FIND A DOCTOR
05 February 2020 | 15:00
Tips Mengatasi Stres dalam Mengasuh Anak yang Mengidap Penyakit Kanker
Setiap orang tua mengidamkan anaknya tumbuh sehat. Namun, di Indonesia, ada sekitar 4.100 orang tua yang kurang beruntung karena anaknya mengidap penyakit kanker. Angka 4.100 adalah kisaran jumlah per tahun anak Indonesia yang terkena penyakit kanker (Data Yayasan Kanker Anak Indonesia). Bahkan, kanker pada anak menyumbang 10 persen kematian anak yang disebabkan penyakit. Sebagai orang tua, tentu tidak mudah mengasuh dan merawat anak yang mengidap penyakit kanker. Dibutuhkan tenaga ekstra dan perhatian lebih kepada sang anak. Psikolog Theresia Michelle dari Mayapada Hospital memberikan tips bagaimana manajemen stres pada orang tua dalam mengasuh anak yang terkena kanker. Tentukan cara mengatasi stres
Setiap orang punya cara tersendiri dalam mengatasi stres. Menurut Theresia, banyak cara bisa dilakukan melepas stres, seperti berolahraga, mengerjakan sesuatu yang kreatif atau melakukan relaksasi sederhana. Meluapkan perasaan  
Orang tua yang anaknya mengidap penyakit kanker perlu menerima perasaan. "Perasaan sedih, marah, kecewa adalah perasaan normal di situasi yang tidak normal," ujar Theresia. Ia mengimbau agar orang tua tidak mengabaikan perasaan-perasaan itu. Ia menyarankan orang tua justru harus menyalurkan emosi dengan sehat tanpa melukai diri sendiri. Orang tua bisa menyalurkan emosi dengan menulis jurnal atau diary. Terima bantuan orang lain
Pengasuhan anak yang terkena kanker akan lebih ringan bila ada orang lain yang membantu, baik itu keluarga ataupun sahabat. Kata Theresia, terima lah bantuan jika ada yang menawarkan. "Namun, komunikasikan dengan baik bantuan yang dibutuhkan itu," ujar Theresia. Rehat sejenak dari rutinitas
Orang tua perlu menyadari kalau mereka juga butuh istirahat atau relaksasi. Carilah waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan diri sendiri. "Orang tua merupakan pengasuh utama anak, jadi perlu memperhatikan diri sendiri sebelum memperhatikan orang lain," kata Theresia. Minta dukungan keluarga dan sahabat
Ketika suasana hati sedang dalam keadaan sedih, teman dekat atau keluarga bisa memberikan semangat atau dukungan. Orang tua juga bisa bergabung dalam sebuah grup sosial yang anggotanya punya nasib sama (punya anak mengidap kanker). "Saling bertukar cerita ke sesama akan membantu orang tua menyalurkan emosi yang dimiliki," ujar perempuan berkacama ini. Berdoa
Fokuslah pada waktu dan energi yang dimiliki, serta andalkan spiritual yang diyakini. Apabila berdoa di rumah ibadah membantu melepaskan kesedihan, lakukan. Bicara lah kepada pemuka agama mengenai masalah yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya sesuai agama dan kepercayaan.    Sebelum terlambat, kenali gejala penyakit Kanker Darah (Leukimia) pada anak di video ini:
31 January 2020 | 14:00
Waspadai Godaan Kuliner Online
Beragam makanan enak yang dijual secara online tak jarang membuat iman goyah. Awas, obesitas dan diabetes mengincar! Untuk mencari makanan yang lezat, dari makanan ringan hingga yang berat, sekarang begitu mudah dan menggoda. Tinggal buka market place di smartphone, pilih yang diinginkan, dan tunggu pesanan datang. Tak perlu ke luar rumah menerjang macetnya lalu lintas dan teriknya matahari. Enaknya lagi, Anda bisa sambil mengerjakan hal lain di rumah. Di satu sisi, teknologi digital memang mempermudah kita mendapatkan apa saja. Namun di sisi lain tentu ada juga dampak buruknya, terutama jika kita tidak menyikapinya secara bijak. dr. Benjamin Sastro, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mayapada Hospital