NEWS
17 October 2019 | 14:00
Langkah Tepat Mencegah Sakit Ginjal
Penyakit ginjal masih menjadi momok yang ditakuti banyak orang. Siksaan rasa sakit, biaya pengobatan yang tidak sedikit, dan masa terapi yang membutuhkan waktu lama ketika terjadi gagal ginjal, membuat orang memilih untuk menghindar dari penyakit ini. Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit katastropik, yaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat membahayakan nyawa penderitanya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI 2013 menyebutkan, sebanyak 499.800 penduduk Indonesia mengidap penyakit gagal ginjal. Jumlahnya naik dari tahun 2011, di mana pasien penyakit ginjal terdata sekitar 70.000 menurut Persatuan Nefrologi Indonesia. Belum ada pengobatan mutakhir tentang penyakit ini, namun bukan berarti kita bisa mengabaikannya mengingat akibat yang ditimbulkan memang cukup mengkhawatirkan. Penyakit ginjal kronis, misalnya, tak akan bisa membuat ginjal kembali menjadi normal. Bahkan bisa makin parah hingga mengancam nyawa jika pengobatan tidak dilakukan dengan benar. Silent Disease Menurut konsultan ginjal hipertensi dari Mayapada Hospital Tangerang, dr. Ratna Juliawati Soewardi, Sp.PD-KGH, penyakit ginjal dijuluki sebagai silent disease. "Ya, penyakit ini tidak menunjukkan tanda dan gejala terutama pada stadium awal. Gejalanya baru muncul ketika level penyakitnya mulai parah," katanya. Lebih lanjut dr. Ratna memaparkan gejala-gejala penyakit ginjal yang biasa muncul, yaitu badan lemas, pucat (akibat Hemoglobin dalam darah yang rendah), mual, muntah, nafsu makan hilang, urin sedikit dan berbusa, hingga kaki membengkak (akibat cairan tubuh yang berlebih tertimbun di dalam tubuh). Penyakit ginjal, menurut dr. Ratna, terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 1. Penyakit (gagal) ginjal akut
Kegagalan fungsi ginjal yang tibatiba akibat komplikasi dari penyakit yang sedang diderita seseorang. Jika penyakitnya ringan, kondisi bisa ditangani dengan mudah, tapi jika lebih berat ada kemungkinan untuk cuci darah (hemodialisis). Gagal ginjal akut lebih banyak menyerang orang-orang dengan kondisi ini:
• Sudah pernah mengalami gangguan ginjal atau penyakit kronis lain seperti gagal jantung, hipertensi, atau diabetes.
• Mengalami dehidrasi.
• Mengalami infeksi parah atau sepsis.
• Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
• Penyumbatan pada saluran kencing. Untuk mengobati gagal ginjal akut, yang harus diutamakan adalah mengobati faktor penyebab munculnya gangguan tersebut. Sebab begitu penyebab dasarnya bisa diobati maka harapan pasien untuk sembuh pun semakin besar. 2. Penyakit (gagal) ginjal kronis
Kondisi menurunnya fungsi ginjal secara bertahap dan menahun serta bersifat permanen. Penyakit inilah yang kemunculan gejalanya terlihat di stadium lanjut. Karena itu, dr. Ratna menyarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan general check-up secara rutin, apalagi jika Anda termasuk kelompok berisiko seperti penderita hipertensi, diabetes, dan memiliki keluarga pengidap gagal ginjal kronis. Gagal ginjal kronis bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti terjadinya peradangan pada ginjal, infeksi ginjal, gangguan ginjal polikistik (kista di ginjal), batu ginjal, hipertensi, diabetes. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal kronis."Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk memperlambat dan mencegah keparahan," papar dr. Ratna. Kondisi paling parah adalah berhentinya fungsi ginjal hampir sepenuhnya. Kondisi ini biasa disebut gagal ginjal stadium akhir (End Stage Renal Disease/ESRD). Dan terapi yang bisa dilakukan adalah dengan menjalani prosedur cuci darah untuk membantu pasien bertahan hidup atau dengan transplantasi ginjal. Mari kita cegah! Dokter Ratna menandaskan bahwa ginjal adalah organ yang rentan terhadap gangguan. Karena dampaknya yang begitu berbahaya bagi kesehatan, maka mencegah terjadinya gagal ginjal adalah tindakan yang lebih murah dan tepat. Inilah langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Menjaga pola makan sehat, termasuk cukup minum untuk mencegah dehidrasi, dan menghindari makanan yang mengandung protein sangat tinggi.
- Menjauhi rokok.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat-obatan pereda nyeri NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) karena efeknya bersifat toksik terhadap ginjal.
