Nutrisi Penting di Masa Kehamilan

...

Jenis makanan tertentu baik dikonsumsi sebagai penunjang masa kehamilan, agar ibu dan janin tetap sehat.

Dalam menantikan kehamilan, tentunya ada persiapan yang perlu diperhatikan oleh seorang calon ibu. Ya, agar proses kehamilan berjalan lancar dan disusul hadirnya buah hati, serta kondisi ibu yang sehat. Salah satu yang paling utama adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi, baik selama masa kehamilan, maupun sebelum dan sesudahnya.

Sebelum Kehamilan

Langkah untuk mendapatkan bayi yang sehat sebenarnya dapat dimulai bahkan sejak satu bulan sebelum kamu mencoba untuk mendapatkan kehamilan. Caranya, mulailah mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat setiap hari. 

Jumlah ini dapat diperoleh melalui multivitamin atau secara alami dari beragam jenis bahan makanan yang merupakan sumber terbaik asam folat, antara lain: sayuran berdaun hijau, kuning telur, dan kacang-kacangan.

Konsumsi asam folat yang cukup merupakan kunci perkembangan dan metabolisme sel pada awal terjadinya pembuahan. Asam folat juga penting untuk membantu mencegah bayi dari risiko cacat dan beragam penyakit berbahaya lainnya.

Jangan lupa pula meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat seperti junkfood atau kudapan berlemak dan berkalori tinggi seperti goreng-gorengan (deep fried). Batasi konsumsi kafein, hindari rokok, alkohol, serta jaga berat badan ideal.

Baca juga: Sumber nutrisi untuk kesehatan tulang

Selama Kehamilan

Asupan makanan yang memadai selama kehamilan bukan hanya untuk kesehatan calon ibu, namun juga untuk memelihara tumbuh kembang si jabang bayi. Yuk, santap makanan berikut ini saat mengandung bayi.

Sayuran Hijau

Masa-masa hamil membuat calon ibu kekurangan zat besi, sehingga berisiko terkena anemia (kurang darah). Mengonsumsi sayuran berdaun hijau tua seperti bayam dan kangkung akan membantu mengatasinya, mengingat sayuran tersebut kaya akan zat besi.

Daging Merah

Daging merah tanpa lemak juga merupakan sumber zat besi yang diperlukan saat kehamilan, di samping sebagai sumber protein. Namun hindari mengonsumsi hati saat hamil karena kandungan retinolnya bisa berbahaya bagi calon bayi.

Pisang

Jadikan pisang sebagai camilan sehat buat ibu hamil. Buah ini mengandung potasium yang diperlukan untuk mengatasi kelebihan cairan yang biasanya membuat kaki bengkak dan kram saat hamil.

Minyak Ikan

Pastikan ibu hamil mendapat asupan dua porsi ikan yang kaya akan asam lemak omega 3 tiap minggu. Nutrisi tersebut dibutuhkan bagi perkembangan mata dan sistem saraf bayi.

Sumbernya terdapat pada ikan salmon dan ikan kembung.Tapi jangan berlebihan, karena menurut British Nutrition Foundation, dikhawatirkan mengandung polutan yang berbahaya buat bayi.

Stroberi

Sering dijuluki makanan super, kandungan antioksidan dan folat stroberi baik bagi perkembangan bayi. Antioksidan yang dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan bermanfaat membantu melindungi bayi dari risiko terkena diabetes tipe 2 maupun obesitas.

Selepas Melahirkan

Kondisi pemulihan pasca persalinan akan lebih baik dan cepat jika tercukupi kebutuhan energi dan nutrisinya. Konsumsi makanan sumber kalsium (susu, kacang-kacangan, dan ikan teri), protein (tahu, tempe, dan daging), zat besi (sayuran hijau, kacang-kacangan, dan daging merah), karbohidrat (nasi, terigu, dan biji-bijian), serta asam folat (susu dan telur).

Perhatikan pula, agar sang ibu dapat memenuhi kuantitas dan kualitas ASI bagi si kecil, setiap hari di 0-6 bulan pertama menyusui. Asupan kalori boleh ditambah sampai 700 kal setelah persalinan. 

Saat bayi berusia 7-12 bulan berikutnya, cukup tambah asupan kalori sampai 500 kal dari saat kehamilan. Tak kalah penting, konsumsi buah-buahan setiap hari sebagai camilan. Pilih buah-buahan kaya akan vitamin dan serat yang dibutuhkan dalam proses pemulihan setelah melahirkan. Juga, perbanyak minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari.

tags :

Spesialis Kandungan Ahli Gizi Nutrisi