Tangerang, mengatakan, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi ajang untuk melatih kebiasaan menjalankan pola hidup sehat. "Namun, sejumlah orang menemukan kendala yang membuat pertahanan jadi goyah, sehingga untuk menyukseskan niatan tersebut dibutuhkan perubahan yang menyeluruh. Dimulai dari niat yang kuat, disiplin terhadap diri sendiri, dan konsisten," ujarnya. Lebih lanjut dokter Ben mengingatkan, yang harus diwaspadai sebenarnya malah orang dengan tubuh yang sehat. Karena merasa sehat, mereka jadi lengah dengan tidak mengontrol pola makannya. "Kalau orang yang menderita diabetes biasanya lebih waspada karena sudah sering berkonsultasi dengan dokter," katanya. Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Salah satu yang penting diperhatikan untuk menahan godaan kuliner online adalah menjaga berat badan. Karena menurut dr. Ben, kelebihan berat badan atau biasa disebut obesitas jangan dipandang hanya sebatas mengganggu penampilan. Pasalnya, obesitas merupakan awal munculnya berbagai penyakit. Obesitas juga yang menyebabkan gangguan pada jantung koroner, stroke, bahkan diabetes. Ketika dilakukan tes glukosa dan kolesterol pada penderita dan bukan penderita obesitas, maka terlihat perbedaan parameter metabolik. Misalnya, angka parameter glukosa dan kolesterol lebih tinggi. "Dari berat badan saja, penderita obesitas mempunyai risiko lebih tinggi terkena diabetes ketimbang mereka yang tidak menderita obesitas," jelasnya. Untuk itu, kuncinya adalah menerapkan gaya hidup sehat dimulai dari asupan nutrisi yang baik, istirahat yang cukup, dan juga rutin berolahraga. Sumber: Health Insights Vol.9
27 January 2020 | 11:30
5 Kebiasaan Sehat buat Kamu yang Sibuk Kerja
Pada sebuah survei yang dilakukan terhadap 1.000 profesional muda, nyaris semua responden (di atas 95%) mengakui bahwa tingkat kesehatan berpengaruh terhadap karier mereka. Survei yang rilis pada 2015 oleh produsen susu ini menunjukkan bahwa kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan ternyata tidak selalu dibarengi dengan tindakan nyata. Sebagian kaum profesional malah akrab dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman alkohol, tidur larut malam, dan memilih makanan sesukanya. Baca juga: Memulai Aktivitas dengan Pola Hidup Sehat Buat kamu yang sibuk dengan segala pekerjaan di kantor, 5 aktivitas ini dapat membantu tubuh tetap bugar disela-sela tugas kantor: Parkir yang jauh Ke mana pun tujuan kamu, parkirlah mobil kamu cukup jauh dari gedung, sehingga kamu harus berjalan kaki. Tanpa terasa hal ini akan menyehatkan jantung, paru-paru, otot-otot tungkai, serta menguatkan otot perut dan punggung. Pilih tangga, bukan lift Ketika ke mal atau di kantor, biasakan menggunakan tangga untuk naik-turun lantai. Aktivitas ini bermanfaat untuk menguatkan kedua tungkai dan bokong kamu. Gunakan keranjang belanja Pilih keranjang belanja untuk membawa barang belanjaan kamu agar otot-otot lengan kamu terlatih menjadi kuat. Jalan kaki makan siang ke resto Daripada menyuruh office boy, sebaiknya kamu sendiri yang pergi makan siang ke resto dekat kantor dengan berjalan kaki. Aktivitas aerobik ini setidaknya dapat membantu menyehatkan jantung dan paru-paru kamu. Olahraga selagi antre Ketimbang diam saja ketika sedang antre membayar di kasir, kamu bisa melakukan ini: - Untuk melatih keseimbangan, berdirilah pada satu kaki selama beberapa detik, bergantian kaki kanan dan kiri. - Untuk menguatkan kaki, berjinjitlah selama beberapa detik, ulangi beberapa kali. Sumber: Health Insights Vol 6
23 January 2020 | 15:00
Nutrisi Tepat Untuk Pasangan Usia Subur
