Siapkan Anak Berpuasa Nyaman dengan Langkah yang Tepat

Kapan anak mulai belajar berpuasa?
Ramadan sudah tiba. Waktunya mengajak anak-anak belajar berpuasa. Sebagian orang tua mungkin bertanya, “Apakah anak sudah boleh ikut berpuasa?”
Usia 6–7 tahun adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan puasa secara bertahap. Menurut dr. Felliyani, Sp.A., Dokter Spesialis Anak di Mayapada Hospital Bogor, anak di usia ini sudah bisa bersosialisasi.
Mereka juga mulai memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, meningkatkan rasa empati terhadap sesama, serta menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim saat akil baligh nanti.
Bagaimana cara melatih anak berpuasa?
Anak-anak di bawah 6 tahun juga dapat diajarkan berpuasa, tetapi secara perlahan, misalnya mulai dengan puasa setengah hari terlebih dahulu.
“Jika ingin mulai membiasakan anak berpuasa penuh, pastikan anak dalam kondisi sehat. Orang tua juga perlu memastikan anak memiliki status gizi yang cukup dan bisa mengenali tanda-tanda jika anak kurang asupan gizi,” ujar dr. Felliyani.
Lebih lanjut, “Selama berpuasa, anak-anak wajib makan sahur dan sebaiknya makan sahur selesai dekat dengan waktu azan subuh, kemudian segera berbuka begitu adzan maghrib berkumandang.”
Di kedua waktu ini, penting bagi orang tua untuk memberikan makanan bergizi seimbang agar energi anak terisi kembali dan tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Tips agar anak bisa menjalani puasa dengan nyaman
Setiap anak memiliki karakter yang unik, sehingga tantangan yang dihadapi orang tua dalam mengajarkan puasa bisa berbeda-beda.
Menurut dr. Muhammad Vinci Ghazali, Sp.A., M.M., M.B.A., Dokter Spesialis Anak di Mayapada Hospital Kuningan, ada beberapa langkah agar anak bisa menjalani puasa penuh dengan nyaman:
- Ajarkan anak berpuasa secara bertahap, misalnya mulai dari 6–8 jam (sahur hingga zuhur), kemudian 8–10 jam (sahur hingga asar), hingga akhirnya penuh sampai maghrib.
- Berikan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, serta pastikan asupan air cukup.
- Jaga waktu tidur anak sekitar 8–10 jam per hari agar tetap bugar.
- Dorong anak untuk tetap aktif dengan aktivitas fisik ringan.
- Selalu beri semangat dan yakinkan anak bahwa mereka mampu menyelesaikan puasa.
Baca juga: Lemot saat Puasa? Atasi dengan 6 Cara Ini!
Kenali Tanda-Tanda Bahaya Saat Anak Berpuasa
Meskipun puasa memiliki banyak manfaat, orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda hipoglikemia atau dehidrasi pada anak.
Menurut dokter Vinci, tanda-tanda hipoglikemia yang perlu diwaspadai meliputi:
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lelah dan gemetar
- Kulit pucat dan keringat dingin
Jika anak mengalami gejala di atas, segera berikan makanan yang tepat untuk mengembalikan kadar gula darahnya. Selain itu, tanda-tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Lemas
- Tidak buang air kecil selama 6 jam
- Mata cekung dan bibir kering
- Demam atau suhu tubuh meningkat (sufebris)
Jika anak mengalami gejala tersebut, segera berikan cairan yang cukup dan hentikan puasanya terlebih dahulu.
Konsultasi dan Layanan Kesehatan untuk Anak Berpuasa
Jika anak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, tetaplah tenang dan segera ambil langkah yang tepat.
Orang tua dapat menghubungi hotline Mayapada Hospital di 150770 untuk konsultasi awal atau membawa anak ke Mayapada Hospital untuk penanganan lebih lanjut.
Mayapada Hospital menyediakan layanan Pediatric Center yang komprehensif, meliputi skrining, diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi untuk berbagai masalah kesehatan anak. Apabila si kecil memerlukan penanganan darurat, segera hubungi layanan Woman & Children Emergency di 150990.
Layanan ini didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis anak berpengalaman, mencakup kesehatan umum, pembedahan, jantung, tumbuh kembang, neonatologi, serta penanganan penyakit tropis, infeksi, endokrin, alergi, dan gangguan imun pada anak.
Konsultasi dengan dokter Pediatric Center Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga menyediakan artikel kesehatan anak serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Health dan Health Access untuk memantau kesehatan.
#JadiMudah unduh MyCare di Google Play Store atau App Store dan nikmati reward poin untuk potongan harga pemeriksaan di Mayapada Hospital.
Selanjutnya: Meluruskan Mitos Kemoterapi: Fakta yang Membuat Anda Lebih Tenang
tags :
Ramadan Bulan Puasa Puasa Anak Pediatric Center Spesialis Anak