FIND A DOCTOR
08 November 2019 | 14:00
6 Penyakit yang Bisa Dipicu Sakit Gigi
Menurut Prof. Damien Walmsley, penasihat ilmiah dari British Dental Association, ada hubungan penyakit gigi dengan berbagai kondisi kesehatan. Apa saja? 1. Jantung Para peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa seseorang yang menderita periodontitis, yaitu peradangan pada jaringan penyangga gigi, memiliki risiko menderita penyakit jantung koroner sebesar 25% dibandingkan yang menderita periodontal ringan (penyakit gusi). Proses peradangan yang terjadi pada penyakit gusi ini kemudian akan turut memicu terjadinya sumbatan pembuluh darah yang dapat memengaruhi kinerja jantung. Risiko lebih besar lagi terjadi pada pria penderita periodontal yang berusia 50 tahun ke atas. 2. Stroke Berikut mekanisme singkat bagaimana penyakit gigi dan gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke: a. Ketika gusi mengalami suatu peradangan, maka bakteri gram negatif mengeluarkan endotoksin (Lipopolisakarida). b. Endotoksin akan terbawa melewati sirkulasi darah selama kita melakukan aktivitas normal pada rongga mulut, seperti mengunyah. Kondisi ini akan mempercepat munculnya efek negatif pada jantung dan pembuluh darah. c. Selanjutnya bakteri tersebut akan menimbulkan agregasi platelet, yang berkontribusi terhadap pembentukan thrombus dan thromboembolism, yang merupakan penyebab utama stroke. Baca juga: Penyakit Stroke, Gejala, dan Penyebabnya 3. Diabetes Tingkat keparahan penyakit gusi dapat meningkatkan risiko kontrol glikemik yang buruk. Jika penyakit gusinya parah, maka prevalensi protein dalam urin (proteinuria) akan signifikan, sementara pengobatan periodontal bisa meningkatkan kontrol metabolik dari penyakit diabetes. 4. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Ternyata ibu hamil yang menderita penyakit periodontal berisiko tinggi melahirkan bayi prematur dengan berat badan yang rendah. Hal ini dikuatkan dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa 18% dari semua kasus prematur berat lahir rendah berkaitan dengan penyakit periodontal. 5. Infeksi pernapasan Rongga mulut bertindak sebagai reservoir bagi bakteri untuk bergerak menuju paru-paru. Karena itu ketika gusi bermasalah, sangat berisiko terjadinya infeksi pada organ pernapasan. 6. Osteoporosis Penelitian di University of Buffalo yang dipimpin Jean Wactawski-Wende melaporkan bahwa sebagian besar pederita penyakit periodontal berisiko terkena osteoporosis. Kemungkinan besar disebabkan sinar x yang digunakan dalam perawatan gigi bisa mengeroposkan tulang. Sumber: Health Insight Vol. 10
06 November 2019 | 17:00
Nikmati Medical Check Up Year End BCA Prioritas
Khusus bagi Anda nasabah pengguna Kartu BCA Solitaire dan Prioritas! NIKMATI MEDICAL CHECK UP YEAR END BCA PRIORITAS periode 1 November s/d 31 Desember 2019 Medical Check Up Year End Male Rp.2.500.000 (normal Rp.4.117.000) Medical Check Up Year End Male Rp.3.000.000 (normal Rp.5.126.000)
Periode: 1 November s/d 31 Desember 2019. Item pemeriksaan : Pemeriksaan Umum oleh dokter MCU Pemeriksaan dokter spesialis Jantung Pemeriksaan dokter spesialis Internis Pemeriksaan dokter spesialis obgyn (khusus Wanita) Pemeriksaan dokter Urologi (khusus Pria) Laboratorium : Urinalisis Lengkap (Makro, Mikro, Kimia) Fungsi Hati (ALT-SGOT, AST-SGPT) Fungsi Ginjal (Ureum, kreatinin, Asam Urat) Profil diabetes (Gula Darah puasa, Gula Darah 2 jam PP, HbA1c) Profil Lipid (Kolesterol Lengkap) Hepatitis (HbsAg, Anti HBS) Rontgen Thorax Pemeriksaan Jantung EKG & Treadmill Khusus Wanita : Papsmear USG Mammae Khusus Pria : USG Urologi Termasuk Breakfast or Lunch dan administrasi. Syarat & Ketentuan Nasabah wajib menunjukan kartu BCA solitaire atau BCA Prioritas pada saat registrasi. Pembayaran wajib menggunakan kartu BCA solitaire/ BCA prioritas atau kartu kredit BCA melalui mesin EDC BCA. Wajib berpuasa 10-12 jam sebelum melakukan medical check up. diperbolehkan minum air putih saja. Tidak mengkonsumsi obat-obatan rutin di pagi hari hingga sampel darah diambil. Tidur yang cukup ideal 7-9 jam. Khusus wanita, tidak sedang masa menstruasi & tidak boleh melakukan hubungan suami istri selama ± 2 hari. Berlaku di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Tangerang dan BMC Mayapada Hospital Bogor. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: - Mayapada Hospital Jakarta Selatan 021-2921 7777 - Mayapada Hospital Tangerang 021-5578 1888 - BMC Mayapada Hospital Bogor 0251 - 8307900  