Anak yang unggul lahir dari ayah-ibu yang memperhatikan asupan nutrisi sejak berencana memiliki anak. Usia subur (20-35 tahun) merupakan kondisi paling aman dan memungkinkan untuk hamil. Pasalnya, seperti dikatakan oleh spesialis gizi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Florentina Mariane Rahardja, SpGK, pada rentang usia tersebut kondisi tubuh dan stamina sedang berada di puncak optimalnya. Berdasarkan pengalaman yang ditemui dr. Florentina, kesadaran pasangan usia subur dalam mempersiapkan kehamilan sudah cukup tinggi. "Bahkan ada yang sudah melakukan persiapan diri sejak berencana mau nikah, seperti pre-marital check up dan mencari informasi tentang kebutuhan nutrisi yang mendukung program memiliki anak," paparnya. Bagi pasangan usia subur yang berencana punya anak, penting untuk memperhatikan kondisi berat badannya. Hindari kondisi kelebihan berat badan (overweight) dan berat badan kurang (underweight). Kedua kondisi tersebut bisa menyebabkan gangguan hormonal, dan inilah yang menjadi salah satu penyebab sulit terjadinya kehamilan. Dalam menghadapi kehamilan, dianjurkan untuk memiliki berat badan ideal yang mengacu pada Body Mass Index (BMI). BMI normal (ideal) berada pada rentang 18,5 - 22,9 kg/m2 . Untuk mengetahui BMI Anda, gunakan rumus ini: BMI = berat badan (kg) : (tinggi badan (meter)² Ditandaskan oleh dr. Florentina, yang tak kalah penting adalah pengetahuan tentang nutrisi yang tepat bagi pasangan usia subur. Sebab nutrisi berperan penting tidak hanya bagi tubuh ibu hamil, tapi juga proses pembentukan sel-sel dan organ pada janin. ASUPAN GIZI PENTING Demi anak, pastilah kita selalu mempersiapkan yang terbaik, terutama pemenuhan asupan gizi. Hal itu, kata dr. Florentina harus dilakukan bukan setelah anak lahir, tapi sejak awal berencana punya anak, masa kehamilan, dan setelah melahirkan sampai anak berusia 2 tahun, yang dikenal sebagai 1.000 hari pertama kehidupan. Semua jenis komponen nutrisi dasar harus terpenuhi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada usia subur perlu ditambahkan beberapa nutrisi penting yang menunjang program kehamilan, antara lain: Asam folat: membantu mencegah cacat selubung saraf pada janin. Tambahan asupan asam folat yang dibutuhkan wanita usia subur sekitar 400 mcg. Folat banyak terdapat pada sayuran hijau. Hanya saja, kita harus pandai mengolahnya agar zat nutrisinya tidak rusak. Tambahan asupan asam folat biasa diberikan dalam bentuk suplementasi. Vitamin B12: penting bagi pembentukan sel darah merah dan fungsi sistem saraf pusat. Tubuh membutuhkan sekitar 2,4 mcg. Di masa kehamilan dibutuhkan kira-kira 2,6 mcg, dan pada saat menyusui 2,8 mcg. Banyak terdapat pada makanan laut, seperti kerang, kepiting, tuna, dan sarden, serta dari telur, ayam, ikan salmon, daging sapi, dan susu. Omega-3: bermanfaat dalam pengembangan struktur otak dan mendukung kesehatan jantung. Banyak terkandung dalam ikan bilis, herring, mackerel, tuna, dan salmon. Kalsium: untuk memperkuat struktur tulang guna menopang tubuh. Wanita usia subur disarankan untuk mengonsumsi kalsium antara 1.000-1.300 mg  per harinya. Sumber kalsium yang terkenal adalah susu, juga bisa diperoleh dari bayam, brokoli, salmon, dan almond. Zat besi: wanita usia subur sangat dianjurkan mengonsumsi zat besi agar terhindar dari anemia. Risiko ibu hamil dengan anemia adalah bayi lahir prematur, perdarahan, dan kurangnya oksigen untuk ibu. Daging, tuna, salmon, tiram, hati, dan bayam merupakan sumber zat besi yang mudah Anda peroleh sehari-hari. Jangan lupa tambahkan pula bahan makanan sumber vitamin C untuk mempermudah penyerapan zat besi dalam pencernaan. Sumber: Health Insights Vol.9
17 January 2020 | 11:00
Yuk, Penuhi Kebutuhan Nutrisi untuk Anak!
Penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, agar ia dapat tumbuh optimal di usia emasnya. Masa balita oleh pakar di dunia kedokteran anak dianggap paling penting dalam pertumbuhan si Kecil. Tumbuh kembang yang baik pada usia balita akan berpengaruh dan sangat menentukan masa depannya. Selain stimulasi dari luar, nutrisi terbaik menjadi modal untuk perkembangan fisik maupun mental yang optimal. Perbaikan Gizi Berawal dari Keluarga Meski telah lebih dari 17 tahun Pedoman Perbaikan Gizi dikenalkan kepada masyarakat dan disosialisaikan oleh pemerintah, namun berdasarkan penelitian dan survei akademis, ternyata masih banyak kendala. Pada masyarakat kebanyakan masih saja berlangsung seperti, antara lain konsumsi pangan yang tidak seimbang baik kualitas dan kuantitas, perilaku hidup bersih yang belum maksimal, serta banyak faktor lain termasuk pemahaman tentang tumbuh kembang balita yang optimal. Menurut Riskesdas 2012 bahwa "stunting" pada balita dan prevelensi Penyakit Tidak Menular (PTM) pada anak meningkat. Kondisi secara umum ini sebaiknya menjadi "wake up call" untuk kita sebagai orang tua agar dapat melakukan perubahan mulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Pengertian Gizi Seimbang Setiap kebutuhan gizi anak tentu berbeda. Secara umum gizi seimbang diartikan penyesuaian antara jumlah dan jenis makanan dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan aktivitas fisik, prilaku hidup bersih, dan berat badan normal yang perlu dipertahankan. Makanan sebaiknya kaya berbagai zat gizi (energi, protein, vitamin, mineral) yang baik bagi tumbuh kembangnya serta untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Demikian pula perlu diperhatikan kebutuhan cadangan nutrisi yang disimpan oleh tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan bervariasi, agar tubuh tetap masih dapat terpenuhi nutrisinya. Konsumsi Makanan yang Beragam Umumnya balita membutuhan 1000-1400 kalori per hari. Namun setiap anak memiliki aktivitas dan kebiasaan yang berbeda, sehingga kebutuhan makanan pun harus beragam. Sayuran kaya vitamin dan mineral namun sedikit kalori. Ikan dan daging kaya protein namun rendah vitamin. Pada dasarnya tidak ada satu bahan makanan yang memiliki komposisi gizi yang komplit. Itu sebabnya variasi sangat dibutuhkan. Begitu juga dengan jumlah yang tidak terlalu berlebihan. Hindari pemberian banyak gula, garam dan lemak yang sering menjadi penyebab munculnya PTM pada si Kecil. Saat ini mengonsumsi air mineral termasuk salah satu anjuran pedoman gizi yang berguna untuk melancarkan metabolisme tubuh si Kecil. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi terbaik. Karbohidrat bisa didapatkan melalui nasi, roti, umbi-umbian dan lain sebagainya. Si Kecil membutuhkan banyak energi untuk beraktivitas dan bereksplorasi. Protein Sebagai zat yang penting untuk pertumbuhan sel, pemeliharan dan perbaikan jaringan tubuh, perkembangan otak juga membuat enzim pencernaan dan zat kekebalan untuk melindungi tubuh. Dapatkan protein melalui daging, ikan, susu dan kacang-kacangan. Kalsium Balita membutuhkan asupan kalsium 500 miligram per hari. Kebutuhan kalsium ini bisa didapat dari dua gelas susu per hari. Kalsium dan vitamin D yang terdapat di susu sangat penting untuk membangun tulang yang kuat. Jika alergi terhadap susu bisa mencari sumber kalsium lain seperti brokoli, almond, ikan sarden dan lain sebagainya. Vitamin dan Mineral Sumber vitamin dan mineral sangatlah beragam, bisa didapatkan dari variasi sayuran dan juga buah-buahan. Vitamin dan mineral sangat penting untuk membantu tubuh menjalankan berbagai fungsinya. Lemak Lemak tetap diperlukan untuk tubuh dalam jumlah yang tepat. Beberapa sumber makanan menyediakan asam lemak esensial yang tidak tersedia di dalam tubuh. Anak-anak membutuhkan lemak lebih banyak dari pada orang dewasa karena tubuhnya menggunakan energi lebih selama masa pertumbuhan dan pekembangannya. Lemak bisa didapatkan dari mentega, susu, daging, ikan dan minyak nabati. Serat Serat sangat bermanfaat untuk mencegah konstipasi dan gangguan pada usus. Namun serat dapat membuat perut si Kecil menjadi cepat penuh dan terasa kenyang, sehingga jika si Kecil masih membutuhkan ruang untuk nutrisi lainnya dari makanan sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan. Zat Besi Zat besi sangat dibutuhkan sebagai alat transportasi yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Balita usia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram zat besi per hari. Zat besi bisa didapatkan dari sayuran berdaun hijau gelap, ayam, kuning telur dan juga ikan. Berikan juga makanan yang kaya kandungan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Sumber: Health Insights Vol.5 Follow @mayapadahospital untuk mendapatkan informasi kesehatan lainnya.
