Cegah Serangan Jantung dengan Rutin Medical Check Up

...

Sebagai organ tubuh terpenting, peran jantung sangat krusial. Jangan sekali-kali meremehkan urusan pemeriksaan rutinnya, meski kondisi jantung dalam keadaan sehat. Medical Check Up (MCU) wajib dilakukan secara berkala yaitu satu tahun sekali , karena untuk mencegah serangan jantung mendadak.

Serangan jantung sering datang tidak terduga. Sebagian besar tidak tertolong akibat lamanya penanganan atau kondisi jantung yang memang sudah sedemikian parah. Itu sebabnya, hingga saat ini serangan jantung menjadi penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia.

Sejatinya, serangan jantung dan penyumbatan pembuluh darah bisa diantisipasi. Selain dengan pola hidup sehat, kita juga harus melakukan MCU berkala untuk melihat kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah.Namun juga tidak asal memilih jenis MCU jantung.

Pilihlah jenis MCU sesuai kebutuhan artinya jenis-jenis pemeriksaannya disesuaikan dengan faktor risiko pasien. “Tidak ada patokan khusus yang mengharuskan usia sekian mesti tes jenis A atau B. Jenis pemeriksaan jantung disesuaikan dengan kebutuhannya,”kata dr. Rosmarini Hapsari, Sp.JP, FIHA atau biasa disapa dr. Ririn yang bertugas di Mayapada Hospital Tangerang.

Memilih jenis pemeriksaan yang tepatdan sesuai kebutuhan juga sangat menentukan keakuratan hasil pemeriksaan. Pasalnya masih banyak kasus seseorang meninggal karena serangan jantung mendadak meski sudah rutin MCU jantung. Kondisi ini bisa saja disebabkan karena yang bersangkutan tidak memilih jenis pemeriksaan yang tepat sesuai kondisi kesehatannya.

“Kalau memang faktor risikonya kecil misalnya pola hidupnya sehat, cukup lakukan MCU jantung basic. Namun kalau ditemukan adanya gangguan pada jantung, mulai ada plak di pembuluh darah, faktor risikonya tinggi, barulah dilanjutkan pemeriksaan advance atau lebih lengkap lagi, sekaligus diarahkan untuk pengobatannya,” dr. Ririn.

Umumnya MCU basic meliputi rangaian pemeriksaan darah lengkap, tes treadmill, dan tes Elektrokardiogram (EKG) yang dilakukan oleh dokter spesialis jantung. Pemeriksaan darah mencakup cek gula darah puasa, gula darah 2 jam setelah makan, hba1c, apo b, ureum, creatinine, kolesterol total, hdl, ldl, dan trigliserida.

Sementara tes EKG dilakukan untuk mencari tahu bagaimana jantung merespon tekanan pada saat beraktivitas fisik. Di sini pasien akan memakai treadmill untuk mengukur aktivitas elektrik otot jantung yang direkam oleh alat EKG.

“Rangkaian tes MCU basic yang bisa dilakukan berkala setahun sekali jika yang bersangkutan memiliki faktor risiko yang kecil,” ujar dr. Ririn.

Apabila dari pemeriksaan basic tersebut ditemukan ada gangguan serius pada jantung. Maka dokter tentu akan menyarankan untuk melakukan MCU advance yang meliputi CT Scan jantung, tes  darah CRP, dan tes darah brain natriuretic peptide (NT-proBNP BNP). Bila perlu pasien juga akan dianjurkan memakai holter monitoringuntuk merekam irama jantung selama 24 jam. Sehingga dapat diketahui kapan terjadi block atau gangguan irama jantung.

“Yang terpenting adalah masyarakat harus sadar pentingnya MCU jantung terutama bagi mereka dengan faktor risiko tinggi,” kata dr. Ririn menekankan.

Konsultan:
dr. Rosmarini Hapsari, Sp.JP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Mayapada Hospital Tangerang (MHTG)

Lihat jadwal praktiknya di sini

tags :

Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Kardiologi Penyakit Jantung