- Mewaspadai dan menangani dengan benar penyakit hipertensi dan diabetes.
- Melakukan medical check-up yang lengkap secara rutin. Tentang Ginjal Ginjal merupakan organ yang berada di kedua sisi tubuh bagian belakang atas, tepatnya di bawah tulang rusuk manusia. Bentuknya seperti kacang dengan besar sekepalan tangan orang dewasa dengan berat hanya sekitar 4-6 ons. Organ ini memiliki banyak fungsi, seperti: - Menyaring sisa metabolisme tubuh, hasil sampingan, dan cairan berlebih dari darah.
- Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Kalau PH tubuh terlalu rendah atau tinggi maka kondisi ini akan mengganggu kelangsungan sel tubuh. Nah, ginjallah yang akan menjaga kondisi asam-basa ini.
- Menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah.
- Menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.
- Menghasilkan senyawa eritropoetin untuk menstimulasi produksi sel darah merah.
- Mengatur kadar senyawa kimia dalam tubuh yang akhirnya membantu jantung dan otot-otot bisa berfungsi dengan baik. Seseorang dapat hidup dengan sehat meski hanya memiliki satu ginjal. Tidak sedikit kasus anak lahir dengan satu ginjal namun ia tetap tumbuh sehat hingga dewasa. Artikel ini pernah tayang di Health Insight Vol 6
16 October 2019 | 17:00
Mayapada Hospital Jakarta Selatan Tower 2 Resmi Beroperasi
Mayapada Healthcare Group (MHG) menggelar grand opening Mayapada Hospital Jakarta Selatan Tower 2 (MHJS Tower 2) yang berlokasi di Jalan Lebak Bulus 1 Kav.29, Rabu, 16 Oktober 2019. MHJS Tower 2 dibangun 16 lantai dengan kapasitas kurang lebih 200 tempat tidur. Pembangunan MHJS Tower 2 ini untuk melengkapi dan menjawab kebutuhan pasien yang berada di area Jakarta Selatan dan sekitarnya. Di waktu yang sama, MHG juga meresmikan instalasi onkologi radiasi yang memberikan pelayanan radiotherapy menggunakan mesin berteknologi mutakhir buatan Inggris (UK), khusus pengobatan kanker. Ki - Ka: Jonathan Tahir (Group CEO Mayapada Healthcare),  Drs.H. Isnawa Adji, M.AP (Wakil Walikota Jakarta Selatan), Dr. Benny H Tumbelaka Sp.OT, M.Kes, MARS (Direktur Rumah Sakit Mayapada Jakarta Selatan),  Prof.DR.Dr. Satyanegara Sp.BS, dr. Daniel Tjen Sp.S (Chief Medical Officer Mayapada Healthcare), dr. Vincentius Simeon Weo Budhyanto (Perwakilan IDI)   MHG bekerjasama dengan CHC Group dari Taiwan, yakni konsultan onkologi radiasi yang memberikan pelayanan Radiotherapy, mulai dari sistem navigasi hingga perencanaan servis untuk melayani pasien yang membutuhkan kelengkapan pengobatan kanker selain operasi dan kemoterapi. Radiotherapy LINAC tipe Versa HD yang dimiliki Mayapada Hospital merupakan jenis mesin radiotherapy paling mutakhir serta mempunyai 3 keunggulan penting. Pertama; tingkat keakuratan tinggi. Kedua; proses tindakan cepat. Dan ketiga; tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan. Di Jakarta dan Jawa, Mayapada Hospital merupakan rumah sakit pertama yang memiliki fasilitas Radiotherapy tipe Versa HD. "Kami harapkan Mayapada Hospital Jakarta Selatan dapat menjadi one stop service pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lengkap dan unggul dalam kualitasnya," ujar Jonathan Tahir, Group CEO Mayapada Healthcare. Kiri - Kanan: Drs.H. Isnawa Adji, M.AP (Wakil Walikota Jakarta Selatan),  dr. Daniel Tjen Sp.S (Chief Medical Officer Mayapada Healthcare), Michael Lee (Vice President CHC Group Taiwan),  Jonathan Tahir (Group CEO Mayapada Healthcare) sedang meresmikan Radiotherapy LINAC Versa HD   Informasi Tambahan
Mayapada Healthcare adalah salah satu pilar bisnis dalam Mayapada Group yang didirikan oleh Dato' Sri Prof. DR. Tahir pada 1986. MHG menaungi 3 rumah sakit dan 6 klinik yaitu Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Tangerang, dan BMC Mayapada Hospital Bogor.   Mayapada Hospital telah terakreditasi lulus PARIPURNA oleh KARS versi 2018 dan mendapatkan penghargaan BKKBN, telah mengoperasikan 11 (sebelas) Center of Excellence yaitu : Neuroscience Center, Uro-Nephrology Center, Cardiocascular Center, Gastrohepatology Center, Oncology Center, Orthopedic Center, Obstetrics & Gynecology Center, Iimmunology & Pulmonology and Internal Medicine Center, Pediatric Center, Polyclinic 1 (Dermato Aesthetic Center) & Polyclinic 2 (Spesialis Mata, THT, Gizi Klinik, Andrologi, Kesehatan Jiwa).  