16 January 2020 | 11:00
Nutrisi Penting di Masa Kehamilan
Jenis makanan tertentu baik dikonsumsi sebagai penunjang masa kehamilan, agar ibu dan janin tetap sehat. Dalam menantikan kehamilan, tentunya ada persiapan yang perlu diperhatikan oleh seorang calon ibu. Ya, agar proses kehamilan berjalan lancar dan disusul hadirnya buah hati, serta kondisi ibu yang sehat. Salah satu yang paling utama adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi, baik selama masa kehamilan, maupun sebelum dan sesudahnya. Sebelum Kehamilan Langkah untuk mendapatkan bayi yang sehat sebenarnya dapat dimulai bahkan sejak satu bulan sebelum kamu mencoba untuk mendapatkan kehamilan. Caranya, mulailah mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat setiap hari.  Jumlah ini dapat diperoleh melalui multivitamin atau secara alami dari beragam jenis bahan makanan yang merupakan sumber terbaik asam folat, antara lain: sayuran berdaun hijau, kuning telur, dan kacang-kacangan. Konsumsi asam folat yang cukup merupakan kunci perkembangan dan metabolisme sel pada awal terjadinya pembuahan. Asam folat juga penting untuk membantu mencegah bayi dari risiko cacat dan beragam penyakit berbahaya lainnya. Jangan lupa pula meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat seperti junkfood atau kudapan berlemak dan berkalori tinggi seperti goreng-gorengan (deep fried). Batasi konsumsi kafein, hindari rokok, alkohol, serta jaga berat badan ideal. Baca juga: Sumber nutrisi untuk kesehatan tulang Selama Kehamilan Asupan makanan yang memadai selama kehamilan bukan hanya untuk kesehatan calon ibu, namun juga untuk memelihara tumbuh kembang si jabang bayi. Yuk, santap makanan berikut ini saat mengandung bayi. Sayuran Hijau Masa-masa hamil membuat calon ibu kekurangan zat besi, sehingga berisiko terkena anemia (kurang darah). Mengonsumsi sayuran berdaun hijau tua seperti bayam dan kangkung akan membantu mengatasinya, mengingat sayuran tersebut kaya akan zat besi. Daging Merah Daging merah tanpa lemak juga merupakan sumber zat besi yang diperlukan saat kehamilan, di samping sebagai sumber protein. Namun hindari mengonsumsi hati saat hamil karena kandungan retinolnya bisa berbahaya bagi calon bayi. Pisang Jadikan pisang sebagai camilan sehat buat ibu hamil. Buah ini mengandung potasium yang diperlukan untuk mengatasi kelebihan cairan yang biasanya membuat kaki bengkak dan kram saat hamil. Minyak Ikan Pastikan ibu hamil mendapat asupan dua porsi ikan yang kaya akan asam lemak omega 3 tiap minggu. Nutrisi tersebut dibutuhkan bagi perkembangan mata dan sistem saraf bayi. Sumbernya terdapat pada ikan salmon dan ikan kembung.Tapi jangan berlebihan, karena menurut British Nutrition Foundation, dikhawatirkan mengandung polutan yang berbahaya buat bayi. Stroberi Sering dijuluki makanan super, kandungan antioksidan dan folat stroberi baik bagi perkembangan bayi. Antioksidan yang dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan bermanfaat membantu melindungi bayi dari risiko terkena diabetes tipe 2 maupun obesitas. Selepas Melahirkan Kondisi pemulihan pasca persalinan akan lebih baik dan cepat jika tercukupi kebutuhan energi dan nutrisinya. Konsumsi makanan sumber kalsium (susu, kacang-kacangan, dan ikan teri), protein (tahu, tempe, dan daging), zat besi (sayuran hijau, kacang-kacangan, dan daging merah), karbohidrat (nasi, terigu, dan biji-bijian), serta asam folat (susu dan telur). Perhatikan pula, agar sang ibu dapat memenuhi kuantitas dan kualitas ASI bagi si kecil, setiap hari di 0-6 bulan pertama menyusui. Asupan kalori boleh ditambah sampai 700 kal setelah persalinan.  Saat bayi berusia 7-12 bulan berikutnya, cukup tambah asupan kalori sampai 500 kal dari saat kehamilan. Tak kalah penting, konsumsi buah-buahan setiap hari sebagai camilan. Pilih buah-buahan kaya akan vitamin dan serat yang dibutuhkan dalam proses pemulihan setelah melahirkan. Juga, perbanyak minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari. Sumber: Health Insights Vol. 4 
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900