FIND A DOCTOR
02 December 2019 | 14:00
Jangan Sepelekan Gangguan Tiroid!
Kelainan pada kelenjar tiroid dapat mengakibatkan terganggunya fungsi organ tubuh lain bahkan kematian. Gangguan kelenjar tiroid adalah kelainan yang terjadi pada kelenjar tiroid (gondok). Baik itu berupa benjolan tunggal atau lebih (kelainan anatomi), tumor jinak atau ganas, maupun kelebihan atau kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini antara lain dipicu oleh: Kekurangan zat yodium Autoimun, yakni sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat Pertumbuhan sel tiroid yang berlebihan, menjadi tumor jinak/ganas Infeksi pada kelenjar tiroid Kenali Gejalanya Gangguan kelenjar tiroid yang paling mudah diidentifikasi adalah kelainan anatomi yang ditimbulkannya, yakni munculnya satu atau beberapa benjolan pada leher. Ini berasal dari benjolan pada kelenjar tiroid, yang terletak di bagian depan leher. Kemungkinan keberadaan tumor tiroid juga dapat diidentifikasi lewat munculnya benjolan. Namun bisa juga tidak menampakkan gejala, sehingga penting untuk mengunjungi dokter guna memperoleh saran medis. Selain itu, kamu juga perlu memberi perhatian jika dalam keseharian tubuh memberi sinyal-sinyal terjadinya kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) maupun kekurangan hormon tiroid (hipotiroid), seperti berikut ini: Gejala Hipertiroid Gelisah, cepat lelah, cepat marah, dan sulit tidur Tangan kaki terasa lemah dan tangan gemetar (tremor) Amat mudah berkeringat saat suhu cenderung panas Jantung berdebar amat cepat atau tidak teratur Berat badan menurun meski makan normal atau lebih banyak Sering buang air besar Badan terasa panas meski udara dingin Siklus menstruasi tidak teratur. Sementara pada pria terjadi disfungsi ereksi dan pembesaran dada. Kondisi ini sifatnya sementara, dan akan kembali seperti semula setelah problem hipertiroid teratasi. Gejala Hipotiroid Lambat menagkap pesan atau informasi Barat badan meningkat Susah buang air besar (sembelit) Bibir menebal Wajah membengkak (sembab) Bahaya Akibat Gangguan Kelenjar Tiroid Jika kamu merasakan gejala seperti di atas, perlu waspada. Dampak maupun komplikasi gangguan kelenjar tiroid dapat menyerang berbagai organ tubuh. 1. Mengganggu Kerja Jantung Jantung berdegup cepat dengan irama tak beraturan. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan darah (hipertensi), gagal jantung korgesif, yakni jantung tidak mampu mensirkulasi cukup darah bagi kebutuhan tubuh. Termasuk serangan jantung mendadak, yang sering berujung pada kematian. 2. Gangguan Penglihatan Biasanya mata akan mengalami perubahan fisik, seperti menonjol keluar seakan sedang melotot, warnanya memerah, dan membengkak. Di samping itu, mata menjadi peka terhadap cahaya, penglihatan kabur dan ganda. 3. Tulang Rapuh Kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis), dan penderitanya sering kali terlihat mudah lelah. 4. Problem Kulit Pada penderita hipertiroid sering kali telapak tangannya berkeringat sehingga kulit tampak memerah, bahkan bengkak. Kondisi tidak normal lainnya meski lembap dan basah karena keringat, telapak tangan terasa panas. Dalam jangka panjang dapat memicu lepas kuku dari jari (onycholysis). 5. Gangguan Sistem Reproduksi Produksi sperma pada pria menurun. Bahkan dapat menyebabkan impotensi. Masalah kesuburan juga dapat menyerang wanita dengan kelainan kelenjar tiroid. Atau setidaknya dapat mengalami siklus menstruasi yang memanjang, lebih dari 35 hari per siklusnya (oligomenore). 6. Menyerang Syaraf Biasanya penderita hipertiroid mengalami kecemasan yang sangat tinggi, depresi, emosi tidak stabil, dan menurun daya konsentrasi. Bahkan bisa menimbulkan gangguan mental, seperti enggan berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain (skizoid) dan ketakutan berlebih (paranoid). 7. Gangguan Pencernaan Fungsi hati menjadi tidak normal dan dapat menyebabkan malnutrisi. Nafsu makan meningkat hingga tak terkendali, namun berat badan malah menurun.   Solusi Gangguan Kelenjar Tiroid Kelainan tiroid akibat kekurangan yodium, diperlukan tambahan asupan yodium dalam menu makanan sehari-hari. Bila dalam keluarga memiliki riwayat tumor ganas tiroid, ini harus lebih waspada dan segera memeriksakan ke dokter jika muncul gejalanya. Kelenjar tiroid terlanjur bermasalah? Segera berobat ke dokter untuk didiagnosa lebih lanjut. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain, termasuk cek darah maupun pemeriksaan radiologi seperti USG tiroid bila tampak benjolan di kelenjar tiroid. Selanjutnya, dokter akan menerapkan pengobatan sesuai hasil diagnosa. Selain obat-obatan untuk diminum, juga zat yodium radioaktif, bahkan tindakan operasi, atau kombinasi ketiganya.   Konsultan:
Dr. Herry Nursetiyanto, SpPD – KEMD, FINASIM
Spesialis Internist - Diabetes, Metabolism & Endocrinologist
Mayapada Hospital Jakarta Selatan
25 November 2019 | 11:12
Hentikan Kekerasan pada Anak
