Cedera Otak Traumatik: Kenali Gejala, Penyebab, Komplikasi, Diagnosis dan Penanganannya

...

Cedera Otak Traumatik - Traumatic Brain Injury | Penyebab cedera otak | Penanganan cedera otak

Apa itu Cedera Otak Traumatik?

Cedera Otak Traumatik (COT) atau Traumatic Brain Injury adalah jenis cedera yang terjadi pada otak akibat adanya benturan atau hentakan keras ke kepala atau badan. Suatu objek yang menembus jaringan otak seperti peluru atau pecahan tulang tengkorak, juga dapat menyebabkan cedera otak traumatik.

Cedera Otak Traumatik ringan dapat memengaruhi sel-sel otak sementara. Namun cedera otak traumatik yang lebih berat dapat mengakibatkan kerusakan otak dan kecacatan bahkan kematian.


Apa penyebab Cedera Otak Traumatik?

Cedera otak traumatic biasanya disebabkan karena benturan atau hentakan keras ke kepala atau badan. Benturan atau hentakan keras tersebut dapat terjadi karena beberapa sebab, meliputi:

  • Jatuh dari ketinggian
  • Kecelakaan kendaraan
  • Kekerasan dan penganiayaan
  • Kecelakaan olahraga
  • Ledakan
  • Luka tembus kepala
  • Shaken baby syndrome pada bayi


Apa saja gejala Cedera Otak Traumatik?

Gejala dari cedera otak traumatik sangat beragam tergantung dari lokasi serta luas area otak yang cedera. Beberapa gejala dapat muncul segera setelah cedera, dan beberapa gejala lain dapat muncul beberapa hari kemudian. Beberapa gejala yang dapat timbul meliputi :

  • Nyeri kepala
  • Mual atau muntah
  • Penurunan fungsi indera penglihatan/pendengaran/pengecap
  • Amnesia atau lupa ingatan
  • Kebingungan
  • Gangguan keseimbangan
  • Kelemahan atau kelumpuhan anggota badan
  • Kejang

Pada kasus cedera otak traumatik yang berat, dapat terjadi penurunan kesadaran hingga koma, kondisi vegetatif, bahkan kematian.

 

Apa komplikasi dari Cedera Otak Traumatik?

Komplikasi pada cedera otak traumatik dapat terjadi segera pasca kejadian dan bersifat sementara. Namun dapat juga menetap jangka panjang. Semakin berat cedera yang dialami, semakin besar risiko dan semakin berat komplikasi yang mungkin terjadi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, antara lain :

  • Gangguan atau penurunan kesadaran jangka panjang, termasuk koma, kondisi vegetatif, dan kematian otak.
  • Kejang berulang atau epilepsi pasca cedera.
  • Gangguan cairan otak (hidrosefalus) dan pembuluh darah otak.
  • Kerusakan saraf kranial yang bersumber dari otak, gejala yang ditimbulkan seperti kelumpuhan wajah atau gangguan indra penglihatan/pendengaran/pengecap.
  • Gangguan intelektual dan kemampuan berpikir, seperti gangguan ingatan, penurunan kemampuan belajar, dan kesulitan berkonsentrasi
  • Gangguan komunikasi dan bahasa, meliputi kesulitan berbicara dan memahami perkataan, gangguan menulis, gangguan pelafalan (disartria)
  • Perubahan perilaku dan emosi

 

Bagaimana diagnosis dan pemeriksaan Cedera Otak Traumatik?

Cedera otak traumatik merupakan kondisi gawat darurat. Pada cedera yang berat, kondisi pasien dapat memburuk secara cepat, sehingga dokter dan penolong perlu melakukan penilaian secara cepat dan tepat. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan, meliputi :

  • Pemeriksaan tingkat kesadaran menggunakan Skala Koma Glasgow
  • Pertanyaan mengenai keluhan dan proses cedera yang terjadi
  • Pencitraan otak menggunakan CT scan atau MRI
  • Pemantauan tekanan intrakranial

 

Bagaimana penanganan Cedera Otak Traumatik?

Cedera otak traumatik memerlukan penanganan sesegera mungkin pasca kejadian untuk mengurangi kemungkinan kerusakan otak yang lebih berat. Penanganan yang dilakukan disesuaikan dengan derajat cedera, namun secara umum meliputi :

  • Pemberian oksigen yang mencukupi, untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut
  • Mempertahankan dan mengawasi tanda-tanda vital
  • Pemberian obat-obatan, meliputi diuretik, anti kejang, sedasi, dan obat lain sesuai kondisi pasien
  • Pembedahan
    Pembedahan pada cedera otak traumatik mungkin diperlukan pada beberapa kondisi, dengan tujuan untuk :
    - Menghentikan dan mengurangi perdarahan yang menekan otak
    - Memperbaiki patah tulang tengkorak
    - Membuka tulang tengkorak untuk mengurangi tekanan otak
  • Rehabilitasi
    Rehabilitasi memainkan peranan yang cukup penting pada proses pemulihan pasien dengan cedera otak traumatik. Beberapa pasien memerlukan bantuan untuk mempelajari kembali hal-hal dasar seperti berjalan dan berbicara.

    Tujuan dari rehabilitasi adalah untuk memperbaiki dan mengembalikan kemampuan pasien untuk menjalankan aktivitas harian. Program rehabilitasi dapat berupa:
    - Terapi wicara
    - Terapi fisik
    - Terapi okupasi
    - Terapi rekreasi


Apakah Cedera Otak Traumatik dapat disembuhkan?

Harapan kesembuhan pada kasus cedera otak traumatik bergantung pada seberapa berat derajat cedera serta seberapa cepat dan tepat penanganan yang diberikan dari sejak awal cedera hingga rehabilitasi.


Mayapada Hospital Tahir Neuroscience Center
Layanan komprehensif dan terpadu untuk gangguan saraf kepala dan tulang belakang mulai dari deteksi dini, diagnosis, intervensi, hingga rehabilitasi.

Didukung dengan layanan Emergency 24/7 menjadikan Mayapada Hospital sebagai pusat rujukan gawat darurat yang menyediakan layanan cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Untuk penanganan langsung, hubungi Emergency 24/7 150990.

Direview oleh:

dr. Gibran Aditiara Wibawa, SpBS, MBA
Dokter Spesialis Bedah Saraf (Otak, Sumsum Tulang Belakang dan Saraf Tepi)
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) & Kuningan (MHKN)

Lihat jadwal praktik di sini

tags :

Tahir Neuroscience Center Spesialis Saraf Dan Otak Cedera Otak Traumatik (Traumatic Brain Injury)