Apa Itu Radioterapi? Manfaat, Jenis, dan Kapan Harus Dilakukan

...

Radioterapi adalah salah satu modalitas pengobatan utama dalam terap kanker yang menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker secara terarah.

Menurut The Lancet Global Health dan IAEA, sekitar 50–70% pasien kanker membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari rangkaian terapi mereka.

Apa itu radioterapi?
Radioterapi dibagi menjadi dua jenis utama: radiasi eksterna dan brakhiterapi. Radiasi eksterna menggunakan radiasi pengion berenergi tinggi yang dihasilkan oleh pesawat radiasi, salah satunya adalah LINAC (Linear Accelerator).

dr. Yoke Soemiatno, Sp.Rad(K) Onk.Rad menjelaskan cara kerjanya:

"Radioterapi menggunakan radiasi dengan dosis terkontrol untuk membunuh atau merusak sel kanker sehingga sel kankernya mati, tidak bisa berkembang, atau menyebar."

Kapan Radioterapi Dibutuhkan?

Radioterapi mempunyai manfaat dan peran penting dalam rangkaian terapi penyakit kanker lainnya, seperti pembedahan dan sistemik terapi (kemoterapi, terapi hormon, target terapi, dan imunoterapi). 

Secara garis besar, radioterapi memiliki tiga peran utama dalam penanganan kanker:

  1. Mencapai kesembuhan (kuratif)
    Radioterapi diberikan sebagai terapi utama untuk membunuh atau menghilangkan sel-sel kanker. Bisa juga diberikan bersamaan dengan kemoterapi yang disebut kemoradiasi.
     
  2. Membantu terapi lainnya
    • Neoadjuvant: Mengecilkan tumor sebelum operasi
    • Adjuvant: Membunuh sisa sel kanker pasca operasi
       
  3. Membantu meringankan gejala (paliatif)
    Mengecilkan tumor dan mencegah penyebaran untuk meningkatkan kenyamanan pasien, meski tidak menyembuhkan

dr. Steven Octavianus, Sp.Onk Rad menambahkan indikasi penting:

“Radioterapi bahkan sangat dianjurkan untuk beberapa kanker stadium lanjut lokal yang sulit dioperasi (locally advanced stadium) atau untuk pasien yang memiliki kontraindikasi atau terlalu lemah untuk operasi atau kemoterapi.”

Apa Keunggulan Radioterapi dengan LINAC di Mayapada Hospital?

LINAC merupakan pesawat radiasi dengan teknologi yang baru. Alat ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pesawat radiasi lama, contohnya Cobalt-60.

Radioterapi dengan menggunakan LINAC dapat mengurangi efek samping yang diterima pada pasien, terutama pada kulit.  Antara satu alat LINAC dengan lainnya pun dapat berbeda-beda fiturnya, bergantung jenis LINAC yang digunakan.

Menurut dr.Ratnawati Soediro, Sp.Onk Rad (K), “Radioterapi yang baik itu adalah yang dapat mengenai sel kanker target sebanyak-banyaknya, dengan dosis radiasi yang sangat minimal untuk sel-sel sehat di sekitarnya. Jadi, hanya sel kanker yang terbunuh dan sel sehat dapat kita lindungi.”

Untuk memberikan pelayanan dan terapi terbaik bagi pasien, LINAC yang digunakan di Radioterapi Oncology Center Mayapada Hospital memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Presisi dan akurat: Dengan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy), target penyinaran dapat ditentukan mengikuti bentuk tumor/kanker yang tidak beraturan, sehingga sel sehat lebih terlindungi.
     
  2. Cepat dan efisien: Dengan teknik VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy), gantry atau lengan LINAC dapat berputar sesuai arah target radiasi dengan otomatis, sehingga mempercepat durasi terapi dan lebih efisien. Biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit saja.
     
  3. Aman untuk organ bergerak/lokasi sulit: Teknik IGRT (Image Guided Radiation Therapy) dan DIBH (Deep Inspiration Breath Hold) sebetulnya bisa digunakan untuk semua tipe kanker.

    Meski begitu, teknik ini bermanfaat untuk jenis kanker yang lokasinya terletak di dekat organ-organ penting atau sensitif, contohnya kanker payudara kiri di mana di belakangnya terdapat jantung, atau tumor otak yang inoperable

    Selain itu, juga bermanfaat untuk kanker yang ikut bergerak pada saat dilakukan terapi, contohnya kanker prostat, kanker liver, dan kanker paru.
     
  4. Alternatif untuk pembedahan: Teknik stereotactic dalam kasus dan kondisi tertentu dapat digunakan sebagai alternatif pembedahan, contohnya tumor otak yang sangat kecil dan terletak jauh di dalam sehingga sulit dijangkau. Dosis radiasi tinggi yang terfokus akan menghancurkan tumor tersebut.

dr.Kartika E.Brohet, Sp.Onk Rad (K) menjelaskan, “Teknik radiasi eksterna yang digunakan akan disesuaikan tentunya dengan kondisi pasien dan jenis penyakitnya. Jadi setiap individu bisa berbeda-beda dan kita harus personalisasi terapinya.”

“Dokter spesialis onkologi radiasi juga ditunjang oleh tim ahli seperti fisikawan medis, radioterapis, perawat, dan dokter-dokter spesialis onkologi dan terkait lainnya, untuk memastikan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pasien,” ujarnya menambahkan.

Video mengenai Akselerator linier (Linear Accelerator, LINAC) bisa ditonton di bawah ini:

Info lebih lanjut:

Selanjutnya: Syarat dan Efek Samping Kemoterapi yang Perlu Diketahui Pasien Kanker

Artikel ini ditinjau oleh:

dr. Kartika Erida Brohet, Sp.Onk.Rad (K)
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Konsultan
Mayapada Hospital Tangerang (MHTG)

Lihat jadwal praktik dokter di sini

dr. Steven Octavianus, Sp.Onk.Rad
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi
Mayapada Hospital Tangerang (MHTG)

Lihat jadwal praktik dokter di sini

dr. Yoke Soemiatno , SpRad(K) Onk.Rad
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi
Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS)

Lihat jadwal praktik dokter di sini

tags :

Oncology Center Spesialis Kanker Radioterapi Linac Radioterapi Tangerang Mayapada Hospital Tangerang