Pengetahuan dan peran orangtua adalah benteng utama agar anak tidak pernah merasakan akibat kekerasan. Maraknya berita kekerasan pada anak belakangan ini tentunya membuat kita para orangtua khawatir akan keselamatan anak-anak kita. Kekerasan pada anak dapat terjadi di mana saja dan oleh siapa saja. Baik itu di luar rumah, bahkan di dalam rumah – amat disayangkan – oleh orangtua sendiri. Berbagai jenis kekerasan Kekerasan pada anak (di bawah 18 tahun), disebut juga child abuse atau child maltreatment, ternyata sangat beragam. Tindakan ini menimbulkan kerugian bukan hanya secara fisik, namun juga mental. Apa saja jenis-jenis kekerasan dan bentuk perlakuannya? 1. Kekerasan Fisik (Physical Abuse) Tindakan yang membahayakan anak seperti mengguncang, mendorong, memukul, hingga membakar tubuh anak. Termasuk strategi pengendalian yang bersifat memaksa misalnya: mencubit dan menarik anak secara paksa. 2. Pengabaian (Neglect) Orang tua atau pengasuh tidak memberi makanan, pakaian, pengawasan, maupun pendidikan yang layak bagi anak. Pengabaian juga termasuk menolak menyediakan lingkungan yang sehat, akibatnya membahayakan kesehatan anak. 3. Pelecehan Seksual (Sexual Abuse) Meliputi sentuhan, rabaan, penetrasi seksual (intercourse), atau tindakan memperlihatkan alat kelamin pada anak. 4. Kekerasan Emosional (Emotional Maltreatment) Ada yang bersifat aktif seperti mentertawakan, mengolok, serta mengatai anak. Sementara yang sifatnya pasif berupa pengabaian kebutuhan anak untuk mendapat dukungan emosional dan sosial. Sumber: Health Insight   Ada hadiah saldo GoPay total 2 juta rupiah di Instagram @mayapadahospital atau kunjungi tautan berikut: http://bit.ly/PuzzleMayapadaHospital
22 November 2019 | 10:42
7 Cara Alami Menghilangkan Sakit Kepala
Jangan biarkan sakit kepala menghambat aktivitas kamu. Atasi segera dengan beberapa tips mudah berikut ini! Sakit kepala memang sangat mengganggu aktivitas. Selain merasa sakit/nyeri yang luar biasa pada bagian kepala, kamu juga menjadi tidak fokus dan serba sensitif. Sakit kepala yang paling sering diderita adalah sakit kepala akibat tegang dan migrain, yaitu sakit kepala sebelah (kiri/kanan). Penyebab umumnya karena ketegangan otot akibat kelelahan, stres, dan depresi. Ada juga pusing, salah satunya ‘vertigo’, yang membuat penderita merasa sekeliling berputar-putar dan keseimbangan tubuh terganggu. Sebelum meminum obat sakit kepala, kamu juga bisa, kok, mengatasi nyeri di kepala dengan hal-hal alami berikut ini: 1. Tidur Bisa jadi sakit kepala yang kamu rasakan merupakan sinyal otak karena kurang beristirahat. Cobalah beristirahat sejenak agar rasa lelah dan tegang bisa diredam. Biarkan otot-otot yang tegang menjadi lebih relaks. 2. Minum Air Putih Dehidrasi juga bisa memicu datangnya sakit kepala. Minumlah air putih biasa atau hangat, bukan air dingin karena akan membuat kepala makin sakit. 3. Kompres Kompres dengan handuk hangat pada bagian kening dan belakang leher untuk membantu melancarkan peredaran darah dan mengendurkan otot-otot yang kaku. Lalu bergantian kompres dengan handuk dingin untuk mengecilkan pembuluh darah, sehingga tekanan pada saraf-saraf sensitif yang terdapat di kepala akan berkurang. 4. Relaksasi Lakukan latihan pernapasan dengan menarik napas dalam-dalam, tahan sebentar, lalu buang perlahan. Lakukan berulang kali sampai kamu merasa lega. 5. Meditasi Lakukan di tempat yang sepi, nyalakan aromaterapi. Pejamkan mata, atur napas kamu. Bayangkan kamu sedang berada di tempat favorit, di mana kamu merasa nyaman, senang, bahagia, dan relaks. Jika dilakukan dengan benar, sakit kepala kamu akan berangsur-angsur menghilang. 6. Hindari Faktor Pencetus Migrain Sakit kepala bisa dipicu oleh kebiasaan terlambat makan, stres, bau menyengat, paparan sinar matahari berlebihan, perubahan suhu yang mendadak, atau faktor hormonal. Menjauhi hal-hal tersebut bisa menghilangkan sakit kepala kamu. 7. Pijat akupresur Dengan menggunakan ujung-ujung jari tangan, tekan dan tahan titik/area yang terletak di bawah tulang pipi di kedua sisi wajah. Tahan titik ini dengan tekanan yang mengarah ke atas selama dua menit. Pegang kepala dengan kedua tangan. Letakkan kedua ibu jari di bawah untuk menekan dan menahan titik yang terletak di sisi belakang kepala, di bawah tulang tengkorak. Tekan dan tahan titik ini selama dua menit tiap sisi.  Jika sakit kepala Anda sudah sangat mengganggu dan tidak bisa diredakan dengan cara-cara alami, mungkin kamu memang harus mengonsumsi obat.   Solusi Pamungkas: Obat Nyeri Penghilang nyeri ibuprofen, paracetamol, dan aspirin adalah beberapa jenis obat yang aman dikonsumsi untuk mengatasi nyeri sakit kepala. Dengan catatan, kamu tidak alergi obat tersebut. Untuk mendapatkan penanganan yang benar, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena obat biasanya diresepkan berdasarkan gejalanya. Sumber: Health Insight --
Saat ini kami sedang mengadakan kuis berhadiah saldo Go Pay total 2 juta rupiah. Follow Instagram @mayapadahospital
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900