FIND A DOCTOR
09 September 2019 | 15:00
Berat Badan Normal Ibu Hamil
Dokter Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, Obstetri dan Ginekologi mengatakan, penambahan berat badan ibu hamil selama 9 bulan, normalnya 9 sampai 14 kilogram. MayapadaHospital.com - Pemain film Shandy Aulia, 32 tahun, sedang hamil anak pertama. Ia mengaku senang menikmati masa – masa kehamilan yang sudah memasuki trimester kedua. Untuk berbagi kebahagian, belum lama ini, ia sempat melakukan sesi tanya jawab dengan pengikut Instagram – nya melalui fitur Stories. Seorang netizen ada yang menanyakan berat tubuh pemain film Eiffel I’m in Love itu. "Berat badannya naik nggak kak?," katanya bertanya. Shandy pun sigap merespon, "Sudah naik, sebelum hamil 46 kg, sekarang 49 kg." Lantas, apakah kenaikan berat badan Shandy itu terbilang normal? Dokter Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, Obstetri dan Ginekologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan, penambahan berat badan ibu hamil selama 9 bulan, normalnya 9 sampai 14 kilogram. Prinsipnya bila berat badan ibu hamil naik, diharapkan berat badan janin juga naik. Yuslam menambahkan, jika berat tubuh agak kurang maupun berlebih tidak masalah. Asalkan berat badan janin aman dan kondisi kesehatan ibu baik, ujar Yuslam, yang berpraktek di Mayapada Hospital dari Senin – Kamis. Baca Juga: Mau Sehat saat Hamil, Berikut Tipsnya! Kenaikan berat badan pada tiap ibu hamil berbeda. Itu tergantung dari indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan saat kehamilan. Perlu Anda ketahui, IMT adalah cara mengetahui rentang berat badan ideal dan memprediksi seberapa besar resiko gangguan kesehatan Anda. Angka IMT didapat dari membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi tubuh dalam satuan meter. Ilustrasinya seperti ini: Anda memiliki berat badan 80 kilogram. Tinggi badan 1,75 meter (175 sentimeter). Langkah menghitungnya, kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,75 x 1,75 = 3,06. Kemudian bagi berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan tadi: 80/3,06 = 26,1. Nah, angka 26,1 itulah IMT. Sementara total kenaikan berat badan selama hamil yang masih dianggap normal atau aman, sesuai dengan IMT sejak sebelum hamil sebagai berikut:
a. IMT di bawah 18,5 (underweight) sebelum kehamilan, maka disarankan untuk menaikkan berat badan sampai 12,5 - 18 kg.
b. IMT 25 - 29,9 (overweight) sebelum kehamilan, maka disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan hanya 7 - 11,5 kg.
c. IMT di atas 30 (obesitas) sebelum kehamilan, maka disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan hanya 5 - 10 kg. Semoga informasi ini bermanfaat buat Anda yang sedang hamil ya!
Ikuti Instagram @mayapadahospital untuk mendapat informasi seputar kesehatan lainnya.
06 September 2019 | 14:00
Cara Memperlancar ASI
Dokter Ameetha Drupadi, CIMI, Konselor Laktasi mengatakan ibu muda tidak perlu khawatir dengan produksi ASI. MayapadaHospital.com - Sejumlah perempuan yang akan melahirkan anak pertama tentu pernah merasa khawatir mengenai produksi Air Susu Ibu (ASI). Apakah nanti ASI dari payudaranya keluar lancar atau tidak. Puput Nastiti Devi, istri mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mengalami itu. Puput, di akun Instagram Stories-nya, sampai menanyakan kepada pengikutnya yang berjumlah 83 ribu lebih: "Memperlancar ASI harus gimana ya?" Usia kehamilan Puput sendiri memasuki 4 bulan. Dokter Ameetha Drupadi, CIMI, Konselor Laktasi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan ibu muda (seperti Puput) tidak perlu khawatir dengan produksi ASI. Bayi yang baru lahir belum banyak menyusu. "Baru setetes ASI-nya keluar, itu normal," kata Dokter Ameetha. "Jadi ibu nggak perlu khawatir." ASI bagi bayi memang punya sejumlah manfaat, terlebih bila diberikan secara ekslusif selama 6 bulan pertama. Dengan ASI, bayi mendapat zat gizi meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science menyebutkan perkembangan kecerdasan otak bayi yang diberikan ASI lebih baik ketimbang yang tidak mendapatkan ASI. Bukan hanya itu. Pada laman situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, ASI juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan intelektual anak. Karena ibu yang menyusui sedang membangun kedekatan dan rasa nyaman kepada anak sehingga memengaruhi perkembangan emosi si anak. Wajar jika Puput menanyakan bagaimana cara memperlancar ASI bila dilihat betapa hebatnya ASI untuk pertumbuhan bayi. Berikut cara memperlancar produksi ASI. Terus Berusaha Menyusui