10 October 2019 | 11:00
4 Langkah Mengasah Kemampuan Otak agar Tidak Pikun
Pernahkah kamu sadar, makin bertambah usia, makin pula kita mudah lupa? Memang, secara alami, otak kita akan mulai berkurang kemampuan daya ingatnya pada usia 20. Meski begitu, kita bisa mencegah hal itu agar tidak terjadi secara dini. Berikut langkah - langkahnya: 1. Sarapan Roti Tawar Gandum
Agar berfungsi optimal, otak butuh gula dari karbohidrat, kata profesor psikologi di Tufts University, AS, Robin Kanarek, PhD. Saran: Sarapan dengan muffin gandum atau setangkup roti tawar dengan telur mata sapi dan segelas jus beri.

2. Berolahraga
Studi yang hasilnya ditulis di Neurobiology of Learning and Memory menemukan, kita akan belajar mengingat kosa kata 20 persen lebih cepat setelah melakukan olahraga dengan level menengah ketimbang yang low-impact. Saran: Ikuti kelas kickboxing, thai boxing, atau body combat. Artikel Pilihan
Anak Sering Melepeh Makanan, Begini Cara Mengatasinya!
Cara Memperlancar ASI

3. Berinternet saat Istirahat Makan Siang
Menurut studi dari University of California, Los Angeles, meluangkan waktu sejam untuk mencari sesuatu yang menarik hati di internet dapat menstimulasi bagian otak yang berkaitan dengan memori jangka pendek. Saran: Carilah barang-barang yang ingin Anda beli atau mencari lokasi-lokasi menarik untuk liburan. 4. Gosok Gigi atau Flossing Sebelum Tidur
Gigi yang tidak bersih bisa memicu radang gusi dan mudah mengundang bakteri penyakit masuk ke dalam aliran darah. Jonathan B. Levine, DMD, profesor tamu di New York University dan penulis buku Smile! mengatakan, sekali mencemari aliran darah, bakteri tersebut dapat menyebabkan radang di seluruh tubuh, termasuk otak—yang akan menyebabkan terjadinya disfungsi kognitif. Saran: Gosok gigi atau flossing setidaknya dua kali sehari, pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Informasi kesehatan lain bisa kamu baca di Instagram @mayapadahospital
23 September 2019 | 10:30
Pertolongan Pertama Luka Bakar, Hindari Pengolesan Odol
Sebaiknya pertolongan pertama luka bakar yang mesti dilakukan adalah dengan menutup area luka menggunakan kain yang dikasih air.   MayapadaHospital.com - Ada mitos beredar, pertolongan pertama luka bakar adalah dengan cara mengoleskan odol. Apakah pengobatan itu sudah tepat? Menurut dr. Gita Saraswati dari Mayapada Hospital, pengolesan odol atau pasta gigi pada bagian tubuh yang mengalami luka bakar sebenarnya hanya untuk mencari efek dinginnya saja. "Nggak salah dan benar," ujarnya. Sebaiknya, pertolongan pertama yang mesti dilakukan di bagian luka bakar adalah dengan menutup area luka menggunakan kain atau bahan tipis yang dikasih air. "Karena prinsipnya kita mendinginkan," kata Gita. Pengompresan air pada area luka dilakukan sebelum yang bersangkutan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Nantinya dokter akan menilai derajat luka bakar yang dialami pasien. Tindakan perawatan tergantung derajat luka bakarnya. Baca juga: Pertolongan Pertama Jika Seseorang Tersedak Terdapat tiga golongan luka bakar berdasarkan kedalamannya: Luka bakar superfisial (derajat satu)
Biasanya luka bakar ini ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan, dan (terkadang) membengkak. Luka bakar ini hanya meliputi lapisan kulit paling atas (lapisan epidermis). Luka bakar derajat dua
Luka bakar ini biasanya ditandai dengan kemunculan gelembung – gelembung pada kulit yang berisi cairan. Tanda lainnya, ada pembengkakan, kulit berwarna kemerahan atau bisa juga menjadi putih, rusak, dan kulit lembab. Luka bakar ini merusak lapisan kulit paling luar dan menggangu lapisan kulit bawahnya. Tingkatan luka bakar ini merupakan jenis yang paling sakit. Luka bakar derajat tiga
Luka bakar ini adalah luka bakar yang paling berat, tidak terbatas. Biasanya ditandai dengan kulit menjadi kering, pucat atau bahkan putih. Bisa juga kulit menjadi gosong dan hitam.

