sini.
Informasi dan Akses Layanan
- Call Center 150770 atau WhatsApp 0817 17 150770
- Aplikasi MyCare – dengan fitur: Health Articles & Tips, Personal Health Monitoring terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit, yang memantau langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI
Ditinjau oleh:
dr. Lim Andreas, SpKNTM, Subsp. Onk. (K), FANMB
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)
Lihat jadwal praktik dokter di sini
Nuclear Medicine and Molecular Imaging
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)
Jl. Lebak Bulus I Kav. 29
Cilandak Barat, Cilandak
Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12430
Emergency Call 150990
(Google Maps)
tags :
Oncology Center Spesialis Kanker Spect Ct Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Pengobatan Kanker Deteksi Kanker Mayapada Hospital Jakarta Selatan Pet Ct