06 November 2019 | 10:00
5 Makanan Pendukung Kecantikan
Tidak hanya enak dikonsumsi, nutrisi dari makanan ini juga baik untuk mempertahankan kecantikan kulit. Ada banyak cara yang terus dilakukan orang, terutama kaum wanita, untuk mempertahankan kondisi kulitnya. Hal ini lumrah adanya, karena siapa pun memang ingin tampak cantik lebih lama. Ungkapan yang menyatakan bahwa "you are really what you eat" alias "kita terbentuk dari apa yang kita makan" bukanlah isapan jempol semata. Menurut pakar nutrisi medis dr. Sarah Brewer yang juga penulis dari buku "Eat Well, Look Great" yang dimuat oleh laman DailyMail mendata bahwa ada sekitar 40 superfoods yang punya manfaat hebat untuk kecantikan kulit, rambut, juga membantu memperlambat tanda-tanda penuaan, di antaranya: 1. AVOKAD Buah berdaging lembut ini kaya akan antikosidan, yaitu vitamin C, E, dan karotenoid, juga lemak tak jenuh yang membantu melembapkan kulit. Minyak buah avokad juga diketahui mengandung fitosterol yang membantu efek regeneratif pada kulit yang mengalami penuaan. Saat ini, buah avokad kembali naik daun di kalangan penyantap makanan sehat danpemerhati kecantikan, karena manfaatnya semakin banyak dirasakan oleh banyak orang. Tak hanya enak untuk salad atau sebagai topping sandwich, di Indonesia pun, kita sudah sangat familiar dengan hidangan pencuci mulut dari buah avokad.   Artikel Populer:
4 Langkah Mengasah Kemampuan Otak Agar Tidak Pikun
Anak Sering Melepeh Makanan, Begini Cara Mengatasinya!   2. BUAH CERI Dari hasil penelitian ilmiah yang dilakukan para ilmuwan yang tergabung di Michigan State University, diketahui bahwa segelas jus buah ceri ternyata mampu membantu memperlambat tanda-tanda penuaan pada kulit, berkat tingginya antioksidan di dalamnya. Dari penelitian itu pula diketahui bahwa ceri mampu membantu meredakan inflamasi, mengurangi kulit yang kemerahan akibat jerawat, eksim, psoriasis, rosacea, juga ruam kulit lainnya. Bagi Anda yang memiliki vlek hitam pada wajah atau ingin membuat kulit tampak lebih cerah, cobalah untuk rutin mengonsumsi buah ceri dalam bentuk segar maupun jus. 3. BAWANG PUTIH Orang sudah banyak mengenal bahwa makan bawang putih baik untuk menjaga kondisi jantung dan mengontrol tekanan darah. Berkat manfaatnya memperlancar peredaran darah inilah, bawang putih juga baik untuk mempertahankan rona pada kulit, membantu menjaga kondisi rambut agar tetap tebal dan kuat, serta membantu memperkuat kuku. Kandungan belerang di dalam bawang putih ternyata mampu membantu meningkatkan elastisitas kulit, lho! Zat ini juga mampu meningkatkan pembentukan kolagen dan keratin. 4. WORTEL Banyak yang sudah mengetahui bahwa vitamin A di dalam wortel baik untuk menjaga kesehatan mata. Wortel juga mengandung karotenoid, baik untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, juga silika yang dapat membantu memperkuat kondisi kulit, rambut, juga kuku. Begitu kaya manfaat dari wortel ini, sehingga beberapa produk kecantikan juga memanfaatkan ekstrak wortel di dalam produk pembersih, pelembap, body butter, juga sampo dan kondisioner. 5. EDAMAME Penggemar makanan Jepang tentu sudah familiar dengan kudapan ini. Kacang berwarna hijau ini kaya akan isoflavon yang memiliki manfaat hebat untuk kulit dan menjaganya dari kerutan akibat penuaan. Isoflavon juga dapat meningkatkan produksi kolagen di dalam kulit, sehingga kulit tempak lebih kencang dan halus. Di China, banyak produk kecantikan yang memanfaatkan kacang ini sebagai bahan di dalam produk pembersih kulit maupun masker. Jadi mulai sekarang, usahakan untuk lebih rutin menyantap makananmakanan super ini agar tubuh lebih sehat, kulit pun terjaga kecantikannya. Sumber: Health Insight Vol. 8 Informasi seputar kesehatan juga bisa kamu dapatkan di Instagram @mayapadahospital
30 October 2019 | 12:00
Penyakit Stroke, Gejala dan Pencegahannya
