Siapa yang Cocok Menjalani Operasi Bariatrik? Kenali Kriterianya!

...

Mengapa Operasi Bariatrik Diperlukan?

Obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes, jantung, dan kanker, yang dapat mengganggu kualitas hidup. Operasi Bariatrik menjadi solusi efektif bagi mereka yang kesulitan menurunkan berat badan secara konvensional. Namun, siapakah yang bisa menjalani prosedur ini?

 

Siapa yang Bisa Menjalani Operasi Bariatrik?

Menurut Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, Subsp.BD(K), M.Kes, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif di Mayapada Hospital Jakarta Selatan & Kuningan, Bariatrik direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi berikut:

  • Memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti hipertensi, diabetes, batu empedu, gangguan jantung, varises, hingga ketidakseimbangan hormon.
  • Memiliki Body Mass Index (BMI) di atas 35.
  • Memiliki BMI 30 dengan komorbid.
  • Mengalami diabetes lebih dari 10 tahun dan tidak membaik dengan obat, tindakan bariatrik dapat dilakukan mulai dari BMI 27,5.

 

Bagaimana Prosedur Bariatrik Dilakukan?

Menurut Prof. Dr. dr. Reno Rudiman, MSc, Sp.B, Subsp.BD(K), FICS, FCSI, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif di Mayapada Hospital Bandung, prosedur ini dilakukan dengan mengubah struktur saluran pencernaan untuk membatasi asupan makanan serta mempengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan.

"Pembedahan dilakukan dengan teknik minimal invasif laparoskopi, dengan sayatan kecil selebar 5 mm, 11 mm, atau 12 mm, sehingga proses pemulihan menjadi lebih cepat," jelasnya.

Baca juga: Benarkah Operasi Bariatrik Menjadi Jalan Pintas bagi Penderita Obesitas?

 

Efektivitas Operasi Bariatrik

Bariatrik dilakukan dengan membuang sekitar 65-70% bagian lambung, sehingga daya tampung lambung berkurang dan pasien merasa lebih cepat kenyang. Metode ini diterapkan pada pasien dengan BMI di bawah 50, sedangkan untuk BMI di atas itu, dokter akan mempertimbangkan tindakan tambahan guna memaksimalkan penurunan berat badan.

Menurut dr. Errawan, penurunan berat badan pasca-Bariatrik berlangsung cepat dalam 1-3 bulan pertama, tetapi lambung dapat membesar kembali hingga 30% jika tidak diimbangi dengan pola makan dan olahraga yang baik.

 

Gastrohepatology Center Mayapada Hospital

Untuk memastikan operasi berjalan dengan aman dan efektif, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter yang ahli dan berpengalaman seperti dr. Errawan, dr. Reno, dan dr. Anita, serta dokter lain yang berpraktik di Gastrohepatology Center Mayapada Hospital.

Layanan ini menawarkan penanganan komprehensif untuk masalah saluran cerna, mulai dari skrining, diagnosis, hingga pembedahan dengan standar internasional. Layanan ini tersedia di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, dan Surabaya.

 

Akses Mudah dengan MyCare

Pasien dapat berkonsultasi lebih mudah melalui aplikasi MyCare, yang juga memiliki fitur pemantauan kesehatan yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk:

  • Menghitung jumlah langkah kaki
  • Memantau detak jantung
  • Mengukur jumlah kalori terbakar
  • Menampilkan Body Mass Index (BMI)

#JadiMudah Unduh MyCare sekarang di Google Play Store atau App Store dan dapatkan reward point yang bisa digunakan untuk potongan harga layanan kesehatan di Mayapada Hospital.

Selanjutnya: Biopsi Vakum Payudara, Diagnosis Minim Nyeri untuk Deteksi Kanker Payudara

 

tags :

Spesialis Saluran Cerna Gastrohepatology Center Obesitas