Sejumlah ibu baru mengalami kesulitan menyusui di awal kelahiran. Pada tiga hari pertama, proses belajar menyusui krusial. Dokter Ameetha menyarankan untuk tetap berusaha menyusui bayi, karena isapan bayilah yang merangsang produksi ASI. Istirahat yang Cukup
Jaga kestablilan produksi ASI dengan mengatur jadwal istirahat. Disarankan, ketika bayi sedang tidur, Anda juga harus tidur. Cara istirahat lain yang bisa dilakukan dengan mengurangi kegiatan di luar rumah. Bersantailah di rumah bersama bayi. "Selain itu, ibu perlu happy agar hormon oksitosin meningkat dan proses keluarnya ASI lebih lancar," ujar Dokter Ameetha. Konsumsi Makanan Sehat
Apa yang Anda konsumsi akan masuk juga ke bayi melalui ASI. Selama masa menyusui, Anda memerlukan tambahan asupan kalori sebesar 300 – 500 kalori per hari. Dianjurkan menerapkan pola makanan sehat dan gizi berimbang untuk menjaga kualitas ASI. Biasakan makan yang masuk ke mulut Anda mengandung serat, protein, karbohidrat kompleks, dan susu. Makan berserat seperti sayur dan buah, sebaiknya dikonsumi lebih banyak per harinya sebagai pelengkap vitamin dan mineral tubuh. Baca tips kesehatan lain di Instagram @mayapadahospital  
23 August 2019 | 11:08
Memulai Aktivitas Dengan Pola Hidup Sehat
MayapadaHospital.com - Memulai aktivitas lagi setelah bersantai di weekend bisa jadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang, setuju? Makanya, wajar banget apabila kamu butuh penyemangat di pagi hari, supaya tubuh lebih sehat & segar menjalani kegiatan. Mayapada Hospital punya 5 Tips yang bisa bikin hari Senin kamu jadi lebih bersemangat! Awali Hari dengan Minum Air Putih
Saat bangun di pagi hari, mulailah dengan minum air putih minimal 2 gelas. Pastikan untuk tidak mengonsumsi makanan apapun selama 30 menit setelahnya, agar tubuhmu punya cukup waktu untuk membersihkan diri dari racun-racun, serta menyalurkan energi ke setiap sel-sel penting dalam tubuh. Selain itu, minum air putih di saat perut kosong bisa membantu membersihkan usus, sehingga baik untuk sistem pencernaan.  Olahraga Ringan
Lakukan olahraga ringan seperti senam, yoga, bersepeda, atau jogging. Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rachmad Wishnu Hidayat, jogging baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Di samping itu, jogging juga dapat menaikkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL). Sarapan Sehat
Agar siap menghadapi Senin yang super sibuk, isi perut dengan sarapan yang bergizi, seperti roti tawar gandum isi telur dan sayuran, semangkuk oatmeal dengan buah-buahan, atau bubur ayam hangat bisa jadi pilihan yang tepat untuk sarapan. Berangkat Lebih Awal & Dengarkan Musik Favoritmu saat Menuju Kantor
Agar tidak tergesa-gesa, berangkatlah lebih awal dan dengarkan musik favoritmu di sepanjang perjalanan agar suasana hati jadi lebih baik. Berdasarkan penelitian para ilmuwan dari University of Missouri, mendengarkan musik dapat memperbaiki mood pendengarnya sekaligus menurunkan stres. Buatlah Plan & Target
Selalu buat plan dan target tentang apa saja yang akan dikerjakan hari ini. Membuat plan di pagi hari akan membantu harimu jadi lebih teratur dan terkontrol.
Yang pasti jangan lupa, sebelum memulai aktivitas, selalu mulai dengan berdoa terlebih dahulu untuk kelancaran dan keberhasilan. Nah, mulai hari Senin besok, yuk coba terapkan gaya hidup ini sebagai awal untuk memulai hari yang lebih baik! Ikuti juga tips-tips kesehatan lainnya ya, dengan follow Instagram kami di @mayapadahospital.
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900