ANAK PUN BUTUH RELAKSASI LHO!

02 January 2020  -  Made By : Mayapada Healthcare Group

Setiap generasi menghadapi tantangan yang berbeda. Bagi anak-anak zaman sekarang yang dituntut untuk unggul dalam kompetisi global, salah satu tekanan terberat datang dari ketahanan mereka dalam menjalani aktivitas yang padat di sekolah maupun di luar sekolah.

Padatnya agenda anak zaman now, menurut psikolog Dra. Hartamti Sumodiningrat Psi. psikolog dari Mayapada Hospital Tangerang, tidak lain dan tidak bukan berasal dari orang tua masing-masing yang ingin agar anaknya superior dan mampu bersaing.

Anak diberikan banyak les sejak Sekolah Dasar (SD), bahkan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB). "Anak-anak sekarang dituntut, semacam dikarbit, bahwa dia harus punya kompetensi yang lebih sehingga dengan sendirinya tantangannya berat sekali," ungkap Hartamti.

Di sekolah, situasi yang penuh tekanan juga anak-anak hadapi. Dari durasi waktu belajar saja, anak-anak SD dan SMP masa kini memiliki waktu belajar yang lebih panjang. Banyak dari mereka yang baru pulang sekolah pada sore hari, pukul 15.00 atau 16.00. Di rumah, mereka masih diharapkan untuk kembali belajar di tengah kondisi kelelahan.

Baca juga: Hentikan Kekerasan pada Anak

Pilah-Pilah Relaksasi

Untuk itu perlu ada keseimbangan antara berpikir yang serius dengan kegiatan yang bersifat relaksasi. Inti dari relaksasi adalah relaks atau santai, jadi biarkan anak melakukan kegiatan yang ia sukai atau yang membuatnya nyaman paling tidak 30 menit hingga 1 jam dalam sehari.

Menurut Hartamti, jenis kegiatannya bisa orang tua kompromikan terlebih dulu dengan si anak. Namun, secara umum, berikut beberapa pilihan kegiatan relaksasi yang dapat dilakukan:


Relaksasi berupa kegiatan bermain

Bermain dengan tetangga, teman sekolah (play date), atau hewan peliharaan. Main game atau gadget juga termasuk relaksasi, namun sebaiknya hanya game atau aplikasi yang sudah diseleksi oleh orang tua dan dengan batas waktu yang jelas


Relaksasi yang dapat dilakukan sendirian di rumah atau di kamar

Nonton TV, berolahraga, art therapy (mengekspresikan emosi melalui kegiatan menggambar, bermusik, menari), memasak, membuat kue, atau menekuni hobi lainnya. Kursus kegiatan yang sesuai dengan passion anak juga merupakan bentuk relaksasi.


Relaksasi yang dapat dilakukan oleh anak bersama orang lain

Menghabiskan waktu dengan keluarga. Misalnya bercanda dengan adik, ngobrol dengan ibu, berkebun dengan nenek, berinteraksi dengan asisten rumah tangga. 


Relaksasi berupa kegiatan istirahat (mengistirahatkan pikiran)

Misalnya tidur siang (atau tidur sore) selama satu jam, meditasi, dan yoga. Ada juga latihan pernapasan yang mudah untuk dilakukan anak-anak usia SD. Caranya, menghirup napas dengan hidung, tahan, lalu keluarkan melalui mulut atau hidung.

Saat melakukannya, kondisi anak harus fokus dengan mata terpejam atau posisi tubuh duduk atau telentang. Latihan ini cukup dilakukan selama 10 menit setiap hari, terutama menjelang waktu tidur.


Relaksasi berupa kegiatan berlibur atau berwisata

Liburan yang ideal untuk anak SD dan SMP adalah yang diisi dengan banyak kegiatan bermain. Lokasinya bisa di mana saja, tidak perlu jauh. Namun, agar efektif, selama liburan orang tua harus ikut terlibat atau berpartisipasi. Terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak, dan hindari kegiatan sibuk sendiri dengan gadget.


Relaksasi berupa kegiatan brain gym

Kegiatan brain gym atau senam otak sudah diterapkan setiap hari oleh beberapa sekolah internasional sebelum murid masuk kelas. Berupa gerakan-gerakan tubuh bersilang menggunakan tangan dan kaki dengan iringan musik selama 10 hingga 15 menit.

Menurut Hartamti, gerakan-gerakan ini antara lain bermanfaat untuk mendukung daya konsentrasi dan kemampuan belajar anak seperti kemampuan berhitung dan membaca menjadi lebih baik lagi. Selain itu, dengan brain gym tubuh menjadi lebih berenergi.

Sumber: Health Insight Vol 9

#Kesehatan    
Tangerang
(021)5578-1888
Jakarta Selatan
(021)2921-7777
Bogor
(0251)830-7900