Mengenal Lebih Lengkap Tentang Penyakit Kanker Serviks

...

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang tidak normal (abnormal) di leher rahim. Sel abnormal tersebut jika berkembang secara tidak terkontrol dapat mengakibatkan munculnya tumor. Pertumbuhan tumor ini jika menjadi ganas akan mengakibatkan terjadinya kanker.

Menurut data The Global Cancer Observatory tahun 2020, angka kasus kanker serviks di Indonesia berjumlah 36.858 kasus dari total 396.914 kasus, tertinggi kedua setelah kasus kanker payudara (65.858 kasus).


Faktor Risiko Kanker Serviks

Kanker serviks diakibatkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang didapatkan melalui infeksi menular seksual. Ada beberapa faktor risiko kanker serviks yang diakibatkan oleh HPV:

  • Aktivitas seksual pada usia dini
    Melakukan kegiatan seksual pada usia muda dapat memengaruhi tingginya risiko terkena kanker serviks. Perempuan yang sudah melakukan kegiatan seksual di bawah umur 18 tahun punya risiko 3 kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan yang melakukannya di atas umur 21 tahun.
     
  • Melakukan aktivitas seksual dengan beberapa pasangan
    Seringnya berganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Terlebih lagi jika kegiatan seksual dilakukan tanpa alat kontrasepsi.
     
  • Riwayat infeksi seksual menular
    Perempuan dengan riwayat infeksi Chlamydia Trachomatis atau Herpes Genital juga memiliki risiko kanker serviks yang tinggi.
     
  • Imunosupresi atau sistem kekebalan yang melemah
    Jika sistem kekebalan Anda dilemahkan oleh kondisi kesehatan lain misalnya infeksi HIV, risikonya pun cukup tinggi akan terinfeksi HPV dan menyebabkan kanker serviks.

Selain itu, terdapat faktor risiko kanker serviks yang tidak diakibatkan oleh HPV:

  • Pemakaian Pil KB
  • Merokok
  • Genetik (Keturunan)


Jenis Kanker Serviks

Terdapat dua jenis kanker serviks yang dapat dialami perempuan:

  • Squamous Cell Carcinoma
    Kanker yang terjadi pada dinding luar leher rahim. Kanker serviks yang sering terjadi pada perempuan.  
      
  • Adenocarcinoma
    Kanker yang terjadi di dinding kanal serviks.    


Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks pada stadium awal tidak memiliki gejala tertentu. Berbeda dengan kanker serviks dengan stadium yang lebih lanjut, terdapat beberapa tanda dan gejala yang dapat dirasakan oleh Anda. Gejalanya seperti berikut:

  • Pendarahan vagina yang terjadi saat:
    - Setelah berhubungan
    - Di sela-sela siklus menstruasi
    - Setelah menopause
     
  • Keputihan yang encer dan berdarah yang mungkin berat dan berbau tidak sedap.
  • Nyeri atau nyeri panggul saat berhubungan.

Meskipun begitu, gejala-gejala ini bisa disebabkan oleh penyakit lain. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan, segera konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.


Bagaimana Mendeteksi Kanker Serviks?

Deteksi Kanker Serviks dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukan alat spekulum atau yang dikenal juga dengan paruh bebek ke dalam vagina Anda.

Kemudian pengambilan sampel dilakukan dengan sikat kecil untuk mengumpulkan cairan dari serviks. Sampel cairan tersebut akan dilihat di bawah mikroskop untuk melihat apakah sel berkembang secara normal atau tidak.


Pengobatan Kanker Serviks

Kanker serviks dapat diobati dengan beberapa cara, di antaranya adalah:

  • Pembedahan.
    Beberapa kasus kanker serviks dapat diobati dengan pembedahan untuk mengangkat kanker. Berbagai jenis operasi dapat melibatkan:
    - Pengangkatan serviks, rahim, dan bagian atas vagina (histerektomi radikal).
    - Mengangkat semua atau sebagian serviks tetapi membiarkan rahim tetap pada tempatnya,namun jenis operasi ini hanya dilakukan dalam situasi khusus.
     
  • Terapi radiasi untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi.

Istilah medis untuk obat-obatan yang membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Perempuan dengan kanker serviks biasanya menerima kemoterapi bersamaan dengan terapi radiasi.


Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?

  • Lakukan vaksin HPV
    Segera lakukan vaksin HPV sejak remaja atau sebelum menikah, agar dapat mengurangi resiko terjadinya kanker serviks.
     
  • Deteksi secara dini.
    Jika sudah menikah atau melakukan hubungan seksual, lakukan pemeriksaan Pap Smear secara rutin (sebaiknya dua tahun sekali).
     
  • Gunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual dan hindari seringnya berganti pasangan seksual.
     
  • Tidak/Kurangi Merokok. 

Informasi dan pendaftaran pasien onkologi (kanker) di Pusat Layanan Unggulan Onkologi Mayapada Hospital, silakan hubungi hotline 150770

tags :

Oncology Center Kanker Serviks Spesialis Kanker