WASPADA GEJALA-GEJALA KANKER SERVIKS

16 June 2017  -  Made By : Mayapada Healthcare Group

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya dan hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker serviks terjadi karena kurangnya kesadaran yang  pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat.

Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

  • Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.
  • Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  • Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  • Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  • Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  • Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
  • Nyeri di daerah panggul.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.

Sumber: www.dokter.id

 

Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777