Lapisan kulit pada luka bakar ini bisa sampai tulang dan organ dalam tubuh. Bedanya dengan luka bakar derajat satu dan dua, luka bakar derajat tiga tidak menimbulkan nyeri. Apabila seseorang hanya terkena percikan minyak goreng ketika memasak, menurut dr.Gita Saraswati, cukup dikompres dengan air biasa. Bisa juga dioleskan petroleum jelly. Jika luka bakarnya tidak terlalu parah, namun menimbulkan rasa nyeri, Gita menambahkan "nggak masalah mengonsumsi anti nyeri."   Setidaknya terdapat 4 penyebab luka bakar: panas (suhu di atas 60 derajat celcius), listrik (listrik rumah tangga), kimia (soda api), dan radiasi (sinar ultraviolet dan bahan radio aktif). Selalu waspada ya terhadap benda – benda yang menimbulkan panas!   Informasi seputar kesehatan lain bisa Anda baca di Instagram @mayapadahospital
19 September 2019 | 15:25
Anak Sering Melepeh Makanan, Begini Cara Mengatasinya!
Bila diketahui alasan anak melepeh makanan karena giginya sedang sakit atau sariawan, Anda harus mengatasi terlebih dahulu rasa nyeri yang dialami anak. MayapadaHospital.com - Ketika sudah waktunya makan, seorang ibu muda bergegas menyiapkan menu makan untuk anak batita-nya (berusia di bawah tiga tahun). Si ibu mendekati anaknya yang berusia 17 bulan. Malang, setelah bersusah payah menyuapi bubur, makanan itu selalu dilepeh sang anak. Menanggapi ilustrasi itu, menurut dr.Herlina, Sp.A, dokter spesialis anak dari Mayapada Hospital, anak berusia 17 bulan seharusnya sudah diberikan makanan dengan rasa. Kebiasaan anak melepeh makanan biasanya mulai hilang ketika anak berusia 6 bulan. Baru pada umur 9 bulan, kebiasaan itu benar-benar hilang. Namun apabila masih ada anak 1 tahun yang masih suka melepeh makanan, menurut Herlina, ada faktor lain seperti masalah psikologis. "Bisa jadi trauma," ujar Herlina. "Ada yang memaksa dia makan. Atau bisa juga si anak sedang tumbuh gigi, lalu sariawan." Baca juga: Jangan Memaksa Anak Menghabiskan Makanannya Bila diketahui alasan anak melepeh makanan karena giginya sedang sakit atau sariawan, Anda harus mengatasi terlebih dahulu rasa nyeri yang dialami anak. Kalau karena trauma, Anda perlu menciptakan memori baru kepada anak bahwa proses makan itu menyenangkan. Alasan lain, bisa saja terjadi karena anak di saat usia 1 tahun sudah diberi makanan dengan rasa. Sehingga begitu mulut dan lidahnya menerima makanan tanpa perasa, ia merespon ketidaksukaan, lalu melepehnya. "Ibaratnya kita kecolongan, karena anak dikenalin makanan lain yang lebih enak,"  kata Herlina, yang berpraktek di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. "Untuk anak di bawah 3 tahun, sebetulnya anak punya persepsi di otak bahwa makanan dia, ya itu aja," ujarnya. Masukan lain mengenai masalah ini, sempat diutarakan Fitri Lutfianah, ibu anak satu berusia 3 tahun di forum media online Mother and Baby Indonesia. Fitri menyarankan, menjelang waktu makan, hindari memberikan anak cemilan yang mengenyangkan. "Seperti biskuit, cokelat, atau roti," ujarnya. Perhatikan rasa makanan si anak. Coba cicipi terlebih dahulu makanan anak. Karena anak akan makan lebih lahap jika rasa makanannya enak. Hal ini sama dengan orang dewasa. Anda bisa menambahkan perasa manis atau asin ke makanan jika anak sudah berusia 1 tahun. Bisa juga menciptakan suasana makanan yang seru dan menyenangkan, seperti menyuapi sambil menonton film kesukaannya. Selamat mencoba ya! Informasi lain seputar kesehatan bisa Anda dapatkan di Instagram kami @mayapadahospital
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900