Ketahui Penanganan Advanced untuk Cedera Olahraga

...

Risiko Cedera dalam Olahraga

Olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, aktivitas ini juga memiliki risiko cedera yang bisa terjadi selama atau setelah olahraga. Bahkan, dalam kasus yang parah, diperlukan tindakan operasi untuk pemulihan total.

Cedera umumnya disebabkan oleh kurangnya persiapan serta teknik yang salah. Beberapa jenis cedera yang sering terjadi antara lain:

  • Sprain: Cedera pada pergelangan kaki, tangan, dan lutut akibat gerakan sendi berlebihan.
  • Strain: Cedera pada pergelangan kaki, lutut, dan punggung akibat tarikan otot atau tendon berlebihan.
  • Patah tulang dan dislokasi: Akibat benturan keras saat olahraga.

Cedera spesifik juga sering terjadi, seperti:

  • Cedera bahu: Pada atlet tenis dan perenang.
  • Cedera siku: Pada pemain badminton.
  • Cedera pinggang: Pada pesepeda dan atlet angkat beban.
  • Cedera paha dan lutut: Rentan dialami oleh pelari dan pemain bola.
  • Cedera betis: Disebabkan oleh peregangan atau kontraksi otot berlebihan.

 

Penanganan Awal Cedera

Menurut dr. Reyner Valiant Tumbelaka, Sp.OT, Dokter Spesialis Ortopedi di Mayapada Hospital Surabaya, cedera olahraga ringan dapat ditangani dengan metode PRICE dalam 24–36 jam pertama:

  • Protection: Melindungi area cedera.
  • Rest: Mengistirahatkan area yang mengalami cedera.
  • Ice: Mengompres es selama 15-20 menit setiap 2-3 jam.
  • Compression: Membalut dengan perban elastis untuk mengurangi bengkak.
  • Elevation: Meninggikan bagian tubuh yang cedera untuk mengurangi pembengkakan.

Baca juga: Cedera Olahraga: Kapan Operasi Dibutuhkan dan Apa Alternatifnya?

 

Penanganan Lanjutan Cedera Olahraga

Jika cedera semakin parah dengan gejala seperti nyeri memburuk, bengkak besar, sendi berbunyi, atau kesulitan bergerak, maka diperlukan penanganan lebih lanjut.

Menurut dr. Petrasama, Sp.OT (K), Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga di Mayapada Hospital Tangerang, cedera dapat ditangani dengan dua metode:

  1. Penanganan Non-operatif:
    • Pemberian obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
    • Imobilisasi dengan elastic bandage atau light brace untuk menopang area cedera.
    • Fisioterapi dan rehabilitasi, seperti terapi gelombang kejut (shockwave therapy), stimulasi listrik, dan latihan penguatan otot.
  2. Penanganan Operatif: Menurut dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT (K), Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, beberapa cedera berat membutuhkan tindakan Arthroscopy.
    “Arthroscopy dilakukan dengan teknik minimal invasif untuk diagnosis sekaligus penanganan masalah di dalam sendi. Teknik ini meminimalkan nyeri, mengurangi risiko infeksi, dan mempercepat pemulihan,” jelas dr. Sapto.

 

Layanan Cedera Olahraga di Mayapada Hospital

Penanganan cedera bersama dokter ahli seperti dr. Petrasama dan dr. Sapto dapat dilakukan di Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital. Layanan ini mencakup:

  • Pencegahan dan skrining sebelum olahraga.
  • Peningkatan performa atlet dan rehabilitasi cedera.
  • Program pemulihan pasca-cedera.

 

Konsultasi Mudah dengan MyCare

Untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga di SITPEC Mayapada Hospital, gunakan aplikasi MyCare.

Fitur MyCare:

  • Health Articles & Tips: Artikel kesehatan dan kebugaran terkini.
  • Personal Health: Terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau jumlah langkah, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
  • Booking Janji Medis: Buat janji dengan dokter tanpa antre.

#JadiMudah unduh MyCare sekarang di Google Play Store atau App Store. Nikmati reward poin berupa potongan harga untuk pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Selanjutnya: Cegah Cedera Golf dengan Persiapan Tepat dari Dokter di Mayapada Hospital

tags :

Sports Injury Treatment & Performance Center Spesialis Olahraga Sitpec