Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatannya

...

Carpal Tunnel SyndromeGejala Carpal Tunnel Syndrome | Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome | Penanganan Carpal Tunnel Syndrome


Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah sebuah kondisi yang menyerang salah satu saraf utama di daerah pergelangan tangan. Carpal Tunnel adalah sebuah "terowongan" yang terbentuk dari struktur tulang-tulang pergelangan tangan. 

Terowongan ini berisi sembilan tendon fleksor yang berfungsi menekuk semua jari dan satu struktur saraf yaitu saraf medianus. 

Saraf medianus berfungsi memberikan sensasi rasa ke kulit ibu jari, jari telunjuk dan tengah, serta setengah dari jari manis.


Penyebab Carpal Tunnel Syndrome 

Proses terjadinya Carpal Tunnel Syndrome ini merupakan kombinasi dari cedera mekanis, peningkatan tekanan, dan kerusakan pada saraf medianus akibat kurangnya aliran darah ke saraf.

Ada empat faktor risiko medis yang menyebabkan terjadinya CTS

  1. Faktor Ekstrinsik yang meningkatkan tekanan pada saraf medianus di dalam terowongan termasuk perubahan keseimbangan cairan dalam tubuh seperti yang terjadi pada kehamilan, menopause, obesitas, penggunaan kontrasepsi oral, dan beberapa penyakit lain.

  2. Faktor Intrinsik di dalam terowongan carpal itu sendiri yang menyebabkan peningkatan volume misalnya tumor, kista, patah tulang (fraktur) pada pergelangan tangan, dan arthritis.

  3. Faktor Ekstrinsik yang menyebabkan perubahan pada kontur terowongan carpal misalnya posisi menekuk yang mengangkat (fleksi dan ekstensi) pada pergelangan tangan berulang dan dalam waktu yang lama.

  4. Faktor Neuropatik yang menyebabkan gangguan pada fungsi saraf sendiri misalnya diabetes, ketergantungan alkohol, defisiensi vitamin, dan paparan toksin.

 

Tanda dan Gejala Carpal Tunnel Syndrome 

Gejala utama Carpal Tunnel Syndrome adalah mati rasa dan atau kesemutan di ibu jari yang dapat disertai dengan rasa tersayat, tertusuk, terbakar pada jari telunjuk dan tengah, dan semua atau setengah dari jari manis (Sisi yang lebih dekat dengan ibu jari).

Pada kebanyakan kasus CTS, mati rasa/kesemutan akan datang perlahan-lahan. Gejala dapat hilang pada siang atau malam hari dan dapat bervariasi berdasarkan waktu, aktivitas atau posisi pergelangan tangan.


Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome 

Diagnosis CTS ditegakkan pada banyak pasien berdasarkan riwayat gejala dan pemeriksaan fisik. Penting untuk mengetahui jari mana yang mengalami mati rasa atau kesemutan dan jari mana yang tidak.

Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan sensasi di sisi telapak tangan dan bagian belakang jari-jari dan tangan.

Dokter juga akan melakukan beberapa tes seperti Manuver Phalen's, Tes Tinel's, dan Tes Kompresi. 

Pemeriksaan-pemeriksaan ini dirancang untuk meningkatkan tekanan pada saraf medianus untuk menimbulkan gejala.

Pemeriksaan Elektrodiagnostik (EMG) juga mungkin dilakukan. Hal ini memberikan bukti fungsi atau disfungsi saraf. Selain itu, pemeriksaan-pemeriksaan ini juga dapat membantu menemukan penyebab mati rasa yang lain yang mungkin memiliki gejala yang sama.

Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan ultrasound merupakan pemeriksaan imaging anatomis yang memvisualisasikan ukuran saraf medianus dan juga mungkin digunakan pada kasus tertentu.

Pemeriksaan pencitraan anatomis seringkali berguna saat kondisi lain dicurigai seperti robekan ligamen atau tendinitis yang dapat menyebabkan nyeri.


