WASPADAI GODAAN KULINER ONLINE

31 January 2020  -  Made By : Mayapada Healthcare Group

Beragam makanan enak yang dijual secara online tak jarang membuat iman goyah. Awas, obesitas dan diabetes mengincar!

Untuk mencari makanan yang lezat, dari makanan ringan hingga yang berat, sekarang begitu mudah dan menggoda. Tinggal buka market place di smartphone, pilih yang diinginkan, dan tunggu pesanan datang. Tak perlu ke luar rumah menerjang macetnya lalu lintas dan teriknya matahari. Enaknya lagi, Anda bisa sambil mengerjakan hal lain di rumah.

Di satu sisi, teknologi digital memang mempermudah kita mendapatkan apa saja. Namun di sisi lain tentu ada juga dampak buruknya, terutama jika kita tidak menyikapinya secara bijak. dr. Benjamin Sastro, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mayapada Hospital Tangerang, mengatakan, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi ajang untuk melatih kebiasaan menjalankan pola hidup sehat.

"Namun, sejumlah orang menemukan kendala yang membuat pertahanan jadi goyah, sehingga untuk menyukseskan niatan tersebut dibutuhkan perubahan yang menyeluruh. Dimulai dari niat yang kuat, disiplin terhadap diri sendiri, dan konsisten," ujarnya.

Lebih lanjut dokter Ben mengingatkan, yang harus diwaspadai sebenarnya malah orang dengan tubuh yang sehat. Karena merasa sehat, mereka jadi lengah dengan tidak mengontrol pola makannya.

"Kalau orang yang menderita diabetes biasanya lebih waspada karena sudah sering berkonsultasi dengan dokter," katanya.

Menjaga Berat Badan Tetap Stabil

Salah satu yang penting diperhatikan untuk menahan godaan kuliner online adalah menjaga berat badan. Karena menurut dr. Ben, kelebihan berat badan atau biasa disebut obesitas jangan dipandang hanya sebatas mengganggu penampilan. Pasalnya, obesitas merupakan awal munculnya berbagai penyakit.

Obesitas juga yang menyebabkan gangguan pada jantung koroner, stroke, bahkan diabetes. Ketika dilakukan tes glukosa dan kolesterol pada penderita dan bukan penderita obesitas, maka terlihat perbedaan parameter metabolik. Misalnya, angka parameter glukosa dan kolesterol lebih tinggi.

"Dari berat badan saja, penderita obesitas mempunyai risiko lebih tinggi terkena diabetes ketimbang mereka yang tidak menderita obesitas," jelasnya. Untuk itu, kuncinya adalah menerapkan gaya hidup sehat dimulai dari asupan nutrisi yang baik, istirahat yang cukup, dan juga rutin berolahraga.

Sumber: Health Insights Vol.9

#Kesehatan    
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900