Mengenal Terapi Antibodi Monoklonal untuk Covid-19

...

Antibodi Monoklonal adalah antibodi yang diproduksi di laboratorium yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen berbahaya seperti virus, bakteri dan jamur. Terapi Antibodi Monoklonal sebelumnya sudah digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti Ebola dan HIV.

Cara kerja dari Antibodi Monoklonal adalah dengan mengikat protein spike virus SARS-COV-2 sehingga mencegah masuknya virus ke dalam sel tubuh dan mencegah infeksi SARS-CoV-2. 

Antibodi Monoklonal secara signifikan mengurangi risiko kematian hingga 72% pada pasien bergejala ringan dan 70% pada semua pasien yang terinfeksi Covid-19.

Siapa saja yang menggunakan terapi Antibodi Monoklonal?

Kriteria pasien yang dapat menerima terapi Antibodi Monoklonal yaitu :

  • Pasien dengan gejala Covid-19 ringan dan belum memerlukan terapi oksigen dalam 7 hari terakhir.
  • Belum pernah mendapatkan terapi Antibodi Monoklonal sebelumnya.

Terapi Antibodi Monoklonal diberikan dalam 7 hari terakhir setelah timbul gejala Covid-19 melalui infus di rumah sakit sesuai dengan anjuran dokter.

“Terapi monoklonal antibodi memberi banyak harapan untuk penanganan penyakit autoimun maupun penyakit infeksi di masa yang akan datang," ujar dr Benjamin Sastro, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Mayapada Hospital Tangerang (MHTG).

Informasi dan pendaftaran pasien, hubungi hotlinde 150770.
 

tags :

Covid-19