Seringkali kita dikejutkan oleh berita meninggalnya tiba-tiba para pesohor, teman, bahkan saudara akibat serangan stroke. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan stroke? Menurut dr. Hartono Prabowo, Sp.S, dokter spesialis syaraf Mayapada Hospital Tangerang, stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI tahun 2007 jumlah penderita stroke 8,3 per 1000 penduduk. Kemudian di tahun 2013 melonjak menjadi 12,1 per 1000 penduduk. "Karenanya, stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat. Pengobatan awal yang cepat dan tepat diperlukan guna mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat stroke. Pencegahan menjadi peran penting dalam menghindari terjadinya stroke," jelas dr. Hartono. Penyebab Stroke Ada dua faktor yang merupakan penyebab stroke, yaitu risiko medis dan risiko perilaku.
1. Faktor risiko medis
Faktor risiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke, antara lain hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturunan) dan migren (sakit kepala sebelah). 2. Faktor risiko perilaku
Faktor risiko perilaku disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman bersoda dan beralkohol, gemar mengonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor risiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktivitas gerak/ olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah suasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas. Waspadai Gejala Stroke Pada tingkat awal, masyarakat, keluarga dan setiap orang harus memperoleh informasi yang jelas dan meyakinkan bahwa stroke adalah serangan otak yang secara sederhana mempunyai lima tandatanda utama yang harus dimengerti dan sangat dipahami. Hal ini penting agar semua orang mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya serangan stroke. Tanda-tanda utama serangan stroke :
• Rasa kebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu sisi
tubuh saja.
• Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara atau sulit mengerti jika diajak bicara.
• Satu mata mendadak kabur atau melihat double dengan kedua mata.
• Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan.
• Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebab musababnya. Selain itu harus dijelaskan pula kemungkinan munculnya tanda-tanda lain yang harus diwaspadai, yaitu;
• Mual, panas dan sering muntah-muntah.
• Pingsan mendadak, atau hilang kesadaran secara mendadak "Jika Anda merasakan serangan stroke atau melihat orang lain terserang stroke, segera hubungi rumah sakit terdekat untuk meminta ambulans," imbau dr. Hartono. Stroke Menurut Jenisnya Jenis stroke jika dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat sumbatan pada pembuluh gumpalan darah dan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah. "Ada juga yang disebut TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan. TIA terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara. Meski hanya sesaat, tetap harus ditangani secara serius. Karena hal ini biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan stroke yang menetap," jelas dr. Hartono. Penanganan Stroke Harus Cepat & Tepat Stroke umumnya didiagnosis melalui tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak seperti CT Scan/ MRI dan MRA otak. Manfaat foto untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut. "Pengobatan stroke tergantung dari jenisnya, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Pada umumnya stroke diobati dengan obatobatan, termasuk obat untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar gula didalam darah dan kolesterol, dan upaya melarutkan sumbatan pada pembuluh darah otak yang dikenal sebagai Trombolisis. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk upaya penyelamatan pada stroke hemoragik ataupun stroke iskemik," kata dr. Hartono. Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya begitu spesifik dan tergantung pada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut. Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Diantaranya adalah, psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapist. Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Didalam proses pemulihan, penderita harus menjalani rehabilitasi, dan harus disadari bahwa penderita stroke akan mengalami gejala sisa bergantung kepada kecepatan dan
ketepatan penanganan awalnya. Pencegahan Stroke Stroke dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika:
• Selalu mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
• Berolahraga secara teratur.
• Tidak merokok.
• Tidak minum alkohol.
• Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan. Sumber Health Insight Vol.7
CLIENT TESTIMONIAL
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900