Cegah Sejak Dini! Cara Mendeteksi Kanker Payudara dan Ovarium Genetik

...

Kanker payudara dan kanker ovarium adalah jenis kanker yang paling umum pada wanita. Kedua kanker ini dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan yang disebut dengan Hereditary Breast and Ovarian Cancer (HBOC).

Wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi, di mana sekitar 5-10% kasus kanker payudara disebabkan oleh faktor genetik. Begitu juga dengan kanker ovarium, sekitar 10-15% kasus dikaitkan dengan faktor genetik. Keduanya disebabkan oleh mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang meningkatkan risiko kanker payudara hingga 50-72% dan kanker ovarium sekitar 30% sebelum usia 70 tahun. Pria juga bisa mewarisi mutasi ini dan berisiko mengalami kanker payudara. 

Namun, risiko HBOC dapat dikurangi dengan berbagai strategi, sebagaimana disampaikan Dokter Spesialis Onkologi Medis Mayapada Hospital, dr. Martha Iskandar, Sp.PD KHOM yang memiliki pengalaman luas dalam menangani kanker. 

"Tes genetik dan konseling BRCA membantu menilai risiko individu dan menentukan langkah pencegahan. Skrining rutin, seperti mamografi, MRI, USG transvaginal, dan tes CA-125 penting untuk deteksi dini. Operasi pencegahan, seperti mastektomi atau ooforektomi, dapat menurunkan risiko kanker secara signifikan. Selain itu, gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur, pola makan seimbang, serta menghindari rokok dan alkohol, juga berperan dalam menurunkan risiko kanker," jelasnya.

Baca juga: Cara Periksa Payudara Sendiri untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

 

Meski tidak semua orang dengan HBOC akan mengalami kanker, risikonya jauh lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki sindrom ini. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar dapat menentukan langkah penanganan yang efektif.

Pemeriksaan rutin di fasilitas kanker yang terpercaya sangat penting untuk deteksi dini. Di Indonesia, Mayapada Hospital menyediakan layanan Oncology Center berstandar internasional, mulai dari skrining hingga pengobatan kanker tingkat lanjut.

Oncology Center Mayapada Hospital menerapkan perawatan yang berpusat pada pasien, didukung oleh Tumor Board, tim medis multidisiplin yang menyusun rencana pengobatan personal, serta Patient Navigator yang mendampingi pasien di setiap tahap perawatan.

Oncology Center di Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga memiliki layanan Mayapada Breast Center, bagian dari Oncology Center, menawarkan layanan lengkap untuk kanker payudara, termasuk 3D Mammografi, Vacuum Assisted Breast Biopsy (VABB), kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, dan rekonstruksi payudara.

#JadiMudah Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji temu, hubungi 150770 atau unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini menyediakan artikel kesehatan, pengaturan janji temu, layanan darurat, serta reward poin yang bisa ditukar dengan diskon layanan Mayapada Hospital.

Selanjutnya: Meluruskan Mitos Kemoterapi: Fakta yang Membuat Anda Lebih Tenang

tags :

Kanker Ovarium Kanker Payudara Spesialis Kanker Oncology Center