Operasi Bariatrik | Bedah Bariatrik di Indonesia | Bariatric Surgery in Indonesia

...

Operasi Bariatrik | Bedah Bariatrik di Indonesia | Bariatric Surgery in Indonesia | Indonesia Bariatric Surgeon

Apakah kamu tahu operasi bariatrik (bariatric surgery)?

Dokter Errawan Ramawitan Wiradisuria, Sp.BD-KBD, M.Kes, Dokter Spesialis Bedah Digestif dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengatakan, operasi bariatrik adalah tindakan pembedahan pengecilan lambung untuk menurunkan berat badan, sekaligus mengatasi permasalahan metabolik seperti diabetes, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi dalam darah) dan obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) -- terganggunya pernapasan pada saat tidur.

Operasi ini berupa pengecilan lambung dengan cara laparoskopik (teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar), yang efektif menurunkan berat badan hingga 5-13.5 Kg/ 4 minggu.

Menurut dr. Errawan Wiradisuria, operasi bariatrik di Indonesia (bariatric surgery in Indonesia) masih jarang dilakukan, karena orang dengan obesitas apalagi berat badan 200 kilogram lebih di Indonesia masih sedikit. Terlebih, indeks massa tubuh (IMT) orang itu harus di atas 30 sebagai indikasi perlunya menjalani operasi bariatrik.

Namun begitu, kata dr. Errawan Wiradisuria, terkadang ada pertimbangan lain pasien ingin menjalani operasi bariatrik tanpa melihat indikator IMT, terutama pasien dengan kelebihan berat badan. Contohnya, pasien yang IMT-nya belum 30, tetapi co-morbiditas (penyakit kedua) dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus, jantung, hiperlipidemia (kelebihan lemak dalam darah), hiperkolesterolemia, dan asma.

"Indikasi itu sudah memenuhi syarat dilakukannya operasi bariatrik," ujar dr. Errawan Wiradisuria.

 

Ada dua jenis operasi bariatrik:

1. Operasi bariatrik yang sifatnya bisa dikembalikan ke keadaan semula (reversible)
Yang masuk golongan reversible adalah motode gastric banding, saat leher lambung akan diikat memakai band atau pita, atau selang kecil yang terhubung ke sebuah pompa kecil yang ditanam di bawah kulit.

Kemudian di pompa itu akan disuntikkan cairan steril menuju pita yang bakal mengembang sehingga ‘mencekik’ leher lambung. Akibatnya, pasien menjadi cepat kenyang karena terbentuk lambung baru yang ukurannya lebih kecil.

2. Operasi bariatrik dengan kondisi pembedahan tetap (irreversible)

Sementara pembedahan tetap atau irreversible dilakukan dengan cara memotong lambung dan rekonstruksi saluran pencernaan. Kata dr. Errawan Wiradisuria, rekonstruksi saluran pencernaan sangat perlu dilakukan agar terjadinya adaptasi lambung yang mengakibatkan berat badan kembali naik dikemudian hari bisa dicegah.

Meski operasi bariatrik yang sama dilakukan kepada 2 orang, efek dan hasilnya akan berbeda. Menurut dr. Errawan Wiradisuria, ini bisa saja terjadi karena tubuh punya kemampuan untuk beradaptasi dan merevitalisasi tubuhnya sendiri.

dr. Errawan menyarankan, pasien yang telah menjalani operasi bariatrik juga harus mengubah gaya hidup. Pasien yang menjalani operasi bariatrik juga harus mau rutin berkonsultasi ke ahli gizi.

*Keterangan foto: dr. Errawan Ramawitan Wiradisuria, Sp.BD-KBD, M.Kes & tim sedang melakukan operasi bariatrik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.


Informasi dan pendaftaran pasien di Gastrohepatology Center, silakan hubungi Hotline 150770

Konsultan:
dr. Errawan Wiradisuria Sp.B-KBD, M.Kes
Dokter Spesialis Bedah Digestif
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)

Jadwal praktik lihat di sini 


Tonton video lengkap tentang Bedah Bariatrik:

tags :

Bedah Digestif Bariatrik