Ashton Kutcher Sempat Alami Buta dan Tuli karena Gangguan Autoimun

...

Ashton Kutcher mengaku tengah berjuang melawan kondisi kesehatan langka yang bisa saja mengancam jiwanya.

Seperti dikutip dari laman Fox News, Selasa (9/8), aktor film Jobs ini mengidap vaskulitis yang melumpuhkan penglihatan, pendengaran, dan keseimbangannya. Ia sangat menyesal, karena selama ini tidak menjaga aset yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu kesehatan.

Vaskulitis memiliki banyak jenis dan dapat menyerang siapa saja, meskipun beberapa jenis lebih umum di antara kelompok usia tertentu.

Apa itu vaskulitis?

Vaskulitis adalah radang pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, pelemahan, penyempitan atau jaringan parut.

Perubahan ini bisa membatasi aliran darah, yang mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan.

Gejala vaskulitis

Tanda dan gejala umum dari sebagian besar jenis vaskulitis, meliputi:

Baca juga: Mengenal Alopecia, Penyakit Autoimun yang Menyebabkan Kebotakan


Tanda dan gejala lain terkait dengan bagian tubuh yang terkena:

  • Sistem pencernaan: Perut atau usus mengalami rasa sakit setelah makan
  • Telinga: Pusing, terdapat gangguan pendengaran mendadak
  • Mata: Gatal, terbakar atau tidak bisa melihat
  • Tangan/kaki: mati rasa dan lemah
  • Paru-paru: Sesak napas, batuk berdarah
  • Kulit: Perdarahan dibawah kulit (bintik merah)


Penyebab vaskulitis

Vaskulitis terjadi karena sistem kekebalan tubuh melakukan kesalahan dan menyerang pembuluh darah. Sel yang rusak akan menghasilkan zat kimia yang menyebabkan pembuluh darah membocorkan cairan ke jaringan dan menimbulkan pembengkakan.

Beberapa kemungkinan pemicu reaksi sistem kekebalan tersebut, antara lain:

  • Infeksi, seperti hepatitis B dan hepatitis C
  • Kanker darah
  • Penyakit sistem kekebalan tubuh, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan scleroderma
  • Reaksi terhadap obat tertentu

 

Pencegahan vaskulitis

Beberapa jenis vaskulitis tidak dapat dicegah, karena disebabkan oleh gangguan autoimun. Namun, tergantung pada penyebabnya, beberapa jenis vaskulitis dapat dicegah agar tidak melebar dengan obat-obatan.

Beberapa gaya hidup sehat juga direkomendasikan, antara lain:

  • Menjaga kesehatan jantung dengan cara mengganti makanan berlemak dan berminyak dengan makanan yang sehat
  • Olahraga secara rutin
  • Jauhi obat-obatan terlarang (termasuk kokain)
  • Berhenti merokok

 

Faktor risiko vaskulitis

Vaskulitis bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan tersebut terjadi:

  • Usia: Arteritis sel raksasa jarang terjadi sebelum usia 50 tahun, sedangkan penyakit Kawasaki paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

  • Riwayat kesehatan keluarga: Penyakit Behcet, granulomatosis dengan polyangiitis, dan penyakit kawasaki terkadang diturunkan dalam keluarga.

  • Gaya hidup: Penggunaan narkoba, khususnya jenis kokain, dan merokok bisa meningkatkan risiko vaskulitis.

  • Obat-obatan: Vaskulitis kadang-kadang bisa dipicu oleh obat-obatan seperti hydralazine, allopurinol, minocycline dan propylthiouracil.

  • Infeksi: Memiliki hepatitis B atau C dapat meningkatkan risiko.

  • Gangguan kekebalan: Orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh mungkin berisiko lebih tinggi terkena vaskulitis. Contohnya termasuk lupus, rheumatoid arthritis, dan scleroderma.

  • Jenis Kelamin: Arteritis sel raksasa lebih sering terjadi pada wanita, sedangkan penyakit Buerger lebih sering terjadi pada pria.

"Buat janji dengan dokter jika memiliki tanda atau gejala yang mengkhawatirkan Anda. Beberapa jenis vaskulitis dapat memburuk dengan cepat, sehingga diagnosis dini adalah kunci untuk mendapatkan pengobatan yang efektif," jelas dr. Prasna Pramita, Sp.PD, K-AI, MARS, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Internist - Konsultan Alergi Imunologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).

Info lebih lanjut mengenai diagnosis dini penyakit vaskulitis, hubungi Hotline 150770

Baca juga: Mengenal Penyakit Autoimun: Gejala dan Cara Penanganannya

 

Narasumber:

dr. Prasna Pramita, Sp.PD, K-AI, MARS, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Internist - Konsultan Alergi Imunologi
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)

Lihat jadwal praktik di sini

tags :

Autoimun Spesialis Penyakit Dalam/Internist - Konsultan Alergi Imunologi Vaskulitis