Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

...

Pernahkah anak terlihat lebih lemas dari biasanya, enggan makan, dan jarang buang air kecil? Jika disertai mual dan muntah berulang, kondisi ini bisa berkembang menjadi dehidrasi serius yang berbahaya bila tidak segera ditangani.

Mual dan muntah pada anak bisa disebabkan oleh infeksi, keracunan makanan, atau efek samping obat-obatan seperti antibiotik yang memengaruhi saluran cerna.

Dalam beberapa kasus, mual dan muntah bisa menjadi tanda dari penyakit lain seperti infeksi telinga, migrain, atau gangguan pada sistem saraf pusat.

Salah satu risiko terbesar dari muntah berulang adalah dehidrasi, kondisi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Pada anak-anak, dehidrasi bisa berkembang lebih cepat dibandingkan orang dewasa dan sering kali tidak dikenali sejak awal.

Inilah sebabnya penting untuk segera membawa anak ke fasilitas layanan anak dengan kehadiran dokter spesialis anak on-site 24 jam, seperti Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

 

Apa tanda anak dehidrasi?

Dokter Spesialis Pediatri (Anak) Konsultan Hati & Saluran Cerna Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Kuningan, Dr.dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A, Subsp G.H(K) menjelaskan,

“Pada tahap ringan hingga sedang, gejala dehidrasi pada anak bisa berupa mulut dan bibir yang kering, frekuensi buang air kecil yang berkurang dengan warna urine lebih pekat, mata cekung, kulit terasa kering dan kurang elastis, serta anak tampak kehausan, rewel, atau lebih sering mengantuk.”

Baca juga: Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Ia lanjut menambahkan, "Pada tahap dehidrasi berat, si kecil akan tampak sangat lemas, bingung, sulit dibangunkan, dan napasnya menjadi cepat dan dalam, bahkan tidak buang air kecil selama lebih dari 6-8 jam pada bayi atau 12 jam pada anak yang lebih besar. Anak juga tidak mengeluarkan air mata saat menangis, ubun-ubunnya cekung, kulit terasa sangat kering dan dingin, serta detak jantung cepat."

Anak mudah menderita muntah, jadi penting bagi orang tua mengenali gejalanya sejak awal. Dokter Eva menambahkan,

"Untuk gejala ringan, anak bisa diberi cairan sedikit demi sedikit dan makanan lembut jika masih mampu makan. Namun, bila mual dan muntah berlangsung lama dan disertai tanda dehidrasi, segera bawa ke rumah sakit untuk evaluasi. Tanpa penanganan yang tepat, dehidrasi bisa menyebabkan gangguan elektrolit, kejang, bahkan syok."

Saat kondisi anak mulai memburuk, tetap tenang dan segera bawa ke Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan, di mana dokter spesialis anak selalu siaga 24 jam di rumah sakit, memastikan setiap kondisi darurat anak ditangani secara cepat dan tepat. Bila si kecil memerlukan penanganan lebih lanjut, dokter spesialis anestesi berpengalaman juga siaga 24 jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan untuk memberikan penanganan anastesi yang aman dan tepat bagi pasien anak.

Layanan Pediatric Emergency Mayapada Hospital merupakan bagian dari Pediatric Center, pusat layanan unggulan dan komprehensif khusus anak, didukung tim dokter spesialis dan subspesialis, menangani masalah kesehatan anak mulai dari alergi autoimun, penyakit metabolik, gangguan saluran cerna, kanker, penyakit jantung anak, hingga tindakan pembedahan.

Untuk booking konsultasi dokter, Anda dapat menghubungi call center 150770 atau melalui aplikasi MyCare dari Mayapada Hospital.

MyCare juga memiliki fitur Health Articles & Tips berisikan informasi dan tips seputar kesehatan anak, serta fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit, untuk memantau jumlah langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI.

#JadiMudah Unduh MyCare di Google Play Store atau App Store sekarang dan dapatkan reward poin potongan harga bagi pengguna baru untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Selanjutnya: Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

tags :

Pediatric Center Pediatric Emergency Kesehatan Anak