Pap Smear: Deteksi Dini Kanker Serviks yang Bisa Selamatkan Nyawa
Pap smear adalah prosedur pengambilan sampel sel dari permukaan leher rahim (serviks) menggunakan sikat khusus, kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Tujuan utamanya adalah mendeteksi perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker serviks yang jauh sebelum gejala muncul.
Bersama pemeriksaan HPV DNA, pap smear menjadi standar skrining kanker serviks yang direkomendasikan WHO, Kementerian Kesehatan RI, dan American Cancer Society (pedoman terbaru Desember 2025).
Mengapa Pap Smear Penting?
Kanker serviks adalah kanker kedua terbanyak pada perempuan Indonesia. Setiap hari, sekitar 56 perempuan Indonesia meninggal akibat penyakit ini dan 70% kasus baru sudah terdiagnosis pada stadium lanjut karena tidak pernah menjalani skrining.
jika terdeteksi pada stadium awal, tingkat harapan hidup 5 tahun pasien mencapai lebih dari 90%. Negara-negara dengan program skrining terorganisir seperti Islandia dan Finlandia, terbukti berhasil menekan angka kematian akibat kanker serviks hingga 80%, menurut data NCI dan IARC.
Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Serviks?
- Memiliki banyak pasangan seksual atau bergonta ganti pasangan seksual
- Aktivitas seksual usia dini
- Memiliki penyakit infeksi menular seksual
- Kebersihan organ intim yang kurang terjaga
- Merokok
"Memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas bukan berarti pasti terkena kanker serviks. Namun, semakin banyak faktor yang dimiliki, semakin penting untuk melakukan pap smear secara rutin," jelas dari Dr. dr. Tricia Dewi Anggraeni, SpOG(K) Subs.Onk, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Onkologi Kandungan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).
Jadwal Pap Smear Berdasarkan Usia
- Usia 21 - 29 tahun: Setiap 3 tahun
- Usia 30 - 64 tahun: Setiap 3 tahun (Pap smear), setiap 5 tahun (HPV DNA)
- Lebih dari 65 tahun: Sesuai rekomendasi dokter
Apa yang Terlihat pada Masing-Masing Stadium kanker serviks?
- Saat normal, vagina tidak ada luka dan sehat terlihat dari speculum.
- Stadium awal kanker serviks, kanker mulai menyebar.
- Stadium lanjut kanker serviks, permukaan mudah berdarah jika disentuh.
- Stadium akhir kanker serviks, kanker menyebar di luar serviks ke jaringan pelvis.
Deteksi pada stadium awal memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih besar. Inilah alasan utama mengapa pap smear rutin sangat dianjurkan.
Pap Smear di Mayapada Hospital
Mayapada Hospital menyediakan layanan Paket Skrining Kanker Serviks yang mencakup konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Layanan tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital.
Jadwalkan Pap Smear Anda hari ini, dengan klik di sini.
Info lebih lanjut:
- Call Center 150770
- WhatsApp 0817 17 150770 (Chat Only)
- Booking via Aplikasi MyCare (Google Play Store | App Store)
Selanjutnya: Kanker Paru-Paru: Keluhan, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatannya
Artikel ini ditinjau oleh:
Dr. dr. Tricia Dewi Anggraeni, SpOG(K) Subs.Onk
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Konsultan Onkologi Kandungan
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)
Lihat jadwal praktik di sini
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)
Jl. Lebak Bulus 1 Kav. 29
Cilandak - Jakarta Selatan
DKI Jakarta
tags :
Dokter Spesialis Obsgyn Oncology Center Spesialis Kebidanan Dan Kandungan Dokter Spesialis Kanker Dokter Onkologi Jakarta Selatan Mayapada Hospital Jakarta Selatan