Tatalaksana Non-Operatif

Tujuan utama terapi adalah untuk mengurangi atau menghilangkan penyebab peningkatan tekanan saraf. Hal ini akan mengurangi gejala. Beberapa pilihan terapi non-operatif adalah:

  • Obat-obatan anti-inflamasi oral
  • Injeksi steroid (Injeksi kortison)
  • Splint pergelangan tangan
  • Terapi fisik dan rehabilitasi

Pengobatan oral dan infeksi lebih efektif bila gejala muncul secara singkat, tidak sering dan ringan. Splinting pergelangan tangan, terutama saat malam, mencegah pergelangan tangan dari posisi tertekuk.

Splint pergelangan tangan paling berguna dengan gejala yang dipengaruhi oleh posisi tangan atau pergelangan tangan. Splint juga lebih berguna saat gejala ringan dan saat gejala telah muncul dalam periode waktu yang lebih singkat.


Tatalaksana Operatif

Tindakan Carpal Tunnel Release dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf median dengan memotong ligamen di carpal tunnel sehingga "ruang" untuk saraf median menjadi lebih luas dan tidak tertekan.

CTS dapat dilakukan dengan mini open surgery ataupun secara endoscopic (minimal invasif), di mana sayatan yang lebih besar untuk prosedur tertentu misalnya pengangkatan tumor atau rekonstruksi otot.

Setelah operasi, dokter mungkin merekomendasikan untuk sementara menghindari beberapa aktivitas. Menggerakkan jari-jari langsung dan sering setelah prosedur operasi membantu membatasi kekakuan, pembengkakan dan perlengketan.

Bekas luka operasi dan area di sekitarnya mungkin mengalami beberapa perubahan ringan pada warna, teraba padat dan rasa tidak nyaman selama beberapa bulan pertama. Perubahan-perubahan ini normal terjadi.

Setelah operasi, kebanyakan pasien akan mengalami sedikit nyeri pada lokasi sayatan. Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan nyeri operasi dapat dikontrol dengan asetaminofen, obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) (Seperti ibuprofen), kompres es, elevasi, gerakan jari dan pergelangan tangan yang lembut, dan membatasi aktivitas.


Hasil Setelah Operasi

Hasil yang lebih baik akan terjadi saat carpal tunnel ditemukan dan diobati lebih awal. Hal ini berarti mencari terapi saat gejala belum berat, dan masih hilang timbul. Kembalinya sensasi rasa dan fungsi otot lebih cenderung akan kembali setelah operasi.

Namun, jika gejala sudah berat dan konstan saat mencari terapi, hasil akhir tidak dapat diketahui. Penyembuhan bisa lambat dan sulit diprediksi (Enam bulan atau lebih). Terlebih jika gejala sudah muncul lebih dari 3 tahun di mana gejala setelah dilakukan operasi akan lambat pulih terutama rasa kebas, bahkan dapat permanen.

"Keterlambatan diagnosis dan tatalaksana dari CTS berhubungan dengan hasil jangka panjang yang buruk bahkan setelah dilakukan tindakan operasi. Deteksi dini, diagnosis, dan tatalaksana segera menjadi hal yang sangat penting," ujar dr. Oryza Satria, SpOT (K) Hand Surgery, Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang dan Traumatologi) - Konsultan Bedah Tangan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).

Temui dokter spesialis kami untuk konsultasi terkait penyakit CTS (Carpal tunnel syndrome), Hubungi Call Center 150770.

Direview oleh:

dr. Oryza Satria, SpOT (K) Hand Surgery
Dokter Spesialis Ortopaedi (Tulang dan Traumatologi)
Konsultan Bedah Tangan
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)

Lihat jadwal praktik di sini

 

tags :

Orthopaedic Center Carpal Tunnel Syndrome Spesialis Tulang Dan Sendi