Hati-hati Kanker Hati

...

Kanker hati menempati peringkat kelima sebagai kasus kanker tertinggi di Indonesia pada tahun 2020, menurut data The Global Cancer Observatory.

Kanker hati terjadi ketika sel-sel normal di hati berubah menjadi sel-sel abnormal dan berkembang di luar kendali. Hati adalah organ besar yang berada di rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma.

Kanker pada organ lain pun dapat menyebar ke hati, seperti kanker usus besar, paru-paru atau payudara. Jenis kanker ini disebut kanker hati sekunder atau kanker metastasis.

Kanker hati pada stadium awal biasanya tidak bergejala. Ketika tanda dan gejala muncul, penderita mungkin akan merasakan:

  • Penurunan berat badan yang tidak diharapkan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Nyeri perut bagian atas.
  • Mual dan muntah.
  • Perut membesar dan terasa begah.
  • Teraba benjolan di perut kanan atas.
  • Kulit dan mata berwarna kuning.
  • Feses berwarna putih pucat seperti kapur.
     

Faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker hati:

  • Infeksi kronis Hepatitis B atau Hepatitis C.
  • Sirosis hati.
  • Penyakit hati turunan seperti Hemokromatosis dan Wilson’s disease.
  • Diabetes.
  • Obesitas atau terlalu gemuk.
  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik (Nonalcoholic fatty liver disease).
  • Paparan racun jamur (aflatoxin) – terdapat pada makanan yang disimpan lama dalam udara yang panas dan lembab.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Penggunaan steroid anabolic dalam waktu lama.
  • Penggunaan jarum suntik bergantian (termasuk pada pengguna narkoba suntik).

Pada pemeriksaan darah penderita kanker hati, 65% di antaranya positif mengidap Hepatitis B. Sebagian besar pengidap infeksi Hepatitis B akan sembuh, dan sebagian kecil akan berkembang menjadi kronis (infeksi menahun). Sekitar 10% infeksi kronis tersebut berkembang menjadi kanker hati.

Pengidap infeksi Hepatitis B di Indonesia cukup tinggi yaitu mencapai 7,1% dari seluruh penduduk Indonesia (Riset Kesehatan Dasar, Kementerian Kesehatan, 2017).

Ketika tanda dan gejala muncul, biasanya pasien sudah mulai memasuki stadium lanjut. Padahal kanker hati dapat ditemukan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker hati.


Deteksi dini Kanker Hati

  • Pemeriksaan USG Hati
  • Pemeriksaan laboratorium:
    -  Hepatitis marker yaitu HBsAg, Anti HCV, dan anti HBS.
    -  Penanda tumor AFP (Alfa Feto Protein)

Penanganan kanker hati disesuaikan dengan stadium kanker, usia, dan kondisi kesehatan umum pasien. Penanganan kanker hati antara lain:

  • Operasi pengangkatan tumor.
  • Operasi transplantasi hati.
  • Terapi ablasi yaitu terapi menggunakan panas, laser, atau dengan menyuntikkan alkohol langsung ke kanker (bukan pembedahan).
  • Embolisasi yaitu tindakan untuk memblokir pembuluh darah yang mengirim darah ke kanker.
  • Kemoterapi.
  • Radioterapi.
     

Pencegahan Kanker Hati dan Hepatitis

  • Menjalani perilaku hidup sehat.
  • Mengonsumsi makanan segar.
  • Menghindari konsumsi makanan yang diawetkan.
  • Menghindari makanan yang mengandung aflatoksin.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Melakukan vaksinasi Hepatitis.

Informasi dan pendaftaran pasien, hubungi hotline 150770.

Dikurasi oleh:
dr. Dion Ade Putra, SpB-KBD, FInaCS
Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif
Mayapada Hospital Tangerang (MHTG)

Lihat jadwal praktik di sini.

tags :

Spesialis Onkologi Spesialis Kanker Oncology Center