Kondisi yang Aman untuk Berpuasa bagi Penderita Penyakit Jantung

Penderita penyakit jantung yang ingin berpuasa perlu mempertimbangan kondisi kesehatannya secara menyeluruh agar tetap aman menjalani puasa.
Oleh karena itu penting untuk memahami kondisi yang memungkinkan bagi penderita penyakit jantung untuk berpuasa.
Menurut dr. Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Kuningan, terdapat kondisi yang harus diperhatikan sebelum penderita jantung memutuskan untuk berpuasa.
“Bagi penderita gagal jantung berat dengan keluhan sesak napas dan kelelahan ekstrem, penyakit jantung koroner yang tidak stabil dengan nyeri dada yang sering muncul, gangguan irama jantung (aritmia) yang berisiko mengancam nyawa, atau kelainan katup jantung yang parah, sebaiknya mempertimbangkan kembali untuk berpuasa. Karena dalam kondisi seperti ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar fungsi jantung tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, penderita penyakit jantung yang baru saja menjalani operasi seperti pemasangan ring jantung, bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG), serta yang baru mengalami serangan jantung, disarankan untuk menunda puasa dan tetap berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan pemulihan yang optimal.
“Namun, penderita penyakit jantung masih dapat berpuasa jika kondisi mereka stabil dan terkontrol dengan baik, seperti penyakit jantung koroner yang tidak menunjukkan gejala serius, hipertensi yang sudah terkendali, atau gagal jantung ringan yang ditangani dengan pengobatan yang tepat,” imbuh dr. Amir.
Baca juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa dengan Rumus 2-2-4
Untuk memastikan kondisi tubuh siap untuk berpuasa, penderita penyakit jantung harus berkonsultasi dan memeriksaan kondisi kesehatannya ke dokter spesialis jantung untuk mendapatkan panduan berpuasa yang aman sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nutrisi yang diperlukan.
Konsultasi dapat dilakukan di layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang memiliki dokter ahli dengan pelayanan komprehensif melalui berbagai metode pemeriksaan dan penanganan yang terbaik.
Pasien dapat membuat jadwal konsultasi bersama dokter melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital untuk memudahkan pasien mengakses layanan lebih cepat dan efektif.
Jika terjadi kondisi gawat darurat jantung, Cardiovascular Center Mayapada Hospital memiliki layanan Cardiac Emergency yang siaga 24 jam untuk menangani kasus serangan jantung dengan protokol Door-to-Ballon kurang dari 90 menit. Pasien dapat menghubung kontak emergency 150990 atau menggunakan tombol Emergency Call yang ada di aplikasi MyCare.
Berbagai bentuk penanganan masalah jantung dan pembuluh darah di Cardiovascular Center Mayapada Hospital dapat diketahui di MyCare dalam fitur Health Articles & Tips.
Kesehatan jantung juga dimulai dari gaya hidup sehat olahraga yang dapat dipantau dalam fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, jumlah kalori terbakar, jumlah langkah harian, dan Body Mass Index (BMI).
#JadiMudah Unduh MyCare di Google Play Store dan App Store dan dapatkan reward point saat registrasi pertama kali, untuk dipakai sebagai potongan harga layanan di seluruh unit Mayapada Hospital.
Selanjutnya: Cara Mendeteksi Stroke Cryptogenic yang Sulit Diketahui Penyebabnya
tags :
Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Cardiac Emergency Kardiologi Cardiovascular Center Puasa